slogan leutika prio

AIDS Bercerita

Penulis: Yusrizal Ihya, Ca Ya, M. Arif Budiman, dkk, Kategori: Kumpulan Cerpen
AIDS Bercerita
Zoom
ISBN: 978-602-225-299-3
Terbit: Februari 2012
Halaman : 189, BW : 189, Warna : 0
Harga: Rp. 40.700,00
Deskripsi:
HIV/ AIDS? 

Do We Care? 

We Do Care! 

Inilah kumpulan AIDS Diary dari para ODHA yang harus dibaca setiap manusia, harus kita resapi bersama. Inilah kisah mereka dalam mengarungi hidup, inilah beberapa catatan Sepanjang Jalan Kenangan para ODHA. Mari ikut meneguhkan hati dan semangat mereka, agar mereka menemukan keping mozaik mimpi-mimpi mereka, hingga keping Mozaik Terakhir hidupnya pun berhasil mereka temukan. 

Download contoh buku: Download

Dilihat: 3481 kali.
Beli:   


Share |


Produk Sejenis

  • Sejumlah Ingatan dan Cerita-Cerita (Sekadar Kumpulan Cerpen)
  • Cinta Aneka Rasa
  • Telinga (Sebuah Antologi)
  • CERITA DARI BUKIT CINTA
  • TUGU



Review

Leutikaprio
Kirim: 11-01-2016 13:40
Apa yang tebersit di pikiranmu jika mendengar HIV/AIDS? Beberapa orang masih memiliki persepsi bahwa pengidap penyakit HIV/AIDS menular dan sebagainya. Melalui #recommendedbook hari ini, Leu akan mengajak Leutikans untuk lebih mengenal tentang HIV/AIDS dan belajar menghargai para penderitanya melalui cerita pengalaman pribadi beberapa orang. Ada cerita dari mahasiswa keperawatan yang ditugaskan untuk merawat pasien HIV/AIDS, cerita kenangan seseorang terhadap temannya yang menderita AIDS, dan ada pula cerita dari penderita AIDS yang dijauhi keluarga dan lingkungan sehingga harus berjuang sendirian dan lain-lain. Inilah kumpulan AIDS diary dari para ODHA yang harus dibaca setiap manusia, harus kita resapi bersama. Inilah kisah mereka dalam mengarungi hidup, inilah beberapa catatan sepanjang jalan kenangan para ODHA. Mari ikut meneguhkan hati dan semangat mereka, agar mereka menemukan keping mozaik mimpi-mimpi mereka, hingga keping mozaik terakhir hidupnya pun berhasil mereka temukan. Buku ini membuka pikiran kita tentang betapa perihnya orang yang mengidap penyakit HIV/AIDS tapi harus dijauhi. Kita bisa belajar untuk menghargai dan tetap menganggap orang yang mengidap HIV/AIDS adalah orang yang normal dari cerita para perawat di rumah sakit yang tetap selalu memberikan pelayanan yang terbaik dan tidak segan mengajak bicara. Adakah pengidap HIV/AIDS di sekitarmu, Leutikans? Belajarlah untuk lebih menghargai. Buku ini juga bisa dijadikan kado bagi siapa pun, karena indahnya kebersamaan antara sesama manusia bisa kita dapatkan di sini.

Editor LeutikaPrio
Kirim: 26-06-2012 13:10
Hidup sebagai ODHA, tentu tak ada yang mau. Pasalnya, selain beban mental dan fisik akibat penyakit mematikan ini, mereka juga harus rela menanggung beban stigma yang diberikan oleh masyarakat yang beranggapan bahwa orang dengan HIV AIDS merupakan pendosa yang tidak layak hidup bersama masyarakat lainnya. Memang tak bisa dipungkiri bahwa AIDS dapat menular melalui free sex serta jarum suntik narkoba, di mana kedua hal itu merupakan perbuatan dosa. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa sejatinya AIDS menular karena masuknya cairan tubuh yang terinfeksi virus HIV ke dalam tubuh lain. Bayi yang tak berdosa pun bisa tertular penyakit ini setelah meminum ASI dari ibunya yang merupakan penderita AIDS. Buku ini berisi kisah para ODHA, bagaimana mereka tertular serta bagaimana menjalani hidup dengan HIV AIDS dan stigma dari masyarakat. Bacaan yang bisa memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa bukan orangnya yang kita kucilkan, melainkan virusnya yang harus kita cegah penularannya.

Kirim Review

Nama:


E-Mail:


Review Anda:

Karakter: 



 

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni