slogan leutika prio

Katalog Buku

1431. TUGU

TUGUMozaik, paradoks, satir kehidupan berkelit kelindan melingkupi kita. Tertulis dalam rahasia langit yang sering tak terbaca. Pencarian dan perjalanan dalam usaha menemukan diri sendiri, entah sendiri entah bersama, kadang sangat melelahkan. Kadang sangat menakjubkan. Berbagai pengalaman dan tempaan cobaan membuat kita tiada takut lagi menumpahkan resah dan pertanyaan-pertanyaan. Lalu menikmati dan bertualang dengan segala ombak badainya. Demi untuk mencari jawabnya. Demikian terus menerus, tak berkesudahan. Mungkin demikianlah hidup yang sesungguhnya. Yang seharusnya. Tiga belas cerpen dalam Kumcer TUGU ini membawa kita melalui jalan yang berkelok, berundak, menanjak, terjun, bergelombang. Mungkin menuju TUGU. Penemuan terhebat. Penemuan atas diri sendiri. Penaklukan atas diri sendiri.

1432. Tuhan Kenapa Aku Menjadi OSELLA

Tuhan Kenapa Aku Menjadi OSELLASalah satu buku dari event BYB di LeutikaPrio

1433. TUHAN SAMPAIKAN CINTAKU

TUHAN SAMPAIKAN CINTAKUBisakah cerita masa lalu akan terkubur dan tidak menghalangi impian ke depannya. Semua perjalanan cinta yang tak pernah berakhir, tersimpan dan tergenggam rapi. Tuhan, sampaikan cinta ini?

1434. Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Durjana

Tuhan, Izinkan Aku Menjadi DurjanaHari ini, tepat dua bulan dari hari aku berkenalan dengan “perempuan malam” yang bernama Nilam. Aku kembali ke kota ini membawa sebuah kado, sebagai tanda aku turut berbahagia menyaksikan Paman Barra yang ganteng dan berwibawa dengan Nilam yang cantik berbalut kebaya putih berenda emas bersanding di pelaminan. Meski ada sedikit perih di hati, namun akan kusimpan rasa cinta ini untuknya rapat-rapat dalam hati, karena mulai saat ini harus kupanggil dia: Bibi Nilam! Cuplikan cerita di atas diambil dari salah satu cerpen pilihan duniapenulis.com. Masih ada 15 cerpen lain yang penuh inspirasi dalam buku ini. Penasaran dengan kisah-kisahnya? Simak semua ceritanya, dan temukan motivasi untuk tetap berkarya mengembangkan dunia literasi bangsa.

1435. Tuhan, Kita, Kamu, dan Kata

Tuhan, Kita, Kamu, dan Kata“Tuhan, Kita, Kamu, dan Kata” merupakan kumpulan puisi Mardiana Kappara yang berasal dari Jendelasastra.com yang ditulis sejak 2011 hingga 2016. Sederhana dan lugas merupakan ciri dari puisi-puisi Mardiana Kappara. Walaupun terkesan memberontak dari cara kepenulisan puisi pada umumnya, Mardiana Kappara berusaha memotret sekelilingnya dengan kata-kata yang diharapkan lebih mudah dipahami.

1436. Tulisan di Atas Pasir Deluxe

Tulisan di Atas Pasir DeluxeTulisan di Atas Pasir – Deluxe Edition adalah edisi revisi dari buku Tulisan di Atas Pasir. Memuat 15 kisah tentang rindu dan kehilangan, serta bonus sisipan 8 flash fiction pemenang event menulis bersama Leutika Prio.

1437. Tumor Jinak Rongga Mulut

Tumor Jinak Rongga MulutBeragam kelainan dan penyakit dapat terjadi di rongga mulut, di antaranya berupa tumor atau neoplasma, baik tumor jinak maupun ganas. Keterampilan dokter gigi dalam deteksi dini tumor rongga mulut sangat penting dalam upaya pencegahan perluasan penyakit.

1438. Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah (Dauroh Janaiz)

Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah (Dauroh Janaiz)"Seseorang yang jarang atau bahkan ‘tidak’ bersentuhan langsung dengan proses merawat jenazah pasti akan kewalahan jika diberi tugas melakukan hal itu. Apalagi, ia tidak pernah belajar dari kitab-kitab cara melakukannya. Bagi Anda yang ingin memperluas wawasan bagaimana cara merawat jenazah, buku Tuntunan Praktis Penyelenggaraan Jenazah ini patut dijadikan pedoman. Selain bahasanya lugas, buku ini mudah dipahami oleh kalangan awam sekalipun. Buku ini juga membahas tata cara menggali kubur, bentu

1439. Uda Universe

Uda UniverseUda Universe mengisahkan tentang Chen, anak kampung yang termotivasi untuk bisa ke luar negeri karena diskriminasi dan penghinaan di masa lalu. Ia membayangkan kehidupan masyarakat barat yang lebih beradab dan tidak melihat orang dari status ekonomi mereka. Dalam upayanya mencapai semua impian itu, Chen harus dihadapkan pada berbagai tantangan dan pengkhianatan. Segala persoalan itu makin memotivasi Chen untuk berusaha lebih keras dan membuktikan kalau dia bukan seorang pecundang seperti anggapan orang-orang yang memandangnya sebelah mata. Di kemas dalam gaya penulisan feature menarik ala jurnalistik, kisah ini mengangkat sisi–sisi lain kehidupan masyarakat disertai satir dan humor sosial yang menggemaskan. Menyentuh sekaligus lucu.

1440. Ujian Nasional: Kelulusan Vs Kejujuran

Ujian Nasional: Kelulusan Vs KejujuranSekilas, berdasarkan konsep tersuratnya UN tidak lebih hanya bentuk ujian akhir bagi anak sekolah dengan standarisasi nasional. Selebihnya jika diperhatikan dengan seksama akan semakin tampaklah bahwa UN mempunyai kekuatan magis yang bisa menyihir siapapun. Mulai dari peserta didik, emak-abahnya, para guru, kepala sekolah, sampai kepada pimpinan daerah dan negeri ini. Daya sihir yang dahsyat itu akan menimbulkan daya magnetik seiring dengan semakin dekat waktu pelaksanaanya. Kesibukan demi kesibukan silih berganti. Berdaya atau tidak, namun semuanya menyatu dalam satu hasrat ‘lulus’. Namun bicara UN tidak sekedar bicara lulus atau tidak. Ada sebuah universalitas sikap yang harus dijaga disana. Salah satunya kejujuran! Ketika kejujuran sudah digadaikan hanya sebuah nilai dan pencitraan, berarti kita sudah menyiapkan tanah perkuburan atas nama pendidikan Indonesia. Buku ini merefleksikan diri agar tidak terjebak sikap konformis buta!

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni