slogan leutika prio

Kategori Kumpulan Puisi

81. Rindu Berkisah

Rindu BerkisahMalam terbingkai rinai yang berderak Kecipak iramanya mainkan nada rindu Rindu pada sepenggal kisah yang terserak Dulu, saat kedewasaan belum mampu kitaramu Nuansa rindu bersinergi dalam riak sang rinai Rinai yang tak jemu menyirami kegersangan kalbu Setia menyirami bunga-bunga yang bermekaran di taman hati Rindu pun berkisah dan mengenergi dalam selaksa harap

82. PUZZLE Cinta : Romansa Ruang Hampa Cahaya

PUZZLE Cinta : Romansa Ruang Hampa CahayaCoretan hati dari Dira Ernawati (AsmaraDea), seorang Dosen Teknik yang jatuh cinta setengah mati dengan dunia fiksi dan puisi. Puzzle Cinta adalah kumpulan puisi pertamanya yang bercerita tentang berbagai rasa cinta yang manis, pahit, hambar dan kadang perih, semuanya lengkap tersaji disini. Total lebih dari 50 keping puisi terangkai untuk mewujudkan PUZZLE Cinta yang penuh rasa. Beberapa judul puisi yang menggelitik untuk dinikmati : Aku siap, sayang!, Pasung rasaku, Mencumbu rindu, Menunggu

83. Gulali Cinta

Gulali CintaDalam fase remaja, labilitas merupakan sebuah keniscayaan. Dimana setiap remaja selalu menemukan dirinya di zona yang sama. Dia akan terjatuh, terhanyut atau terseret arus, adalah pilihan masing masing. Namun setidaknya ada satu hal yang menjadikan labilitas sebagai perangai dan sosok yang sedang mencari. Kemudian ia keluar dari goa dan menyentuh secercah cahaya. Penanaman nilai kehidupan dari seorang remaja -yang mencari dirinya, novelis dan jurnalis muda Fifi Al Fiana Rasyidah tidak dapat dip

84. Dari Biru hingga Abu-abu

Dari Biru hingga Abu-abuKumpulan karya ini syarat dengan nilai imaji yang berpotensi menjadi sumber penyambung lahirnya inspirasi. Gaya, diksi, larik, dan tipografi telah dikemas dengan kandungan daya ungkap amanat yang dapat menjadi diskripsi jati diri penulis yang tampak sudah memiliki kekuatan memposisikan diri. Semua terpancar pada pribadi Putra, yang senantiasa terbaca sejak awal pertumbuhan karya hingga berbagai prestasi menguatkan makna yang terformulasi dalam kumpulan puisi ini. ( Suyoso M.Pd ) Pergolakan batin, kepekaan sosial, dan suara hati yang melankolis menjadi warna kental dalam kumpulan puisi ini. Kreativitas, daya imajinasi, dan kepekaan sosial yang dimiliki Syahputra Wibowo ibarat setetes air di padang gersang. Sejuk dan memiliki daya dorong motivasi yang kuat untuk berkreasi. ( Rohmad Widiyanto, M.Hum ) Dunia remaja penuh pesona dan angan, begitu juga dengan sosok Syahputra Wibowo. Ia masuk mengarungi perkembangan zaman. Ia masih muda belia tetapi sudah berkarya melalui kumpulan puisi yang luar biasa, sebagai tanda diri menjadi pemerhati bangsa. ( Moliati, S.Pd )

85. Melukis Waktu

Melukis WaktuKOMUNITAS SABDA BUNIAN adalah wadah bagi para pemula-penggiat sastra dan seni untuk mengembangkan kreatifitasnya. Komunitas yang terbentuk pada 17 April 2011 lahir dengan tekad memberikan dan menambah warna baru dalam kesusastraan Indonesia, khususnya Kota Tanjungpinang, Dengan semboyan “Satu Sabda Gurindam Jiwa”, mengukuhkan semangat kesatuan dan persatuan anggota komunitas untuk membangun dan mewujudkan mimpi-mimpi bersastra, dan berkesenian khususnya di ibu kota Provinsi Kepulauan Riau ini. Tentunya dalam berekspresi kearah positif suatu karyanya serta konsisten dalam bertutur dan bertindak untuk memunculkan ide-ide dan tindakan kreatifnya.

86. Romansa 13

Romansa 13Membaca Kumpulan Sajak Romansa 13, yang digoreskan oleh pena siswa siswi SMA Negeri 2 Sekayu serasa menikmati alunan lagu yang romantis. Ada lagu tentang matahari, rumputan, cinta ibu, angin, bahkan pantai yang mengalun merdu. Para penyair yang sedang tumbuh tersebut mencoba menggalunkan lagu-lagu romantis dalam bahasa puisi yang menggugah imajinasi. Aku ingin menjaring matahari /Dengan mata telanjangku /Tak peduli seberapa panas dan perih /Aku akan tetap menjaring matahari/Aku ingin membunuh rembulan/Dengan sesosok pungguk yang merinduinya (“Aku Ingin”). Personifikasi yang hidup dan menggugah imajinasi. Demikian juga: jikala aku seonggok debu jangan pernah kau genggam aku terlalu erat, / karena aku akan terikat dan keluar dari sela-sela jarimu (“Jika aku Seonggok Debu...”. Personifikasi yang mencoba menyadarkan pembaca mengenai hakikat keberadaan kita. Masih banyak penjelajahan imaji lainnya yang kesemuanya membawa kesegaran dan mendorong kita untuk menikmatinya.

87. Mengabadikan Kita : Tentang Perjalanan Senja

Mengabadikan Kita : Tentang Perjalanan SenjaAku namai ini rindu sebuah debaran dada sebelah kiriku dan baris puisiku yang tak mampu aku tuliskan hingga entah. Aku masih menunggu di sini, Nona. Di tepian telaga ketika senja merayap diam dalam rintik matamu. Aku rindu. Jika kamu adalah pagi, aku akan selalu merindukanmu seperti nyanyi puisi yang mencintai sajaknya Suatu kejutan yang tak terkira bisa memenangkan sebuah event yang luar biasa ini. Sebelumnya saya hanya coba-coba buat ikut event BYT ini untuk mencari pengalama

88. Mengejar Senja

Mengejar Senja“Mengajak pembaca berkelana dalam rangkaian kalimat laksana mengarungi samudera yang berisi riak dan gelombang serta karang yang menantang. Cinta dan rindu tidak akan pernah habis dalam kehidupan, tinggal bagaimana kita memaknainya, karena petunjuk itu bukan milik, perkataan, dan kalimat manusia.” (Soetan Radjo Pamoentjak - penulis kumpulan puisi Keris Tua Merajah Malam)

89. Dejavu Rindu

Dejavu Rindusudah ada

90. Ayo! Masuk Ke Duniaku

Ayo! Masuk Ke DuniakuDunia anak adalah dunia yang sangat mengasyikkan. kita bisa menemukan banyak hal yang unik dan menarik dari dunia tersebut. kumpulan puisi anak ini berisikan segala sesuatu yang ada dalam dunia anak-anak. tema dan isi dari puisi-puisi yang ada, meruapakan segala hal yang ditemui dan dirasakan oleh anak-anak setiap hari. kumpulan puisi ini juga memuat nilai-nilai karakter yang sangat dibutuhkan anak-anak untuk membantu mereka menjadi anak yang kreatif dan cerdas. kreatif dan cerdas dalam menyikapi segala hal yang ia temui dalam dunianya yang unik dan menarik.

91. Sekuntum Padma di Seberang Jendela

Sekuntum Padma di Seberang Jendelasebab saya pernah mendengar cinta, maka saya menikmati alunannya. sebab saya pernah membaca cinta, maka saya kemudian menuliskannya. sebab saya pernah mengalami cinta, maka saya mesti siap bila terluka. sebab cinta yang menjadikan saya sebagai manusia, maka saya tak hendak menghujat manusia lainnya. sebab sekian catatan cinta dalam buku ini bukan catatan cinta biasa, maka nikmati saja sampai halaman akhir tanpa mulut nyinyir atau mencibir.

92. PELANGI SEPERTIGA MALAM

PELANGI SEPERTIGA MALAMaku berpuisi di sini hari ini karena belati tak lagi tajam bernyanyi biar penaku menatah prasasti di bawah Arasy biar puisiku merobek langit membelah bumi Puisi adalah rehat bagi jiwa yang penat. Puisi adalah penawar dahaga di tengah teriknya sahara. Namun lebih dari itu, puisi adalah cermin tempat kita berkaca tentang eksistensi diri di hadapan Sang Pencipta. Ia adalah barisan kata tempat kita mengeja kehendak dan keagungan-Nya. Maka puisi adalah dzikir untuk mengingat-Nya. Maka puisi adalah

93. Sepasang Sayap yang Menerbangkan Ingatan

Sepasang Sayap yang Menerbangkan IngatanMengapa perlu puisi? Bukankah hidup tak melulu serangkaian kata? Bukankah hidup ini nyata, seperti air yang bisa kau sentuh? Apa artinya kata-kata, jika kau masih punya penghapus untuk membuatnya hilang jadi cerita Mengapa perlu puisi? Bukankah tak semua kegundahan harus dilantunkan dengan indah? Bagaimana dengan marah-marahku? Bagaimana dengan resah-resahku? Sesekali aku ingin memaki; kepadamu juga kepada hidup yang berputar-putar--membuatku jengah dan kau masih meminta sebuah puisi? Sesekali aku ingin teriak; dengan sekotor-kotornya kalimat dan akan membuatmu berhenti meminta Masihkah perlu puisi?

94. Detak Takut

Detak TakutAhh..., ternyata Hirish Prako yang saya kenal mampu untuk menulis puisi. Melankolis, jenaka, marah, cinta, semua menggambarkan ekspresi sang penulis. Gender itu memang konstruksi sosial mas! Bukan karena hanya ada yang menggantung di dalam celana (hal 27) hahaha...Sesungguhnya puisi-puisi dalam buku ini, memperlihatkan sisi feminitas penulisnya. Selamat menikmati. (Nurul Arifin, perempuan aktivis dan politisi) Kata-kata sering jadi kehilangan makna justru ketika ia diuntai, ditata secara berlebihan, dan dipolitisasi. Hirish Prako tidak termasuk dalam golongan penyair yang suka berlebih-lebihan. Kata-katanya sederhana, efisien, seperti hujan lewat. Imajinatif. Mengingatkan kita pada Haiku, puisi klasik Jepang. Banyak peristiwa melintas. Seperti dalam siaran berita di televisi. (Adhie M Massardi, mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid. Kini Koordinator Gerakan Indonesia Bersih) Buku puisi “Detak Takut” karya Hirish Prako adalah refleksi kehidupan sehari-hari penyairnya yang penuh warna. Salah satu warna itu adalah takut. Ketakutan sebenarnya penting untuk menghargai hidup yang penuh tantangan. Ada kebimbangan, kesepian, ketakpastian, cinta, tragedi, dilema, pilihan, pertemuan, pengkhianatan, kegelisahan, dan beragam situasi yang dihadapi. Hidup tanpa ketakutan seperti sayur tanpa garam. Namun hidup yang disandera ketakutan, seperti tersesat di ruang waktu, berujung sia-sia. Selamat pada Hirish Prako yang telah menghadirkan dialog jujur dalam puisi-puisinya. (Fadli Zon, politisi dan budayawan)

95. Elegi Anjing

Elegi AnjingAminati “Di antara desah, aku terisak.” Andi Gunawan “Ia menunggu sebuah pelukan berhenti mengimani dirinya sendiri.” Arther Panther Olii “Sesungguhnya, apa yang kita jelang? Dari pertemuan-pertemuan yang diaminkan musim, dari silih berganti cuaca, gamang jua yang hadir begitu panjang.” Asyari Muhammad “Setiap senja tiba kau tak juga pergi dari pelabuhan, berdiri menatap kapal, melawan angin.” Aulia Soemitro “Sekali lagi aku membantahmu. Merokok di atas kasur tak berlapis.” Bintang Pradipta “Di bilik pengakuan dosa ini, dia membatu di hadapanku.” Hajral Sofi “Di neraka banyak lonte yang masih ranum payudaranya.” Kadek Sonia Piscayanti “Aku masih terjaga. Terjaga raga, terjaga jiwa.” Muhtar Rais “Wanita itu berjalan bersama sepotong hati yang tak laku sisa malam tadi.” Nanang Suryadi “Malam kian menebal. Cinta membuatnya kian bebal. Dan rindu yang banal.” Ramadhan Aditya “Terkadang memang ada hal-hal yang tak perlu dipertanyakan dan tak harus memiliki jawaban.” Ryan Pradana “Sejatinya aku telah pulang, Nona.”

96. Sekotak Coklat Untuk Sahabat

Sekotak Coklat Untuk SahabatKata orang bijak, hidup adalah pilihan. Dalam memilih itu dibutuhkan sebuah keberanian agar bisa bertanggung jawab atas apa yang telah menjadi pilihan kita. Karena itu dibutuhkan introspeksi diri agar kita bisa lebih bijak dalam menyikapi sesuatu. Berbagai cara dapat dilakukan seperti dituangkan dalam sebuah puisi. Dalam buku kumpulan puisi yang berjudul Sekotak Cokelat Untuk Sahabat yang ditulis Rika Widya Sukmana ini ingin berbagi atau mengungkapkan perasaan dan pengalaman penulis yang di dalamnya banyak menyangkut tentang hubungan antara Tuhan, manusia dan kehidupan, sehingga buku kumpulan puisi ini banyak memuat nilai-nilai yang bermanfaat untuk pembaca agar bisa dijadikan sebagai cermin. Salah satu puisi berjudul Jangan Pernah Kaucoba Narkoba. Penulis memberikan warning keras untuk tidak sekali-sekali bersentuhan dengan narkoba. Penyalahgunaannya bisa berakibat pada kerugian, baik materi maupun nonmateri, serta penyesalan. Penulis mengilustrasikan narkoba sebagai racun berbisa yang bisa menjalar melalui darah sampai otak. Merusak sistem saraf manusia. Warning lebih keras ia sajikan dalam bait terakhir. Jangan pernah kau coba narkoba Karena ia adalah racun berbisa Menjalar melalui aliran darah ke otak anda Merusak sistem saraf manusia Jika kau mencobanya kau ceburkan dirimu ke dalam lautan dosa Jauhi narkoba Jangan pernah kausentuh dia Jika kau tak ingin menyesal keesokan harinya Buku ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Puisi Religi, Puisi Cinta, Puisi Biologi, Puisi tentang anak, Puisi tentang wanita, keluarga dan orangtua, dan Puisi campuran.

97. RODA GILA CINTA

RODA GILA CINTADalam dunia dan manusia terdapat sesuatu kekuatan yaitu Roda Gila Cinta, yang siap menghantarkan Anda kepada aneka arah jalan dan ruang dimensi terdiri dari emosi, pandangan, kehidupan, dan semangat. Hati-hatilah dengan Roda Gila Cinta Anda itu. Siapkan diri Anda untuk kuat dalam mengendalikan Si Roda Gila Cinta. Begitu gelap dan terangnya cinta dunia. Ini adalah ekspresi diri dalam mengungkapkan perasaan cinta, baik itu kepada manusia, alam, dan ALLAH SWT Sang Maha Pencipta. Hanya kepada cinta-NYA kita selalu tercahayakan. Arahkanlah menuju sesuatunya yang Agung dan Abadi. Buku ini menyajikan berbagai rasa dan gejolaknya dalam memaknai berbagai cinta dan sisi lain kehidupan.

98. Syair Hidup Bingkai Hati

Syair Hidup Bingkai HatiBuku ini berisi rangkaian permenungan, untaikan kalbu, senandung nubari yang terbingkai dalam tiga simpul : spiritualitas, duniaku dan untukmu ibu. Hampir semua puisi dalam buku ini adalah pengalaman hidup yang memberikan gambaran pemaknaan cinta yang hakiki. Spiritualitas Sebuah pengakuan akan keberadaan Sang Pencipta, Sang Empunya Hidup dengan kemahakuasaanNYA dengan keberadaan (ku) sebagai ciptaan yang melakukan perjalanan menuju kembali padaNYA. Duniaku dan Warna warni pelangi jiwa Melodi jiwa, nyanyian hati berpadu menjadi rangkaian aksara mencipta kata, ungkapkan cinta pada kehidupan, lontarkan amarah pada negeri, pujian hati dan nyanyian rindu pada kekasih abadi untuk istriku, anak-anakku, Danau Toba alamku dan perjalananku, kuukir dalam gerak langkah puing-puing hati yang tak padu. Untukmu Ibu Senandung duka, nyanyian rindu dan madah pengharapan silih berganti, bercampur kecamuk, bertahta dalam nubari, ketika Ibuku pergi menghadap penciptanya, pada Jumat 9 Desember 2011, pukul 21.00. Banyak air mata, ada tangis harap, dan tersimpul dalam ikhlas yang tiada tara. Berada jauh di Gunungsitoli – Pulau Nias, selama 2 minggu opname sejak 28 Nopember 2011 - tak sempat merawat Ibuku di RSU Pangururan dan RS Adam Malik Medan. Tuhan memanggil Ibuku karena lelah dengan Kanker paru-paru yang diidapnya. Merangkai 75 + 5 senandung batin dalam bongkahan puisi, tersusun dalam mozaik – mozaik warna warni, peziarahan hidup dari seorang pencinta kehidupan, pengagum spiritualitas. Aku ada untuk mu, dalam alunan lagu, dalam tarian jiwa, dalam melodi musik kehidupan...

99. INI MIMPI BUNDA, ANAKKU APA MIMPIMU? ANTOLOGI PUISI BUNDA GURU BERSAMA ANAK DIDIKNYA

INI MIMPI BUNDA, ANAKKU  APA MIMPIMU?  ANTOLOGI PUISI BUNDA GURU BERSAMA ANAK DIDIKNYAKaki Bundamu menginjak bumi Amerika Bergetar jiwa ini Ini mimpiku, Anakku Bunda tegakkan kepala karena doa anak-anakku di bangku-bangku sekolahnya Kutorehkan sejarah Mengukir mimpi-mimpi anak-anakku di Indonesia Agar mereka jadi saksi Bahwa bundanya telah membawa mimpi menjadi nyata

100. Tarian Sang Kembara

Tarian Sang KembaraTarian Sang Kembara merupakan kumpulan puisi bercerita ungkapan ekspresi yang teruntai dari bait demi bait kata mengenai apa yang dilihat, didengar dan dirasakan seorang kembara. Seperti seorang penari jemarinya menari menyusun rangkaian kalimat. Kakinya menari melangkah menyusuri bumi. Melalui matanya ia menari merangkai gambar. Bercerita tentang cinta, kekaguman, kegelisahan, kesedihan, dan kesenangannya kepada alam, saudara, orang tua, teman dan sahabat serta negeri dan masyarakatnya. dalam tariannya ada gelisah yang tertahan dalam tariannya ada sedih yang terkekang dalam tariannya ada air mata yang tak terurai dalam tariannya ada tangis yang kering dalam tariannya ada kemarahan tanpa emosi (Tarian Sang Kembara) wahai tubuh-tubuh yang terbujur diantara nisan-nisan yang membeku wahai tubuh-tubuh yang hilang diantara keperkasaan semeru engkau datang bukan untuk mengantarkan tubuhmu hasrat berpetualang mu yang mengantar mu sampai disini engkau datang untuk belajar memaknai hidup (Kebekuan Nisan Arcapada) tarianku dinanti para penjaja cinta tarianku dinanti pencari kepuasan cinta tarianku dinanti penghisap aroma impian (Tarian Malam) disana ada istana yang megah berdiri juga gedung parlemen berpagar tinggi nun jauh disudut negeri gedung sekolah menanti rubuh setiap detik dipertontolan debat kusir pimpinan negeri setiap waktu diperlihatkan adu pintar pengamat negeri ketika rakyatnya menjadi penonton tanpa solusi (Indonesia Bukanlah Sebuah Negeri Dongeng) kebersamaan yang sesaat menebar makna tak berujung karena dirimulah sang pengobat itu (Ketika Kata Telah Kembali)


Leutika Leutika