slogan leutika prio

Kategori Kumpulan Cerpen

81. Dandelion Dalam Rindu

Dandelion Dalam RinduArie Rachmawati is a talented author who knows how to tell a compelling story. “Cinta Sebatas Angan” is a moving story of love that crosses the boundaries of culture and distance. Arie writes with skill and sensitivity which captures both the mind and the heart. (Max Ridgway, musician/gitaris)

82. Kronologi Sebuah Lamaran

Kronologi Sebuah LamaranBuku ini berisi pemikiran sederhana mengenai konsep sebuah keluarga, kisah cinta remaja, dan hak laki-laki untuk menangis.

83. Icha dan Bunga Mawar

Icha dan Bunga MawarBuku ini adalah kumpulan cerita pendek kolaborasi 2 penulis Imam Dairoby Mashur dan Pipih Purbaningrat. Kumpulan Cerita pendek anak-anak ini terdiri dari 9 buah cerita pendek yang bercerita tentang keseharian anak-anak yang ceria. Dituturkan dengan bahasa yang sederhana tetapi sarat dengan makna. Tokoh seperti Icha, Dendy, Kiki, Putri dan lain-lainnya dalam buku ini semoga bisa menginspirasi anak-anak yang lain untuk mengasihi sesama dan makhluk hidup lainnya. Bagaimana Icha bersahabat dengan bunga mawarnya, bagaimana dendy melantunkan adzan pertamanya, juga kiki yang bersikap jujur serta ada putrid yang berjuang untuk menghidupi dirinya. Anak-anak adalah sumber inspirasi dan anak-anak juga adalah sumber keceriaan.

84. Sakura No Shita Ni

Sakura No Shita NiTak ada perubahan tiap musim semi Sakuramu tetap berguguran Aku sudah kembali Mengingat tarian-tarian Sakuramu Yang bersama semilir angin menyentuh Guguran Sakuramu seperti mengirimkan nadanya Yang membawaku terbang ke angkasa Bersamamu Hingga menelanjangi seluruh batin kita

85. Cinta Tak Sampai

Cinta Tak SampaiSegala bentuk kasih dan pengorbanan yang diberi tak mampu meluluhkan hati. Kebahagiaan yang diimpikan tak terwujud dalam nyata. Namun dengan niat, kesabaran, dan keikhlasan hati, mereka tetap bertahan dalam kesetiaan. Ingin tahu bagaimana ketulusan, kesabaran, dan kesetiaan mereka? Silakan temukan di buku ini, Cinta Tak Sampai.

86. Pulang ke Kotamu

Pulang ke Kotamu... Handi semakin yakin bahwa ia masih memiliki tempat di sebuah rumah di kota tua ini. Kepergian Ranti tak turut mencabutnya dari keterikatan dengan Alif dan Dio. Seperti janjinya dulu kepada Ranti, bahwa ia akan menjaga Alif dan Dio sepanjang umurnya. ... bahwa tanpa kehadiran Ranti pun dua pemuda yatim piatu itu tetap menjadi anak-anaknya. Merekalah yang mengabadikan jejak kenangan cinta kasih antara dirinya dengan Ranti di kota itu. Kenangan itu pula yang mengawal janjinya untuk selalu setia menjaga Alif dan Dio mengarungi hari hingga saatnya ia pergi menyusul Ranti ke rumah abadi.

87. Ibu (Antologi Puisi Dan Cerpen Persembahan Cinta Untuk Ibu)

Ibu  (Antologi Puisi Dan Cerpen Persembahan Cinta Untuk Ibu)“Aku suka ceritanya, sederhana tapi menyentuh, apalagi ini cerita tentang ibu.” Meyda Sefira Artis, Pemeran ”Husna” dalam Film Ketika Cinta Bertasbih *** Maka, tak jadi soal jika sesuatu yang ‘sublim’ akan hadir pada karya-karya yang mampu menikahkan dirinya dengan ibu penuh cinta, seperti dalam buku ini, setiap bulu kuduk akan berdiri memberi hormat kepada makna-makna yang merujuk kata ibu, sebab dari sanalah ia yang hanya dianggap ada di saat-saat merinding pun, dilahirkan. Sobih Adnan Penikmat puisi dan cerpen, aktif di Komunitas Seniman Santri (KSS) *** Dialah, Ibu…. Tidak ada sutera yang begitu lembut seperti belaian Ibu. Tidak ada tempat ternyaman selain pangkuan dan pelukan Ibu. Tak ada bunga yang lebih cantik selain senyuman dan kebahagiaan Ibu. Kasih sayang, kepedulian dan cintanya yang tanpa batas menginspirasi para penulis untuk menuangkannya dalam sebuah karya. Antologi Cerpen berpadu dengan puisi-puisi indah membuat buku ini layak menjadi bacaan inspiratif untuk semua kalangan. ... Sisi unik seorang Ibu dituangkan secara detail. Semuanya terangkum dan disajikan secara apik dalam buku antologi ini. Semoga buku ini dapat menjadi inspirasi bagi kita, insan- insan yang mencintai Ibu, dengan segala kesempurnaan mereka. Salam Pena Emas.

88. Cinta Bumi Gora

Cinta Bumi GoraBumi Gora itu Indonesia Juga Kawan! Banyak orang berkata-kata, tapi tak memiliki makna. Abu ‘Amr Al Jahizh berkata, komposisi terbaik adalah bila makna dikandung oleh kata-kata sepenuhnya. Anda akan terkesima membaca Keris Lombok, Parafu, Duka Tambora, atau Balada Minyak Lala, juga yang lainnya. Lihatlah Indonesia dari bumi yang lain. Indonesia bukan hanya Jawa dan Bali, bukan hanya Sumatera dan Kalimantan. Gora, menyimpan kekayaan sejarah, filosofi, sastra, dan budaya. Bukan hanya pujian kosong bahwa pembaca akan terpana membaca bait-bait budaya Bumi Gora yang tidak akan ditemukan di bumi Indonesia yang lain. Jadi, siapkah Anda berkelana bersama saya, menyelami bagaimana ending mengejutkan dari para penulis ini? Sinta Yudisia (Penulis Berdarah Sasak), Penulis Novel Best Seller The Road to The Empire I & II Tukang Tutur SUCIPTE JAMUHUR ALIMIN SAMAWA ASLUL KHITAN PARLINA WI AKHI DIRMAN AL-AMIN MUTIA PUTRI FAQIH ADZ-DZAKY YUSDIANAH CITRA MAY

89. Lelaki dalam Kisah

Lelaki dalam KisahKita sering menghitung berapa banyak orang menyakiti kita dan meninggalkan kita, tetapi kita tak pernah menghitung berapa banyak kita telah meninggalkan Tuhan dan Tuhan tak sekali pun meninggalkan kita. Dalam buku ini terangkum beberapa kisah tentang bertahan dalam kesabaran seorang lelaki. Sabar laksana kepompong sebelum menjadi kupu-kupu yang indah. Sabar seperti pohon pinus yang bertahan di musim salju, untuk menebar harum di musim semi.

90. HADIAH UNTUK KEKASIHKU

HADIAH UNTUK KEKASIHKURasanya tidak adil hidupku bila sakitku mengalahkan semua titik yang seharusnya lebih berarti untuk kulangkahi... banyak hal yang membuatku sakit, namun akan membuat banyak hal di hidupku menjadi kuat.

91. Ciuman untuk Eros

Ciuman untuk ErosSegala yang berhubungan dengan seksualitas selalu diartikan aib, haram, tabu. Padahal, tanpa seksualitas, manusia akan segera punah dari muka bumi. “Ciuman untuk Eros” adalah sebuah wujud perjuangan bagi seksualitas manusia. Memperjuangkan seksualitas yang didosakan atas nama moralitas dan agama. Memperjuangkan seksualitas yang dikotori oleh mereka yang memanfaatkannya tanpa otak. Memperjuangkan seksualitas yang dipelintir sehingga hilang sisi kemanusiaannya.

92. Selaput Hati

Selaput HatiSelaput hati adalah antalogi cerpen yang mengumpulkan kisah-kisah penggugah rasa, menggambarkan cinta dari berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. Cinta itu adalah sebuah pertanyaan bersambut dengan jawaban dari belahan jiwa. Cinta itu sulit di ungkapkan dengan kata-kata, hanya terasa dan terukir dalam lautan kalimat yang bersemayam kaidah cinta. Rasa yang menguatkan untuk bertindak, mengambil keputusan dari ketulusan hati dengan mengarahkan dan terarah menuju jalan yang benar. Cinta itu mengajarkan ketegaran, ketulusan dan ketertarikan apa adanya. Tapi cintapun dapat terkikis, berubah dan menghilang dengan cepat. Hanya cinta sejati yang saling menguatkan dengan mengartikan cinta dalam selaput hati.

93. PUSH THE LIMIT AND FLY

PUSH THE LIMIT AND FLYUntuk sejenak saya ingin mengajak anda berhenti dari semua kesibukan dan kegaduhan dunia sejenak berhentilah dan nikmati hidangan yang saya berikan dalam buku ini, saya ingin mengajak anda berpetualang menjelajah menembus dimensi ruang dan waktu dalam cerpen yang berjudul time travel, dan berkeliling ke ruang angkasa melihat dari kejauhan rumah kita planet bumi serta mengitari milky way Selain itu dalam buku ini anda juga diajak untuk merenung tentang hari akhir dalam cerpen yang berjudul end of days, tidak hanya itu berbagai factor yang menyebabkan kiamat juga akan dibahas Tidak hanya menjelajah ruang angkasa dalam buku ini juga dibahas prilaku atom atom yang sangat unik bagaimana mereka dapat terbang menari seperti malaikat dalam surga anda bisa membacanya dalam push the limit and fly. Ramalan tentang masa depan juga akan dibahas dalam buku ini diantaranya dalam cerpen yang berjudul energi masa depan, juga akan dibahas bagaimana cara meramal bursa saham dengan menggunakan sains Buku ini membahas tentang sains dalam aplikasi kehidupan sehari hari mulai dari benda benda ruang angkasa yang fantastis dan eksotis seperti black holes sampai prilaku benda terkecil yakni atom atom dalam semesta ini, selamat menikmati!

94. Keringat Lelaki Tua, Kumpulan Cerpen

Keringat Lelaki Tua, Kumpulan CerpenKumpulan cerpen ini sebagian sudah dimuat di Harian Kaltim Post dan dikirim dalam berbagai even. Cerpen-cerpen ini ditulis pada tahun 2008 ke atas. Banyak refleksi kemanusiaan kita temukan dalam cerpen-cerpen ini. Di sinilah kelebihan cerpen-cerpen Sunaryo Broto. Meski cara berceritanya datar, tapi selalu saja ada titik-titik yang membuat kita sebagai pembaca merasa tersentuh dan tersentak. Sentuhan dan sentakan itu bisa berasal dari tampilnya beragam karakter manusia dan cerita yang mengelilinginya. Dalam “Pada Sebuah Buku, Pada Seorang Kawan”, misalnya, kita tersentuh oleh cerita nostalgia zaman menjadi mahasiswa dalam keadaan keterbatasan fasilitas dan finansial. Sentuhan itu dipertajam dengan hadirnya tokoh Joko yang sampai sekarang pun masih hidup dalam keterjepitan ekonomi. Cerpen “Doa Ibu”, kita bisa digoda untuk teringat pada ibu kita masing-masing dengan berbagai cerita nostalgia yang kita alami. Romantisme keluarga dengan menampilkan indahnya kehidupan “berselara masa lalu” ini juga terulang setidaknya dalam cerpen “Mudik Lebaran” dan “Keringat Lelaki Tua”. Di cerpen “Doa Ibu”, selain dibawa bernostalgia kita juga diajak berdiskusi tentang kearifan kultural, semisal pada kasus tokoh “Ibu” dan beberapa tokoh lain yang memegang teguh tradisi. Tokoh “Aku” sebagai wakil anak muda atau generasi modern yang tidak percaya pada mistisisme generasi lama ternyata tetap tak bisa lari darinya dan ketika ingin mendobrak ia mengalami kegagalan. Cerpen “Galeri Librari Nurseri” menampilkan kisah kehidupan orang tua yang bahagia dengan masa tuanya. Dari sini kita tergoda untuk gemas pada kehidupan kemanusiaan kita. Kenapa tidak semua bisa memiliki jalan hidup yang lurus-lurus seperti itu? Kenapa harus ada cerita sedih? Kenapa harus ada yang hidupnya dibayang-bayangi oleh was-was, ketegangan, dan pertikaian? “Bagaimana Rasanya Dicium Artis Setenar Desi Ratnasari?” dengan bahasa yang tidak langsung telah mengkritik fenomena lunturnya penghargaan keperempuanan. Para perempuan telah melucuti perhiasan yang secara sakral tersemat dalam dirinya dan melakukan desakralisasi. Tokoh “Anton” tak siap menerima kenyataan bahwa “Sri Lestari” yang dulu lugu itu kini terbiasa berciuman dengan lelaki. “Kurban Sapi” membuat kita terhenyak dan tersadar bahwa seringkali justru orang-orang dari kalangan bawah atau miskin lebih memiliki keikhlashan dalam bekerja untuk kemanusiaan dan ghirah dalam menjalankan ajaran agama. Perihal orang miskin dan terpinggirkan ini, dalam konteks diskusi yang berbeda, juga muncul dalam “Puisi Guru dan Sekolah Laut” dan “Cerita Sendu dari Marangkayu”. “Sepasang Sandal Tertinggal di Masjid Nan Dou Ya” sangat menarik. Beberapa hal menggelitik kita; tentang kesahajaan hidup, barang-barang mewah yang justru membelenggu pemiliknya, kejujuran manusia, serta keragaman budaya. Persoalan keragaman budaya juga sedikit tersinggung dalam “Pesan Rindu dari Kathmandu”. Cerpen ini juga menghadirkan tema romantik dan kita menjadi trenyuh menyaksikan ketegaran perempuan yang mengalami loneliness hidup sebagai janda di negeri orang. Dari luar dia tampak sebagai aktivis yang energik, tapi di sebalik itu adalah kesunyian dan getir.

95. SYAIR BUAT AYAH

SYAIR BUAT AYAHSyair buat Ayah, merupakan Kumpulan dari cerita Pendek, Esei, Pantun dan Pidato..... Yang mana didalamnya dipersilahkan para pembaca untuk memberikan penafsirannya sendiri perihal apa yang dapat ditangkap dari deretan kata-kata yang tidak beraturan ini. Terasa sulit sekali saya untuk memilah golongan apa tulisan yang masuk ini. Pada ranah berbagai macam pemunculan karakter-karakter yang ingin saya ungkapkan. Saya memang agak kesulitan dengan memberi penekanan, bahwa cerita pendek pada masing-masing bab ingin memberi pesan tentang karakter religious, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli social, tanggung jawab dan masih banyak karakter lainnya yang tidak dapat saya ungkapkan karena terlalu universalnya. Marilah semua ikut merenungkannya agar dapat semua diambil hikmah walaupun masih banyak kekurangan yang ada. Minimal saya sudah berusaha untuk menyumbangkan semaksimal mungkin gejolak pikiran saya dalam hal tulis menulis ini yang masih jauh dari sempurna.

96. Samarinda Under Attack

Samarinda Under AttackSamarinda terus diguncang berbagai persoalan namun diskursus untuk menjadikan Kota Samarinda sebagai hunian bersama yang nyaman dan aman tak juga mengemuka. Pikiran, gagasan, harapan dan juga keinginan untuk menjadikan Samarinda semakin baik untuk semua berserak di mana-mana, tak terhubung sehingga tidak berkembang menjadi sebuah daya kekuatan untuk mendorong perubahan oleh dan untuk semua pihak. Semua tulisan tentang Samarinda ini dibingkai dalam “Kenduri Menulis Kreatif” dengan label “SAMARINDA UNDER ATTACK – SUA”.

97. Untaian Kata dalam Khutbah Dhuha

Untaian Kata dalam Khutbah DhuhaEntah apa yang dipikirkan Kardi, ketika dia begitu tega menampar Andini anaknya yang baru berusia 8 tahun. Andini berlari menuju ibunya dengan memar kemerahan di pipi kirinya. “Sakit, uhh uhhh ibu sakit” “Kenapa kamu sayang, kamu jatuh?” Isak masih terdengar walau begitu sendu, butiran air mata mengguyur pipi manis yang dihiasi rambut sebahu dan juga tentu luka memar yang meronah namun tak indah. Suaranya terbata-bata ketika ingin bicara. Ibunya menatap wajahnya dengan mata yang berbinar, tak tega malaikat kecilnya menangis begitu menyentuh, dipeluknya Andini dengan erat dan juga tetesan air mata yang mengikuti rintihan tangis anaknya. *** Kardi bersimpuh di bawah kaki istrinya, dia menagis merengek lebih sendu dari tangisan Andini tadi. “Mas meminta kekuatan dalam hidup, Allah memberika cobaan agar doa mas terkabul. Allah tidak akan memberikan cobaan yang tidak sanggup dipikul oleh hambanya mas”. Lestari mengangkat badan Kardi mereka berpelukan dalam derai air mata, Andini mencoba memeluk kedua orang tuanya dengan tangan yang mungil serta rona merah yang kini begitu indah. Tamparan permersatu, ronah merah yang kini begitu indah ketika untaian kata dalam khubah dhuha menjelma.

98. Teka-Teki Pagi Pesona Mimpi

Teka-Teki Pagi Pesona MimpiAku hanyalah seorang wanita yang tidak memiliki siapa-siapa dan sudah difonis oleh dokter tidak akan hidup lama. Aku hanyalah seorang wanita yang memiliki penyakit kanker darah. Aku cinta kau Dzeko dan tentu aku cinta City gadis manisku. Tuhan jaga cinta mereka. Air mataku jatuh berlinang, terasa jutaan tombak menancap dalam hatiku setelah membacanya. Ternyata begitu berat hidupnya dan aku hanya menambah beban dalam hidupnya. Lalu tiba-tiba terdengar seseorang membuka kunci rumah. Aku tahu itu pasti dia tante, yang datang. Ketika pintu itu terbuka kulihat tubuh itu, tubuh yang penuh dengan beban, beban karenaku, tetapi tetap sangat mencintaiku. Kupeluk tante erat-erat, lalu kubisikan padanya.

99. Prasasti Sepertiga Malam

Prasasti Sepertiga MalamBismillah, aku bertekat untuk amalkan ilmuku, bahagiakan Umiku. Allah masih memberikan aku waktu untuk itu. Selama ini kukejar karomah di mana-mana, kucari orang-orang sholeh untuk tenangkan jiwa. Namun, kini tetanggaku, sahabatku saudaraku berdatangan menjengukku, mendoakanku, memberikan sebagian rejekinya bagiku dan mereka juga orang-orang sholeh.

100. Merombak Senja

Merombak Senja“Kakak kuliah di sini?” tanyanya kemudian. “He’em” kuanggukkan kepalaku. “Jadi orang kuliah enak gak Kak?” sesaat aku terpana mendengar pertanyaan Bayu. Bagiku kuliah itu pusing. Tugas yang terus menumpuk. Tetapi, tidak mungkin aku menjawab pertanyaan Bayu sejujur itu. Aku memutar otak mencari jawaban sekiranya Bayu mengerti. “Kuliah ya ada enaknya, ada juga tidak enaknya.” “Gak enaknya apa Kak?” tanyanya penuh rasa ingin tahu. “Ga enaknya ya kalau tugas lagi numpuk.” jawabku sekenanya. Bayu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kalau kuliah mahal gak Kak bayarnya?” “Ya sedikit mahal.” “Kalau udah gede Bayu juga pengen kuliah. Tapi Emak gak punya uang. Kata Emak, kalau Bayu pengen kuliah, Bayu harus jadi anak pinter dulu. Kalau Bayu pinter kan Pak Presiden pasti mau bayarin kuliah Bayu. Kalau udah kuliah kan Bayu bisa jadi pilot. Bener gak Kak?” Rasanya aku seperti tersengat listrik dengan daya berjuta-juta watt mendengar celotehan Bayu. Aku bingung harus menjawab apa. “Iya… Emak Bayu benar. Kalau Bayu mau kuliah dan jadi pilot, Bayu harus pinter dulu.” “Tapi gimana mau pinter, tiap pulang sekolah Bayu harus cari rongsok. Habis magrib baru pulang. Kalau abis nyari rongsok Bayu capek. Bayu kan gak ada waktu belajar.” Ada rasa putus asa menyelimuti wajahnya.


Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni