slogan leutika prio

Dr. Sri Nur Aminah Ngatimin, SP, M.Si

Dr. Sri Nur Aminah Ngatimin, SP, M.SiE-Mail: georgesriwageningen[aT]gmail.com

Sri Nur Aminah Ngatimin Rudi Salam* Ahmad Rizwaldy Febriani Jamal Ridahwati Dianita Nur Putri




Daftar Buku

Jumlah buku:17

1. RINTIHAN BENIH DALAM DEKAPAN LUMBUNG PENYIMPANAN
RINTIHAN BENIH DALAM DEKAPAN LUMBUNG PENYIMPANANPernahkah anda mendengar rintihan benih di dalam lumbung penyimpanan?Coba bayangkan bagaimana rasanya jika anda menjadi sebutir benih yang terkurung di dalam karung plastik. Pasti seribu rasa bercampur aduk bagaikan memakan permen nano-nano. Sesak, pengap, ditambah nyeri mendera karena luka gigitan serangga nakal yang merusak kulit benih simpanan tersebut. Biji yang dihasilkan oleh tumbuhan merupakan hasil nyata dari suksesnya proses pembuahan. Nasib biji tersebut sangat tergantung pada keputusan petani sebagai pelaku utama di lahan. Biji dapat dikonsumsi oleh keluarganya, dijual atau dikembalikan ke lahan pada saat musim tanam berikutnya. Bagaimana pendapat anda melihat benih kacang hijau yang banyak lubangnya karena dimakan serangga?Menurut pendapat anda, apakah benih yang telah rusak seperti itu dapat tumbuh menjadi tanaman sempurna?serangga apa saja yang menyerang komoditi pertanian yang berada di dalam lumbung penyimpanan? Semua pertanyaan dan informasi yang berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, teknik pengeringan benih, penyimpanan dan pengemasan benih, jenis komoditi dan serangga perusaknya dikupas tuntas dalam buku ajar ini. Pembaca akan diperkenalkan dengan berbagai macam Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) khususnya yang berasal dari kelompok serangga perusak benih di lumbung atau gudang penyimpanan. Semua topik menarik ini telah dijabarkan dalam bahasa yang mudah dipahami oleh pelajar, mahasiswa dan praktisi yang tertarik untuk meningkatkan pengetahuannya dalam mempelajari masalah penyimpanan benih. Selamat membaca.

2. Teknik Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Perkebunan
Teknik Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman PerkebunanTanaman perkebunan adalah spesies tanaman tahunan yang dapat menghasilkan produk bernilai ekonomis dan menjadi komoditi ekspor nonmigas. Saat ini telah dilakukan berbagai upaya dalam meningkatkan produktivitas tanaman tersebut. Namun demikian, pertumbuhan tanaman perkebunan yang potensial sebagai sumber devisa negara tetap mengalami kendala karena adanya serangan OPT (organisme pengganggu tanaman) yang berasal dari kelompok hama dan penyakit. Banyak sekali alternatif pengendalian yang telah dita

3. Perlindungan Tanaman Sayuran Dataran Tinggi
Perlindungan Tanaman Sayuran Dataran TinggiPengendalian organisme pengganggu tanaman (serangga hama dan penyakit) merupakan pisau bermata dua di dalam usaha budi daya sayuran bernilai ekonomis, khususnya yang tumbuh di dataran tinggi. Serangga hama sifatnya sangat mobile dan cepat sekali menyebar dan merusak tanaman sehingga membutuhkan trik khusus untuk menanganinya. Tujuan dilakukannya pengendalian adalah serangga hama harus segera dikendalikan populasinya supaya tidak eksplosif, sedangkan di sisi lainnya memberikan penekanan bahwa pen

4. Teknologi Perlindungan Tanaman Palawija Secara Ramah Lingkungan
Teknologi Perlindungan Tanaman Palawija Secara Ramah LingkunganPalawija berasal dari bahasa Sansekerta phaladwija yang mempunyai arti tanaman kedua. Berdasarkan hal tersebut maka palawija bermakna hasil panen tanaman setelah padi. Petani di Indonesia seringkali memanfaatkan lahan bera dengan melakukan rotasi tanam menggunakan tanaman palawija terutama kacang-kacangan. Manfaat yang dapat diperoleh dari sitem tersebut adalah : meningkatkan nutrisi tanah karena tanaman kacang-kacangan mempunyai kemampuan menyuburkan tanah, mengoptimalkan penggunaan lahan, meningkatkan keanekaragaman hasil panen serta menambah pendapatan petani. Saat ini telah banyak teknologi praktis yang diterapkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman palawija. Namun demikian, pertumbuhan tanaman palawija tetap mengalami kendala karena adanya serangan Organisme Pengganggu Tanaman yang berasal dari kelompok serangga hama dan penyakit (terutama kelompok cendawan dan virus). Banyak sekali alternatif pengendalian yang telah ditawarkan untuk menjawab permasalahan yang timbul karena adanya gangguan hama dan penyakit yang menyerang tanaman palawija. Namun sayangnya, kebanyakan cara tersebut hanya mengandalkan pengendalian berbasis penggunaan bahan kimiawi untuk menekan keberadaan OPT. Buku ini membahas tentang teknologi perlindungan tanaman palawija secara ramah lingkungan yang menekankan pada tata cara pengendalian dengan memanfaatkan potensi alam dan tidak melibatkan bahan kimia yang menjadi sumber pencemaran lingkungan. Diharapkan buku ini dapat meningkatkan pemahaman pembaca tentang praktek budidaya tanaman yang tidak membahayakan kesehatan dan lingkungan.

5. Palma Komersil di Indonesia
Palma Komersil di IndonesiaTanaman kelompok palma atau palem adalah jenis tanaman yang umumnya berbentuk pohon. Ciri khasnya yang dapat dilihat secara nyata adalah batangnya lurus, tinggi dan mempunyai helaian daun yang sangat lebar. Beberapa jenis palma bernilai ekonomis tinggi karena menghasilkan produk yang sangat dibutuhkan untuk skala rumah tangga dan industri. Pengelolaan produk tanaman secara lestari juga berkontribusi dalam memberikan lapangan kerja kepada masyarakat. Teknologi pengendalian serangga hama dan penyakit secara ramah lingkungan sangat sesuai untuk diterapkan di dalam sistem budidaya tanaman pertanian dalam mendukung eco-fiendly environment. Namun demikian, proses pengendalian serangga hama dan penyakit secara ramah lingkungan tidak memberikan hasil secepat aplikasi pestisida mengandung bahan kimiawi berbahaya yang segera mematikan organisme di sekitarnya. Buku ajar ini membahas tentang deskripsi, nilai ekonomis, serangga hama dan penyakit yang menyerang tanaman palma komersil yang dibudidayakan di Indonesia. Teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman yang ditawarkan di dalam buku ini semuanya bersifat ramah lingkungan. Diharapkan mahasiswa, masyarakat pemerhati masalah pertanian dan petani dapat mengaplikasikannya dengan mudah sehingga menghasilkan produk pertanian yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.


Sebelumnya [1] [2] [3] [4] Selanjutnya
Leutika Leutika