slogan leutika prio

Tak Ada Ruginya Walau Tak Laku

Posted: 21-07-2013 11:05

Sender: M. RASYID NUR

KETIKA pertama kali saya menerbitkan buku dengan cara selfpublisher saya tak pernah berpikir, apakah buku saya akan dibaca orang atau tidak. Dorongan untuk menerbitkan buku walau dengan biaya sendiri justeru didorong oleh motivasi beberapa sahabat yang sudah duluan membuat buku. Saya setuju, buku akan menjadi bukti bahwa kita pernah ada walaupun kelak sudah tiada.

Setelah beberapa kali tulisan yang saya publish di beberapa blog (pribadi maupun kroyokoan) ternyata dibaca oleh orang lain juga maka saya memutuskan untuk menerbitkan tulisan-tulisan itu lewat biaya sendiri. Jadilah buku saya pertama BTB-DK diterbitkan oleh leutikaprio. Tentu saja saya senang. Dan saya kembali mengedit tulisan lain yang menurut saya layak juga dibaca. Tulisan berisi hasil penelitian ketika menyelesaikan S1 itu akhirnya menjadi buku melalui cara yang sama.

Perlukah kitra khawatir kalau-kalau buku kita tidak laku terjual? Saya jawab tegas, tidak perlu. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan jika buku itu ternyata tidak dibeli orang lain. Rugi? Juga sama sekali tidak. Dengan modal yang tidak terlalu tinggi, kita mendapatkan beberapa fasilitas dari penerbit. Dan yang paling utama dari segala fasilitas itu adalah bahwa kita pernah mempunyai sebuah buku yang resmi dan beredar secara resmi. Pakai ISBN yang resmi juga.

Saya sangat setuju dengan Pramudia Anantur bahwa tidak ada gunanya memiliki ilmu jika tidak ditulis untuk dibaca oleh orang lain. Jika kita sudah menerbitkan buku itu berarti pula kita sudah memberi kesempatan orang lain untuk membaca tulisan kita. Di situlah nilai tertinggi dari terbitnya buku kita.

Saya yakin, akan banyak alasan lain yang akan memberi semangat kita untuk menerbitkan buku. Jadi, memang tidak ada ruginya menerbitkan buku walaupun hanya sekali itu saja terbitnya. *** 




Review

Belum Ada Review

Kirim Review

Nama:
Email:
Isi Review
Kode Verifikasi:


Share |
Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni