slogan leutika prio

Dua Cerita Untuk Diandra

Penulis: Kinanti, Kategori: Kumpulan Cerpen
Dua Cerita Untuk Diandra
Zoom
ISBN: 978-602-225-245-0
Terbit: Januari 2012
Halaman : 136, BW : 136, Warna : 0
Harga: Rp. 48.500,00
Deskripsi:
Suara hati Erlangga Aku kangen kamu, Diandra! Rasanya masih sulit untuk aku bisa percaya bahwa kamu sudah pergi meninggalkan aku. Suara hati Rencani Diandra, maaf ya kalau selama ini aku sering memendam iri terhadap kamu. Meski aku selalu tersenyum ramah dan berusaha bersikap biasa terhadapmu, tapi tetap saja di dalam hatiku terdalam, aku memendam rasa marah, kesal dan benci kepadamu, Di. Aku cemburu sama kamu, Di. Kamu bisa menjadi sahabat Erlangga. Bisa selalu ada di dekat Erlangga. Kamu bisa cerita apa saja kepadanya. Kamu bisa tertawa, bercanda dengannya. Bagi kamu, dia adalah bukit kecil nan indah yang bisa kapan saja kamu datangi untuk melepas lelah dan penat lalu menggantinya dengan damai dan suka cita atau mungkin hanya sekadar untuk mengusir rasa bosan yang mematikan kreatifitas lalu berharap mendapat energi baru setelahnya. Sementara bagiku, dia adalah sebuah gunung es yang tinggi dan tidak mungkin untuk aku taklukkan.
Download contoh buku: Download

Dilihat: 3012 kali.
Beli:   


Share |


Produk Sejenis

  • Topeng Manusia
  • Kopi Darat Stole My Heart
  • Ciuman untuk Eros
  • CINTA FITRI SEASON RELIGI
  • Gadis Kecil Mengetuk Pintu



Review

Muhammad Syams
Kirim: 29-11-2012 22:18
cover dari buku Dua Cerita Untuk Diandra sangat elegan, degradasi warna yang hampir sempurna menyerupai alam sesungguhnya. Judul buku dengan warna kuning cerah membuat judul itu point of view dari keseluruhan cover. #ReviewUltah akun FB: Muhammad Syams

Editor LeutikaPrio
Kirim: 18-04-2012 16:04
Kumpulan cerita remaja yang penuh dengan konflik persahabatan dan cinta. Penulis menyajikan cerita dengan bahasa yang sederhana, tidak lebay gaya anak remaja zaman sekarang. Pengaturan alur dan sudut pandang juga menarik. Misalnya pada cerita dengan judul Dua Cerita untuk Diandra, penulis memaparkan cerita menjadi dua bagian sudut pandang, yakni sudut pandang tokoh Erlangga dan Rencani. Dan dalam tiap bagian itu, terungkaplah konflik batin masing-masing tokoh, tanpa harus diuraikan dengan paragraf yang panjang lebar. Kebanyakan cerpen dalam kumcer ini berisi tentang kesedihan karena patah hati. Namun, pembaca tidak akan merasa bosan karena penulis sangat mahir dalam mencurahkan kata-kata dengan variasi kalimatnya yang menyentuh.

Kirim Review

Nama:


E-Mail:


Review Anda:

Karakter: 



 

Leutika Leutika