BlackBook
Penulis: Winda Krisnadefa, Kategori: Novel![]() Zoom | ISBN: 978-602-9079-52-4 Terbit: April 2011 Halaman : 192, BW : 192, Warna : 0 Harga: Rp. 41.300,00 Deskripsi: Titik balik hidup Amel terjadi ketika Amel dan Tomi diciduk polisi di kamar kosnya karena menggunakan putaw. Mama dan papa Amel sadar kalau ternyata selama ini Amel harusnya bisa menjadi anak yang selalu baik kalau saja mereka bisa memberikan sedikit perhatian dan penghargaan padanya. Akhirnya Amel dibawa ke suatu tempat untuk merenung selepas ia dari penjara. Di tempat itu Amel bertemu dengan Ayang yang juga dibawa oleh kedua orang tuanya ke sana untuk menenangkan diri. Ayang ternyata mengalami depresi berat setelah kejadian aborsi dan pendarahan hebat yang dialaminya dulu. Ditambah lagi percobaan bunuh diri yang pernah dilakukannya berulang kali karena begitu beratnya masalah yang terjadi dalam hidupnya. Download contoh buku: Download Dilihat: 2007 kali. |
Produk Sejenis
Review
nuraziz
Kirim: 05-06-2011 15:40saya khusus untuk mereview ini. dan buku ini adalah buku yang sangat penting untuk orang tua. silahkan menyimak resensinya. http://media.kompasiana.com/buku/2011/06/05/blackbook-buku-hitam-untuk-orang-tua/
Robin Wijaya
Kirim: 25-04-2011 18:02Membaca buku ini serasa membaca curhatan teman. Cara Mbak Winda bertutur lewat catatan-catatan diary membuat novel BlackBook ini terasa ringan. Tapi dari semua materi yang disajikan, tentu saya paling suka cara Mbak Winda mendeskrikpsikan Tomi yang sedang pakau. Sangat jelas, gamblang dan apa adanya. Bacaan yang menarik. Kutunggu novel berikutmu Mbak Win. Semangat!!!!
Meliana Indie
Kirim: 23-04-2011 07:48Tema yang diangkat dari novel pertama Winda Krisnadefa ini memang bukan hal yang baru, tetapi dengan gaya penuturan yang cerdas, alur maju mundur yang segar, diramu dengan cerita persahabatan dan cinta segitiga, membuat novel ini sangat sulit untuk dilepas. Karakter Ayang, Amel dan Tomi juga diceritakan dengan kuat; masing-masing pada bagiannya dengan tiap konflik yang memberikan mereka ruang untuk berkembang, pun tetap menjadi satu jalinan cerita yang mengalir cerdas dan lepas. Tak sabar rasanya menunggu karya selanjutnya dari penulis berbakat ini. Tetap semangat, Winda Krisnadefa :)











