slogan leutika prio

Remember Seattle

Penulis: Syamsul Arif Galib, Kategori: Kumpulan Cerpen
Remember Seattle
Zoom
ISBN: 978-602-225-087-6
Terbit: September 2011
Halaman : 121, BW : 121, Warna : 0
Harga: Rp. 30.700,00
Deskripsi:
"Itulah masalahnya. Kalian penganut agama terkadang seringkali mengingkari ilmu pengetahuan. Jelas-jelas teori Darwin dilakukan secara masuk akal dan terbukti. Akui saja kalau nenek moyang kita memang berasal dari kera." Ujarnya sengit. Wajah manisnya sedikit terlihat lebih keras.
- Up in the Air –
“But Sam, you need to know, tidak semua orang Yahudi setuju dengan apa yang terjadi di Palestina sana. Tidak semua orang Israel juga setuju dengan perang yang terjadi di sana. Aku contohnya.” Sam kembali berbicara.
- Shalom –
Baru setelah mengucapkan kata-kata itu, aku tiba tiba bertanya pada diri sendiri. Tuhan yang mana. Tuhan yang kuyakini atau Tuhan yang diyakini Jane. Ah, entahlah. Namun kuyakin Tuhan pasti akan menolong kami. Apalagi satu hal yang pernah aku pernah pelajari, Tuhan tak akan memberikan kita cobaan melebihi yang kita mampu.
- Ketika Kita Saling Cinta Namun Berbeda Agama -
“Sudahlah Sam, kamu terlalu banyak berteori. Namun tidakkah kau sadar, seribu teori tak akan ada apa-apanya dibanding sebuah aksi. Apa yang aku lakukan adalah sebuah aksi. Dan yang terpenting dari itu, aku bukan seorang pengecut yang hanya mampu mengumpat pemerintah dari belakang. Aku ada di depan sana Sam. Di depan aparat bersenjata lengkap lalu dengan lantangnya menyebut mereka sebagai drakula penghisap darah rakyat”
- Antara Aku, Kamu dan Sumpah Pemuda –

Download contoh buku: Download

Dilihat: 3452 kali.
Beli:   


Share |


Produk Sejenis

  • Neraka Di Mulut Ibu
  • Potret Setetes Keringat
  • Love Journey
  • PUSH THE LIMIT AND FLY
  • DURHAKA



Review

obat stroke
Kirim: 19-12-2014 10:37
tinggi menjulang menebus peradaban , melewati waktu melawan pembenaran http://goo.gl/Hp6SXo| http://goo.gl/xQXQQH

Editor LeutikaPrio
Kirim: 18-10-2012 13:34
Membaca Remember Seattle seperti bersepeda mengelilingi taman. Kayuhannya yang pelan, diiringi alunan musik lewat earphone, merasakan semilir angin yang sejuk, melupakan segenap penat yang ada. Yah, luangkanlah waktu untuk menikmati warna hidup ini, tak lupa juga untuk menghargai sesama. Buku ini tak hanya bercerita soal cinta, namun juga ketuhanan, kehidupan sosial, gender, impian, yang merepresentasikan isi hati penulis saat berada di Negeri Paman Sam. Banyak hal yang mengingatkannya tentang Seattle, tempatnya bermukim selama menempuh pendidikan. Penulis memadukan fiksinya dengan kisah nyata yang ia temui, bahkan yang menurutnya membosankan sekalipun. Namun, kisah yang membosankan itu sama sekali tak membuat bosan karena gaya bercerita penulis yang cerdas. Temukan pada I Wanna Be A Billionaire dan kisah lainnya dalam buku ini.

Kirim Review

Nama:


E-Mail:


Review Anda:

Karakter: 



 

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni