slogan leutika prio

Kategori Sosial Politik

1. NORMALISASI INDONESIA-CHINA 1990: ANALISIS TIGA LEVEL

NORMALISASI INDONESIA-CHINA 1990: ANALISIS TIGA LEVELBuku ini menjelaskan alas an normalisasi Indonesia dengan China pada tahun 1990 melalui analisis tiga level. Peristiwa penting dalam kebijakan luar negeri Indonesia pada tahun 1990 adalah pemulihan hubungan diplomatik dengan Republik Rakyat China (RRC) pada bulan Agustus. Hubungan telah ditangguhkan oleh Indonesia pada tahun 1967. Jakarta menuduh China terlibat dalam kudeta yang gagal terhadap Partai Komunis Indonesia. Keputusan Indonesia dapat dijelaskan melalui tiga tingkat analisis, Pertama, keputusan Jakarta untuk menormalisasi hubungannya dengan Beijing dipengaruhi oleh perubahan lingkungan regional. Runtuhnya komunisme di Eropa Timur kemungkinan besar akan berdampak besar pada negara-negara komunis di Asia, termasuk China. Apalagi, sejak meninggalnya Mao Zedong pada tahun 1976, China memasuki era baru dalam hubungan luar negerinya. Pada analisis tingkat kedua, kepentingan nasional Indonesia dianggap penting dalam proses normalisasi. Niat Jakarta untuk memulihkan hubungan dipengaruhi oleh upaya pemerintah untuk menerapkan kebijakan luar negeri yang aktif dan aktif; mencari kepemimpinan dalam Gerakan Non-Blok; untuk memecahkan masalah orang Tionghoa perantauan; dan untuk meningkatkan manfaat dari perdagangan langsung. Terakhir, keputusan Jakarta diambil berdasarkan perhitungan pemerintah Soeharto mengenai untung ruginya normalisasi dengan China.

2. DAMPAK UTANG LUAR NEGERI TERHADAP POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA

DAMPAK UTANG LUAR NEGERI  TERHADAP POLITIK LUAR NEGERI INDONESIAKetergantungan Indonesia terhadap utang luar negeri akan berdampak pada perilaku Indonesia dalam hubungan bilateral dan perilaku di dunia internasional. Utang yang besar sampai sekitar Rp 7000 Trilyun baik dari pemerintah maupun dari swasta membuat Indonesia bergantung pada luar negeri karena harus membayar utangnya secara disiplin. Utang besar ini menyedot APBN setiap tahun. Dampaknya terhadap Indonesia jelas bahwa besarnya utang tersebut akan berdampak pada implementasi politik luar negeri Indonesia. Pertama, Indonesia mempertahankan hubungan luar negerinya secara positif dengan negara kreditur. Hubungan bilateral dengan negara kreditur berjalan lancar bahkan di beberapa bidang meningkat. Hubungan Indonesia dengan Singapura menjadi bukti adanya hubungan bilateral yang positif. Dampak kedua, kalau pada politik luar negeri Indonesia yang pertama menunjukkan kedekatan dan bahkan hubungan positif dengan negara kreditor dan lembaga pemberi bantuan, maka dampak kedua adalah sikap Indonesia yang menghindari konflik. Secara umum, dapat dikatakan bahwa hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara kredit relatif stabil. Hampir dapat dikatakan bahwa pada periode 2014 hingga 2022 tidak ada konflik yang mengharuskan Indonesia untuk berhadapan secara frontal dengan negara-negara tersebut.Dampak ketiga adalah semakin berkurangnya daya kritis Indonesia dalam berhadapan dengan para kreditor. Politik luar negeri yang semula bebas aktif dalam mencapai kepentingan Indonesia mulai mendapatkan beban dengan adanya utang meskipun diklaim Indonesia pada posisi saat ini secara ekonomi sehat.

3. Pijar Asa Pembelajar: Catatan Problematika Hukum dan Pemerintahan

Pijar Asa Pembelajar: Catatan Problematika Hukum dan PemerintahanBuku Pijar Asa Pembelajar: Catatan Problematika Hukum dan Pemerintahan merupakan kumpulan tulisan penulis yang telah diterbitkan oleh sejumlah media dalam rentang waktu 2017-2022. Kumpulan tulisan ini merupakan salah satu upaya seorang pembelajar untuk memahami dan merespon sejumlah fenomena-fenomena hukum dan pemerintahan, baik pada level global maupun nasional. Tema besar dalam buku ini mengerucut ke dalam empat hal. Masing-masing adalah hukum pidana, studi perdamaian dan konflik, pemerintah dan kepentingan publik, serta pendidikan dan refleksi kebangsaan. Semoga setiap pembelajar senantiasa menjaga pijar asanya demi hukum dan pemerintahan yang paripurna di Idnonesia.

4. DINAMIKA DEMOKRASI, PEMILU DAN OTONOMI DAERAH DI INDONESIA

DINAMIKA DEMOKRASI, PEMILU DAN  OTONOMI DAERAH DI INDONESIABuku ini memuat berbagai pemikiran dan perspektif mengenai demokrasi, pemilihan umum dan otonomi daerah. Demokrasi di Indonesia masih berada dalam tahap konsolidasi sehingga masih banyak persoalan di dalamnya. Salah satu contohnya mengenai masih dinamika ideologi dalam kehidupan demokrasi di Indonesia. Demikian juga mengenai demokrasi yang muncul di Indonesia seperti halnya negara-negara di Asia apakah disebabkan menguatkan globalisasi nilai-nilai demokrasi. Dalam bagian lain buku ini menyentuh bagaimana kualitas pemilihan umum yang ada di Indonesia dan bagaimana cara meningkatkan kualitasnya. Demikian juga pilkada di daerah menjadi sorotan seperti yang muncul dalam kajian mendalam mengenai politik identitas dalam pemilihan kepala desa. Bagaimana juga peran perempuan dalam politik menjadi salah satu sorotan dalam bunga ramai artikel buku ini. Isu-isun yang terkait dengan otonomi daerah juga menjadi sorotan dalam buku ini. Bagaimana pula implementasi otonomi daerah di Indonesia. Sebagian dari karya mahasiswa dan dosen di Program Studi Magister Ilmu Politik ini juga menyentuh mengenai otonomi khusus Papua, isu yang juga menjadi sorotan dunia internasional. Disamping isu-isu demokrasi dan pemilu, salah satu kajian dalam buku ini menyentuh perdebatan mengenai tafsir Pancasila dimana norma Islam sebagai Fondasi “Politik Halal” dalam pemilihan umum di Indonesia. Dua kajian dalam buku ini juga menyentuh isu pemilihan umum terkait COVID-19 serta peran Muhammadiyah dan Negara di era COVID-19.

5. POLITIK HUKUM PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA :

POLITIK HUKUM PERLINDUNGAN ANAK DI INDONESIA :Salah satu instrumen yang digunakan dalam perlindungan anak adalah hukum, perlindungan hukum bagi anak dapat diartikan sebagai upaya perlindungan hukum terhadap berbagai kekerasan dan hak anak serta berbagai upaya yang berhubungan dengan kesejahteraan anak, buku ini juga merupakan salah satu upaya kami untuk menambah dan memperkaya literatur pembahasan dalam bidang Hukum Perlindungan Anak khususnya bagi mahasiswa/i yang sedang mencari ilmu di Perguruan Tinggi yang sebagaimana penulis amati terkait materi yang ada di buku karangan ini masih sangat jarang di Indonesia, bahkan, sering kajian tentang perlindungan anak di bidang hukum ini dianggap sesuatu yang kurang menarik. Berbagai kasus penelantaran maupun kekerasan terhadap anak menyeruak ke permukaan yang sudah tentu menyulut rasa keprihatinan kita terhadap fenomena ini, dalam konteks jaminan dan perlindungan hak-hak anak, Pemerintah telah menerbitkan berbagai regulasi yang menjamin perlindungan hak-hak anak, meskipun pemahaman berbagai pihak terhadap betapa pentingnya pemenuhan dan perlindungan hak anak dirasakan masih belum mencukupi, hal tersebut ditunjukkan dengan belum responsifnya penanganan kasus pelanggaran hak anak dan masih seringnya terjadi kasus pelanggaran hak anak yang justru dilakukan oleh orang-orang terdekatnya, selain itu kebijakan publik yang ada dirasakan belum berpihak sepenuhnya buat kepentingan anak. Semoga dengan penerbitan buku “Politik Hukum Perlindungan Anak Di Indonesia” akan memberikan manfaat yang lebih luas bagi orang tua, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, maupun pemerintah.

6. PERAN RELAWAN DALAM PEMILIHAN PRESIDEN 2014

PERAN RELAWAN DALAM  PEMILIHAN PRESIDEN 2014Penulisan buku ini adalah untuk mengetahui peran relawan dalam pemenangan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden tahun 2014 Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Dari kajian terungkap para relawan ini bergerak tanpa selalu dalam kendali formal struktural pendukung Jokowi-JK namun bergerak secara bebas dan dinamis dengan fokus memenangkan pasangan yang didukungnya. Dari kajian ini terungkap bahwa para relawan hadir karena figur Jokowi dianggap dapat dipercayai dan memberikan harapan. Relawan yang merupakan gerakan sosial ini sifatnya temporer namun sebagian dari relawan melakukan pendampingan sampai Jokowi menjadi presiden Relawan melakukan kampanye secara langsung di lapangan dan juga secara virtual. Selain berkampanye langsung para relawan juga melakukan pengawalan pada hasil pemilu sehingga penghitungan suara di tingkat tempat pemungutan suara dikawal sampai dengan Komisi Pemilihan Umum di Jakarta. Secara ringkat para relawan ini berperan memperkuat Kampanye Jokowi-JK, meningkatkan Kualitas Pilpres, memunculkan Harapan dan Solidaritas Politik Baru, mengawal Hasil Pilpres, alat Kontrol Pemerintah dan menjadi pijakan ke untuk meraih sejumlah jabatan di dalam pemerintahan.

7. Diplomasi Kesehatan Global Indonesia Masa Pandemi COVID-19

Diplomasi Kesehatan Global Indonesia Masa Pandemi COVID-19Pandemi COVID-19 telah mendorong berbagai negara memperhatikan aspek kesehatan dalam diplomasinya. Forum internasional seperti Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menunjukkan perannya yang diperlukan oleh dunia saat COVID-19 berkecamuk. Indonesia memanfaatkan forum multilateral untuk menggaungkan prinsip dalam diplomasi kesehatan global yakni “kesehatan untuk semua”. Keterlibatan Indonesia untuk aktif dalam tata kelola kesehatan global antara lain didasari dari tujuan politik luar negeri Indonesia dalam ikut berpartisipasi dalam mewujudkan perdamaian dunia. Forum multilateral ini menjadi sasaran dalam diplomasi kesehatan global Indonesia. WHO dan lembaga terkaitnya yakni Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Wabah (CEPI), dan Aliansi Global Untuk Vaksin dan Imunisasi atau GAVI menjadi tumpuan Indonesia. Diplomasi vaksin Indonesia dapat diformulasikan sebagai diplomasi untuk mendapatkan vaksin secara multilateral dan bilateral. Diplomasi vaksin dilakukan melalui forum multilateral seperti COVAX Facility agar mendapatkan vaksin gratis. Kebijakan Indonesia untuk terlibat dalam COVAX Facility sebagai bagian dari lembaga terkait WHO ini menjadikan Indonesia mendapatkan pasokan vaksin dari berbagai jenis. Indonesia mendapatkan akses vaksin bersubsidi penuh (free of charge) untuk 20% populasi atau 54 juta penduduk atau sejumlah sekitar 108 juta dosis vaksin pada akhir 2021. Dipomasi vaksin Indonesia juga dilakukan melalui jalur bilateral yakni antara lain kerjasama dengan China dalam uji klinis Sinovac serta sekaligus pembelian vaksin ini.

8. Hubungan Internasional di Asia Timur

Hubungan Internasional di Asia TimurAsia Timur merupakan kawasan penting di dunia karena pada dua dasa warsa terakhir melahirkan negara besar seperti China. Kawasan ini juga menjadi wadah bagi sub-kawasan yang tidak kurang pentingnya dalam Hubungan Internasional di Asia Timur yakni Asia Tenggara. Buku ini mencoba menjelaskan bagaimana pendekatan konseptual dalam memahami Hubungan Internasional di Asia Timur. Kemudian sejumlah bagian dari buku ini menjelaskan isu-isu penting Hubungan Internasional di Asia Timur mulai dari isu-isu keamanan tradisional seperti persaingan militer dan sengketa perbatasan terutama di Laut China Selatan. Buku ini juga menyentuh isu penting dampak globalisasi ekonomi di kawasan Asia Timur dan isu-isu keamanan non tradisional seperti terorisme, perdagangan manusia termasuk ancaman COVID-19.

9. TEORI SOSIOLOGI MODERN

TEORI   SOSIOLOGI  MODERNTeori sosiologi modern merupakan salah satu mata kuliah yang diajarkan dikalangan mahasiswa ilmu sosial khususnya jurusan sosiologi dalam buku ini berisi sejumlah tokoh yang bercerita tentang masyarakat dengan segala fenomena yang terdapat didalamnya dan dari sudut pandang yang berbeda-beda.

10. Diplomasi Ekonomi Indonesia di Asia Tengah

Diplomasi Ekonomi Indonesia di Asia TengahDiplomasi ekonomi dilakukan berbagai negara di dunia ini untuk meningkatkan kekuatan nasional termasuk di bidang ekonomi dan perdagangan yang akan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Dalam berbagai kesempatan Presiden Joko Widodo menekankan bahwa para diplomat Indonesia perlu mempraktekan apa yang disebut sebagai diplomasi ekonomi karena manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat. Salah satu kawasan yang dapat dijadikan target dalam diplomasi itu adalah kawasan Asia Tengah. Wilayah ini memiliki potensi untuk meningkatkan ekspor dan investasi karena selama ini tidak begitu mendapat perhatian. Kawasan ini terdiri dari beberapa negara yang sedang giat dalam pembangunan ekonominya yakni Azerbaijan, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Diplomasi ekonomi Indonesia dalam pendekatan konseptual dilakukan dalam berapa tahap mulai dari tahap “Salesmanship” , “Networking” , “Image Building” dan “Regulatory Management”. Selain itu perlu dilakukannya melalui diplomasi multi level dan multi actor di Asia Tengah

11. SOLIDARITAS SOSIAL DALAM PEMBINAAN ANAK JALANAN

SOLIDARITAS SOSIAL DALAM PEMBINAAN ANAK JALANANMasalah Anak Jalanan sebagai suatu masalah yang cukup serius dan tentunya membutuhkan suatu upaya untuk menanggulanginya baik itu dari pihak Masyarakat maupun Pemerintah.Karena, sebagai generasi penerus bangsa anak membutuhkan perhatian dan pendidikan terkhsus dari pihak keluarga sebagai tempat sosialsiasi pertama.

12. Memulihkan Hak Pilih TNI dan POLRI di PEMILU (Telaah Konstitusional Hak Asasi Manusia Dalam Melindungi Hak Politik Warga Negara)

Memulihkan Hak Pilih TNI dan POLRI di PEMILU (Telaah Konstitusional Hak Asasi Manusia Dalam Melindungi Hak Politik Warga Negara)Hak asasi manusia merupakan entitas dasar yang dilindungi dari setiap warga negara Indonesia dalam memperoleh akses kebebasan menjalankan hak-hak politik, terutama berhak ikut serta di Pemilu. Sejatinya, tidak ada warga negara yang dapat dihapus hak pilihnya hanya karena alasan menjadi anggota TNI dan POLRI, dititik inilah hak asasi manusia hadir memenuhi martabat manusia agar memperoleh kesetaraan politik setelah mendapatkan pengakuan konstitusi dan beberapa konvenan internasional. Negara perlu

13. Kinerja Organisasi BUMN

Kinerja Organisasi BUMNBadan Usaha Milik Negara merupakan perusahaan milik pemerintah yang memberikan pelayanan publik.kepada masyarakat. Buku ini memberikan pemahaman terkait BUMN yakni PT. Perusahaan Listrik Negara sebagai penyedia energi listrik bagi masyarakat maupun industri. Buku ini akan memberikan gambaran bagaimana pengukuran kinerja BUMN khususnya PT. PLN dilihat aspek keuangan, aspek operasional, dan aspek administrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Buku ini juga dikemas dengan sangat sistema

14. Guru Bangsa: Setetes Embun Di Padang Tandus

Guru Bangsa: Setetes Embun Di Padang TandusSekarang ini amat sangat sulit menemukan tokoh atau sosok teladan, apalagi setelah era reformasi yang sebagian besar masyarakat dan tokoh merasa memiliki negeri ini lalu ingin menikmati negeri ini. Padahal pada era perkembangan teknologi yang begitu dasyat dibutuhkan kepribadian dan moral etika anak bangsa, sehingga anak bangsa ini bisa menjadi subjek dari teknologi dan bukan hanya sebatas sebagai objek dari teknologi apalagi jika sampai menjadi korban dari perkembangan teknologi. Buya adalah sosok teladan yang saat ini sulit ditemukan tandingannya, beliau adalah sosok yang sudah selesai dirinya dan pada usia senja masih sangat bersemangat untuk menghibahkan ilmu dan keteladanan serta masukan untuk kemajuan dan untuk keutuhan bangsa ini. Hampir semua tokoh bangsa termasuk presiden dan wakil presiden serta calon wakil presiden telah sowan ke kediaman beliau di Yogyakarta.

15. Membaca Absurditas Gerakan Sosial Keagamaan (Elaborasi, Eksploratif dan Analisis Sosiologis)

Membaca Absurditas Gerakan Sosial Keagamaan (Elaborasi, Eksploratif dan Analisis Sosiologis)Gerakan sosial keagamaan pada dasarnya adalah sebuah bentuk interaksi sosial yang kompleks yang melibatkan keterhubungan individu dengan individu, individu dengan kelompoknya, bahkan kelompok dengan kelompok lainnya. Di sinilah letak pentingnya mengkaji bagaimana sebuah organisasi keagamaan merancang model interaksi sosial mereka agar nilai, ide dan tujuan mereka bisa diterima di masyarakat. Interaksi sosial yang ditempuh tentu saja berkenaan dengan pemihakan apakah negara dengan agama adalah s

16. Tjerito Boedak TEMPINO

Tjerito Boedak TEMPINOCita cita boedak boedak Tempino ketika itu sangat beragam, Sesuai dengan wawasan terkebelakangan di era 1958-1964 kalau tidak menjadi pegawai negeri, pegawai pertamina, guru ya jadi pedagang atau petani. Tidak ada satupun menyebut menjadi polisi ataupun tentara apalagi dokter. Artinya cita cita tidak terlalu jauh angan angan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang desa. Begitulah takdir anak manusia. Ketika lulus SMA dalam keterbatasan Ayahanda Pensiun dari Pertamina awak diberangkatkan ke Palembang melanjutkan kuliah. Maunya jadi dokter kenyataan menjadi perawat. Akhirnya menjadi Polisi juga seperti Isteri Enida Busri yang ayahnya Anggota Polri Kepala Pos Tempino. Alhamdulillah masa tugas di Polri berakhir tahun 2010 Istri 2017. Kini kami tetap aktif berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman sebagai Dosen. Satu lagi nikmat Allah SWT diberi kemampuan menulis dari bakat keturunan Almarhumah Ibunda Hj. Kamsiah Binti Sutan Machmud. Kesibukan kini di hari tua dalam pekerjaan kebermanfaatan dan berbagi InshaAllah memberikan suasana menyejukkan dan kebahagiaan bersama keluarga besar Petokayo.

17. Sepasang Mata di Panasera

Sepasang Mata di PanaseraSepasang Mata di Panasera adalah kumpulan tulisan anggota FSPMI yang bekerja di Batam. Tidak hanya cerita, di dalamnya terangkum cita-cita, dan jejak langkah perjuangan. Sebuah buku yang merekam kenangan pada sebuah kota yang menjadi beranda depan Indonesia, Batam.

18. SBY: Komunikasi, Politik, dan Demokrasi

SBY: Komunikasi, Politik, dan DemokrasiSusilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah seorang tokoh politik Indonesia. Latar belakang militer, kemudian sukses menjadi Presiden Indonesia ke-6. Buku ini hanya sebuah gambaran kecil, yang mencoba memotret seorang SBY, baik sebagai tokoh militer maupun tokoh politik. Meskipun demikian, tulisan-tulisan tentang SBY dalam buku ini bukan merupakan alur yang sistematis, lebih pada spontanitas penulis. Dan, bahkan dalam buku ini juga terdapat tema tulisan mengenai Sarwo Edhi Wibowo dan Agus Harimurti Yu

19. MEMBANGUNKAN SANG RAKSASA - Bangkitnya Revolusi Sosial Dunia Paling Berbahaya

MEMBANGUNKAN SANG RAKSASA - Bangkitnya Revolusi Sosial Dunia Paling BerbahayaSebuah fenomena luar biasa mulai berkecamuk, menjalar mengubah persepsi masyarakat, ditengarai dengan ideologi berjubah putih yang menyeret masyarakat terus berlabuh sekencang-kencangnya untuk menghantam ‘bongkahan gunung es’. Buku ini menggambarkan bangkitnya raksasa yang akan mengubah secara total masyarakat manusia. Sejarah tidak dapat diulang, bencana sosial sudah di depan mata, saatnya mengencangkan ikat pinggang dan bersiap-siap menghadapi keruntuhan peradaban.

20. Pemerintah Gagal Menyejahterakan Buruh?

Pemerintah Gagal Menyejahterakan Buruh?Buku yang saat ini ada di tangan anda merupakan ‘catatan kritis perburuhan tahun 2017’. Di dalamnya merangkum berbagai pandangan, pendapat, dan perlawanan yang dilakukan kaum buruh terhadap berbagai isu besar yang terjadi di negeri ini. Namun demikian, kehadiran buku ini bukan sekedar untuk merekam kenangan, tetapi juga meneguhkan semangat perlawanan. Disajikan dengan teknik penulisan artikel popular, buku ini menjadi enak dibaca dan mudah dipahami. Sehingga akan memudahkan semua pihak untuk mendalami sudut pandang buruh terhadap berbagai isu ketenagakerjaan, politik, dan sosial kemasyarakatan yang diperjuangkan serikat pekerja, utamanya FSPMI dan lebih besar lagi KSPI.


Sebelumnya [1] [2] [3] [4] Selanjutnya
Leutika Leutika