slogan leutika prio

Thamrin Dahlan

Thamrin DahlanE-Mail: thamrindahlan[aT]gmail.com

Thamrin Dahlan, M.Si. lahir 7 Juli 1952 di Tempino.Menetap di Jambi sampai tamat SMA II. Kuliah dan bekerja di Palembang sampai tahun 1980. Perwira Karier Kepolisian 1980 - 2010. Menikah dengan Enida Busri tahun 1983 dan di karuniai 4 orang anak.




Daftar Buku

Jumlah buku:14

1. Doea Poeloeh
Doea PoeloehKetika menghadiri peluncuran buku Dari Wartawan ke Senayan awak tertarik pada satu banner. Banner tersebut bertulisan Dunia Jurnalistik telah mengajarkan banyak hal kepada saya tentang disiplin waktu, berpikir terbuka, analitik, kerja keras, dan tanggung jawab. Bamsoet sudah jadi orang besar, tetapi dia bukan sok pembesar justru tetap menjadi sosok yang selalu berbesar hati dan rendah hati. Semangat silaturahmi tetap terjaga, selalu berusaha hadir reunian walaupun di tengah kesibukan sebaga

2. Tjerito Boedak TEMPINO
Tjerito Boedak TEMPINOCita cita boedak boedak Tempino ketika itu sangat beragam, Sesuai dengan wawasan terkebelakangan di era 1958-1964 kalau tidak menjadi pegawai negeri, pegawai pertamina, guru ya jadi pedagang atau petani. Tidak ada satupun menyebut menjadi polisi ataupun tentara apalagi dokter. Artinya cita cita tidak terlalu jauh angan angan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang desa. Begitulah takdir anak manusia. Ketika lulus SMA dalam keterbatasan Ayahanda Pensiun dari Pertamina awak diberangkatkan ke Palembang melanjutkan kuliah. Maunya jadi dokter kenyataan menjadi perawat. Akhirnya menjadi Polisi juga seperti Isteri Enida Busri yang ayahnya Anggota Polri Kepala Pos Tempino. Alhamdulillah masa tugas di Polri berakhir tahun 2010 Istri 2017. Kini kami tetap aktif berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman sebagai Dosen. Satu lagi nikmat Allah SWT diberi kemampuan menulis dari bakat keturunan Almarhumah Ibunda Hj. Kamsiah Binti Sutan Machmud. Kesibukan kini di hari tua dalam pekerjaan kebermanfaatan dan berbagi InshaAllah memberikan suasana menyejukkan dan kebahagiaan bersama keluarga besar Petokayo.

3. Azka Zafran Alzam: Saksi Sejarah Asian Games 2018
Azka Zafran Alzam: Saksi Sejarah Asian Games 2018Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk kedua kalinya menjadi tuan rumah penyelenggara Asian Games 2018 setelah 56 tahun lalu (1962). Tentu saja event setiap setengah abad ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Kami sekeluarga besar Thamrin Dahlan bersama istri, anak, dan cucu hadir di GBK dan beberapa event pertandingan. Tujuannya tidak lain untuk memeriahkan pesta olahraga terbesar kedua dunia di Jakarta. Selain itu, membuat catatan sejarah yang diabadikan dalam buku guna diingat ingat kem

4. Kylian Mbappe Pele Muda Zaman Now
Kylian Mbappe Pele Muda Zaman NowKylian Mbappe benar-benar seorang fenomena. Setelah bersinar di level klub, penyerang yang usianya baru menginjak 19 tahun ini juga sukses tampil spektakuler bersama timnas Prancis. Terbukti, di Piala Dunia 2018 lalu Mbappe sukses mencetak empat gol untuk antarkan Tim Ayam Jantan keluar sebagai juara dunia. Dia juga terpilih sebagai pemain muda terbaik. “Saya tidak terkejut dengan kesuksesan Mbappe. Dia masih sangat muda, tapi dia amat dewasa, Mbappe sangatlah cerdas dan saya pikir dengan karakteristiknya dia adalah pesepakbola terbaik dunia. Jangan lupa dia masih amat muda dan tidak mudah melawan pemain yang lebih tua. Mbappe bergerak begitu cepat di atas lapangan hijau.

5. Ustaz Abdul Somad Hadir Di sini
Ustaz Abdul Somad Hadir Di siniAkhirnya awak dapat menyaksikan langsung tausiah Ustaz Abdul Somad. Alhamdulillah setelah menunggu sekian lama niat terwujud di Islamic Book Fair (IBF) Kamis, 19 April 2018. UAS hadir bersama 6 ustaz dari Penerbit Tafaquh. Tema IBF yang diselenggarakan di Jakarta Convention Center Jakarta “Meraih Kejayaan Islam Melalui Literasi”. “Allah akan mengangkat orang-orang yang menambah ilmu karena nama mereka akan dikenang,” ujar Ustaz Abdul Somad saat mengisi Tabligh Akbar IBF 2018. Menurutnya, melalui


Sebelumnya [1] [2] [3] Selanjutnya
Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni