slogan leutika prio

Sepenggal kisah anak Pedalaman

Penulis: Ardiansyah Fauzi, Kategori: Novel
Sepenggal kisah anak Pedalaman
Zoom
ISBN: 978-602-225-201-6
Terbit: Desember 2011
Halaman : 264, BW : 264, Warna : 0
Harga: Rp. 51.700,00
Deskripsi:

Anak pedalaman ini telah hampir sampai di akhir perjalanannya. Cita-cita dan mimpi telah menjadikannya mampu berjalan sejauh ini. Belajar menulis dengan tidak biasa dan mencoba memaknai desa sebagai ranah terasing terbaik dari sebuah kota. Hitam dan putih kehidupan telah aku untai seluruhnya, jika esok mentari menjadi berat tidak berarti ibu berbohong kepadaku, namun karena kita belum kuat berusaha. Dari masa lalu kita menulis kenangan, entah pahit ataupun manis. Semua yang tertulis suatu waktu akan menjadi sejarah, dan aku tak mau dikenang sebagai anak pedalaman yang kalah melawan nasib. Sampai hari ini aku masih mencari dan berusaha menyatukan kepingan-kepingan impianku yang dihimpit wajah zaman yang keras. Besok adalah masa depan dan kemarin menjadi prasasti keabadian akan persahabatan, pemberontakan, dan cinta. Sepenggal kisah kita ukir sederhana di pelepah-pelepah sagu, di daun-daun nyiur yang runcing. Jika esok kalian membacanya, pahamilah, bagaimana kerasnya usaha seorang anak!

Download contoh buku: Download

Dilihat: 2199 kali.
Beli:   


Share |


Produk Sejenis

  • Akbar
  • Mozaik Sekeping Hati
  • Janji Dakocan
  • SILUET
  • Diandra



Review

LEUTIKA
Kirim: 13-04-2016 13:33
Buku “Sepenggal kisah anak Pedalaman” bercerita tentang Galing dan sahabat-sahabatnya yaitu Busron, Jalil dan Hamdan. Keseharian mereka dipenuhi canda dan tawa. Ada pula Nurul, si kembang desa yang selalu menarik perhatian anak-anak desa karena meski sering digoda namun tetap saja cuek. Galing dan teman-temannya suka bermain tempurung kelapa, kemudian mengaji di surau dan belajar di malam hari. Sesuatu hal yang menurut Galing kadang dilupakan para orang dewasa, ya.. orang dewasa kadang lupa pada kewajibannya untuk mengaji dan belajar. Melalui buku ini kita akan disuguhi potret kehidupan anak pedesaan di daerah Halmahera. Ada suka dan duka yang digambarkan apik dalam buku ini, sehingga ketika kita selesai membaca maka, akan mendapatkan kesan yang bernilai tinggi.

fatkah
Kirim: 14-11-2012 14:36
Sepertinya bukunya menarik, iya nggak?

Editor LeutikaPrio
Kirim: 22-06-2012 09:29
Bercerita tentang budaya masyarakat Halmahera dan keyakinan/ajaran agama yang melekat pada pemuda-pemudinya sehingga mereka tumbuh menjadi pemuda-pemudi yang kritis. Novel ini diformat seperti kumpulan cerita yang tersusun atas keping-keping cerita yang berhubungan erat antara keping satu dengan keping lainnya, hingga diperoleh satu kesatuan cerita utuh yang sarat akan pesan kebaikan. Dalam beberapa judul, penulis dengan hebat menyuguhkan dua latar belakang sekaligus, dengan alur cerita dan setting yang berbeda, misalnya pada Keping 7: Bukan Pertemuan. Selain itu, secara implisit ditemukan pula sentilan-sentilan tajam mengenai tingkah laku para koruptor di negeri ini, salah satunya terdapat pada Keping 2: Jaket Kulit Buaya dan Anton Chekov.

Kirim Review

Nama:


E-Mail:


Review Anda:

Karakter: 



 

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni