slogan leutika prio

Kategori Kumpulan Puisi

41. Sesudah Ekskavasi

Sesudah EkskavasiKumpulan puisi-puisi perjalanan Kris Budiman selama tiga tahun terakhir mengunjungi berbagai candi, vihara, masjid-masjid kuno, dan situs-situs bersejarah lainnya.

42. Ukiran Cinta Burung Bersayap Tunggal

Ukiran Cinta Burung Bersayap TunggalMerpati terlihat cantik dan indah saat berterbangan mengangkasa, mengepakkan sayapnya mengelilingi hamparan bumi. Lalu bagaimana jika salah satu sayap dari merpati itu terluka? Apakah ia tetap bisa terbang? Mungkin bisa hanya dengan menahan kesakitan tapi bagaimanapun keadaannya, seekor burung tetaplah akan lebih nyaman jika ia terus terbang meski hujan dan panas menggodanya. Buku ini menceritakan sepotong kisah yang diukir oleh seseorang yang merasa kasih sayang Allah tidak pernah terhenti unt

43. 39 untuk Fito

39 untuk Fito"Cinta tidak pernah mati. Ia berubah jadi puisi..." Buku ini adalah perayaan cinta. Cinta yang lahir tiga puluh sembilan tahun yang lalu. Cinta yang hidup dan menghidupkan selama kurun waktu itu. Dan, cinta yang masih akan terus bertahan sampai kekekalan menjemputnya. Puisi-puisi dalam buku ini ingin merayakan kekuatan dan keindahan cinta.

44. AKSATA

AKSATASetiap lembarnya memaksa saya untuk bercermin atas setiap laku diri. Melalui puisi, Alfa berusaha memahamkan kita betapa banyak kesederhanaan dalam hidup yang amat sering kita abaikan: jelas terlihat namun lebih sering tak tampak. Dengan apik, untaian bait terangkai sebagai pengingat atas setiap khilaf dan lupa. Betapa kita sangat membutuhkan karya yang melembutkan hati serupa buku ini. Untuk Alfa, terima kasih atas ‘alarm’ yang begitu baik ini. ~~Hana Hameed – Bogor Penulis Tiap sampai di akh

45. Puisi 2 Dimensi

Puisi 2 DimensiBentuk (tipografi) yang saya buat, bukan semata-mata untuk mempercantik tampilan, bukan sekadar untuk menarik perhatian; tapi lebih dari itu, bentuk-bentuk tersebut merupakan simbol-simbol yang saya tampakkan wujudnya; yaitu simbol-simbol yang selama ini hanya bersembunyi di belakang diksi. Dengan kehadirannya yang secara visual di hadapan sidang pembaca, saya harapkan simbol-simbol tersebut akan mampu memberikan kemungkinan-kemungkinan lain yang lebih besar. Yang berlaku selama ini, untuk memahami maksud sebuah puisi, pembaca diwajibkan membaca dulu puisi yang dimaksud; baru kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah berikutnya. Hal tersebut tidak berlaku ketika mereka berhadapan dengan Puisi 2 Dimensi saya. Pembaca tidak wajib membaca teks puisi saya; sebab selain dengan metode lama seperti tersebut di atas, dengan menghadirkan kumpulan Puisi 2 Dimensi ini, saya sekaligus memperkenalkan metode baru dalam memahami puisi, tentu saja hanya berlaku khusus untuk Puisi 2 Dimensi seperti dalam kumpulan ini; yaitu dengan memahami atau menafsirkan bentuk, sebagaimana ketika kita dihadapkan pada karya berupa lukisan. Ya, bentuk-bentuk tersebut adalah tipografi yang berbicara.

46. Buku Pertama di Desa Rangkat

Buku Pertama di Desa RangkatDesa Rangkat yang sudah dikenal di Kompasiana sebagai komunitas para kompasianer yang bergabung di Facebook, telah berulang tahun yang pertama pada tanggal 20 Oktober 2011 yang lalu. Pada momen yang sangat baik ini para Rangkater (sebutan akrab warga Desa Rangkat) telah mengadakan acara Syukuran Ulang Tahun Desa Rangkat tersebut pada tanggal 22 Oktober 2011 di Villa Lacitra, Kota Bunga 2, Cipanas, Jawa Barat.

47. Ruang di Hati

Ruang di HatiPuisi adalah terapi jiwa bagi penulis maupun pembacanya. Pada puisi kita diajak untuk dapat mengekspresikan berbagai emosi dengan cara yang lebih indah. Kemarahan bahkan makian,kesedihan ataupun kebahagiaan, cinta atau benci, semua berhak diutarakan dengan cara yang semestinya dan inilah yang menghasilkan terapi bagi jiwa. Aku akan pergi satu hari nanti Untuk sebuah harga diri Dan orang-orang tak berhati Semoga bisa membuatmu berpuas hati Mereka menyebutku bukan wanita sholeha Dan aku tak punya niat untuk mengubahnya Tak ada bekalku untuk sampai kesana Sedekahku takseperti mereka Hanya senyum yang bisa kubagi Tak ada asap kalau tak ada api, ya ya ya Dan aku si api jadi pemeran utama, tak apa Lalu kau sibuk mengutarakannya ke seluruh dunia Tapi kau lalai menyebut dirimu sebagai pembakarnya Bahkan ingin disebut pahlawan karenanya Punya sahabat itu menyenangkan, bunda Punya sahabat itu sangat menyenangkan, ananda Apapun yang akan kau lewati bersama mereka Semoga kau kuat menghadapinya

48. Kupu-Kupu Ungu

Kupu-Kupu UnguKupu-kupu ungu Kepakkan sayap rapuh repih Dari hiruk-pikuk dunia ia tersisih hidup tertatih dalam langkah-langkah setapak penuh belukar hujan caci, derai maki, lemparan cerca, cibiran kasar melebamkan jiwa menggelepar dalam jerat keputusasaan kupu-kupu ungu terbang rendah namun enggan singgah pada tempat asing yang melambai rayu menyuguh raut wajah keramah-tamahan sesungguhnya, makin ramah senyumnya makinlah busuk hatinya

49. Ode untuk Dua Pendekar

Ode untuk Dua PendekarPada kesempatan ini, penulis menyajikan 30 puisi dan 7 esai yang dikompilasi secara apik dalam Antologi Puisi dan Esai yang bertajuk Ode untuk Dua Pendekar. Berbagai macam hal dan peristiwa kehidupan disajikan secara menarik dalam buku ini. Dirangkum dalam bahasa yang mudah dicerna oleh orang awam sekalipun. Anda dapat menikmati puisi yang terkait dengan tokoh masyarakat yang patut dijadikan suri teladan dalam etos kerja dan kejujuran, aspirasi tentang sosok pemimpin yang menjadi dambaan masyarakat, tentang jasa dan Sementara, esainya menyajikan masalah pendidikan di pengorbanan ibu, tentang cinta, penderitaan, bencana alam, dan lain sebagainya.Indonesia yang sangat kompleks, ide kreatif memajukan bangsa, presiden idaman, dan politik uang yang sudah berlangsung sejak dahulu sampai sekarang. Semuanya dituturkan dalam bahasa yang mengalir dengan lancar dan enak untuk dikunyah oleh para pelajar, mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, dan kaum awam. Nah, tunggu apa lagi? Dapatkan buku Ode untuk Dua Pendekar sekarang juga!

50. To Larasita, Long Distance Love Poems Collection

To Larasita, Long Distance Love Poems CollectionSore dalam alunan Ketika sore yang melantun Aku mendengar tulisanmu yang berkata kamu rindu aku Teluk didepanku bersorak Soreku berubah Air laut bergulung tenang Menari dengan pasir yang selalu menyambutnya Burung camar bermain dengan Matahari Yang dalam kantuknya mencoba terjaga Dan angin, Angin bernyanyi mengikuti elokmu Tidakkah kau rasakan sayang bahwa mereka menggodaku Mereka mungkin mencibir kegundahanku Kota ini hanya melantun manja ketika aku ingin bertemu denganmu Namun jika aku pulang, entah kapanpun itu Atas nama rindu Sore in akan kuberikan untuk kamu Akan kusenandungkan, aku berjanji Ketapang, 6 Desember 2014

51. Bang

BangBang, ini adalah rangkaian cerita kesunyian, kesepian, kehampaan, dan keraguan seorang wanita yang telah membiru menjadi kerajaan pelangi, bersinar Ilahi....ketika kita terpisah dengan tibatiba

52. Undeclared Love

Undeclared Loveaku lebih suka memberitahumu, lewat kata-kata yang mungkin tak bisa kau terjemahkan bagiku, itulah kalimat perasaan dentingnya mungkin tak akan kau dengar namun sayup bahasaku, dapatkah kau rasakan? ~Nonik Sastrowihardjo~ Menyesakkan! Ketika kita miliki perasaan cinta namun tak mampu menyampaikannya. Hanya dipendam dan tidak tahu yang harus dilakukan. Menangis? Hanya membuat perasaan itu nyata. Marah? Siapa yang harus disalahkan? Bisakah marah mengurangi perasaan yang ada? Pernah mengalaminya? atau sedang mengalaminya? Jangan membaca buku ini, karena akan membuatmu menangis bersamanya. Antologi Puisi UNDECLARED LOVE ini berisi 50 puisi cinta yang tak tersampaikan. Ditulis oleh 37 pemenang event Menulis Puisi Undeclared Love yang diselenggarapan oleh LeutikaPrio dalam rangka ulang tahun yang ke 3. Puisi Nonik Sastrowihardjo di atas hanyalah cuplikan dari salah satu puisi dalam buku ini. Masih banyak puisi cinta tak tersampaikan yang akan membuatmu mengenang perasaan itu, atau membuat perasaanmu kembali nyata.

53. Kekasih yang Tak Diinginkan

Kekasih yang Tak DiinginkanSepertiapakahrupakerinduan yang menolakpertemuan? Sepertiapakahrupacintapadakekasih yang takpernahdiinginkan? Apakahiaselayakkehidupan yang mengingkariadanyakematian? Kerinduansepertiapakah yang dapatkugambaruntukmenarikgaris-garis agar sampaipada-Mu? Kerinduandalamkecemasanku ; apakahEngkauakanmemalingkanWajah-Mu?

54. ANAK-ANAK BUMI MANUSIA

ANAK-ANAK BUMI MANUSIAKata-kata memang sejatinya lebih tajam dari belati, bisa menghunjam ke dalam jantung hatimu. Itu tergambar jelas ketika kita membaca buku kumpulan puisi ini. Kolaborasi apik siswa dan guru dalam buku ini begitu tepat menggambarkan situasi hati para tokoh dalam novel Bumi Manusia, membawa pembaca terbang dalam visualisasi khayal yang tak terbatas ruang dan waktu. Maju terus sastra Indonesia! (Silva Basuki-Ibu, Pengajar, Praktisi Kehumasan). Ungkapan dan bahasa yang digunakan dalam puisi di bukua

55. Si Bung

Si BungPebaca terhormat, tak ada kata lain yang lain kecuali terima kasihku atas apresiasi pembaca yang sudi membaca puisi-puisi dalam antologi yang di beri nama Si Bung ini. Sebuah inspirasi dari inspirator kita Dr. H Akhmad Soekarno, seorang pemimpin besar Revolusi, Proklamator RI ini dan juga seorang seniman sejati. Dari profilnya memberikan inspirasi syair-syair yang kami kumpulkan dalam sepuluh tahun. Sajian khusus bagi pembaca budiman, untuk dinikmati sebagai seni. Salam sejahtera Rg. Bagus Warsono

56. Aksara-Aksara Jiwa Sahabat Kembara

Aksara-Aksara Jiwa Sahabat KembaraAksara – aksara jiwa sahabat kembara merupakan kumpulan puisi yang tertuang dari tinta aksara kembara dalam bait – bait syair puisi ungkapan jiwa, rangkaian bait pusi aksara – aksara jiwa perjalanan Sang kembara miniti langkah dalam pencarian diri, deru langkah pencarian titik destinasi Illahi, pengembaraan jiwa dilangkah cinta kembara jiwa. Dimana ungkapan cinta, rasa rindu,wujud rasa syukur, kegelisahan jiwa, keprihatinan terhadap kondisi alam yang tergerus oleh tirani, imprialis coorporasi abad ini, ungkapan - ungkapan jiwa yang teruntai dalam bait – bait aksara jiwa tentang perjalanan sang ufuk berpadu sang embun – embun penyejuk jiwa kembara jiwa, indah pelita cahya karunia Sang Khaliq, diantara rona indahnya jingga senja menyatu gerbang – gerbang malam diantara destinasi karang jiwa, diantara setapak cadas perjalanan bertatakan kerikil – kerikil debu dunia, rona malam berselimut kabut asa diantara cahya purnama jiwa dikedipan pelita bintang jiwa dalam lukisan kalam langit yang jabarkan indahnya Karunia cinta Sang khaliq bagi jiwa – jiwa insan yang mensyukuri karunia-NYA meski langkah berada diantara kerikil – kerikil tajam dunia, cadas kehidupan, terjal tebing destinasi pengembaraan, diantara deruan sang bayu ditarian safana jiwa, hempasan badai diantara layaran jiwa saat langkah terus berjalan bersiap diri menuju destinasi akhir damai kehariban Sang Khaliq saat jiwa –jiwa dipangil menghadap pada Sang Pemilik Alam Semesta.

57. Warna-Warni Kehidupan (Kumpulan Puisi Dua Sahabat)

Warna-Warni Kehidupan (Kumpulan Puisi Dua Sahabat)Aku duduk dengan santai Menunggu apa yang kusukai Menikmati sesuatu yang menenangkan hati Pemberian ilahi yang tak tertandingi ____________________________________ Bunda,apakah aku lelap dalam dekapmu tadi ? Aku menyusahkanmu bukan? Aku masih asyik berceloteh,kau tersenyum padaku Semakin kau berikan dekapan sayangmu Kau berikanku energi,aku semakin asyik berceloteh

58. Di Serambi Jiwa

Di Serambi JiwaKumpulan puisi renungan dan motivasi, yang ketika Anda membacanya maka seolah jiwa Andalah yang mengeluarkan bait demi bait katanya… dari serambi yang telah tercipta untuk terwujudkan!

59. Sajak Air Mata Bunda

Sajak Air Mata BundaSajakku mewujud dari mata air Air matamu yang berharap Sajakku merangkak dari peluh keringatmu yang bermunajat Berdiri dari nasihat betuah yang berkelebat Sajakku adalah motivasi yang berpendar ke segala penjuru Nadi dan sendi perjuangan cita dan cintaku Kutiriskan semua duka agar kumampu bercerita suka Kusaring semua beban Agar kumampu berkisah masa depan … (Air Mata Bunda)

60. Kado untuk Belahan Jiwaku

Kado untuk Belahan JiwakuAntologi puisi Kado untuk Belahan Jiwaku ini merupakan ”gado-gado” yang diracik dari berbagai ragam peristiwa dan dibumbui dengan kelincahan dalam pengaturan alur cerita, penggunaan diksi yang tepat, dan rima yang mengalun indah dalam indra pendengaran. Semuanya terangkai dalam 70 puisi dengan beragam tema.


Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni