slogan leutika prio

Adi Wahyudin

Adi WahyudinE-Mail: Abid8404[aT]yahoo.com

Adi Wahyudin, lahir di kota Cimahi, Bandung pada 10 Februari 1983. Alumni SMK Negeri 1 Cimahi (STMN Pembangunan Bandung) jurusan Listrik Industri angkatan 24. Menikah tahun 2007 dengan Whindy Widhiyanti, dikaruniai 3 orang anak: Ziya,Zahdan dan Zhira.




Daftar Buku

Jumlah buku:7

1. Ragam Ceria Bersama Zahdan
Ragam Ceria Bersama Zahdan“Hmm… jika kau malas salat, cosmomu akan padam, Zahdan! Hatimu akan dikuasai kegelapan!!" tegasku, dengan suara dibuat berat, seolah menjadi musuh yang jahat. Dan… berhasil! Zahdan langsung tergopoh-gopoh menggelar sajadah. Ia mengikuti salat di sampingku dengan gerakan khas anak kecil. Kepalanya menoleh ke sana kemari, mulutnya komat-kamit tanpa henti, melirik ke arahku berulang kali. Tak sabar ingin selesai cepat-cepat, merasa kekuatan cosmonya telah menyala kuat. Tak lama… hanya sesaat setela

2. Perihal Nurla: Antara Fiksi dan Kisah Nyata
Perihal Nurla: Antara Fiksi dan Kisah NyataMenikah.. Duhai, betapa indah sebutan itu, sangat tak sebanding dengan kata ‘jadian’ yang menyia-nyiakan. Suami-Istri, alangkah elok padanan kata itu. Begitu serasi, satu dan lain saling melengkapi. Ibarat air dan awan, tanah dan hujan, bunga dan dedaunan. Juga selaksa Nur dan Ipah.. Sungguh dua nama yang selaras saat diucapkan, dan lebih selaras lagi ketika dicantumkan dalam undangan, sedemikian selaras lagi saat disandingkan di pelaminan, serta teramat selaras lagi kala dicatatkan di buku pernikahan. Serona tak ada yang bisa menandingi keserasian dua nama tersebut. Nama Nur dan Ipah terdengar lebih harmoni dibanding Romeo dan Juliet, Anthony dan Cleopatra, Pyramus dan Thisbe, atau bahkan em.. Otong dan Nengsih.

3. Alkisah Putri
Alkisah PutriAlkisah, ada anak kecil pecinta buku yang terlempar ke masa lalu. Ia ditemukan oleh seorang Ratu, yang selalu berduka lantaran kehilangan Putri kesatu. Maka, menemukannya serona anugerah yang tiada terhingga, kebahagiaan yang begitu luar biasa. Sang Raja bahkan mengangkatnya, menjadi satu dari sekian Putri yang melegenda. Putri Mumtaza, itulah namanya. Petualanganpun bermula. Tatkala muncul seorang penyihir, penghianat, dan puluhan pasukan berjubah hitam yang tak mempan ditembus senjata. Bertambah seru dengan adanya Astronot muda, yang tanpa sengaja melintasi masa. Petualangan ini adalah kisah ketiga menyusul Novel Tiga Putri (2016), dan Novel Empat Putri (2018). Untaian cerita-cerita Fiksi berhiaskan imajinasi. Yang jika ditelusuri, sebagian para tokohnya ternyata sungguh-sungguh bisa dijumpai.

4. Empat Putri
Empat Putri"Para Putri beraksi lagi. Setelah dulu berhasil mengalahkan Raja Berwajah Garang, kini mereka dihadapkan pada musuh baru. Yakni seorang pria berjubah hitam yang mengaku bernama Rahwana. Kekuatan pengendali apinya didapat dengan jalan menculik Putri Naysila untuk diambil sample DNA istimewanya. Serunya, Putri Naysila ternyata diculik bukan di satu masa kerajaan. Melainkan dibawa ke masa depan, masa dimana Kita semua berada sekarang. Alhasil Putri Mumtaza, Putri Armida, beserta seorang tokoh baru

5. Sembilu Berwarna Biru
Sembilu Berwarna BiruAda begitu banyak sembilu yang menikam kalbu, menelikung pilu, menggelepak sesak. Sembiluku sempurna berwarna biru, menghantam hati bertubi-tubi, mengoyak asa hingga binasa. Bagaimana dengan sembilumu kawan? Masihkah terasa begitu menyakitkan? Hmph.. Mereka yg berbahagia di taman-taman bunga sana, tentu tak akan paham pada jubah kesetiaan yg mati-matian kita kenakan. Mereka yg tertawa-tawa di belahan dunia sana, tentu tak akan mengerti pada jeri yang berpayah-payah kita rasai. Tapi buku ini peduli, terlahir dan hadir tuk menemani. Kisah2 menyedihkan didalamnya seolah berperi,


Sebelumnya [1] [2] Selanjutnya
Leutika Leutika