Christie Damayanti
E-Mail: christie.suharto[aT]yahoo.com
Daftar Buku
Jumlah buku:661. BUKHARA UZBEKISTAN Kehidupan Budaya Modern di Kota Purba 2500 Tahun Lalu
Ini bukuku tentang Uzbekistan yang ke-4 dari 3 kali perjalananku di Uzbekistan dan masih ada 1 atau 2 buku lagi set3elah ini, sebelum aku mengunjunginya lagi tahun 2026.
Terima kasih yang terutama untuk Tuhan YESUS ku, yang benar2 memberi aku kekuatan, keberanian, kesehatan yang prima dan kesejahteraan hidup untukku, walau aku tetap berada di atas kursi roda elektrikku. Tetapi, aku mampu ke Uzbekistan dan keliling dunia, sendiran untuk melakukan misi utamaku, berjuang bagi aksesibilitas disabilitas dunia, terutama untuk disabilitas Indonesia …..
Terima kasih juga untuk teman dan sahabat yang selalu mendukungku atas semua kegiatan2ku. Terutama untuk Zoyirjon Narmetov, untuk penjagaan dan perlindunganku selama aku berada di Usbekistan. Selain sebagai tour guide dan penterjemahku disana.
Buku2ku yang selalu diedit, di desain dan diterbitkan oleh LeutikaPrio ini, akan terus bertambah seiring kebutuhanku selama aku melakukan perjalanan dan kegiatan2 yang aku anggap bisa memotivasi. Karena, ketika aku yang cacat ini bisa melakukan semua itu, seharusnyalah yang lain juga bisa, apalagi dalam keadaan bugar, sehat, Sejahtera dan non-disabilitas …..
Sekali lagi, terima kasih kepada semuanya, semoga buku ini bisa menjadi salah satu ruang untuk merenung dan termotivasi.
Salam inspirasi,
Christie Damayanti
Penulis
Ini bukuku tentang Uzbekistan yang ke-4 dari 3 kali perjalananku di Uzbekistan dan masih ada 1 atau 2 buku lagi set3elah ini, sebelum aku mengunjunginya lagi tahun 2026.
Terima kasih yang terutama untuk Tuhan YESUS ku, yang benar2 memberi aku kekuatan, keberanian, kesehatan yang prima dan kesejahteraan hidup untukku, walau aku tetap berada di atas kursi roda elektrikku. Tetapi, aku mampu ke Uzbekistan dan keliling dunia, sendiran untuk melakukan misi utamaku, berjuang bagi aksesibilitas disabilitas dunia, terutama untuk disabilitas Indonesia …..
Terima kasih juga untuk teman dan sahabat yang selalu mendukungku atas semua kegiatan2ku. Terutama untuk Zoyirjon Narmetov, untuk penjagaan dan perlindunganku selama aku berada di Usbekistan. Selain sebagai tour guide dan penterjemahku disana.
Buku2ku yang selalu diedit, di desain dan diterbitkan oleh LeutikaPrio ini, akan terus bertambah seiring kebutuhanku selama aku melakukan perjalanan dan kegiatan2 yang aku anggap bisa memotivasi. Karena, ketika aku yang cacat ini bisa melakukan semua itu, seharusnyalah yang lain juga bisa, apalagi dalam keadaan bugar, sehat, Sejahtera dan non-disabilitas …..
Sekali lagi, terima kasih kepada semuanya, semoga buku ini bisa menjadi salah satu ruang untuk merenung dan termotivasi.
Salam inspirasi,
Christie Damayanti
Penulis2. SINGAPORE - Arsitektur Perkotaan Aksesibilitas & Fasilitas untuk Disabilitas & Prioritas
Ini adalah buku ke-4 tentang Singapore, di mana aku melakukan perjalanan yang ke sekian kalinya berkeliling Singapore untuk research, merasakan, dan mengamati bagaimana Singapore benar-benar nyaman dan aman bagiku, sebagai disabilitas.
Terima kasih yang tidak terhingga bagi Tuhan YESUS-ku, yang selalu memberikan jalan yang mudah, aman, dan nyaman untuk melakukan apa yang aku ingin ceritakan kepada dunia tentang kebutuhanku sebagai disabiitas di atas kursi roda untuk keliling dunia.
Aku sangat berterima kasih kepada sahabat-sahabatku yang selalu membantuku dari pemesanan hotel di sana, antar jemput serta menemani di saat-saat tertentu ke area-area baru demi aku.
Peluk hangat untuk sahabatku Mas Kardy Chiu dan Andry Halim yang benar-benar tulus membantuku, padahal mereka sibuk dengan segala macam kegiatan mereka dari bekerja dan kegiatan-kegiatan lainnya, tetapi disempatkan luar biasa untukku.
Tidak berlama-lama, silakan membaca buku ini, sebuah hasil research-ku yang kujabarkan dengan bercerita untuk bisa dipahami oleh anak-anak sekalipun.
Salam inspirasi,
Chritie Damayanti
Penulis
Ini adalah buku ke-4 tentang Singapore, di mana aku melakukan perjalanan yang ke sekian kalinya berkeliling Singapore untuk research, merasakan, dan mengamati bagaimana Singapore benar-benar nyaman dan aman bagiku, sebagai disabilitas.
Terima kasih yang tidak terhingga bagi Tuhan YESUS-ku, yang selalu memberikan jalan yang mudah, aman, dan nyaman untuk melakukan apa yang aku ingin ceritakan kepada dunia tentang kebutuhanku sebagai disabiitas di atas kursi roda untuk keliling dunia.
Aku sangat berterima kasih kepada sahabat-sahabatku yang selalu membantuku dari pemesanan hotel di sana, antar jemput serta menemani di saat-saat tertentu ke area-area baru demi aku.
Peluk hangat untuk sahabatku Mas Kardy Chiu dan Andry Halim yang benar-benar tulus membantuku, padahal mereka sibuk dengan segala macam kegiatan mereka dari bekerja dan kegiatan-kegiatan lainnya, tetapi disempatkan luar biasa untukku.
Tidak berlama-lama, silakan membaca buku ini, sebuah hasil research-ku yang kujabarkan dengan bercerita untuk bisa dipahami oleh anak-anak sekalipun.
Salam inspirasi,
Chritie Damayanti
Penulis3. SINGAPORE - Kota Taman Peduli Disabilitas
Sekali lagi, sebuah buku yang kutulis berhubungan dengan penghargaanku kepada Singapore. Sebuah negeri mungil, di mana aku sangat “iri” dan termotivasi untuk terus mengeksplore semuanya dan menjadi lebih serius tentang pembelajaran dan pemahamanku tentang sebuah KEPEDULIAN.
Pertama, rasa terima kasihku untuk yang keseribu kalinya adalah untuk Tuhan YESUSku. Karena DIA lah, aku tetap bertahan dengan komitmenku untuk terus membangun Indonesia, dengan caraku.
Kedua, siapa lagi kalau bukan sahabat-sahabatku di Singapore dan malaikat-malaikat penjagaku di sana, Mas Kardy Chiu dan Andry Halim. Mereka lah yang terus mengajakku ke mana-mana untuk mengeksplore Singapore, jika mereka punya waktu, tetapi, mereka memang selalu punya waktu untukku.
Tentu saja, terima kasihku untuk semua pihak yang terus memberi dukungan untukku, seorang perempuan setengah baya yang duduk di kursi roda karena tubuh kanan lumpuh karena terserang stroke, tetapi tetap fokus dan berkomitmen untuk membangun dunia, terutama Indonesia, dengan caraku bersama Tuhan.
Salam inspirasi,
Chritie Damayanti
Penulis
Sekali lagi, sebuah buku yang kutulis berhubungan dengan penghargaanku kepada Singapore. Sebuah negeri mungil, di mana aku sangat “iri” dan termotivasi untuk terus mengeksplore semuanya dan menjadi lebih serius tentang pembelajaran dan pemahamanku tentang sebuah KEPEDULIAN.
Pertama, rasa terima kasihku untuk yang keseribu kalinya adalah untuk Tuhan YESUSku. Karena DIA lah, aku tetap bertahan dengan komitmenku untuk terus membangun Indonesia, dengan caraku.
Kedua, siapa lagi kalau bukan sahabat-sahabatku di Singapore dan malaikat-malaikat penjagaku di sana, Mas Kardy Chiu dan Andry Halim. Mereka lah yang terus mengajakku ke mana-mana untuk mengeksplore Singapore, jika mereka punya waktu, tetapi, mereka memang selalu punya waktu untukku.
Tentu saja, terima kasihku untuk semua pihak yang terus memberi dukungan untukku, seorang perempuan setengah baya yang duduk di kursi roda karena tubuh kanan lumpuh karena terserang stroke, tetapi tetap fokus dan berkomitmen untuk membangun dunia, terutama Indonesia, dengan caraku bersama Tuhan.
Salam inspirasi,
Chritie Damayanti
Penulis4. Europe with Love - Blusukan di Breda & Rotterdam
Puji syukur kepada Tuhanku Yesus, setelah traveling untuk research serta pengamatan di Eropa selama 1,5 bulan pada September dan Oktober tahun 2023 lalu, aku juga sudah menyelesaikan buku pertama tentang ke Eropa ini, dan menjadi buku ke-78 dari kesemua buku-buku yang sudah aku tuliskan.
Betapa aku berusaha untuk menyelesaikannya, karena banyak sekali pengalaman-pengalaman serta inspirasi-inspirasi luar biasa jika aku berpetualang. Dengan kursi roda elektrikku, Tuhan membawaku untuk terus berjuang bagi disabilitas Indonesia karena hasilnya memang untuk bisa menjadikan Indonesia lebih peduli.
Terima kasih juga untuk Mba Cisca yang membawaku berpetualang lebih jauh, tanpa aku tahu apa yang akan terjadi, blusukan ke kota-kota kecil di Belanda yang menjadi salah satu sumber inspirasiku.
Buku pertama ini akan menjadi awal dari buku-buku selanjutmya tentang traveling di Eropa, yang segera akan bisa dinikmati pembaca karena tidak akan ada yang menulis demikian karena konsep penulisanku bersumber dari kepedulian dan perjuanganku bagi disabilitas Indonesia.
Praise the Lord JESUS.
Salam inspirasi,
Christie Damayanti
Puji syukur kepada Tuhanku Yesus, setelah traveling untuk research serta pengamatan di Eropa selama 1,5 bulan pada September dan Oktober tahun 2023 lalu, aku juga sudah menyelesaikan buku pertama tentang ke Eropa ini, dan menjadi buku ke-78 dari kesemua buku-buku yang sudah aku tuliskan.
Betapa aku berusaha untuk menyelesaikannya, karena banyak sekali pengalaman-pengalaman serta inspirasi-inspirasi luar biasa jika aku berpetualang. Dengan kursi roda elektrikku, Tuhan membawaku untuk terus berjuang bagi disabilitas Indonesia karena hasilnya memang untuk bisa menjadikan Indonesia lebih peduli.
Terima kasih juga untuk Mba Cisca yang membawaku berpetualang lebih jauh, tanpa aku tahu apa yang akan terjadi, blusukan ke kota-kota kecil di Belanda yang menjadi salah satu sumber inspirasiku.
Buku pertama ini akan menjadi awal dari buku-buku selanjutmya tentang traveling di Eropa, yang segera akan bisa dinikmati pembaca karena tidak akan ada yang menulis demikian karena konsep penulisanku bersumber dari kepedulian dan perjuanganku bagi disabilitas Indonesia.
Praise the Lord JESUS.
Salam inspirasi,
Christie Damayanti5. Arsitektur Perkotaan & Aksesibiltas Fasilitas Disabilitas & Prioritas @Uzbekistan
Arsitektur itu bukan hanya sekadar membangun yang unik,
mewah, atau modern saja. Aritektur juga harus memberikan
aksesibilitas untuk semua orang bisa masuk dan berada di dalam
desain-desain yang dibangun. Dengan kata lain, seorang arsitek
yang baik adalah mampu mendesain bangunan dan lingkungannya
untuk bisa semua orang tanpa terkecuali, bis berada di dalamnya
denga naman dan nyaman.
Ternyata dan realisasinya, tidak semua arsitek itu sadar akan ini.
Padahal, disabilitas itu sendiri merupakan “area” yang semua orang
akan mengalaminya jika kita semua menjadi tua. Di mana, semakin
tua seseorang walau sehat, semakin susah untuk bergerak.
Mereka membutuhkan tongkat atau kursi roda untuk mobilitas
mereka. Bahkan, penyakit katarak yang menahun, membutuhkan
tongkat putih karena mereka akan susah untuk melihat.
Konsep-konsep “disability architecture” inilah yang sekarang
sedang menjadi isu global dunia, termasuk “negara muda” (walau
sudah ribuan tahun lalu sudah ada di sana) Uzbekistan.
Dan ketika aku melakukan research tentang aksesibilitas dan
fasilitas-fasilitas untuk disabilitas dan prioritas ini, aku menemukan
berbagai hal yang menarik untuk mereka berjuang dengan keras membangun negara mereka, yang aku yakin dengan sangat bahwa
Uzbekistan akan menjadi salah satu “negeri inklusi” dunia.
Uzbekistan dan semua negara di dunia, bersama membangun
masa depan semua orang untuk bisa berada di dalamnya.
***
Uzbekistan, negeri dengan kota-kota kuno, pemandangan yang
menakjubkan, dan warisan budaya yang semarak.
Arsitektur itu bukan hanya sekadar membangun yang unik,
mewah, atau modern saja. Aritektur juga harus memberikan
aksesibilitas untuk semua orang bisa masuk dan berada di dalam
desain-desain yang dibangun. Dengan kata lain, seorang arsitek
yang baik adalah mampu mendesain bangunan dan lingkungannya
untuk bisa semua orang tanpa terkecuali, bis berada di dalamnya
denga naman dan nyaman.
Ternyata dan realisasinya, tidak semua arsitek itu sadar akan ini.
Padahal, disabilitas itu sendiri merupakan “area” yang semua orang
akan mengalaminya jika kita semua menjadi tua. Di mana, semakin
tua seseorang walau sehat, semakin susah untuk bergerak.
Mereka membutuhkan tongkat atau kursi roda untuk mobilitas
mereka. Bahkan, penyakit katarak yang menahun, membutuhkan
tongkat putih karena mereka akan susah untuk melihat.
Konsep-konsep “disability architecture” inilah yang sekarang
sedang menjadi isu global dunia, termasuk “negara muda” (walau
sudah ribuan tahun lalu sudah ada di sana) Uzbekistan.
Dan ketika aku melakukan research tentang aksesibilitas dan
fasilitas-fasilitas untuk disabilitas dan prioritas ini, aku menemukan
berbagai hal yang menarik untuk mereka berjuang dengan keras membangun negara mereka, yang aku yakin dengan sangat bahwa
Uzbekistan akan menjadi salah satu “negeri inklusi” dunia.
Uzbekistan dan semua negara di dunia, bersama membangun
masa depan semua orang untuk bisa berada di dalamnya.
***
Uzbekistan, negeri dengan kota-kota kuno, pemandangan yang
menakjubkan, dan warisan budaya yang semarak.


