slogan leutika prio

Thamrin Dahlan

Thamrin DahlanE-Mail: thamrindahlan[aT]gmail.com

Thamrin Dahlan, M.Si. lahir 7 Juli 1952 di Tempino.Menetap di Jambi sampai tamat SMA II. Kuliah dan bekerja di Palembang sampai tahun 1980. Perwira Karier Kepolisian 1980 - 2010. Menikah dengan Enida Busri tahun 1983 dan di karuniai 4 orang anak.




Daftar Buku

Jumlah buku:7

1. Jalan-Jalan
Jalan-JalanBuku JALAN JALAN memuat kisah perjalanan wisata dari pesohor dunia dan juga kunjungan penulis beserta keluarga. Selain itu terdapat reportase kegiatan dan opini serta catatan budaya terkait peristiwa trending topic pada skala nasional.

2. Duabelas
DuabelasBuku DUABELAS berisikan tulisan tentang kondisi dan situasi nasional di tinjau dari pendekatan sosial. Penulis berusaha melihat dan kemudian memaparkan perkembangan pergeseran budaya nusantara secara jernih dan netral tanpa tendensi menyudutkan siapapun. Keberpihakan adalah suatu keniscayaan ketika menyampaikan opini namun keberpihakan itu selalu berpedoman pada motto menulis Penasehat, Penakawan dan Penasaran sehingga mengarah kepada kebenaran. Roh dari tulisan terrangkum ketika penulis menyampaikan saran terhadap permasalahan terkait dengan harapan bisa menjadi masukan sebagai bentuk kontribusi dari seorang warga negara,

3. Sebelas
SebelasPenghargaan tertinggi untuk penulis apalagi kalau bukan diundang ke Istana Negara. Mungkin inilah buah hasil dari konsistensi menulis setiap hari di media sosial. Undangan Bapak Presiden untuk 100 penulis terjadi pada akhir Desember 2015. Jamuan makan siang di Istana merupakan momen penting yang tidak akan pernah terlupakan sepanjang sejarah kehidupan mengingat kapasitas kami hanya sebagai jurnalis amatir. Kepedulian Bapak Jokowi atas peran besar seorang penulis tidak diragukan lagi. Beliau me

4. Kasidah (Kasih Sayang Sepanjang Jalan)
Kasidah (Kasih Sayang Sepanjang Jalan)Tulisan tentang Keluarga Besar Haji Dahlan Bin Affan dan Hajjah Kamsiah Binti Sutan Mahmud diterbitkan dalam Buku Kasidah (Kasih Sayang Sepanjang Jalan) . Buku ini adalah autobiografi, suatu rangkaian pengalaman kehidupan keluarga besar kami mulai dari kampong halaman Lintau Sumatera Barat dan Bengkulu, merantau ke Jambi dan selanjutnya anak anak merantau pula ke Pulau Jawa. Catatan kecil ini merupakan untaian sejarah baik dari penuturan saksi saksi hidup maupun dari kenangan lama ketika Mamak dan Bapak masih bersama kami di Tempino Jambi dan Bogor. Sungguh satu penghidupan yang sangat bermakna bagi kami karena dari hasil didikan Bapak dan Mamak dalam suasana keprihatinan dan penuh kasih sayang kami bisa melanjutkan perjuangan Beliau menjadi umat yang Insha Allah bermanfaat bagi sesama. Rasa haru biru sangat kental terasa di buku ini, pembaca bisa menyaksikan betapa kasih sayang Mak dan Bapak itu sepanjang jalan nan tiada berujung. Tuntunan Agama nan diajarkan melalui contoh teladan kehidupan ternyata sangat bermakna bagi kami, sehingga bisa dijadikan pedoman mengarungi kehidupan dari generasi ke generasi. Untuk itulah rekaman hidup dan kehidupan itu di dokumentasi agar abadi adanya dan diharapkan Buku Kasidah (Kasih Sayang Sepanjang Jalan) . bisa dijadikan pelajaran bagi anak cucu sampai di akhir zaman.

5. Magnet Baitullah [Tiga Syarat Utama Memakmurkan Masjid]
Magnet Baitullah [Tiga Syarat Utama Memakmurkan Masjid]Sesungguhnya muara dari menulis adalah buku, karena buku bersifat abadi dan menjadi alibi tak terbantahkan atas kehadiran seorang anak manusa di muka bumi ini. Buku Magnet Baitullah merupakan karya ke-8 setelah vakum selama dua tahun tidak menerbitkan buku. Buku pertama Bukan Orang Terkenal dan buku ke-3 Celoteh Kompasianer Tede dicetak dan diterbitkan oleh Leutikaprio. Magnet Baitullah (Tiga Syarat Utama Memakmurkan Masjid) merupakan rangkaian reportase kegiatan Masjid Jami An Nur sejak 2010.


Sebelumnya [1] [2] Selanjutnya
Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni