slogan leutika prio

Kategori Kumpulan Artikel

1. KEKUATAN-KEKUATAN POLITIK LEMBAGA NEGARA, ORMAS, MAHASISWA, BIROKRASI, MILITER DAN MEDIA

KEKUATAN-KEKUATAN POLITIK LEMBAGA NEGARA, ORMAS, MAHASISWA, BIROKRASI, MILITER DAN MEDIABuku ini merupakan kumpulan dari hasil diskusi dan proses pengamatan yang dilakukan oleh mahasiswa dalam menyikapi isu-isu kekinian terkait kekuatan-kekuatan politik di Indonesia. Kompilasi hasil diskusi ini memberikan makna bagi generasi millineal untuk senantiasa mengembangkan daya kritis dalam merespon isu-isu yang berkembang saat ini. Banyak pandangan dan prespektif yang hadir terkait isu tersebut sehingga diharapkan buku ini mampu memberikan sisi lain untuk melihat kekuatan-kekuatan politik yang selama ini bermain dan mempunyai posisi penting didalam setiap proses pergantian kepemimpinan ataupun perebutan kekuasaan terjadi. Hal-hal yang tidak pernah menjadi bahasan penting seperti posisi perempuan dalam konteks politik, mahasiswa serta media akhirnya mendapat sorotan dari mahasiswa untuk didiskusikan dan dinarasikan dalam bentuk tulisan didalam buku ini. Buku ini merupakan salah satu wujud nyata, bahwa generasi muda mampu merespon isu-isu yang ada dengan narasi dan pemikiran yang luas. Buku ini juga masih jauh dari sempurna karena masih membutuhkan narasi dan analisis yang tajam terkait isu yang berkembang. Pokok-pokok kekuatan politik yang dijadikan bahan diskusi dan dinarasikan dalam buku ini diharapkan menjadi awal bagi generasi millenial untuk mampu merespon isu dengan narasi analisis yang baik dan tajam.

2. Road Trip ke Pulau Selatan Selandia Baru

Road Trip ke Pulau Selatan Selandia BaruBuku ini berisi perjalanan kami selama 10 hari ke Selandia Baru di di pertengahan bulan November 2019, sebelum pandemi Covid-19 menyerang bumi. Banyak kisah-kisah seru di dalam buku ini seperti anak-anak yang hilang, makan ikan mentah pertama kali, nyetir dengan kondisi SIM mati, makan burger terenak di dunia, bertemu Raffi Ahmad, serta tentu saja, cerita dan foto indahnya panorama di pulau selatan Selandia Baru. Buku ini ditulis secara kronologis, mulai dari persiapan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kota-kota yang dilalui, mulai dari hari pertama sampai terakhir. Di akhir buku, disajikan review tempat menginap dan restoran yang dikunjungi. Buku ini ditulis dengan harapan dapat membantu traveller yang lain dalam merencanakan perjalanan ke Selandia Baru, sekaligus menghibur siapa saja yang membaca buku ini. Selamat menikmati.

3. Aku dan Taxi Online kemanapun,kapanpun & dimanapun

Aku dan Taxi Online  kemanapun,kapanpun & dimanapunSejak akhir tahun 2017, setelah sopirku ditanggil Tuhan karena sakit, padahal beliau sudah ikut denganku sejak tahun 1999, aku tidak ingin mencari sopir pribadiku lagi. Karena kriteriaku banyak. Karena aku cacat, ibuku saat itu sudah renta, jadi butuh sopir yang dekat dengan rumah atau bersedia tinggal di rumah. Itu tidak mudah. Sehingga, aku memutuskan lebih baik mencari taxi online. Sekarang, lebih cepat, lebih murah, dan gampang mencarinya. Jadi sejak Pak Emon sopir pribadiku meninggal, ke mana pun dan kapan pun aku mencari taxi online. Cepat sekali dapatnya dan aku tidak harus berpikir tentang perawatan mobil pribadiku lagi, biar anakku yang berganti-ganti dengan mobilnya sendiri dengan mobilku, juga untuk melewati area “ganjil–genap”. Lalu, mulailah aku “bertualang” dengan taxi online, dan aku merasa aman dan nyaman walau tengah malam sendirian harus pulang setelah selesai pameran-pameranku, aku tetap dijemput taxi online, yang aku tidak kenal. Suka dan dukaku bersama driver taxi online, aku tuliskan di buku ini, semoga menambah wawasan bagi orang-orang yang masih mencari alternatif untuk kendaraan umum, tetapi “tidak terlalu umum”, hi-hi-hi…. Yuk, kita bertualang.

4. Pulih 85% dari Serangan Stroke dengan Lumpuh Tubuh Kanan

Pulih 85% dari Serangan Stroke dengan Lumpuh Tubuh KananDalam Nama Tuhan, kuserahkan hidupku, apapun yang Engkau inginkan untuk aku kerjakan. Praise the Lord Jesus ……

5. Seoul korea - klasik, tradisional dan modern

Seoul korea - klasik, tradisional dan modernPersahabatan itu memang seharusnya tidak akan lekang oleh waktu. Karena, persahabatan mempunyai dampak untuk kita menjadi bahagia ….. Persahabatanku dengan grup Fortissimo dari Filipina pun, sampai sekarang tetap terjaga, walau kami dipisahkan oleh pandemic dan jarak antar Negara masing-masing. Tetapi, kami tetap saling sapa di media social, dan saling ketawa ketiwi jilka kami memposting foto-foto jadul kami. Ketika sahabatku harus bertugas ke Seoul, akupun sempat datang memenuhi undangan mereka, untuk menginap di aparteen mereka. Dan, travelling ku selama di Seoul, walau mereka tidak bisa terus bersama menyusuri kota Seoul, aku sudah sangat berbahagia. Diharapkan, jika pandemic usia, bisa saja Fortissimo bermusik lagi di Hotel Hyatt Jakarta sehingga kami bisa bertemu lagi. Seoul merupakan catatan bahagia dua Negara, Indonesia dan Filipina dalam persahabatan untukku, dan kota ini akan terus memberkas di hatiku ……

6. Kekuatan disabilitas dalam Paralimpiade Tokyo 2020

Kekuatan disabilitas dalam Paralimpiade Tokyo 2020Disabilitas memang dianggap sebagai orang yang “tersingkir” dan tidak perlu masuk di dunia persaingan dengan orang non-disabilitas. Disabilitas memang dianggap sebagai orang yang perlu dan patut dikasihani dan dilindungi, dan tidak perlu berjuang untuk sebuah kebanggaan. Sebaiknya hanya duduk diam dan aka nada orang yang membantunya. Tetapi, kenyataannya tidak demikian, karena memang ada yang benar membantu bagi personal disabilitas? Tidak semua keluarga yang bisa membantu, bahkan negarapun dangat terbatas untuk membantu. Sehingga, para disabilitas pun harus berjuang untuk kehidupannya, termasuk para atlet disabilitas, yang pada kenyataannya sangat memprihatinkan di beberapa Negara. Tetapi, apapun yang terjadi bagi disabilitas itu adalah kenyataan, yang harus diantisipasi untuk memperoleh kehidupan yang aman dan nyaman. Tidak ada yang bisa mendukung para disabilitas itu, selain dirinya sendiri. Dukungan keluarga dan Negara pun, tidak mungkin sedetail yang disabilitas butuhkan, sehingga mereka poun harus tidk boleh manja. Para atlet disabilitas pun, alau sudah mengharumkan nama Negara masing-masing, tetap harus berjuang untuk hidupnya. Dan, keberlanjutan kehifupan mereka, sekali lagi, sangat bergantung pada emangatnya untuk terus survive, sampai Tuhan memanggilnya pulang …… Dan, inilah realitas bagi kaum disabilitas (termasuk atlet-atletnya) dunia …..

7. Media Massa, Hoaks, dan Virus Corona

Media Massa, Hoaks, dan Virus CoronaMedia yang memberitakan tentang semua ini, terkadang terkesan membesar-besarkan sebuah berita. Mereka juga terkadang menyebabkan masyarakat menjadi kebingungan dan khawatir. Keresahan yang melanda masyarakat semuanya berawal dari media, karena media adalah pusat informasi masyarakat modern saat ini. Jika beberapa pihak menyalahkan media sebagai sumber masalah, maka siapakah dalangnya? Media atau Corona?

8. Aku dan Kursi Roda Ajaibku di Sepanjang Jalur Protokol Jl. Sudirman-Jl. Thamrin : Pengamatan untuk Kota Ramah Disailitas

Aku dan Kursi Roda Ajaibku di Sepanjang Jalur Protokol Jl. Sudirman-Jl. Thamrin : Pengamatan untuk Kota Ramah DisailitasPerjalananku diseputaran jalur protocol Jalan Sudirman – Thamrin, berakhir di Hotel Le Meredien. Dari hotel ini juga, pagi itu kami berjalan sampai Jalan Thamrin, makan siang di sekitaran Bank BBD. Sempat naik JPO untuk melihat dari atas Jalur BusWay TransJakarta serta mencoba kenyamanan ramp untuk kursi roda ajaibku. Setelah itu, kami naik MRT di Stasiun depan Kedutaan Jerman di Jalan Thamtin, dan menuju Stasiun Gelora Senayan. Berjalan2 sekitaran sana dan naik turun JPO yang viral dengan bentuk yang intagramable. Dan, kembali ke Hotel Le Meredien, sekitar jam 18.00. Setelah itu, kami sedikit beristirahat dan pulang, dengan diantar mas Ivan ke rumahku. Aku memang ingin melihat dan merasakan sendiri, apakah aku mampu dengan nyaman untuk berkeliling dengan kursi rida ajaibku, karena itu yang aku mau bahwa, Jakarta harus segera memulai konsep “kita ramah disabilitas” nya. Juga, aku memang ingin melihat dengan detail, apa yang dikatakan banyak orang tentang kenyamanan pedestrian di jalur protocol Sudirman – Thamrin ini. Ya, memang. Pedestrian disepanjang jalan itu memang sangat nyaman, tetapi apakah hanya di jalur protokolnya saja? Bagaimana dengan jalur2 non-protokol nya? Bahkan, sedikir berbelok dari jalur itu saja, pedestrian sama sekali tidak nyaman ….. Sebagai ibukora, Jakaarta seharusnya membangun kota yang ramah untuk warganya, siapaun itu, terutama untuk disabilitas dan prioritas. Bukan hanya untuk pencitraan saja, dengan hanya membangun jalur2 protokolnya saja, yang ramah. Semoga, buku ini bisa membukakan mata dan hati kita, terutama pemerintah

9. We are The Right-Menuju Kota Ramah Disabilitas, Kesetaraan dan Pemenuhan Fasilitas Publik dalam Ruang Inklusi dan Non-Diskriminasi

We are The Right-Menuju Kota Ramah Disabilitas, Kesetaraan dan Pemenuhan Fasilitas Publik dalam Ruang Inklusi dan Non-Diskriminasi40 bab aku tuliskan pada buku ini, dengan 1 prolog dan 2 epilog. Tulisan di buku ini, sengaja aku persembahkan untuk teman-teman disabilitas. Keinginanku sudah jelas, aku ingin terus berjuang untuk ku sendiri dan jelas untuk teman2 disabilitas. Bagaimana aku ingin memberikan tempat yang nyaman dan “ramah disabilitas”. Jakarta, tempat aku tinggal dan teman-teman disabilitasku, memang masih jauh dengan kata “ramah disabilitas”, tetapi sedikit demi sedikit, pemerintah DKI Jakarta mulai untuk memperdulikan kami, kaum disabilitas. Termasuk dari tulisan-tulisanku yang aku selalu share lewat media social, aku berusaha untuk memberikan sebanyak mungkin informasi tentang kebutuhan dan fasilitas, supaya kota Jakarta tercinta ini, lebih banyak belajar tentang apa yang kami butuhkan. Aku berharap, buku ini bisa memberikan informasi tentang konsep serta kebutuhan untuk kami kaum disabilitas, dan mengangkat pendekatan bagaimana Jakarta bisa lebih jauh mendekati kota yang “ramah disabilitas”. Bukan hanya Jakarta saja, tetapi semua kota di dunia, untuk menjadi tempat yang “ramah disanilitas”, full dengan inklusi dan tanpa diskriminasi ……

10. Selamatkan Bumi Kita Berawal dari Seekor Cicak yang Memilih Makan Nasi daripada Nyamuk

Selamatkan Bumi Kita Berawal dari Seekor Cicak yang Memilih Makan Nasi daripada NyamukSekali lagi, bumi kita memang sudah rusak, bukan karena apa2 tetapi karena ulah manusia. Dengan rusakya bumi kita, kehidupan manusia pun terancam! Sekarang pun, sudah mulai bagaimana kita merasa babyak sekali kendala untuk memanage bumi. Bahkan, ulah manusia yang sporadic “merusak” bumi, tanpa mereka tahu bagaimana mas depan manusia karena ini …… Dan, Dimulai dengan seekor cicak bergenerasi yang hidup di kolong meja makan di rumahku, yang meminta nasi lewat matanya yang melotot, aku mengamati, mengapa cicak makan nasi, dimana nasi adalah makanan manusia? Mengapa cick tidak memakan nyamuk, yang memang makanannya? Dari pengamatan itulah, aku beruang untuk mengedukasi tentang penyelamatan bumi …… Lebay? Terserah saja! Yang penting, aku berusaha yng terbaik untuk menyelamatkan tempat tinggal kita di bumi tercinta kita ini ……

11. Kota Tua Jakarta Metropolitan Realitas, Konsep dan Harapan Potensi Wisata

Kota Tua Jakarta Metropolitan Realitas, Konsep dan Harapan Potensi WisataKota Tua Jakarta, sudah sangat terbeban, karena banyak yang meliriknya bukan untuk mengembangkannya, tetapi justru untuk menghancurkannya! Ketika pemerintah daerah Jakarta, bahkan pemerintah pusat masih sibuk dengan pembangunan infra-struktur Negara tanpa bisa menyisihjan waktu untuk pengembangan “kota tua” Jakarta, akan sangat memyesal jikasuatu saat Jakarta hanya tinggal “nama” saja, tanpa ditopang oleh peninggalan2 sejarahya ….. Bagi kita wara Jakaarta, Mulailah untuk membangun Negara, lewat hal2 yang remeh temen, tetapi menghasilkan sebuah konsep yang jelaa, untuk Indoneisa. Walau pada kenyataannya, konsep ini belum dapat memberikan nilai2 kepedulian, tetapi setidaknya kita bisa ikut memberikan kontribusi bagi Negara …… Sebuah “kota tua” Jakarta, yang akhirnya akan tersia-sia, JIKA kita tetap berada dalam keegoisan ……

12. Yogyakarta - Budaya dan Akar Rumputku

Yogyakarta - Budaya dan Akar RumputkuMemang, jejak nostlgia kita masing-masing akan menjadi kenangan yang sangat indah, dan terpatri dalam sanubari. Khususnya untukku, yang sekarang dalam usia mulai lanjut, kenangan dan nostalgiaku menjadi kekuatanku untuk terus menggapai hidupku ….. Sebagai seorang anak dari keturunan “wong Yojo”, dari Bapak, tentu saja aku bangga menjadikan Yogyakarta sebagai bagian utama kehidupanku …… Buku “Jejak Notalgia” Yogyakarta ini memang khusus aku tuliskan, ketika kota ini memang benar-benar sebuah kota akar rumput hidupku. Tetapi,Yogyakarta yang seharusnya tetap menjadi kota tradisional dan kota wisata yang selalu mendapat pujian dari banyak Negara, ternyata semakin kesini membuat aku terus kecewa. Kemodern-an dunia, memang harus juga menjadikan kota ini, untuk menggapai mimpi. Tetapi bukan menjadikan kota ini semakin “modern” dengan semua baik dan buruknya! Apapun yang ada dan akan terjadi, kota Yogyakarta tetap merupakan sebuah kota favourite ku untuk berlibur dan mencari jati diriku. Dan kota ini benar-benar merupakan sebuah tempat yang indah bagi hidupku ……

13. Ketika Kenangan Bersemi di Sydney dan Canberra

Ketika Kenangan Bersemi di Sydney dan CanberraInilah pengalamanku pertama kali aku dilepas tinggal dan hidup sendirian di Australia selama 2 bulan, dimana seharusnya bapak tidak pernah mengijinkan aku untuk bepergian sendirian. Aku tidak tahu alasannya, tetapi aku akhurnya mendapatkan banyak inspirasi baru, tentang sebuah kemandirian serta bagaimana aku belajar untuk bertahan di saat2 aku merasa tidak mampu sendirian. Dengan berbahasa Inggris yang masih belepotan, bapak juga ingin aku mengepakkan sayapku untuk bisa berbahasa secara internasional, tanpa ragu. Rasa percaya diriku memang tumbuh sangat pesat, setelah aku pulang dari Australia, dan aku mulai menapaki apa yan aku lihat, aku amati dan aku pelajari, selama aku tinggal 2 bulan di Australia …… Dan, Pada kenyataannya, Kemandirian itu harus di coba dan percaya diri akan mampu memerikan dampak positif, untuk kita bisa mampu bertahan di saat susah, yang mungkin tanpa ada yang bisa membantu kita ……

14. Sydney dan Auckland with Love

Sydney dan Auckland with LoveSebuah petualangan yang sangat berkesan, untukku. Sebuah “jejak nostalgia” semasa aku kuliah ….. Banyak pengalaman yang aku dapatkan, bukan saja karena travelling ke luar negeri saja, tetapi bagaimana bapakku mengajak untuk ikut seminar dan meeting APEC 1993 Auckland, seentara saat itu aku baru saja kukus S1 tahun 1992 dari Universitas Tarumanagara Jakarta, dan melanjutkan ke Perth Australia Barat, dan belum pernah bekerja. Belum lagi, ketika aku diperkenalkan dengan salah satu arsitek kelas dunia, Bapak Ir.Ciputra yang dengan ramah membawaku ke dunia realitas bekerja, sebelum aku lulus dari Perth. Yang akhirnya, Bp Ir.Ciputra menjadi atasanku pertama ketika aku diminta melamar bekerja di salah satu perusahaan yang beliau pimpin, PT.Ciputra Development ….. Belum lagi, pengalaman luar biasa selama kami di Sydney dan Auckland New Zealand, membawaku terbang melayang tinggi, setinggi mimpi-mimpiku …..

15. Cerita Dibalik Zona Teluk Tokyo

Cerita Dibalik Zona Teluk TokyoJepang memang tidak salah memberikan kesempatan sebagai tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020. Karena, selain venue tempat pertandingannya yang sepenuh hari Jepang merenovasi dan membangun banyak venue yang baru, Jepang pun ingin memberikan pelayanannya yang terbaik bagi kontingen-kontingen yang datang dari 206 negara dunia. Jepang juga dengan sepenuh hati memberikan pelayanan-pelayanannya, dengan memberikan akses yang luar biasa ke area wsata dan perbelanjaan, bagi kontingen-kontingen yang datang kesana. Tetapi, karena pandemic melanda dunia, menjadikan yang dipersiapkan Jepang untuk melayani dunia, seakan sia-sia belaka ….. Tetapi, untukku sendiri ini tidak sia2! Dengan perjuangan luar biasa, Jepang mampu membawa nama negaranya tetap harum sebagai tuan rumah Olimpiade Tokyo 2020, yang tanpa penonton. Negeri Sakura ini, tetap berkomitmen untuk menjadikan Jepang tentang sebuah negeri cantik dengan berbagai fasilitas-fasilitas modern serta heritage2 yang luar biasa.

16. Mereka Bertanding di Zona Warisan dan Daerah Lain

Mereka Bertanding di Zona Warisan dan Daerah LainIni baru buku pertama tentang Olimpiade Tokyo 2020, berbicara tentang venue tempat-tempat pertandingan di area warisan atau Zone Heritage, dan sekitarnya. Karena, bicara tentang dunia olahraga, bukan hanya bicara tentang olahraga atau pertandingannya. Bukan juga berbicara tentang venue tempat pertandingannya saja, tetapi bagaimana lingkungannya dapat “men-treat” para atlet. Jepang banyak berpikir tentang itu, karena mereta tahu bahwa pertandingan2 even akbar internasional ini, membuat banyak atlet terserang rindu tanah air, sehingga mereka harus menghibur dirinya setelah bertanding, yang kemudia mendapatkan medali untuk kebanggaan bagi masing-masing negaranya ……

17. Pernak Pernik Olimpiade Tokyo 2020

Pernak Pernik Olimpiade Tokyo 2020Pesta Olah Raga Olimpiade Tokyo 2020, saat ini sudah selesai. Upacara Penutupan even akbar internasional diselenggarakan malam hari tanggal 8 Agustus 2021. Pesta itu telah usai. Sebuah pesta olahraga tanpa penonton, yang berjalan cukup sukses dengan berbagai masalah, tetap menyiratkan ekspresi dan inspirasi berbagai hati di dunia. Bahwa, ketika pesta Olimpiade ini berjalan di tengah2 masa2 pandemi, itu juga yang menelurkan prestasi2 dan kebanggan2 bagi 206 negara2 yang mengirimkan kontingen2nya, termasuk Indonesia. Dan, Begitu pesta ini usai, Buku Serial “Olimpiade Tokyo 2020” aku pun, selesai. Berawal dari kekecewaan besar ketika tiketku ke Jepang di refund karena pandemic, dan berawal juga ketika masa2 PPKM dimana akhirnya aku tidak bisa kemana2, aku menuliskan tentang Olimpiade Tokyo2020, dan 2 minggu kemudia, serial ini selesai. Olimpiade Tokyo 2020 selesai, Serial buku Olimpiade Tokyo 2020 ku ini pun, usai...

18. REALITA CARA BERHUKUM

REALITA CARA BERHUKUMIsu yang dipotret dalam buku ini, didominasi realita penegakan hukum yang carut-marut, mencederai keadilan, membahayakan keberadaban manusia. Singkatnya, substansi buku “Realita Cara Berhukum” ini lebih banyak didominasi deskripsi penyakit hukum seperti mafia peradilan dan korupsi hukum di tahapan legislasi (legis corruptio). Demikian banyak persoalan yang melanda dunia hukum berhukum di Indonesia dan tidak pernah tuntas. Mengapa? Karena penegak hukum dan semua elemen masyarakat tidak berani keluar dari tradisi penegakan hukum yang semata-mata bersandar pada peraturan perundang-undangan. Inilah benang merah buku ini. Selain menggugat cara berhukum yang legalistik (mulut undang-undang), buku ini juga menghadirkan penyakit hukum yang wajib dipelajari dan diketahui siapapun yang menghendaki masa depan negara hukum yang manusiawi.

19. 2 Sisi Dunia Maya - Ketika Dunia Memilih ...

2 Sisi Dunia Maya - Ketika Dunia Memilih ...Berbagai artikel yang berhubungan dengan dunia maya diatas, semoga bisa memberikan informasi dan inspirasi, bagi masyarakat. Terutama untuk orang tua dengan anak2 yang masih membutuhkan bimbingan. Sebenarnya, anak2 itu adalah masa depan bangsa dan dua mereka memang dunia teknologi, termasuk internet. Tetapi, jika mereka tidak dibimbing dengan baik sejak kecil, mereka bisa “kebablasan”, karena mereka adalah anak2 yang cerdik dan pintar. Mereka harus dibimbing untuk bisa menilai, mana yang baik dan mana yang tidak boleh mereka lakukan. Pengalaman2 ku sebagai orang tua tunggal dari 2 orang anak yang sekarang sudah dewasa, mungkin sedikit banyak bisa memberikan contoh kepada orang tua jaman sekarang. Bahwa, kita memang harus belajar lebih lagi, untuk merangkul anak2 kita lewat pendalaman internet. Walau memang aku sedikit gagap teknologi, tetapi aku tetap selalu belajar. Minimal, aku hrus mengerti tentang bahaya internet, sehingga anak2ku bisa terlindungi …… Semoga, Buku ini bisa sebagai patokan contoh2 untuk orang tua, supaya bisa memberikan yang terbaik bagi anak2nya, sebagai generasi bangsa kita.

20. Winter in Meinung

Winter in MeinungBuku ini berisi kumpulan tulisan pengalaman dan kesan mahasiswa Hubungan Internasional, Universitas Muhammadiyah Malang yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata Internasional di Distrik Meinung, Kota Kaohsiung, Taiwan. Mereka tidak hanya memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat setempat, namun juga mempelajari budaya lokal, khususnya budaya Suku Hakka di Meinung serta mempelajari sistem sosial dan perlindungan lingkungan. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan saling kesepahaman antara masyarakat Indonesia dan Taiwan, namun juga merupakan sebuah investasi untuk masa depan jalinan kerjasama dan persahabatan antara masyarakat Indonesia dan Taiwan.


Sebelumnya [1] [2] [3] [4] [5] Selanjutnya
Leutika Leutika