slogan leutika prio

Kategori Komunikasi

1. Mahasiswa Setengah Blogger

Mahasiswa Setengah BloggerBlog sebagai media publikasi sangat erat dengan mahasiswa. Ilmu-ilmu yang didapat di kampus dapat dirangkum dan ditulis sebagai perpustakaan online, membagi ilmu pengetahuan, dan passive income. Tidak hanya itu saja, dengan memiliki blog juga meningkatkan personal branding blogger di internet. Namun, di satu sisi, seringkali blog-blog dengan materi yang bagus disajikan dalam bentuk format penulisan yang berantakan, tampilan blog yang acak-acakan, serta manajemen blog yang tidak dikelola dengan

2. Bahasa Inggris untuk Pelaut

Bahasa Inggris untuk Pelaut“Bahasa Inggris untuk Pelaut” ini adalah sebuah buku pelajaran Bahasa Inggris untuk pelaut yang ditulis secara lugas dengan cara kreatif sehingga enak untuk dibaca dan dipelajari. Belajar Bahasa Inggris bukanlah untuk mengejar kesempurnaan, melainkan untuk bagaimana kita dapat berkomunikasi dengan baik. Ingat, you cannot master English language, but English will master you if you use it long enough. Kita harus menjadi tergila-gila dulu dengan English, maka Anda dapat melihat keajaiban di balikny

3. Dear Twitter: Here are Our Tweethearts

Dear Twitter: Here are Our TweetheartsLinikala (timeline) di Twitter menjadi saksi. Tiap hari ada beragam kisah tersaji. Kisah cinta, canda, galau dan gombal terekam tanpa sembunyi-sembunyi. Tepatlah simbol burung berkicau sebagai perlambang Twitter. Dalam penelitian satwa burung didapati hasil bahwa semakin seekor burung berkicau, semakin ia teridentifikasi sedang stress. Begitupun yang terjadi pada para pemilik akun Twitter. Mereka akan mudah diidentifikasi dengan kicauan (tweet) yang ditampilkan di linikala. Semakin stress atau sedang dilanda masalah, maka pemilik akun semakin lancar berkicau. Kicauan yang berupa kegalauan, keputusasaan dan kecerewatan makin menampilkan karakter pemilik akun. Kreativitas menjadi kunci untuk berkicau di Twitter. 140 karakter mengkondisikan pemilik akun untuk efektif dalam memproduksi kata. Keterbatasan karakter tersebut bukan lagi menjadi halangan, namun jadi ajang untuk melatih memproduksi kata yang artisitik dan mengandung kadar estetik. Kesederhanaan tampilan di Twitter tak menyurutkan pemilik akun untuk mengeksplorasi beragam peristiwa menjadi kicauan yang terkadang mampu meramaikan jagat maya. Keramaian kicauan tersebut terekam melalui penggunaan tagar (hashtag) yang mampu memancing keriuhan perbincangan. Kicau-kicauan dalam buku merupakan rekaman dari beragam tema. Tema-tema yang dibungkus dalam beberapa tagar seperti #MuridGokil, #PuisiSenja, #Bait2Malam, #TweetBebas, #PuisiSingkat, #TimelineGue, #3Serangkai, #PercumaPacaran, #AsyiknyaPacaran, #BuatApaBelajar, #BuatApaPutus, #KamuBerubah, #MasihZaman dan #TweetValentine. Tagar-tagar tersebut memancing keriuhan di linikala. Ada yang mulai berkicau dengan panduan tagar-tagar tersebut. Keasyikan berkicau di twitter bagai menghisap candu. Pemilik akun menjadikan linikala ibarat buku harian yang dapat menampung segala keluh kesah kehidupan, namun berhati-hatilah karena your tweet is your tiger.

4. Jurnalistik Radio

Jurnalistik RadioSelama satu abad ini radio telah menyesuaikan diri dengan perubahan budaya dan teknologi agar tetap populer dan medium yang penting meskipun adanya pertumbuhan televisi, film, televisi kabel dan satelit, berkembangnya musik serta kemudian ditambah dunia internet. Radio menjaga jati dirinya untuk tetap bersentuhan dengan pendengarnya karena dia tersedia setiap saat. Radio hadir hampir dimanapun kita berada. Elman Saragih, Pemimpin Redaksi Metro TV: “Apa yang disodorkan Asep melalui Jurnalistik Radio merupakan peneguhan bahwa ia memang tidak hendak hilang dari masyarakat, apalagi raib dari sejarah. Pilihan untuk menuliskan pengalamannya selama di radio, menurut saya, adalah pilihan yang brilian. Bagaimana pun, radio memiliki sejarah yang akrab dengan Republik ini. Melalui sejarah, kita bisa menelusuri betapa jejak radio amat penting bagi Kemerdekaan Indonesia. Bung Karno memaklumkan kemerdekaan lewat radio. Bung Tomo, membakar semangat patriotisme juga lewat radio.” Liston P Siregar, wartawan radio dan editor www.ceritanet.com: “Pengalaman Asep Setiawan sebagai wartawan radio dengan tugas sehari-hari mengumpulkan bahan untuk siaran, memproduksi laporan radio, maupun menjadi presenter, dan menjadi editor siaran membuat buku Jurnalistik Radio ini menawarkan saran-saran yang amat berguna secara praktis. Petunjuk tehnis tentang mikrofon dalam Bab berjudul Tips Merekam Suara, misalnya, akan sulit didapat dari seorang akademisi jurnalistik atau konsultan industri radio.” Asep Setiawan lebih dari dua dasa warsa berkecimpung di dunia jurnalistik baik di Kompas maupun di BBC.

5. PROMOSI EFEKTIF MENGAJAK KOMUNITAS

PROMOSI EFEKTIF MENGAJAK KOMUNITASPROMOSI EFEKTIF MENGAJAK KOMUNITAS -Mengapa orang berbondong-bondong membeli suatu kemasan minuman dengan merek tertentu dan tak mau peduli merek minuman kemasan lain yang sebenarnya lebih murah dan lebih enak ? - Apa yang menggerakkan orang-orang sehingga berani memilih model pakaian bergaya aneh yang mungkin tak serasi dengan usia atau bentuk badan seseorang ? Tahukah anda bahwa ternyata banyak perilaku seragam yang dilakukan oleh kita semua tanpa koordinasi ini semua adalah sebagai akibat dari suatu gerakan kampanye penggerakan masyarakat yang tidak kita sadari telah merubah perilaku kita menjadi perilaku seragam. Artinya semua orang melakukan kegiatan yang sama pada jam yang sama secara tidak terkoordinasi, tidak dipaksa atau terpaksa dan merasa harus melakukan itu karena merasa tak enak kalau tidak dilakukan. Iklan dan kampanye ternyata memerlukan dana dan pengorbanan yang tidak sedikit, seorang yang ingin menjadi walikota/bupati/gubernur harus mengeluarkan biaya secara besar-besaran agar dapat dikenal oleh rakyat pemilih, hal itu sebenarnya hampir sama dengan para penjual barang yang berusaha memperkenalkan hasil produksinya agar dikenal dan bisa laku terjual. Buku ini memberi beberapa contoh mengenai tehnik penggerakan masyarakat melalui berbagai jalur dan cara sehingga kita dapat memilih cara yang termurah dan efektif

6. Jurnalistik Praktis

Jurnalistik PraktisJika Anda memutuskan memasuki dunia jurnalistik apakah sebagai wartawan bidang media cetak atau elektronik, segera ambil langkah itu. Jangan menunggu sampai habis umur kita memikirkannya. Putuskan sesegera mungkin ! Dan bertindaklah ! Jika Anda ragu, bertanyalah mengenai prospek di bidang ini kepada sahabat, rekan atau orang yang bisa diminta pertimbangkan. Setelah mengambi keputusan, tuliskanlah ! Tuliskan keputusan itu diatas sehelai kertas atau di sebuah file atau di sebuah blog. Tuliskan dengan rinci tujuan Anda dalam karir itu. Tidak menuliskan secara eksplisit untuk keperluan Anda sendiri, maka keputusan itu tidak lain adalah harapan kosong. Menjadi wartawan bisa menjadi pilihan hidup. Namun dibalik itu terbentang kesempatan untuk bertemu berbagai jenis manusia mulai dari seorang pemulung sampai seorang presiden. Profesi wartawan bisa membawa Anda juga berkeliling Indonesia. Dan yang tentu banyak diimpikan, profesi ini bisa mengajak Anda berkeliling dunia ! Buku ini menjelaskan motif Anda untuk menjadi seorang jurnalis handal, apa saja syaratnya dan kemampuan apa yang dikehendaki. Dalam buku ini Anda akan menemukan kejadian seperti apa yang disebut berita dan apa pula yang disebut fakta bernilai berita. Lalu bagaimana wawancara yang dilakukan seorang wartawan dan bagaimana pula liputan di lapangan yang akan dijalani seorang jurnalis. Lebih dari itu buku ini menjelaskan tips-tips praktis ketika Anda sudah terjun di dunia jurnalistik. Tips ini bisa juga memotivasi mereka yang mau terjun ke dunia media massa.

7. Opini Publik dan Pemberdayaan Civil Society

Opini Publik  dan Pemberdayaan  Civil SocietyTidak banyak orang mendiskusikan kaitan antara opini publik dengan civil society. Sebabnya tak lain, opini publik sekadar dianggap wacana yang tidak punya daya paksa bagi penguatan civil society. Banyak orang mengaitkan civil society dengan demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), media massa, kelompok masyarakat, peran agama dan sebagainya. Disamping itu kaitan civil society dengan opini publik juga dianggap absurb. Buku yang berasal dari materi-materi tugas kuliah “Komunikasi dan Opini Publik” Sosiologi Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini layak diapresiasi. Sudah saatnya, tugas-tugas kuliah tidak sekadar berhenti pada nilai akhir, tetapi produk tulisan yang bisa dibaca banyak orang.

8. Mau Dong Jadi Presenter

Mau Dong Jadi PresenterDi era globalisasi, perlu kiranya untuk ditingkatkan interaksi dan komunikasi yang menarik. Hal ini dapat dicapai dengan menciptakan adanya presenter yang berkualitas. Buku ini bagus sebagai media pencapaian tujuan tersebut.

9. Broadcast Sukses

Broadcast SuksesDari buku kecil ini, harapan saya akan terjawab pertanyaan yang sering ditanyakan seperti: bagaimana seharusnya seorang penyiar atau presenter? bagaimana perjalanan karier dalam dunia broadcasting? dan lain sebagainya.

10. Jurnalistik For Fun

Jurnalistik For FunKata siapa jadi wartawan itu mudah? Kata siapa juga jadi wartawan itu susah? Daripada galau terus gentayangan bertanya-tanya melulu, mending baca curhatan para wartawan kampus ini deh. ‘Sesuatu’ dan nampol banget!

11. Opini Publik Sebagai The Fifth Estate

Opini Publik Sebagai The Fifth EstateJudul buku kumpulan artikel ini sangat menarik, Opini Publik Sebagai The Fifth Estate. Daya tariknya terletak pada kritikan dan sinisme atas melemahnya empat kekuatan dunia yang selama ini dipuja-puja (legislatif, eksekutif, yudikatif, dan media massa) sebagai kekuatan yang sangat menentukan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa ini membutuhkan kekuatan pemaksa. Kekuatan pemaksa itu terdapat dalam the fifth estate bernama opini publik. Ia pada waktunya dapat menumbangkan kekuasaan yang tidak disukai rakyat, tidak perlu dengan menggunakan senjata sebab opini publik memiliki kekuatan yang mahadahsyat. Buku ini tidak sekadar menggunakan teori-teori yang tepat dalam menganalisis opini publik, melainkan juga telah memotret dengan baik kondisi carut-marut negara kita dewasa ini. Oleh karenanya buku ini dapat dijadikan salah satu referensi tentang opini publik. (saya kirim jg utk sampul belakang di file)

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni