slogan leutika prio

Kategori Laporan Penelitian

1. Resource Sharing

Resource SharingPenelitian pengembangan model Resource Sharing - Blended Project Based Learning (RS-BPBL©) berupa website e-learning, e-book materi ajar, yang dapat mengatasi terbatasnya ketersediaan fasilitas e-learning yang dimiliki institusi, dosen, dan mahasiswa. Model paperless ini berkonsep pemakaian bersama sumber daya yang dimiliki mahasiswa dalam satu kelompok untuk pembelajaran berbasis proyek secara blended learning. Di antara hasil penelitian adalah buku “Resource Sharing - Blended Project Based Lea

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keefektifan Sekolah

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keefektifan SekolahKebijakan penyelenggaraan pendidikan tidak semata-mata menekankan pada pendekatan input-output analisys. Dalam kenyataan melalui pendekatan tersebut belum menunjukkan hasil yang diharapkan, karena kurang memperhatikan proses, padahal proses pendidikan sangat menentukan output pendidikan. Buku ini disusun untuk tujuan ikut memberikan bahan dan informasi kepada kepala sekolah, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, peserta didik, komite sekolah, segenap lapisan masyarakat peduli pendidikan, dan para pengambil kebijakan untuk melakukan refleksi terhadap praktik penyelenggaraan pendidikan selama ini, dan diharapkan mampu mendorong pembaca untuk melakukan refleksi terhadap pratik penyelenggaraan pendidikan khususnya di level sekolah sehingga mampu mengantisipasi dan secara proaktif dapat mengambil langkah-langkah untuk melakukan perubahan ke arah penyelenggaraan pendidikan menuju sekolah yang efektif.

3. Teori Wawancara Psikodignostik

Teori Wawancara PsikodignostikWawancara merupakan metode yang pertama digunakan dalam penelitian. Dengan berkembangnya waktu wawancara digunakan oleh semua displin ilmu, tidak terkecuali pskologi. Psikologi yang berfokus pada perilaku manusia tentunya membutuhkan teknik wawancara untuk memahami perilaku itu sendiri. Kemampuan wawancara adalah keterampilan yang harus dimiliki pada setiap lulusan psikologi. Hampir semua pekerjaan yang berhubungan dengan lulusan psikologi dilakukan dengan wawancara untuk melengkapi informasi ya

4. Pengetahuan Lingkungan Berbasis Riset

Pengetahuan Lingkungan Berbasis RisetBuku ini merupakan hasil kajian pustaka dan kegiatan riset yang dilakukan oleh peneliti terkait kualitas air sungai dan potensi tumbuhan air sebagai agen fitoremediator dengan dilengkapi kegiatan riset diakhir setiap bab

5. Bioetanol Alga Spirogyra, Bahan Bakar Masa Depan

Bioetanol Alga Spirogyra, Bahan Bakar Masa DepanKebutuhan bahan bakar semakin meningkat, hingga pada 2015, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia mencapai 1,5 juta barel per hari. Di sisi lain, produksi BBM nasional hanya sebesar 800 ribu barel per hari. Salah satu solusi yang dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah BBM adalah penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Produksi bioetanol di Indonesia menggunakan bahan baku dari makanan yang dikonsumsi manusia, yaitu tebu dan singkong. Penggunaan bahan panga

6. Sejarah Filosofis Bea Cukai

Sejarah Filosofis Bea CukaiSulit untuk menemukan institusi dengan mandat sekompleks Bea Cukai. Dia dimandatkan untuk mengumpulkan penerimaan negara, tapi dituntut untuk menjaga perbatasan. Dia diamanatkan untuk memudahkan perdagangan, tapi harus mengawasi setiap barang yang keluar masuk negara. Dia harus memberantas penyelundupan, meski tidak diberi kewenangan penuh untuk mengawasi pengangkutan barang di dalam negerinya. Bea Cukai barangkali menjadi institusi yang paling transformatif di dunia. Sebagai institusi yang waji

7. Ilmu Komunikasi untuk Semua: "Rainbow Days of Communication 2015"

Ilmu Komunikasi untuk Semua: Warnai hari-hari penuh ceria bersama Ilmu Komunikasi “Rainbow Days of Communication 2015” merupakan ide utama penyelenggaraan event ini oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang. Ajang “Rainbow Days of Communications” yang dengan kata lain adalah Hari-hari Pelangi Komunikasi dihadirkan sebagai wadah edukasi dan apresiasi bagi seluruh warga komunikasi di Sumatera Selatan, khususnya mahasiswa dan experts. Ke depan, ajang ini akan meluas ke seluruh Indonesia. Melalui tema besar “Communicate for a Future”, para insan komunikasi akan diajak untuk menemukan formula yang cemerlang dengan mengandalkan aktivitas komunikasi dan cara-cara lain yang inovatif dan kreatif demi mendorong sebuah pergerakan dan perubahan sosial yang berarti bagi kehidupan di masa depan. Adapun karya dalam buku ini merupakan hasil riset, kajian, dan analisa pustaka akademisi baik dosen maupun mahasiswa di bidang Ilmu Komunikasi dari beragam perspektif dengan tema utama “Ilmu Komunikasi Untuk Semua”. Buku ini dapat menjadi tambahan referensi bagi peminat Ilmu Komunikasi dan menjadi kontribusi bagi pengayaan literatur penelitian Ilmu Komunikasi untuk mengembangkan kajian Ilmu Komunikasi di Sumatera Selatan bahkan Indonesia yang lebih baik.

8. Toleransi Keruangan dalam Permukiman Padat

Toleransi Keruangan dalam Permukiman PadatPermukiman padat di kampung kota dengan berbagai karakteristik permasalahannya merupakan fenomena urban yang selalu terlihat pada kota-kota besar terutama di negara-negara berkembang. Hal ini terkait dengan adanya daya tarik pusat kota dengan pesatnya perputaran roda ekonomi yang berdampak pada derasnya arus pendatang memadati kota. Permasalahan ini belum diimbangi dengan penyediaan permukiman yang layak oleh pemerintah kota, sehingga masyarakat miskin kota mencari solusi dalam melakukan penyedi

9. Petani Tembakau di Indonesia, Sebuah Paradoks Kehidupan

Petani Tembakau di Indonesia, Sebuah Paradoks KehidupanPetani tembakau di Indonesia mengalami paradoks ganda. Pertama, sebagai warga dari negara agraris, kebanyakan dari mereka tetap miskin. Kedua, meski sangat kontributif terhadap tata niaga tembakau, petani paling dirugikan dalam tata niaga tembakau. Situasi semakin sulit karena mereka juga dijadikan bumper oleh industri tembakau dalam melawan gerakan pengendalian tembakau. Petani tembakau terjebak karena tidak memiliki enabling environment mulai di level mikro, meso, maupun makro. Buku ini memb

10. ANAK JALANAN (LATAR BELAKANG, DINAMIKA SOSIAL DAN JARINGAN)

ANAK JALANAN  (LATAR BELAKANG, DINAMIKA SOSIAL DAN JARINGAN)Akhir-akhir ini, perhatian terhadap orang jalanan kurang beruntung banyak mendapatkan perhatian. Negara harus memberikan perlindungan sosial kepada mereka, bukan dijadikan sebagai ‘sampah’ dalam masyarakat. Ide yang tertuang di dalam buku ini menguraikan tentang latar belakang, dinamika social, dan jaringan anak jalanan. Untuk mengetahui fenomena di atas, buku ini wajib dibaca oleh aktivis, akademisi, pemerhati, dan mahasiswa

11. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT (JILID 1)

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA GELOMBANG LAUT (JILID 1)Menurut Wahyuti (2000) potensi energi gelombang laut di Indonesia sekitar 20 - 70 kW/m muka gelombang. Namun sayang potensi yang besar ini tidak diimbangi dengan penelitian-penelitian yang cukup dan dapat dikatakan bahwa penelitian tentang konversi energi gelombang laut di Indonesia sangat sedikit. Selain memberikan konsep dasar sistem pembangkit listrik tenaga gelombang laut buku ini juga memaparkan sejumlah alternatif konstruksi anjungan penangkap energinya. Dalam suatu desain dan perencanaan instalasi pembangkit listrik bertenaga gelombang laut, pemilihan sturuktur anjungan yang feasible selain akan membantu memudahkan manufaktur dan mobilisasi konstruksi ke tempat penerapannya, juga akan membuat beberapa konsep baru rekayasa pemanfaatan energi gelombang laut tidak lagi terbentur pada masalah finansial ketika memasuki tahap aplikasinya. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada Prof. DR. Ir. Sutadji Suparlan M. (Mantan Direktur Utama PT. IPTN) dan Ir. Bambang Susatiawadi .M.Eng. (Mantan Staf Ahli Kementrian BUMN) yang telah memberikan arahan bagi penulis pada bidang Rekayasa Pemanfaatan energi Terbarukan. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Bapak Ir. Nasarudin Salam, MT. (Pembantu Rektor III UNHAS), Prof. DR. Ir.Syukri Himran M.Eng (Mantan Staf Ahli Pembangunan Bendungan Aswan Mesir) yang telah memberikan masukan berarti untuk penulisan buku ini. Beberapa model pembangkit lainnya akan diterbitkan pada Jilid selanjutnya. Semoga karya ini bisa memberi manfaat bagi perkembangan IPTEK Indonesia

12. PROSIDING SIMPOSIUM PENELITIAN BAHAN OBAT ALAMI XVI DAN MUKTAMAR XII PERHIPBA 2014

PROSIDING SIMPOSIUM PENELITIAN BAHAN OBAT ALAMI XVI DAN MUKTAMAR XII PERHIPBA 2014Jamu sebagai representasi obat berbasis bahan alam, memiliki sejarah panjang di wilayah Surakarta dan sekitarnya, maupun di seluruh Indonesia. Secara turun-menurun, penggunaan jamu untuk tujuan pengobatan menjadi kebiasaan yang menyebar luas di masyarakat. Karena itu potensi dan tantangan saintifikasi jamu dalam rangka menjadikan jamu sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan tamu terhormat di negara lain, merupakan tema penting dalam program pembangunan kesehatan Indonesia. Dengan peringkat kekayaan hayati terbesar di dunia setelah Brasil, banyak yang berpotensi untuk dijadikan obat, dan potensi hayati yang luar biasa ini perlu dieksplorasi dan dimanfaatkan untuk kesehatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia. Dari total 28.000 spesies tumbuhan obat di Indonesia, telah diidentifikasi 1.845 sifat obat. Hingga saat ini, telah 283 spesies yang telah dieksplorasi aktif senyawanya.”

13. Kompilasi Penelitian Gandum Universitas Andalas 2011-2013

Kompilasi Penelitian Gandum Universitas Andalas 2011-2013Buku ini merupakan kumpulan hasil-hasil penelitian tanaman gandum para mahasiswa Strata Satu (S-1) Fakultas Pertanian Universitas Andalas dan mahasiswa Strata Dua (S-2) Program Pascasarjana Universitas Andalas yang dimulai pada tahun 2011 hingga 2013. Aspek yang menjadi topik penelitian meliputi aspek agronomis, fisiologis, pengelolaan gulma, pemanfaatan kompos/bahan organik, dan pemuliaan tanaman. Banyak sekali kalangan yang meragukan bahwa tanaman gandum mampu tumbuh dan berproduksi dengan baik di Indonesia yang beriklim tropis. Karena memang gandum merupakan tanaman yang berasal dari daerah subtropik. Namun dari hasil penelitian yang dituangkan dalam buku ini, terbukti bahwa dengan pengelolaan yang baik, maka tanaman gandum dapat tumbuh dan berproduksi di Indonesia. Bahkan tingkat produktivitas tanaman gandum juga dapat ditingkatkan melalui berbagai tindakan modifikasi lingkungan tumbuh, seperti pemanfaatan bahan organik dan aplikasi zat pengetur tumbuh tanaman.

14. PEMPEK PALEMBANG Mendeskripsikan Identitas Wong Kito Melalui Kuliner Lokal Kebanggaan Mereka

PEMPEK PALEMBANG Mendeskripsikan Identitas Wong Kito Melalui Kuliner Lokal Kebanggaan MerekaDari ide awal sebagai oleh-oleh, pempek kemudian menjadi “Palembang yang bisa dibungkus” untuk bisa dibagi-bagi kepada orang lain yang ingin mengenalnya. Kuliner menjadi sebuah produk budaya yang istimewa karena tak hanya bisa dilihat, namun juga bisa dirasakan. Ketika pempek sudah masuk ke dalam mulut seseorang, secara sosial ia tengah berusaha untuk mengenal lebih akrab lagi dengan Palembang. Namun klasifikasi pempek mana yang dimaksud? Pempek kelas apa yang ditengarai mampu mempengaruhi sekaligus mengidentifikasi pempek sebagai produk pasar. Lalu apa wacana dominan yang melekat di masyarakat Palembang tentang pempek sebagai kuliner yang layak dijadikan ciri lokalitas kota mereka? Dari buku ini, Anda diajak untuk memahami tentang bagaimana makanan bisa menjadi identitas bagi seseorang. Selain mengungkapkan tentang temuan ragam kelas pempek di tataran konsumsi, buku ini juga mengklasifikasi tentang varian Pempek Palembang dalam tataran produksi yang ternyata berjumlah hingga 29 jenis. Buku ini juga mencoba mendeskripsikan tentang siapa itu Wong Kito, mulai dari sejarah diri, sejarah kota, karakteristik mereka, hingga bagaimana mereka menceritakan pengalaman kulturalnya dengan kuliner kebanggaan khas daerah mereka: Pempek Palembang. Menarik, kritis, dan lengkap. Dak mungkin Wong Palembang kalo dak seneng makan pempek. Makanan pokok Wong Palembang itu iyolah pempek. --Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin--

15. Totem(isme) Papua: Sebuah Penelusuran Karya Sastra Lisan

Totem(isme) Papua: Sebuah Penelusuran Karya Sastra LisanSekilas judul buku ini menggambarkan kepada pembaca tentang totem atau totemisme. Namun, jauh ke dalam terungkap bahwa buku ini adalah hasil penelitian karya sastra lisan di Papua. Mengapa unsur totem dan totemisme ini sengaja difokuskan penulis mengikuti metode dan teori penelitian sastra lisan? Karena penelitian sastra itu sendiri adalah usaha pencarian pengetahuan pemberimaknaan dengan hari-hati dan kritis secara terus-menerus terhadap masalah sastra.

16. Banjir Jakarta, Solusi Bukan Adaptasi

Banjir Jakarta, Solusi Bukan AdaptasiBanjir di Jakarta selalu menjadi masalah sejak dahulu. Siklus banjir di Jakarta juga semakin lama semakin kecil, dari semula R50 (setiap 50 tahun terjadi banjir besar di Jakarta di zaman Belanda), menjadi R20, R10, dan R5. Bukan tidak mungkin kedepannya siklus banjir akan menjadi setiap tahun apabila tidak dilakukan penanganan terpadu. Masalah semakin bertambah mengingat Ruang terbuka hijau di Jakarta kurang dari 10%, hanya 35% dari 48 situ di Jakarta yang berfungsi optimal, 1,4 milyar m3 air limpasan tidak meresap ke tanah sehingga menyebabkan banjir. Tiga belas sungai utama di Jakarta mengalami penyempitan sehingga kemampuannya mengalirkan air minim. Penurunan permukaan tanah karena pengambilan air tanah. Hutan yang ada di Jakarta hanya sekitar 0,72 persen dari luas wilayah. Berbagai permasalahan diatas dijawab pemerintah DKI Jakarta dengan mengajukan proyek-proyek raksasa seperti Deep Tunnel (Terowongan Multifungsi = TM) dan Giant Sea Wall (GSW). Pembangunan TM direncanakan menelan dana berkisar Rp 16 triliun dan selesai sekitar empat tahun. Sedangkan GSW menelan biaya sekitar Rp 100 Triliun dan memakan waktu 10 tahun. Proyek-proyek raksasa tersebut menjadi harapan masyarakat, untuk jangka waktu beberapa tahun kedepan. Sungguh hal yang ironis, apabila masyarakat diminta beradaptasi dengan banjir bukan diberikan solusi untuk mengatasi banjir. Jakarta baru, dibawah kepemimpinan Bapak Joko Widodo diharapkan dapat memberikan solusi yang taktis terhadap fenomena banjir yang selalu menghantui warga DKI ketika musim hujan.

17. Mob Papua (dalam Perspektif Sastra Lisan)

Mob Papua (dalam Perspektif Sastra Lisan)Bagaimana kabarnya mob Papua? Apa lagi kalau bukan kabar buruk. Mob Papua telah dijadikan objek komersil dalam jagat hiburan, telah menjadi sumber materi dalam pola hidup hedonis masyarakat Indonesia saat ini. Sayangnya, pergeseran fungsi mob Papua dewasa ini tidak diimbangi oleh adanya penelitian ilmiah tentangnya. Penelitian mob Papua sedapat mungkin dilakukan untuk tetap mempertahankan isi, bentuk, dan fungsinya dalam masyarakat Papua sebagai bagian dari masyarakat Indonesia. Dengan mempertahankan fungsi sosial dalam mob Papua, maka persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia niscaya akan tetap terjaga pula. Ada apa dalam ”ruang baca” mob Papua? Syukurlah, mob Papua sudah menyesuaikan dirinya dengan teknologi cyber (internet). Sehingga, penulis menyebutnya dengan cyber mob. Buku ini memang belum membahas tuntas mob Papua dari A sampai Z. Akan tetapi, boleh jadi buku ini adalah buku pertama yang merefleksikan dan mendeskripsikan sebuah kebudayaan tertua di Papua dalam kancah media on line. Buku ini dipersembahkan sebagai apresiasi atas masyarakat Papua yang terlahir humoris dan humanis, buku ini akan memberikan jawaban ilmiah tentang kesejatian budaya mob tersebut di atas bumi Papua. Pemaparan tentang cyber mob Papua dalam buku ini dibungkus oleh metodologi penelitian sastra lisan sebagai sebuah pisau tajam untuk mengupas bagian-bagiannya hingga ke selnya yang terdalam. Buku ini juga telah mencatat petisi penting dari penulisnya yang menyatakan bahwa mob Papua adalah budaya asli Papua, serta seluruh masyarakat Papua adalah pemilik asli budaya ini dulu, sekarang, dan nanti.

18. Mitologi Papua (Struktur, Nilai Edukasi, dan Preservasi Budaya dalam Mitos)

Mitologi Papua (Struktur, Nilai Edukasi, dan Preservasi Budaya dalam Mitos)Pengkajian dan penyusunan buku Mitologi Papua (Struktur, Nilai Edukasi, dan Preservasi Budaya dalam Mitos) merupakan sebuah penghargaan terhadap jati diri dan eksistensi masyarakat Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesian, memperkenalkan nilai-nilai positif dalam Mitologi Papua kepada seluruh anak bangsa merupakan upaya kecil bagi preservasi budaya luhur masyarakat Papua. Buku Mitologi Papua ini adalah hasil kajian terhadap struktur, nilai edukasi, dan konsep preservasi budaya Papua, sehingga diharapkan dapat memperkaya khazanah penelitian sastra lisan ber-genre mitos. Selain itu, juga diharapkan dapat menggairahkan tradisi baca tulis di Indonesia, terkhusus di tanah Papua. Agar diperoleh penjelasan yang sistematis, buku ini sengaja disusun dalam beberapa pokok bahasan dalam penggalan bab. Bab I merupakan bagian Pendahuluan yang mengemukakan tentang latar belakang, terminologi mitos dan mitologi, teori struktur Mitologi Papua, dan nilai edukasi sastra lisan; bab II berisikan pemaparan umum tentang etnografi Papua dan etnografi beberapa suku yang mendiami tanah Papua; bab III menyajikan teks Mitologi Papua; bab IV menguraikan struktur dan makna dalam Mitologi Papua; bab V mengemukakan tentang edukasi dan preservasi Mitologi Papua yang terdiri atas nilai edukasi dan upaya preservasi nilai budaya melalui Mitologi Papua; dan bab VI adalah bagian penutup yang berisikan simpulan serta sedikit catatan dari penulis. Selamat bermitos!

19. Karakteristika Daerah Aliran Sungai Tropika dan Pengelolaannya

Karakteristika Daerah Aliran Sungai Tropika dan PengelolaannyaPenyusunan buku ini dilakukan dalam rangka memenuhi tuntutan para mahasiswa tentang mempelajari pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) yang berhubungan dengan ilmu pertanian yang terkait dengan peningkatan pengelolaan lahan pertanian dan upaya-upaya pengendalian masalah lingkungan seperti kerawanan banjir, kekeringan dan longsor serta permasalahan lingkungan lain seperti pemanasan global akibat gas rumah kaca yakni karbon dioksida, gas methan dan gas lain yang telah hangat dibicarakan pada saaat ini. Penulis didorong oleh adanya tuntutan tersebut untuk menyelesaikan sebuah hasil karya yaitu berupa buku teks, diktat dan terjemahan dan sebagainya yang akan dijadikan tambahan buku bacaan bagi mahasiswa sehingga mempercepat transfer ilmu pengetahuan kepada anak didik atau mahasiswa. Buku ini merupakan ramuan dari hasil penelitian kami , bahan seminar pada seminar-seminar dan kongres dan jurnal, jurnal yang telah terbit disamping itu ditambah dari beberapa buku lain yang terkait baik yang diterjemahkan dan disitir dari buku teks, prosiding dan jurnal-jurnal yang menyangkut pengenlolaan daerah aliran sungai.

20. Perkembangan Komunitas Politik

Perkembangan Komunitas PolitikAwalnya buku ini merupakan bagian dari seri bacaan kuliah yang telah dipersiapkan sebagai bahan ajar untuk mata kuliah Sosiologi Politik di Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang. Namun berkembang menjadi seri bacaan, sebagai bahan pembuka wacana dan awal diskusi pada setiap awal sesi pertemuan kelas Sosiologi Politik, dimana mahasiswa mendapat keleluasaan untuk mengembangkan pemahaman mereka sendiri dengan memanfaatkan buku ini sebagai panduannya. Karena itulah, buku ini merupakan hasil ramuan pemikiran dan diskusi dari berbagai sumber yang berwibawa secara akademik dan diskusi intensif dengan para peminat politik, serta rangkuman hasil pengalaman penelitian yang penulis lakukan terutama berkaitan dengan perilaku pemilih dan Pemilukada bersama teman-teman surveyor dari Lingkaran Survey Indonesia, Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat, serta rekan-rekan di Ford Foundation.


Sebelumnya [1] [2] Selanjutnya
Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni