slogan leutika prio

Kategori Travelling

21. Cinta yang Tertinggal di Swiss dan Liechtenstein

Cinta yang Tertinggal di Swiss dan LiechtensteinDi buku pertama, dari Belanda dan berlanjut ke Belgia, kami pun merebak ke negara-negara yang lain. Swiss adalah negara ketiga, dari 7 negara yang akan kami datangi. Di Swiss, kami mendapatkan pengalaman yang tak terlupakan. Dari berwisata di Gunung Titlis bersalju abadi, sampai ke rumah Heidi, seorang gadis kecil penggembala kambing bersama Peter. Dari keliling danau Zurich yang besar dan berair biru jernih seperti langit, sampai ke 'Kebun 1000 Mawar' di kota Rapperswil yang berada di sebuah kastil cantik yang mungil. Cerita di Swiss berlanjut ke Liechtenstein, sebelum Tuhan menumbuhkan Imanku untuk terus percaya pada NYA, ketika masalah besar menghadang kami. Dimana ketika itu kami di 'belantara' Eropa tanpa ada yang kami kenal, tetapi kami hanya mempunyai ratusan Euro, sementara kami baru berada di negara ketiga dari 7 negara yang akan kami datangi. Tetapi cinta Tuhan terus bersama kami. Dan cinta itu lah yang memberi kami kenangan yang tidak terlupakan sebagai anak-anak Tuhan, untuk tetap percaya tentang Kuasa NYA serta Kasih NYA dalam hidup kami. Swiss dan Liechtenstein, adalah salah satu bukti tentang ke-dasyat-an Kuasa NYA, dan cinta itu tetap keukeuh berada di hati kami, lewat perjalanan kami melanglang di Eropa, dengan aku berada di atas kursi roda bersama kedua anak-anakku ..... Swiss dan Liectenstein,tunggu kami menjemput cinta itu kembali ......

22. 5 Hari Bahagia di Belanda dan Belgia

5 Hari Bahagia di Belanda dan BelgiaTahun 2014, sebagai insan pasca stroke dengan lumpuh 1/2 tubuh kanan dan duduk di atas kursi roda, aku mampu membawa kedua anakku berkeliling ke 7 negara Eropa Barat. Ini adalah buku pertama dari 4 buku yang akan terbit. Buku ini bukan sekadar bercerita tentang wisata. Buku ini lebih merupakan kumpulan perjuanganku dalam menghadapi permasalahan-permasalahan yang ada. Berwisata di atas kursi roda pun, merupakan perjuangan sendiri. Belum lagi salah perhitungan dengan uang cash yang menipis. L

23. Panduan Lengkap Nyetir di Eropa

Panduan Lengkap Nyetir di EropaMungkin banyak yang belum tahu bahwa SIM kita keluaran Indonesia bisa digunakan untuk nyetir di Eropa. Dan mungkin juga banyak yang belum tahu kalau seandainya Indonesia yang besar ini dipindahkan ke Eropa, maka wilayahnya akan membentang dari ujung UK, Skotlandia sampai Turki dan akan menutup puluhan negara di Eropa. Begitu besarnya negara kita. Eropa sampai saat ini masih menjadi tujuan utama wisatawan dunia. Kota-kota besarnya seperti Paris, London,

24. Jejak Hikmah #Khatulistiwa

Jejak Hikmah #KhatulistiwaPerjalananku, perpindahan tempat kerja dari Kota Kembang menuju Kota Khatulistiwa ini tidaklah hanya sekedar perpindahan pulau saja, tidaklah hanya sekedar perpindahan langkah kaki saja, pasti Allah mempunyai rencana-Nya yang terbaik, dan tugas saya hanya terus ikhtiar membawa diri ini lebih baik lagi dari tempat sebelumnya. Setiap episode kehidupan ini tidaklah terjadi secara sia-sia dan tak ada yang kebetulan, semuanya sudah diatur oleh-Nya penuh akan hikmah dan pelajaran. Namun pertanyaannya, apakah kita dapat mengambil hikmah dari setiap kejadian itu? Apakah kita bisa menjadikan setiap episode hidup ini menjadi jalan untuk kita semakin dekat Dengan-Nya? Ya, semoga dengan kumpulan catatan-catatan perjalanan yang saya tulis dalam sebuah buku “Jejak Hikmah Khatulistiwa” ini, syariatnya dapat menjadikan kehidupan kita semakin bermakna, semakin bermanfaat, dan senantiasa saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran. Insya Allah.

25. Menengok Jendela Dunia

Menengok Jendela DuniaMenengok Jendela Dunia berisi catatan perjalanan 13 karyawan Pupuk Kaltim yang telah bepergian di lima benua. Tulisan-tulisan tersebut mewakili perjalanan dinas, tugas belajar, rekreasi di sela dinas para karyawan, mereka masih sempat menengok dan menikmati indahnya dunia di sekitar penugasannya. Sebagian menggambarkan bagaimana perasaan seorang karyawan yang melihat dunia lain dan dapat menjejakkan kaki ke tanah kehidupan bangsa lain. Ada yang begitu detail menggambarkan suasana. Ada satu dua refrensi yang dikutip. Juga obrolan sepintas dengan masyarakat lokal. Semua bisa memperkaya bahan cerita. Para penulis dari berbagai generasi mengurai dan bercerita tentang pengalaman mereka dalam buku ini. Peristiwanya juga berbeda waktunya. Tentunya juga berbeda sudut pandangnya. Para penulis tersebut adalah : Prabowo, Mudjib Utomo, Wagiyo, Praharso, Wien Hartono, Ezrinal Azis, Supriyoto, Manik Priandani, Hanggara Patrianta, Sunaryo Broto, Muhammad Burmansyah, Mustanginah dan Awaliyah Noor Baroroh. Gaya penulisan bebas, sesuai gaya dan kebiasaan masing-masing makanya terkesan tulisan ini seperti gado-gado. Tak apa. Gado-gado kan enak juga he..he.. Tulisan berawal dari tempat terdekat yaitu Malaysia dan Singapura. Lalu merembet ke Laos, Vietnam, dan Kamboja. Menyeberang ke Nepal dan Thailand. Lalu ke negeri ras kuning, Jepang, Korea Selatan, Taipeh dan China. Menyeberang ke negeri Saudi Arabia, Bahrain dan Yordania. Benua terdekat Australia, terutama Sydney dan Pert. Menikmati negeri-negeri beriklim dingin Eropa. Di beberapa negara Paris, Itali, Skandinavia sampai negeri Dewa-Dewi,

26. Menapak Tak Berjejak

Menapak Tak BerjejakSebuah catatan perjalanan seorang seniman asal Tanjungpinang, Kepulauan Riau menjalankan ibdah Umroh pada tahun 1999. Bukan sekadar menyajikan eksotisisme tempat tujuan semata, tapi juga menyuguhkan kisah pencarian jati diri lewat jalur spiritualis.

27. A Thousand Miles Journey Begin With the First Step

A Thousand Miles Journey Begin With the First StepSebagai narablog yang hobi jalan-jalan, Mbak Dee memiliki jiwa pengamat yang baik. Ia detail dalam deskripsi, jeli mengobservasi objek yang dikunjungi, dan ‘ringan’ membagi informasi.

28. My Exciting Journey

My Exciting JourneyTiap orang punya kesan sendiri bagi perjalanan yang pernah mereka lakukan. Kadang hanya tersimpan dalam memori, atau dituliskan di buku diary. Buku ini berisi pengalaman seru, haru, dan menakutkan dari para penulisnya. Mereka mengeluarkan ide spontan dalam sebuah pelatihan, merancangnya menjadi kerangka cerita, lalu menuliskannya. Pengalaman seru dalam rangka bulan madu, terjebak pada situasi bahaya di tengah laut, menjelajahi tempat-tempat unik di Kalimantan Timur, atau bahkan hanya sebuah perjalanan pendek yang sering dilakukan. Cerita seru dalam buku ini membawa kita pada sebuah kesimpulan bahwa setiap perjalanan yang kita lakukan adalah istimewa. Karena setiap langkah, pandangan, dan pengalaman adalah cerita menakjubkan bagi yang mengalaminya.

29. Jelajah Masa Lalu Lewat Wisata Sejarah

Jelajah Masa Lalu Lewat Wisata SejarahKawasan Kota Toea sudah tidak asing lagi bagi warga Jakarta. Kawasan yang pernah menjadi pusat pemerintahan Hindia Belanda pada waktu itu, sampai saat ini masih terdapat bangunan yang menjadi saksi sejarah tempo dulu. Ada bangunan yang masih terawat, tetapi ada juga yang terbengkalai. Ironisnya, ternyata ada juga yang sudah tinggal cerita. Buku ini hanya menceritakan pengalaman penulis saat mendatangi tempat-tempat yang bersejarah di Jakarta, hingga ke luar Jakarta. Rasa kagum dan prihatin terhadap masa depan bangunan tua saksi sejarah itulah yang diungkapkan di dalamnya. Ayo! Temukan rasa ingin tahumu tentang bangunan peninggalan sejarah dengan Jelajahi Masa Lalu Lewat Wisata Sejarah!

30. My First Journey

My First JourneyMy First Journey adalah kumpulan catatan perjalanan seorang perempuan. Pengalaman yang unik dan mengesankan saat mengunjungi sebuah daerah yang belum pernah didatangi. Pengalaman yang menakjubkan dan sekaligus menguji nyali hingga hampir membuat menangis. Cerita perjalanan yang berawal dari sebuah blog, kini hadir lewat sebuah buku. Kisah pengalaman camping di Capolaga dengan Natrekk, kemudian dengan sahabat WABI ke Kampung Naga dan Gunung Galunggung, Travel Writing Camp dengan Penulis Pengelana ke Kampung Awan dan berkunjung ke Pulau Tidung. Sampai akhirnya, memberanikan diri ikut dalam kegiatan adventure seperti naik gunung, arung jeram, dan caving. Pengalaman yang menarik dan menyentuh lainnya adalah saat mengunjungi tempat-tempat wisata rohani seperti Masjid Kubah Emas, Pura Jagatkarta, Wihara di Kota Tua, Gua Maria Puhsarang, Gereja Ganjuran Yogyakarta. Temukan pengalaman yang baru dan mungkin pernah Anda rasakan saat berpetualang di dalam buku ini!


Sebelumnnya [1] [2] Selanjutnya
Leutika Leutika