slogan leutika prio

Kategori Travelling

1. Jelajah Yunnan: Jejak Leluhur - The History Telling

Jelajah Yunnan: Jejak Leluhur - The History TellingFeby Siahaan dan keempat wanita—rekan seperjalanannya—sepakat bertualang ke Shangri La atau Xiangelila, yang disebut sebagai tempat paling indah di dunia. Kota ini terletak di ujung utara Yunnan, provinsi paling bawah Dataran Tiongkok. Petualangan semula hanya untuk bernostalgia pada Pegunungan Himalaya, yang bisa dijangkau dari Desa Feilasi, tak jauh dari Shangri La. Dari desa yang berada di ketinggian 3.500 masl ini kita bisa menatap puncak Meili Snow Mountain (6.470 m), yang merupakan ujung t

2. Kisah Kelam Roma dalam Dentang Lonceng St. Pieter Vatican

Kisah Kelam Roma dalam Dentang Lonceng St. Pieter VaticanKengerian selalu membayangi Colosseum, sejak zaman keemasan Romawi Kuno. Banyak sekali orang terbunuh oleh gladiator, dan mungkin darah dari ribuan orang tertumpah di pelataran Colosseum lewat terkaman singa-singa buas. Bahkan, sebagian warga Kota Romawi Kuno pun terkubur di Catacombe, sebuah kuburan bawah tanah di Kota Roma, sebagai warga kelas dua yang selalu dikejar-kejar tentara Romawi, sebagai kaum Kristiani. Sangat mengerikan dengan cerita-cerita yang luar biasa mendirikan bulu kuduk, bahk

3. Cerita Romantis Paris

Cerita Romantis ParisSiapa bilang Kota Paris adalah kota romantis? Siapa bilang Paris adalah kota yang cantik dan super mewah? Mungkin sebagian besar orang akan berkata demikian, tetapi tidak untuk salah satu anakku, yang menemaniku untuk berwisata ke tujuh negara Eropa Barat, dan Kota Paris adalah kota di negara keempat yang kami datangi. Walaupun menurutku, yang memang beberapa kali ke Paris, memang kota ini sangatlah romantis, apalagi jika bergandengan tangan di bawah remang kehidupan kaum jetset serta keklasikan

4. Travelista: Liburan ke Maroko

Travelista: Liburan ke MarokoBuku ini menceritakan perjalanan dan pengalaman penulis saat mengunjungi Maroko dan mengamati berbagai objek wisata, kuliner, budaya dan sejarah di berbagai tempat di Maroko. Banyak sekali hal-hal menarik yang penulis temui dan ingin dibagi untuk pembaca yang berminat pergi liburan kesana. Sebelum membuat rencana menuju Maroko ada baiknya kita mengenal bagaimana situasi, budaya dan kebiasaan warga setempat. Dan, buku ini adalah jawabannya!

5. Jelajah Kepri (Catatan Para Blogger)

Jelajah Kepri (Catatan Para Blogger)Buku Jelajah Kepri merupakan karya Para Blogger yang berdomisili di Provinsi Kepri. Mengulas tentang ragam tempat wisata yang ada di provinsi bergelar Bunda Tanah Melayu ini. Sebuah provinsi maritim yang terdiri atas 7 wilayah kabupaten/kota: Kota Tanjungpinang, Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, Kabupaten Anambas, dan Kabupaten Natuna. Ragam tempat wisata dibahas detail disini. Mulai dari wisata pantai, gunung, sejarah, hingga melihat langsung adat dan kebiasaan

6. Jelajah Pulau Kundur

Jelajah Pulau KundurPulau Kundur merupakan salah satu gugusan kepulauan yang terdapat di Provinsi Kepri. Pulau ini berjiran dekat dengan dua negara: Malaysia dan Singapura. Hanya membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk menuju kedua negara tersebut dengan menggunakan feri cepat. Banyak hal unik dan menarik yang bisa dilihat di pulau penghasil timah ini seperti bas kayu antik, batu berbentuk limau dan (maaf) kelamin pria dan wanita, kolong cantik bekas penambangan timah, durian setempat yang populer hingga mancanega

7. Cinta yang Tertinggal di Swiss dan Liechtenstein

Cinta yang Tertinggal di Swiss dan LiechtensteinDi buku pertama, dari Belanda dan berlanjut ke Belgia, kami pun merebak ke negara-negara yang lain. Swiss adalah negara ketiga, dari 7 negara yang akan kami datangi. Di Swiss, kami mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan. Dari berwisata di Gunung Titlis bersalju abadi, sampai ke rumah Heidi, seorang gadis kecil penggembala kambing bersama Peter. Dari keliling danau Zurich yang besar dan berair biru jernih seperti langit, sampai ke 'Kebun 1000 Mawar' di kota Rapperswil yang berada di sebuah kastil cantik yang mungil. Cerita di Swiss berlanjut ke Liechtenstein, sebelum Tuhan menumbuhkan Imanku untuk terus percaya pada NYA, ketika masalah besar menghadang kami. Dimana ketika itu kami di 'belantara' Eropa tanpa ada yang kami kenal, tetapi kami hanya mempunyai ratusan Euro, sementara kami baru berada di negara ketiga dari 7 negara yang akan kami datangi. Tetapi cinta Tuhan terus bersama kami. Dan cinta itu lah yang memberi kami kenangan yang tidak terlupakan sebagai anak-anak Tuhan, untuk tetap percaya tentang Kuasa NYA serta Kasih NYA dalam hidup kami. Swiss dan Liechtenstein, adalah salah satu bukti tentang ke-dasyat-an Kuasa NYA, dan cinta itu tetap keukeuh berada di hati kami, lewat perjalanan kami melanglang di Eropa, dengan aku berada di atas kursi roda bersama kedua anak-anakku ..... Swiss dan Liectenstein,tunggu kami menjemput cinta itu kembali ......

8. 5 Hari Bahagia di Belanda dan Belgia

5 Hari Bahagia di Belanda dan BelgiaTahun 2014, sebagai insan pasca stroke dengan lumpuh 1/2 tubuh kanan dan duduk di atas kursi roda, aku mampu membawa kedua anakku berkeliling ke 7 negara Eropa Barat. Ini adalah buku pertama dari 4 buku yang akan terbit. Buku ini bukan sekadar bercerita tentang wisata. Buku ini lebih merupakan kumpulan perjuanganku dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada. Berwisata di atas kursi roda pun, merupakan perjuangan sendiri. Belum lagi salah perhitungan dengan uang cash yang menipis. L

9. Panduan Lengkap Nyetir di Eropa

Panduan Lengkap Nyetir di EropaMungkin banyak yang belum tahu bahwa SIM kita keluaran Indonesia bisa digunakan untuk nyetir di Eropa. Dan mungkin juga banyak yang belum tahu kalau seandainya Indonesia yang besar ini dipindahkan ke Eropa, maka wilayahnya akan membentang dari ujung UK, Skotlandia sampai Turki dan akan menutup puluhan negara di Eropa. Begitu besarnya negara kita. Eropa sampai saat ini masih menjadi tujuan utama wisatawan dunia. Kota-kota besarnya seperti Paris, London,

10. Jejak Hikmah #Khatulistiwa

Jejak Hikmah #KhatulistiwaPerjalananku, perpindahan tempat kerja dari Kota Kembang menuju Kota Khatulistiwa ini tidaklah hanya sekedar perpindahan pulau saja, tidaklah hanya sekedar perpindahan langkah kaki saja, pasti Allah mempunyai rencana-Nya yang terbaik, dan tugas saya hanya terus ikhtiar membawa diri ini lebih baik lagi dari tempat sebelumnya. Setiap episode kehidupan ini tidaklah terjadi secara sia-sia dan tak ada yang kebetulan, semuanya sudah diatur oleh-Nya penuh akan hikmah dan pelajaran. Namun pertanyaannya, apakah kita dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian itu? Apakah kita bisa menjadikan setiap episode hidup ini menjadi jalan untuk kita semakin dekat Dengan-Nya? Ya, semoga dengan kumpulan catatan-catatan perjalanan yang saya tulis dalam sebuah buku “Jejak Hikmah Khatulistiwa” ini, syariatnya dapat menjadikan kehidupan kita semakin bermakna, semakin bermanfaat, dan senantiasa saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Insya Allah.

11. Menengok Jendela Dunia

Menengok Jendela DuniaMenengok Jendela Dunia berisi catatan perjalanan 13 karyawan Pupuk Kaltim yang telah bepergian di lima benua. Tulisan-tulisan tersebut mewakili perjalanan dinas, tugas belajar, rekreasi di sela dinas para karyawan, mereka masih sempat menengok dan menikmati indahnya dunia di sekitar penugasannya. Sebagian menggambarkan bagaimana perasaan seorang karyawan yang melihat dunia lain dan dapat menjejakkan kaki ke tanah kehidupan bangsa lain. Ada yang begitu detail menggambarkan suasana. Ada satu dua refrensi yang dikutip. Juga obrolan sepintas dengan masyarakat lokal. Semua bisa memperkaya bahan cerita. Para penulis dari berbagai generasi mengurai dan bercerita tentang pengalaman mereka dalam buku ini. Peristiwanya juga berbeda waktunya. Tentunya juga berbeda sudut pandangnya. Para penulis tersebut adalah : Prabowo, Mudjib Utomo, Wagiyo, Praharso, Wien Hartono, Ezrinal Azis, Supriyoto, Manik Priandani, Hanggara Patrianta, Sunaryo Broto, Muhammad Burmansyah, Mustanginah dan Awaliyah Noor Baroroh. Gaya penulisan bebas, sesuai gaya dan kebiasaan masing-masing makanya terkesan tulisan ini seperti gado-gado. Tak apa. Gado-gado kan enak juga he..he.. Tulisan berawal dari tempat terdekat yaitu Malaysia dan Singapura. Lalu merembet ke Laos, Vietnam, dan Kamboja. Menyeberang ke Nepal dan Thailand. Lalu ke negeri ras kuning, Jepang, Korea Selatan, Taipeh dan China. Menyeberang ke negeri Saudi Arabia, Bahrain dan Yordania. Benua terdekat Australia, terutama Sydney dan Pert. Menikmati negeri-negeri beriklim dingin Eropa. Di beberapa negara Paris, Itali, Skandinavia sampai negeri Dewa-Dewi,

12. Menapak Tak Berjejak

Menapak Tak BerjejakSebuah catatan perjalanan seorang seniman asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau menjalankan ibdah Umroh pada tahun 1999. Bukan sekadar menyajikan eksotisisme tempat tujuan semata, tapi juga menyuguhkan kisah pencarian jati diri lewat jalur spiritualis.

13. A Thousand Miles Journey Begin With the First Step

A Thousand Miles Journey Begin With the First StepSebagai narablog yang hobi jalan-jalan, Mbak Dee memiliki jiwa pengamat yang baik. Ia detail dalam deskripsi, jeli mengobservasi objek yang dikunjungi, dan ‘ringan’ membagi informasi.

14. My Exciting Journey

My Exciting JourneyTiap orang punya kesan sendiri bagi perjalanan yang pernah mereka lakukan. Kadang hanya tersimpan dalam memori, atau dituliskan di buku diary. Buku ini berisi pengalaman seru, haru, dan menakutkan dari para penulisnya. Mereka mengeluarkan ide spontan dalam sebuah pelatihan, merancangnya menjadi kerangka cerita, lalu menuliskannya. Pengalaman seru dalam rangka bulan madu, terjebak pada situasi bahaya di tengah laut, menjelajahi tempat-tempat unik di Kalimantan Timur, atau bahkan hanya sebuah perjalanan pendek yang sering dilakukan. Cerita seru dalam buku ini membawa kita pada sebuah kesimpulan bahwa setiap perjalanan yang kita lakukan adalah istimewa. Karena setiap langkah, pandangan, dan pengalaman adalah cerita menakjubkan bagi yang mengalaminya.

15. Jelajah Masa Lalu Lewat Wisata Sejarah

Jelajah Masa Lalu Lewat Wisata SejarahKawasan Kota Toea sudah tidak asing lagi bagi warga Jakarta. Kawasan yang pernah menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda pada waktu itu, sampai saat ini masih terdapat bangunan yang menjadi saksi sejarah tempo dulu. Ada bangunan yang masih terawat, tetapi ada juga yang terbengkalai. Ironisnya, ternyata ada juga yang sudah tinggal cerita. Buku ini hanya menceritakan pengalaman penulis saat mendatangi tempat-tempat yang bersejarah di Jakarta, hingga ke luar Jakarta. Rasa kagum dan prihatin terhadap masa depan bangunan tua saksi sejarah itulah yang diungkapkan di dalamnya. Ayo! Temukan rasa ingin tahumu tentang bangunan peninggalan sejarah dengan Jelajahi Masa Lalu Lewat Wisata Sejarah!

16. My First Journey

My First JourneyMy First Journey adalah kumpulan catatan perjalanan seorang perempuan. Pengalaman yang unik dan mengesankan saat mengunjungi sebuah daerah yang belum pernah didatangi. Pengalaman yang menakjubkan dan sekaligus menguji nyali hingga hampir membuat menangis. Cerita perjalanan yang berawal dari sebuah blog, kini hadir lewat sebuah buku. Kisah pengalaman camping di Capolaga dengan Natrekk, kemudian dengan sahabat WABI ke Kampung Naga dan Gunung Galunggung, Travel Writing Camp dengan Penulis Pengelana ke Kampung Awan dan berkunjung ke Pulau Tidung. Sampai akhirnya, memberanikan diri ikut dalam kegiatan adventure seperti naik gunung, arung jeram, dan caving. Pengalaman yang menarik dan menyentuh lainnya adalah saat mengunjungi tempat-tempat wisata rohani seperti Masjid Kubah Emas, Pura Jagatkarta, Wihara di Kota Tua, Gua Maria Puhsarang, Gereja Ganjuran Yogyakarta. Temukan pengalaman yang baru dan mungkin pernah Anda rasakan saat berpetualang di dalam buku ini!

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni