slogan leutika prio

MENERBITKAN PeLit BERBEKAL C IN TA

Posted: 23-11-2012 08:53

Sender: 

 

Berawal dari baca TL Twitter Leutikaprio: "Yang pernah menerbitkan buku di Leutikaprio, harus ikut event Tips Nulis, jangan pelit bagi-bagi ilmu."

Jadi malu kalau dibilang pelit, tapi sekaligus mikir tips nulis apa yang mau dibagi ? (eh, ini bingung atau minder ya?) Wow akhirnya bisa juga berbagi dari inspirasi kata pelit tersebut (makasih ya mimin :))

PeLit itu apa sih ? Ini adalah Personal Literature, genre yang diperkenalkan Raditya Dika dengan buku Kambing Jantan, yaitu tulisan yang berisi pengalaman pribadi penulisnya. Jadi semuanya adalah kisah nyata. 

Oke, inilah PeTip (Personal Tip) dari saya untuk semangat menerbitkan PeLit (Personal Literatur)

Sederhana, ingat aja C I N T A

1. Cermati Pengalaman/Kejadian Sehari-hari

              Setiap kita punya cerita, berlimpah kisah gundah ataupun super indah. Ini adalah bahan dasar kita. Jadi cermati dan catat setiap kejadian. Cara mencatatnya gimana ? Nggak harus dengan program khusus, hingga membebani. Have fun aja, jalani hidup, nikmati hidup dan tuliskan ! Biasanya momen yang berkesan akan lekat di ingatan. Inti nulis PeLit itu sederhana : Kejadian/Pengalaman - Ingatan/Catatan - Tulisan yang enak dibaca

2. Inspirasi/Ide

               Asyiknya kalau nulis PeLit itu inspirasinya tak pernah henti, tak perlu susah-susah mencari, tak perlu berimajinasi.  Allah menghidangkan berbagai kejadian di hari-hari kita dan itu semua adalah sumber inspirasi untuk tulisan PeLit kita. Jadi ingat semua kejadian/pengalaman kita tiap hari bisa jadi inspirasi tulisan.

3. Niat Nyabit(Nyatat dan Diterbitkan)

               Niat itu penting. Minat aja nggak cukup, kalau nggak niat nyabit, tulisan sehebat apapun percuma,nggak akan ada yang baca. Perkuat niat maka kita akan makin cermat dan rajin mencatat pengalaman kita. Niat akan menyemangati kita untuk terus berusaha mencapai impian. Niat menghapus pesimis yang kadang datang tanpa diundang. Niatkan berbagi PeLit untuk menginspirasi dan jaga terus niat ini

4. Teknis Penulisan

               Kita bisa belajar teknis penulisan dari para pakar. Saya pun sedang belajar. Buku PeLit Raditya Dika itu melejit antara lain karena gaya penulisan yang segar, hingga kemudian trend cerita kocak meledak (tapi ingat PeLit nggak harus ditulis dengan gaya kocak, begitu juga sebaliknya nggak setiap cerita kocak itu PeLit karena ada yang sekedar fiksi). Berkiblat pada penulis senior bukan berarti sekedar mengekor. Jadikan mereka inspirasi dan terus berlatih untuk menemukan gaya penulisan sendiri. 

               Dengan teknis penulisan yang bagus, maka cerita yang sederhana, biasa-biasa saja bisa jadi luar biasa. Ini  hasil nguping Raditya Dika dalam talkshow : " Inti menulis itu adalah tentang bagaimana cara kita menunjukkan dan menceritakan sesuatu ke pembaca agar pembaca kita ikut merasakan apa yang ingin kita sampaikan." 

               Gaya bahasa, cara bertutur, pemilihan diksi, emosi yang kita masukkan dalam tulisan itu yang menjadi pembeda cerita kita. Emosi ini bisa benar-benar dirasakan pembaca lho. Tulisan yang ditulis dengan perasaan nyaman, sepenuh hati akan lebih bisa dinikmati (ini menurut saya). Bagaimana pun, setiap tulisan PeLit itu unik dan nggak pernah sama meski inspirasinya kejadian yang sama, selumrah kemacetan di Jakarta yang tiap pagi menimbulkan huru hara hari-hari.

               Temukan gaya menulis PeLit paling pas. Model kocak ala Raditya Dika, atau penuh perenungan dan kalimat menyentuhnya Asma Nadia, bisa juga kombinasi keduanya. Kalau saya lebih suka menambahkan perenungan ringan dari hal remeh yang terjadi tiap hari. Istilahnya sih ReHat (Refleksi Hati) mencurahkan isi hati disertai dengan pemikiran, renungan dan wacana yang membuka mata hati saya dan insya Allah membuat saya sendiri belajar lebih bijak kelak. 

               Gaya tulisan itu lama kelamaan terbentuk ya, nyatanya udah ada teman yang bisa mengenali gaya tulisan saya :) *bahagia

5. Ada kebaikan

                PeLit itu personal dan nyata, hingga subyektifitas atas kejadian/seseorang yang terlibat dalam kehidupan kita sehari-hari sangat perlu disikapi dengan hati-hati. Jangan pernah menjelek-jelekkan, menghina, menyakiti perasaan sesorang yang namanya kita tulis. Juga perlu ditanyakan pada yang bersangkutan. Saya pernah terkejut saat meminta krucil saya, 10 tahun membaca tulisan saya. Katanya : "Mama kenapa nulis aku yang cupu banget gitu, aku kan malu." Oh, ternyata apa yang menurut saya berkesan, dan inspiring bisa membikin krucil saya malu. Ini bikin saya lebih empati lagi sebelum menerbitkan PeLit saya.

                Satu lagi, jangan mengumbar aib, terjebak dengan keluhan dan kebanggaan berlebihan, hingga berkesan pamer (meskipun sebenarnya nggak ada maksud begitu ya). Hati nurani mungkin bisa jadi editor handal untuk PeLit yang akan kita terbitkan. Saya sendiri sedang belajar menjadi peka, dan sedikit mengurangi ego. Menurut saya selain menghibur, setiap pengalaman yang kita bagikan di dalamnya harus ada kebaikan, ada nilai positive, ada hikmah, pelajaran yang diambil. Singkatnya mungkin bisa menginspirasi diri sendiri dan pembaca tentunya.

                Akhirnya, kalau kita yakin, PeLit ini akan berguna buat kita dan pembaca, tak perlu ragu untuk mencari jodoh penerbit agar bisa jadi buku hingga bisa lebih banyak menginspirasi. Bisa dicoba dulu ke Leutikaprio, meski harus keluar modal, tapi kita akan senang melihat naskah kita tampil lebih menarik dan memudahkan untuk mengenalkannya ke teman-teman, juga lebih asyik bila kita ingin menawarkan naskah ke penerbit Mayor dalam bentuk buku yang apik kan ? Terakhir, selalu awali dan akhiri, iringi tulisan kita dengan doa dan niat berbagi kebaikan hingga hanya kebaikan yang akan kita bagi dan dapatkan kembali.

Semoga tip ini bisa ikut menginspirasi ya ~Live 2 inspire. Make a worth life by inspiring other~

(MURTI YULIASTUTI, Penulis MOM WOW & SEULAS SENYUM. Salah satu kontibutor dari Antologi : BE PoSITIVE, SELAKSA MAKNA RAMADHAN, SEGALANYA BAGIKU, KISATA, SENANDUNG RINDU YANG KARATAN, ONE DAY IN A LIBRARY, HOPE FOR THE NEXT INDONESIA (baca ya...semua ini terbitan LeutikaPrio lho !) & ASMA NADIA INSPIRASIKU by Leutika ):D

 



Share |
Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni