slogan leutika prio

TILAS WAKTU

Penulis: Heru Mugiarso, Kategori: Kumpulan Puisi
TILAS WAKTU
Zoom
ISBN: 978-602-225-044-9
Terbit: Juli 2011
Halaman : 113, BW : 113, Warna : 0
Harga: Rp. 29.600,00
Deskripsi:

Buku antologi puisi Tilas Waktu memuat beberapa puisi yang ditulis oleh penyairnya dalam rentangan waktu antara tahun 1977 sampai sekarang. Buku ini memuat puluhan puisi dengan berbagai variasi tema seperti cinta, kematian, spiritual, filsafat hidup. Sebagian besar telah dimuat di berbagai media cetak, seperti surat kabar maupun majalah sastra lokal dan nasional. Diharapkan penerbitan antologi ini bisa dijadikan penanda dan sekaligus tonggak kreativitas penyairnya setelah lebih dari tiga puluh lima tahun dengan setia menggeluti dan menggulati sastra, khususnya puisi. Buku ini juga didedikasikan bagi sastra Indonesia serta menandai usia penyairnya yang tahun ini telah memasuki usia setengah abad.

***

Justru karena itulah, Heru Mugiarso benar-benar hidup dalam medan puisi. Dan karena hidup dalam medan puisi, ia tidak merasa dirinya telah dianggap menjadi penyair oleh orang lain. (Triyanto Triwikromo, Sastrawan dan Redaktur Sastra dan Budaya Harian Suara Merdeka)


Dilihat: 2048 kali.
Beli:   


Share |


Produk Sejenis

  • AKSATA
  • Afasia
  • La Rue Perdue
  • Dejavu Rindu
  • Rindu Berkisah



Review

Editor LeutikaPrio
Kirim: 22-06-2012 09:45
Mengapa puisi? Jawabannya tentu beragam. Mulai dari sesuatu yang berdimensi internal maupun eksternal. Faktor yang bersifat internal, misalnya ditemukan pada motif klasik, yakni ingin mengekspresikan diri. Motif ini dinilai lebih murni ketimbang faktor eksternal, yakni karena dorongan-dorongan pamrih sosial tertentu, misalnya: ingin disebut penyair. Inilah refleksi sebuah perjalanan panjang dari seorang penyair, terlihat dari karya-karya-karyanya yang ditulis, bahkan telah dipublikasikan, dari tahun 1977 hingga 2011. Estetika puisi yang ada dalam buku ini menunjukkan bahwa penulis tak kalah hebat dari sastrawan-sastrawan terkemuka di tanah air, taruhlah Korrie Layun Rampan, Goenawan Mohamad, dan Melani Budianta. Pilihan diksi, gaya bahasa, dan unsur sastra lainnya menunjukkan kekhasan penyair beserta puisinya sehingga patutlah ia jika mendapat banyak penghargaan.

Kirim Review

Nama:


E-Mail:


Review Anda:

Karakter: 



 

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni