slogan leutika prio

Buku Rekomendasi


Menantang Waktu

Menantang Waktu

"Aku mencintaimu tanpa waktu", satu larik sajak dalam buku ini memperlihatkan gairah muda yang ingin bertarung dengan waktu. Sajaknya mencoba mengatasi yang inderawi dan duniawi, melalui refleksi kental yang sangat terasa filosis. - Agus Noor


Pada Sebuah Gardu

Pada Sebuah Gardu

Pada Sebuah Gardu menceritakan anak-anak yang bermain domino di gardu. Salah seorang dari mereka sedikit terganggu jiwannya karena tidak mendapatkan kesempatan untuk sekolah. Anak-anak itu akhirnya memutuskan untuk membantu temannya tersebut.


AIDS Bercerita

AIDS Bercerita

Inilah kumpulan AIDS Diary dari para ODHA yang harus dibaca setiap manusia, harus kita resapi bersama. Inilah kisah mereka dalam mengarungi hidup, inilah beberapa catatan Sepanjang Jalan Kenangan para ODHA.


Sleepless Dreams

Sleepless Dreams

Suatu malam di Agustus 2010 ia terbangun dari mimpi. Mimpi yang sudah beberapa kali hadir dalam tidurnya. Mimpi sederhana. --- Seorang ayah, anak perempuan dan anak lelaki. Sang ayah menggendong si anak perempuan. Berdiri dari kejauhan dengan raut wajah bangga. Tidak terlalu kelihatan senyum ceria dari bibir-bibir mereka. Yang tertangkap jelas hanya tulisan di kaus-kaus putih kembar yg dipakai ketiganya. 'You' dikaus anak perempuan. 'Rock!' dikaus sang ayah, dan 'Mom' dikaus anak lelaki. Mereka bertiga memandangi sosok seorang wanita ditengah lounge sedang dikelilingi puluhan calon penulis muda, wanita itu sedang bercerita sepenggal kisah dari buku yang baru saja ia luncurkan. Satu buku berjudul ‘Sleepless Dreams’. --- Ia tersadar dan tersenyum, kemudian bergumam pelan,


Koloni Milanisti-Sebuah Hidup di Atas Mimpi-

Koloni Milanisti-Sebuah Hidup di Atas Mimpi-

Mars, seorang perempuan dari kampung ini merasa bersyukur karena pernah terserang penyakit gila bola. Karena penyakit itulah yang membuatnya bertemu dengan tiga lelaki rahasia dalam kotaknya, dengan sahabat-sahabat yang tergabung dalam Koloni Milanisti yakni para penggila AC Milan yang disatukan oleh panji-panji merah hitam Rossonero. Impiannya adalah menjejakkan kaki di negeri nan molek bernama Italia dan berdiri di Stadion San Siro untuk melihat lelaki rahasia dalam kotaknya. Dan impian adalah magnet, Italia merupakan poros dimana ia terus melangkah. Impiannya itu membawanya dalam jalur-jalur hidup penuh petualangan sekaligus pembelajaran hidup dalam proses perwujudannya. Ia merasai persahabatan, cinta, budaya, pizza, kopi, sepakbola dan esensi agama yang membawanya ke dalam pengalaman tak terlupakan. Maka ikutlah bersamanya, menikmati hidup di bawah langit biru Perugia, menyesap orgasmiknya coffelatte, menciumi aroma pizza carbonara, merasakan hembusan angin sore yang dibawa laut Mediterania, serta kegilaaan fans sepakbola dengan segala ceritanya yang mungkin saja akan membuatmu tergelak, tersenyum, tertawa ataupun bahkan menangis.


Dua Cerita Untuk Diandra

Dua Cerita Untuk Diandra

Suara hati Erlangga Aku kangen kamu, Diandra! Rasanya masih sulit untuk aku bisa percaya bahwa kamu sudah pergi meninggalkan aku. Suara hati Rencani Diandra, maaf ya kalau selama ini aku sering memendam iri terhadap kamu.


The Palace of My Dreams

The Palace of My Dreams

“The Palace of My Dreams”. Di dalamnya ada cerita, berita, tawa, duka, keluh-kesah, juga puisi. Ia adalah hidupku, yang kubuat begitu berharga. Ia adalah bagian dari mimpi-mimpiku yang belum kuungkapkan semuanya dan belum kuceritakan seluruhnya.


Trilogy Seven of Wind 1

Trilogy Seven of Wind 1

Tahun 2262 di Negeri Samudra, 7 anak manusia bertemu karena mereka mempunyai kekuatan warisan dari leluhurnya yang merupakan 7 kesatria berpedang Negeri Samudra pada abad pertengahan. Pertemuan mereka pada awalnya tidak dianggap serius.


CATTELYA

CATTELYA

Cattelya mengisahkan tentang seorang pemuda bernama Arbi yang jatuh cinta pada seorang perempuan bernama Carla. Takdir mempertemukan keduanya di sebuah peresmian taman kota bernama Taman Cattelya.


Sepenggal kisah anak Pedalaman

Sepenggal kisah anak Pedalaman

Anak pedalaman ini telah hampir sampai di akhir perjalanannya. Cita-cita dan mimpi telah menjadikannya mampu berjalan sejauh ini. Belajar menulis dengan tidak biasa dan mencoba memaknai Desa sebagai rana terasing terbaik dari sebuah kota.






Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni