slogan leutika prio

Kategori Kumpulan Puisi

121. Kemisterian Cinta

Kemisterian CintaTernyata cinta merupakan sebuah kemayaan namun sangat mudah dirasakan, sesuatu yang indah namun tak sedikit orang dapat menangis karenanya. Cinta adalah sebuah anugrah dari Sang Khaliq, dan kita mesti mensyukurinya.

122. CINTA 3 EPISODE

CINTA 3 EPISODEEsok, aku minta sebuah tinta, tinta terakhir yang akan kugores dengan cinta yang akan ku bingkai dengan sejuta pesona, berjuta makna...

123. Cerita Senja

Cerita SenjaBuku kumpulan cerita pendek ini berisi sepuluh cerita pendek dari lima penulis anggota FLP Blora. Setiap penulis membawa tema yang beragam dengan nuansa Islami dan bahasanya dikemas dengan santai.

124. Kepingan Mozaik

Kepingan MozaikSetiap manusia pasti memiliki kepingan-kepingan mozaik dalam hidupnya. Maka temukan dan susunlah kepingan-kepingan itu. Memang tak semuanya indah. Namun kita harus tahan melihat ulat jika kita ingin melihat kupu-kupu.

125. Bait-Bait Hati

Bait-Bait HatiTelah kulewati 100 mimpi denganmu Dipenuhi sajak bintang, terang indah dan damai Tapi kau tak menyapaku Ada apa gerangan? Wajahmu ditekuk terbuai lamunan Ah… seberapa menganga lukamu Hingga tawa pun sirna Tahukah kamu kawan, Betapa hati ini sunyi tanpa kalian Masa indah saat bersama kalian Saat suka duka melebur dalam kehangatan Kehangatan cinta kasih bersama kalian Akankah hal itu kan terulang? Ah, aku terbuai Terjatuh pada empuk rerumputan yang melambai tanpa lunglai Dihiasi aneka warna dan ragam bunga yang menawarkan semerbaknya Mewangi cinta menyeruak merasuk sukma Indah… Nikmat-Nya yang mana lagi yang pantas kudustakan?

126. Dari Sebuah Senja

Dari Sebuah SenjaSembilan puluh sembilan sajak dalam buku ini adalah sejumlah sajak yang terkumpul sebagai usaha pendokumenta¬sian, ditulis antara 1987—2000. Tidak ada kriteria pemilihan maupun penggolongan yang dipergunakan. Sajak-sajak ini merupakan semacam catatan harian, semacam catatan impresionistik terhadap suasana, peristiwa, atau pemikiran yang kebetulan berkelebat dan tertangkap pena untuk dituangkan menjadi sajak. Ada jarak waktu antara penulisan sajak-sajak tersebut dengan penerbit¬annya. Masing-masing punya proses kelahirannya sendiri-sendiri. Tidak ada satu benang merah pun yang dapat dijadikan pegangan untuk menghimpun sajak-sajak ini ke dalam antologi yang diberi judul Dari Sebuah Senja. Pemberian judul semacam ini hanya sebatas kemunculan yang relatif berulang dalam beberapa sajak. Senja bisa jadi hanya sebuah kenangan atau mungkin sebuah obsesi yang menarik untuk ditangkap dalam sebuah potretan impresi puitis.

127. Aku Pecandumu

Aku PecandumuSatu hal yang kamu perlu lakukan adalah membalikkan kertas ini ke lembar selanjutnya. Itu saja. Buku ini akan membawa kamu untuk terus membalikkan lembar demi lembar, hingga kamu semua menyadari bahwa di balik lembar selanjutnya itu sudah sampul buku ini sendiri. Sama seperti hidup ini, kita terus membalikkan lembar hari-hari kita, hingga tanpa sadar kita sudah mencapai lembar akhir dan menemukan sampul hidup itu sendiri. Harus kembali ke awal, kembali seperti semula.

128. Angin Kerinduan

Angin KerinduanSeperti apa Rindumu berjalan di atas air pagi ini Bersama tanah yang kerap kau pijak Setelahnya….

129. SURAT MENJELANG LEPAS LAJANG

SURAT MENJELANG LEPAS LAJANGKumpulan puisi dari 2001 sampai 2011, yang disunting dari berbagai kumpulan puisi yang selama ini terbit. Baik kumpulan puisi tunggal maupun kumpulan puisi bersama. *** Ratna Ayu Budhiarti menulis puisi dengan segar dan enak dibaca. Hal ini bukan hanya berlaku buat puisinya yang naratif, namun juga puisinya liris. Kesegaran ini, saya kira, muncul dari sikap kepenyairannya yang riang dan gembira. Misalnya dengan enak ia menggunakan bahasa sehari-hari untuk puisinya, dengan enak pula mengangkat penggalan cerita dari film, novel, lagu atau apapun sebagai ide. Tentu saja semua ini dilakukan dengan kreativitas serta intensitas yang terjaga. Buktinya, dengan menggunakan bahasa yang rileks dan komunikatif ini tidak membuat puisinya menjadi kehilangan kedalaman atau daya tenung. (Acep Zamzam Noor, penyair) *** Ratna terus mengembangkan dirinya jadi penyair, dan ia tidak main-main dengan apa yang ditulisnya itu. (Soni Farid Maulana, penyair, esais)

130. Persekutuan Dua Kepala

Persekutuan Dua KepalaSebuah antalogi yang berisi perenungan-perenungan dalam bentuk puisi dari kehidupan penulis dan sekitarnya.

131. Matikan Aku Saja, Tuhan!

Matikan Aku Saja, Tuhan!Membaca puisi-puisi di sini seperti mengarungi panorama penuh bukit batu. Ada jejak goresan luka pejalan yang terekam, dan dikirimkan dalam gaung rintih dan asa. Citraan kesendirian memantulkan pendar-pendar pertanyaan kepada pembaca tentang bagaimana hakikat napas dan kehidupan. Dengan gaya ungkapnya, torehan kata yang terhampar memberikan keindahan tersendiri, yang memang sering menjadi sangat subyektif, sebagaimana perasaan itu sendiri. Sebagai penyair muda, Fiyan Arjun (dan semua penyair) tentunya akan memasuki beragam suasana, yang menurut saya akan lebih baik jika berasumsi bahwa setiap puisi yang tercipta barulah merupakan awal dari sebuah pencarian. Penanaman anggapan seperti ini akan menantang penyair untuk memasuki alam petualangan karya yang lebih dalam, sarat nuansa berbeda dan baru, serta lebih mendebarkan, sehingga akan membantu terjaganya sebuah proses kreatif yang berkelanjutan. (Budhi Setyawan, Penyair)

132. Ramadhan dan Daun Kenangan

Ramadhan dan Daun KenanganRamadhan… Nama bulan yang tentu tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat. Walau telah sering melintas di telinga masyarakat, ia ibarat sosok wanita idaman yang sangat rupawan. Bak seorang bidadari yang membawa berjuta keindahan di tengah panasnya pergolakan bumi. Bak seorang teman lama yang sangat dinantikan kedatangannya. Di tengah kerinduan kita terhadap bulan ini, antologi puisi “Ramadhan dan Daun Kenangan” ini hadir, menemani kerinduan para pembaca. Bak oase di tengah gurun sahara, puisi-puisi ini mengalir. Bak rentetan selongsong peluru rangkaian kata demi kata tersusun. Membuat hati ini semakin rindu dan terus merindukan bulan yang agung ini. Kami persembahkan antologi puisi “Ramadhan dan Daun Kenangan” ke hadapan para pembaca, dan selamat menikmati indahnya lambaian kata-kata yang terukir didalam tiap barisnya.

133. TILAS WAKTU

TILAS WAKTUBuku antologi puisi Tilas Waktu memuat beberapa puisi yang ditulis oleh penyairnya dalam rentangan waktu antara tahun 1977 sampai sekarang. Buku ini memuat puluhan puisi dengan berbagai variasi tema seperti cinta, kematian, spiritual, filsafat hidup.

134. KETIKA HATI BERKATA

KETIKA HATI BERKATADari kisah-kisah asmara penulis sendiri dan juga kisah asmara teman-teman penulis, yang kemudian penulis tuangkan dalam sebuah puisi.

135. Merangkai Tiram

Merangkai TiramSebuah kumpulan puisi sarat makna yang sayang jika dilewatkan. . .

136. Senandung Subuh

Senandung SubuhDalam berbagai kitab telah dibahas bagaimana indah dan dahsyatnya Allah menciptakan waktu subuh yang penuh berkah. Sekaligus sebagai cobaan bagi orang-orang yang beriman. Sajak dan buku ini hanya mengais sedikit dari ketakjuban saya pada waktu subuh.

137. Mengajakmu Bermain Layang-Layang

Mengajakmu Bermain Layang-LayangMengajakmu Bermain Layang-layang “… membuat saya teringat banyak hal dan pada akhirnya kembali merenungkan “hakikat” jalan.

138. Romansa 36 (Kumpulan Puisi Harian On Line Kabari Indonesia)

Romansa 36 (Kumpulan Puisi Harian On Line Kabari Indonesia)Semua coretan ini dimuat dalam harian online Kabari Indonesia, berharap ada asa, harapan, dan semangat mengalir di antara rangkaian kata seorang aku, ibu, istri yang meyakini proses dan perjuangan.

139. Suhuf-suhuf Kenangan

Suhuf-suhuf KenanganAntologi “SUHUF-SUHUF KENANGAN” merupakan sentuhan manis, sebagai penulis mereka mampu menorehkan tautan waktu masa lalunya menikam seolah menagih kesuksesan dan arti motivasi yang meluap tak terbendung, perjuangan tiada henti-henti menjadi selimut bagi muda-mudi bangsa yang berburu makna dan kata. Perkembangan ini merupakan salah satu faktor dalam perubahan pemikiran serta lahirnya sebuah karya dalam kesehariannya.

140. Justin Bieber My Idol

Justin Bieber My IdolSebuah persembahan dari para fans untuk sang idola.


Leutika Leutika