slogan leutika prio

Kategori Kumpulan Cerpen

61. Menjemput Lazuardi, Kumcer Pemenang Metamorfiction

Menjemput Lazuardi, Kumcer Pemenang Metamorfiction“…Wanita baik-baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki baik untuk wanita yang baik pula…” (Q.S. An-Nur:26) Raisa selalu memercayai kutipan ayat Alquran An-Nur: 26. Ia tidak pernah berpikir akan menikah dengan seorang laki-laki yang memiliki masa lalu yang buruk. Akankah ia tetap memercayai firman-Nya, setelah ia mengalami kehidupan pernikahan yang jauh dari bayangannya. Yurie Zhafiera

62. INDIGO

INDIGOInda Nugraha Hidayat, geus moal aya nu bireuk deui pikeun para fikminer katut pamacana di lapak FBS mah. Fikmin-fikminna teu weleh matak pogot macana. Dina ngolah jejerna, tokoh-tokohna,ngolah basana, ngarugal-rigel plotna, estu dumasar kana tinimbangan nu enya-enya daria. (Godi Suwarna, Sastrawan, Kuncén FBS) Ambahan fikmin Inda lega pisan. Rupa-rupa jejer kalayan tapis diolah jadi karya fikmin nu matak pogot macana. Sakapeung bangun hayang humariring dina kedaling tresna nu dimomotan rupaning harti rangkepan, sakapeung fikminna midangkeun carita-carita nu saliwat asa basajan, tapi ana diteuleuman, bet karasa éndahna, da puguh Inda 'cumarita' jeung rasa tur pakakas basana kaitung pepek. Enya, da lian ti ngarang fikmin, Inda gé panyajak. Mindeng karasa dina fikminna, akeulan kalimahna mibanda musikalitas nu matak genah macana, plastis, tur dina takeran nu pas. Teu matak giung. Kalan-kalan deuih muncul fikminna nu leuwih karasa spontan. Plotna jalingeur, midangkeun adegan nu matak kéom, tapi ogé 'aya eusian'. Humor nu nyamuni, temahna lain wungkul matak kapiasem, tapi ogé mekelan 'pikiraneun' pikeun nu maca. (Nazarudin Azhar, Sastrawan, Nu Ngadegkeun Lapak FBS) Dina tradisi kasastraan, Garut tara towong ngalahirkeun pangarang ti generasi ka generasi. Munculna Inda Nugraha Hidayat nu leukeun ngarang sajak jeung fikmin, nandakeun éta tradisi tuluy lumangsung. Papadaning kitu, Inda tuluy kudu galungan jeung waktu nepi ka kapangaranganana enya-enya kauji jeung diaku ku balaréa. (Darpan, Sastrawan)

63. Flying In Love

Flying In LoveUntuk kalian yang selalu datang ke tempat awal pertemuan. Untuk kalian yang idealis, yang selalu berkata “hidup tetap hidup tanpa kisah percintaan yang manis”. Omong kosong! Sungguh hanya sebuah kumpulan cerpen tentang pemahaman cinta manusia bumi. Flying in Love, selamat membaca.

64. AYAH, Lelaki dengan Sejuta Cerita

AYAH, Lelaki dengan Sejuta CeritaSejatinya orang tua adalah mata cahaya yang tak pernah tertutup. Kehadiran buku ini seperti menyingkap tabir kabut yang selama ini menudungi seorang kepala rumah tangga, bahwa kasihnya tak kalah hebat dari seorang ibu!! (Benny Arnas, penulis novel “Bersetia”) *** Ayah adalah sosok lelaki yang jarang disebut dalam sebuah karya namun tak berarti ia tidak ada. Banyak kisah tersembunyi darinya dan kisah itu kini telah hadir di hadapan anda. Kasih sayang ayah kadang bukan kata-kata manis atau sebuah tutur kata lembut serta tangan-tangan yang membelai lembut. Ada hal yang kadang terlupa bahwa ayah adalah makhluk Tuhan dari jenis lelaki yang kurang berperasa dibanding wanita. Ia lebih sering mengandalkan logika hingga terkesan memaksa. Kisah-kisah perjuangan ayah dan cara ayah mengasihi keluarganya semuanya terangkum dan disajikan secara apik dalam buku antologi ini. Semoga buku ini dapat menjadi inspirasi bagi kita, insan- insan yang mencintai Ayah, dengan segala keterbatasan mereka. Salam Pena Emas II.

65. Topeng Manusia

Topeng ManusiaIni adalah negeri kebalikan, dimana manusia berotak kecil sedangkan monyet sangat cerdas. Ini adalah negeri kebalikan, dimana monyet memakan nasi dan pisang dijadikannya camilan. Ini adalah negeri kebalikan, dimana monyet bisa berbahasa Indonesia dan manusia hanya ber-ukuk-akak. Di negeri ini, bisa kau lihat para monyet menguasai jalanan. Bisa dibilang mereka memang menguasai setiap inci tanah di negeri ini. Monyet-monyet itu berlalu lalang menggunakan mobil dan sepeda motor. Ah, betapa hebatnya! Monyet-monyet di negeri kebalikan, mereka menganggap diri mereka paling istimewa. Mereka bilang manusia tak berotak sehingga seringkali mengolok-olok dengan menggunakan kata “manusia”. Di jalan contohnya, apabila ada yang menyalip kendaraan mereka secara tidak sopan mereka akan berteriak “MANUSIA!” Tidak hanya kata manusia sebenarnya, mereka juga meneriakkan spesies lain yang mereka anggap rendah, seperti asu, jangkrik, atau wedhus, dan masih banyak lagi. “…niat yang baik, proses yang baik, akan menghasilkan karya yang baik. Akhirnya, saya mengucapkan selamat berkarya, selamat menyalurkan dan menebarkan energi positif.” Prof. Dr. Wahyudi Siswanto – Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. “Saya menyambut gembira atas hadirnya buku Antologi Cerpen “Topeng Manusia” kelahiran pena anggota Komunitas Penulis Anak Kampus (Kompak)-Malang. Semoga saja proses kelahiran ini menjadikan karya-karya para penulis tumbuh sehat dan mampu bersaing di kancah kepenulisan, mampu menjadi karya yang bermanfaat bagi orang lain, mampu dewasa dan menghasilkan karya-karya terbaik setelahnya.

66. KONTROVERSIAL - Kumpulan Cerpen AKSARA SALMAN

KONTROVERSIAL - Kumpulan Cerpen AKSARA SALMANKontroversial berarti bersifat menimbulkan perdebatan. Bukan tanpa sebab buku kumpulan cerpen ini kami beri judul “Kontroversial”. Kami harapkan sebelas cerpen dalam buku ini dapat memicu pembaca untuk berdiskusi ataupun berdebat dengan pembaca lain yang juga membaca buku ini atau minimal berdiskusi atau berdebat sendiri dalam pikiran kepala masing-masing. Sebagai contoh, cerpen pertama dalam buku ini yang berjudul “Kontroversial” seharusnya akan memicu “perdebatan” dalam pikiran setiap pembaca dengan timbulnya pertanyaan ‘apa yang mungkin terjadi selanjutnya?’. Atau, cerpen kedua yang berjudul “Bertemu Malaikat Maut” seharusnya akan memicu “perdebatan” dalam pikiran setiap pembaca dengan timbulnya pertanyaan ‘apa yang sebenarnya terjadi?’. Cerpen-cerpen dalam buku ini memang sengaja ditulis dengan mengangkat berbagai isu/tema cerita yang berpotensi menimbulkan perdebatan atau diskusi lebih lanjut. Isu-isu yang kami angkat dalam kumpulan cerpen ini antara lain isu negara (politik), kemanusiaan, keluarga, sosial kemasyarakatan, cinta (romansa), persahabatan, hingga seni hiburan. Kami berharap setiap pembaca dapat menemukan hal-hal menarik dalam setiap cerpen dalam buku ini untuk didiskusikan atau bahkan diperdebatkan lebih lanjut. Salah satu tujuan berdirinya Aksara Salman ITB adalah untuk membudayakan aktivitas literasi di dalam masyarakat. Kegiatan literasi yang berlanjut setelah membaca adalah berdiskusi atau mengkaji tulisan yang dibaca.

67. 2 Jejak Aksara

2 Jejak Aksara‘Gadis lugu itu sekarang menjadi ibu. Dan laki-laki yang ditunggunya hingga pagi menjelang, adalah satu-satunya cinta yang ia tahu. Mesti sampai air mata darahkah agar kekasihnya itu tahu, tiap detik merindu? Mengeluh, merindu, perlahan datang lalu terbang mengitari jiwanya selayak kekupu. Juga cemburu yang meruah…’ Tukiyem Menggugat. ‘Kelak, suatu ketika engkau menjejakkan kakimu di negeri para Daeng, sempatkan singgah ke simpang empat Jalan Korban 40.000 Jiwa,…’ Mie Rasa Rindu. ‘Lagi …dan kembali, menunggu ditemani waktu yang bisu …, sama-sama tergugu oleh tak pedulimu, tidakkah kau tahu … dalam rinainya ada keteduhan, membawa kesegaran dalam sesak yang gersang, bila tiada niat ‘kan datang …, maka tak perlu salahkan hujan …’ Menulis Hujan. Baca juga coretan romantis dalam : Sakura Hokkaido, Rindu Sebanyak Rintik Hujan, dan Pelangi dari Cokelat. Sebagaimana penulisnya, 2 Jejak Aksara sarat kesederhanaan juga penuh kebaikan. -Bayu Ambuari-

68. Simoan

Simoan...Satu tendangan ke arah rusuk kanan, Fernando terpental, terbentur di sebuah televisi. Satu tendangan lagi, dua tendangan, tiga pukulan menggunakan senjata, Fernando terlempar ke dinding, jatuh mengena meja kaca, terkapar di atas kertas yang berisi propaganda perlawanan. Darah tiba-tiba mengalir dari hidung mancung Fernando. Air matanya pecah, berhamburan di lantai. Ia bergulung kesakitan, seperti berasa tulangnya retak. Fernando belum mati, namun setengah mati... (Penggalan cerpen “Manifesto, Hujan, dan Polisi”) “...Cerpen-cerpen Rajif bagi saya semacam ekspedisi perasaan. Saya menganggapnya sebagai usaha untuk masuk ke ranah interior, mengungkap sudut paling peka dari manusia yang senantiasa menghadapi beragam konflik yang mengelilinginya, baik itu konflik budaya, modernitas, sampai yang lebih sentimentil berupa kenangan dan pergolakan batin antar lelaki dan wanita. Ia juga memainkan simbol-simbol untuk memperdalam dan memperindah pengungkapannya. Sebuah ekspedisi yang layak untuk terus dijalani sampai ke titik paling sunyi...” (Sungging Raga, Cerpenis)

69. Sampah Dunia

Sampah DuniaSampah. Satu kata ini mungkin bisa memunculkan banyak pikiran di benak kita. Menjijikan, bau, kotor, tidak berguna. Kata-kata itu mungkin sangat cocok untuk mendeskripsikan sampah. Tapi itu hanya kemungkinan, mungkin. Karena sampah bisa diramu menjadi topik seru yang dekat dengan kehidupan kita semua, selaku mahkluk penyampah. Begitulah setidaknya dalam pikiran kelima pengarang ini. Dalam cerpen Anak Sampah karya Rachel Meidina Maharani dan cerpen Sampah Istimewa karya Diana Prasanti mengungkapkan lika-liku kehidupan anak tukang sampah dan problem sosialnya. Sampah juga tidak hanya menjadi masalah di kehidupan nyata, tetapi dapat juga masuk dan mencemari dunia mimpi seperti yang diungkapkan Patricia Anita dan Claudia Febriana dalam cerpennya Sampah oh Sampah dan Dunia Plastik. Selain sampah dan persoalan sosialnya, muncul pula sampah dalam problematika percintaan khas remaja. Masalah percintaan dan sampah muncul dalam cerpen-cerpen Leonardo Johanes dan Claudia Febriana. Bagaimana sampah dapat menjadi topik seru dan dekat dalam kehidupan kita sang mahkluk penyampah? Anda dipersilahkan masuk ke dalam Dunia Sampah.

70. Possibilities

PossibilitiesBarely Impossible Sebuah kecelakaan kecil membuat kaki Oren patah untuk sementara. Oren yang tidak ingin menerima kenyataan justru iri pada kakaknya yang mahir melukis. Mengetahui hal tersebut, sang kakak rela melakukan apa pun untuk membangkitkan Oren. Fais and Voice Terlahir sebagai seorang gadis bisu membuat Fais menutup diri. Terlebih berada di antara keluarga pemusik yang hebat. Meski berbagai cercaan selalu menghujaninya, ia ingin membuktikan jika kekurangan bukanlah hal yang dapat membuat ia jatuh terpuruk. Seven Things Setelah empat bulan koma, Violetna Dawai akhirnya sadar dengan berbagai keajaiban. Ia kembali hidup dengan tujuh harapan yang ia ingin dapat terlaksana sebelum benar-benar meninggalkan dunia.

71. Kau Tetap Indonesiaku

Kau Tetap IndonesiakuLibur semester telah membawa Karin, seseorang yang awalnya biasa-biasa saja, cuek, dan tidak terlalu memperhatikan keadaan sekitar, akhirnya ikut terjun ke dalam perjuangan untuk memperkenalkan budayanya di mata dunia. Tentu itu bukanlah hal yang mudah. Akankah ia sanggup menyelesaikan misinya tersebut? Bagaimana dengan cerita lain tentang budaya Kalimantan Tengah? Semuannya terangkum dalam buku ini.

72. Pohon Apel (Obrolan Ayah dan Anak tentang Kehidupan)

Pohon Apel (Obrolan Ayah dan Anak tentang Kehidupan)Pohon Apel adalah potongan-potongan kisah yang terjadi dalam keseharian seorang ayah dan anak. Hal-hal sederhana seperti acara reuni sang ayah, jam dinding, pohon, kehujanan, atau truk pengangkut sapi, menjadi bahan obrolan singkat yang mereka lakukan di tengah-tengah pertemuan singkat ruang keluarga, halaman, atau ruang makan. Sebagai ayah, tak pernah sekalipun ia memuji anaknya. Kekalahan-kekalahan seperti mendapatkan nilai ujian yang buruk hingga mendapatkan anugerah berupa surat beasiswa S2 dari universitas ternama luar negeri, tak luput mendapatkan kritikan pedas dari sang ayah. Dalam buku ini, cinta dan kasih sayang sang ayah kepada anaknya memang tidak dibahasakan dalam kalimat “I Love You” atau sapaan sayang lainnya. Akan tetapi, melalui sikap cueknya itu, sang ayah sebenarnya ingin mengajarkan pada anak sulungnya bahwa hidup memang sesederhana itu, tak usah takut mendapatkan nilai buruk dan bersikaplah biasa-biasa saja pada hadiah besar yang diberikan kehidupan. Dengan dibungkus oleh kalimat-kalimat pendek dan obrolan yang sederhana, buku ini tak hanya mencoba mengungkapkan cinta ayah pada anaknya, akan tetapi keindahan-keindahan di balik hal-hal kecil yang mereka temukan dalam kehidupan mereka yang sederhana.

73. Saat Warna-Warni Berbicara

Saat Warna-Warni BerbicaraWarna-warni selalu berbicara, ia selalu mewarni hidup ini bagai sinar pelangi. Antara nilai kehidupan, harapan hidup, kasih sayang selalu bersama dengan warna-warni ini selalu terukir. Ada warna makna kehidupan, makna harapan, makna arti cinta. Ya, warna-warni ini tak pernah memilah-milih diri. Ia mendengar, ia melihat, dan ia tafsiri semua itu. Di jalan bumi ini. Di hidup insani.

74. Langit Samudra

Langit SamudraSeribu kisah terekam dalam satu lapisan yang melengkung luas. Tentang duka, luka, dan sepi. Dan jika lapisan itu adalah langit, izinkan aku menjadi samudranya. Agar lengan kecilku dapat dengan mudah menggapainya di ujung pandang. Sadness of Falls Jika saja aku bisa memilih pada siapa aku akan jatuh cinta, tentu aku takkan memilihmu. Sebab mencintaimu ibarat memaksakan salju tatkala hujan tiba. Menyenangkan untukku, namun tidak bagi yang lain. Warm Winter “Lihat lebih jauh, betapa ia mencintaimu. Saat hatinya bergemuruh, juga berdenyut menyaksikan kepergianmu. Berilah dia toleransi, Nai.” “Cinta tak bisa dipaksakan.” “Lucu sekali karena kenyataannya adalah kau memaksakan cintamu berpindah hati ketika sebuah nama masih terukir jelas disana.”

75. Jejak Cahaya, Antalogi kisah perjuangan muslim dalam menjemput hidayah

Jejak Cahaya, Antalogi kisah perjuangan muslim dalam menjemput hidayahMemuat berbagai kisah islami dan inspirasi para tokoh dalam mencari hidayah. Diantaranya ketegaran seorang muslimah dalam melawan penyakitnya,datangnya hidayah dari sahabat,datangnya hidayah untuk berhijab serta berbagai kisah lainnya

76. The Dream Complication

The Dream ComplicationSemua hal hebat dimulai dari sebuah mimpi. Orang hebat dan para idola yang dikenali dunia memulai perjuangan dari keberanian memeluk mimpi. Fotografer, seorang anak pedalaman yang meraih bintangnya, gadis berkekurangan fisik yang pantang menyerah, sampai pegawai kantor yang tidak ingin hidup membosankan kami ceritakan disini. Kami percaya semua diawali dengan mimpi dan langkah yang pasti, walau selalu ada badai menghadang.

77. Sarang Tawon, Cibong, dan Olimpiade

Sarang Tawon, Cibong, dan OlimpiadeGoresan tinta tentang kehidupan sehari-hari menyelipkan catatan remaja Kalimantan Timur untuk pemuda Indonesia Berbingkai suara hati untuk para malaikat Ditaburi berbagai kisah dari tepian Mahakam

78. Love Journey

Love JourneyPerjalanan cinta sungguh sulit diterka. Berhenti di suatu titik. Tiap titik yang penuh warna. Terkadang di luar logika, bahkan sanggup mengetarkan rasa. Kisah cinta yang bertujuan sama: hidup, bahagia dan mati berselimutkan cinta di hati, namun ada yang tak terduga. Menghalangi cinta. Pengkhianatan tak bertepi. Benci yang keji. Akankah cinta mampu tegak berdiri dengan keyakinan yang berasal dari nurani? Sebab kala cinta memanggil ikutilah jalannya, meski jalan cinta terjal, berliku dan mendamparkan ke titik nadir. Jatuh Cinta, Kasmaran, Pengharapan atau Kekecewaan, adalah beragam rasa yang kerap mewarnai hidup, dan beragam rasa itu pula yang mewarnai cerita-cerita dalam buku ini. Dengan kemampuan bertuturnya, Bona Ventura mampu merangkai berbagai rasa dan emosi itu menjadi sebuah kumpulan cerpen yang menarik dalam buku ini. (Ira Lathief, Penulis 15 buku, termasuk Normal is Boring, Do What You Love, Love What You Do) Cerita mengalir cepat namun tidak tergesa-gesa dalam menuntaskannya. Menyentuh hati, kaya rasa dan imajinasinya. Ringan dan sesuai untuk melepas penat dan sangat memanjakan pikiran Anda. (Desiree, Fasilitator Nasional Pendidikan; Penulis buku karakter anak)

79. 13 (Tiga Belas)

13 (Tiga Belas)Sidang hendak berakhir, tetapi tertahan oleh ucapan Dr. Amir. “Coba sodara lihat di nomor……….” Dr Amir seperti sengaja memancing rasa penasaranku. Sesaat aku merasa bingung juga dengan maksud dari beliau, hingga kemudian aku teringat akan imajiku beberapa waktu lalu sebelum sidang. “Hah??? Aduhh…pliiss jangann….jangan dibahas yang itu….” Harapku dalam hati. “Tiga belas……” tegas Dr Amir. “Jiaaaahhhhhh…..” responku. “Coba kamu baca…..” Dr Amir kembali menegaskan, dan aku tak bisa mengelak. “Pake microphone nya…..” kata Dr Amir lagi. Hah??? Masa pake Mic sih?? Kan nanti terdengar ke ruang tunggu, didengarkan oleh peserta yang lain. Dan akhirnya tanganku meraih microphone, mulutku terbuka dan berkata….. Ada apa sebenarnya dengan nomor tiga belas dalam cerita tersebut? Sebegitu pentingkah? Atau justru bermasalah?Akankah angka 13 menjadi angka sial dalam persidangan itu? Temukan cerita selengkapnya dalam salah satu cerpen di buku ini. Nikmati juga alur-alur menarik yang disuguhkan dalam cerpen lainnya.

80. Give Me a Reason

Give Me a ReasonCewek tomboy yang kerap dipanggil Gy. Ia bekerja sebagai editor di perusahaan penerbit di Kota Malang. Pagi itu, di tempatnya bekerja kedatangan karyawan baru, temannya mengenalkan namanya Yuda Prasetya, Yuda Prasetya, nama itu terlalu mirip dengan orang yang dulu ia kenal di masa lalu. Mungkinkah itu Yuda yang selama ini masih dipikirkannya? Yuda yang sudah sampai di meja kerjanya. Mengambil beberapa obat di laci mejanya dan segera meminumnya. Ia tidak bisa terus-terusan membuang waktunya seperti ini. Ia harus segera mengajak Audy berbicara dan menjelaskan kesalahpahaman yang selama ini terjadi. Apakah seseorang yang dimaksud Audy adalah orang yang sama dengan seseorang yang pernah dikenalnya dimasa lalu? Masih ada kesempatan atau penyesalan bagi cerita masa lalu Audy.


Leutika Leutika