slogan leutika prio

Katalog Buku

1151. Selaksa Makna Ramadhan

Selaksa Makna RamadhanBuku ini berisi 200 kisah sarat makna dari 425 naskah yang masuk dalam even Lomba Menulis yang didukung oleh Group Untuk Sahabat dan Blog Cerpen Tiga Tujuh.Selain itu, terdapat pula 11 cerita komedi pilihan yang dirangkum dari kisah seputar Hari Raya

1152. Selaput Hati

Selaput HatiSelaput hati adalah antalogi cerpen yang mengumpulkan kisah-kisah penggugah rasa, menggambarkan cinta dari berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. Cinta itu adalah sebuah pertanyaan bersambut dengan jawaban dari belahan jiwa. Cinta itu sulit di ungkapkan dengan kata-kata, hanya terasa dan terukir dalam lautan kalimat yang bersemayam kaidah cinta. Rasa yang menguatkan untuk bertindak, mengambil keputusan dari ketulusan hati dengan mengarahkan dan terarah menuju jalan yang benar. Cinta itu mengajarkan ketegaran, ketulusan dan ketertarikan apa adanya. Tapi cintapun dapat terkikis, berubah dan menghilang dengan cepat. Hanya cinta sejati yang saling menguatkan dengan mengartikan cinta dalam selaput hati.

1153. Selayang Pandang Kebudayaan Maluku Utara

Selayang Pandang Kebudayaan Maluku UtaraMaluku Utara merupakan daerah yang kaya akan sejarah dan kebudayaan, kawasan ini pernah menjadi rebutan para petualang Eropa. Daya tarik Rempah-rempah (Cengkeh,pala dan bunga pala) menjadi dorongan utama perkembangan perdagangan antar bangsa, di Asia Tenggara. Kedatangan Bangsa Eropa dari jauh telah Mengubah, sejarah kepulauan Nusantara, olehnya itu berbicara tentang Kebudayaan Tak benda dan kebudayaan Berbentuk benda (Intangible Cultural Aspect and Tangible Cultural Aspect) serta Nilai budaya d

1154. Selendang Itu Berkalung pada Nisan Tak Bernama

Selendang Itu Berkalung pada Nisan Tak BernamaMembaca Sekar Rampai karya peserta didik Sanggar Aksara seperti tidak pernah menyangka bahwa karya-karya tersebut adalah hasil dari pemikiran anak-anak remaja. Ambillah misal karya Selendang Itu Berkalung pada Nisan Tak Bernama karya Dian Mustika yang berhasil menyajikan estetika melampaui usianya. Penulis yang juga menulis Obituari Tanpa Harus Menunggu Mati dan Kesempatan Terakhir Penuh Kenangan memiliki kharakter yang sangat kuat. Ketiga cerpen tersebut tidak hanya menyajikan estetika bahasa, judul,gaya bahasa, tetapi juga pemikiran yang luar biasa dari seorang anak muda Terakhir, buku ini kami harapkan dapat menjadi tongkat estafet untuk kesusastraan Indonesia. Dan, para pejuang gerilyawan itu, percayalah, masih banyak yang akan memberikan kejutan-kejutan berikutnya!

1155. Selingkuholic

SelingkuholicSebutan apa yang paling cocok buat tukang selingkuh? Selingkuholic? Tapi bener nggak sih cowok Dina suka selingkuh? Dan kenapa Dina harus membalas perilaku cowoknya juga dengan selingkuh? Kayaknya ini menjadi tips Dina yang tetap enjoy aja meski seisi dunia mengadu bahwa cowoknya memang raja selingkuh. Penasaran? Simak kisah Dina dan cowoknya yang suka selingkuh di buku ini. Nggak hanya tentang Dina, tapi juga tentang Teguh yang berandai-andai menjadi dukun hanya karena nggak dapet-dapet cewek. Simak kisahnya di “Andai Aja Gue Dukun”. Simak juga kisah tentang cowok yang nggak nyangka kalau ceweknya yang bernama Angeline ternyata tukang pelet. Duh serem banget sih kalau mesti pacaran tapi bukan karena suka sama suka, tapi dipaksa suka. Buku Selingkuholic ini menawarkan banyak banget cerita berisi trik dan intrik kisah remaja. Susah, senang, putus cinta, fall in love, persahabatan, bahkan kegalauan juga persaudaraan tumplek blek jadi satu. Kamu-kamu bakal dipuaskan dengan 28 cerpen dan 3 fiksimini yang ditulis dengan berbagai gaya di buku ini. Nggak usah kebanyakan penasaran, cekidot, dan pahami lika-liku remaja di buku ini. (*)

1156. Sembilu Berwarna Biru

Sembilu Berwarna BiruAda begitu banyak sembilu yang menikam kalbu, menelikung pilu, menggelepak sesak. Sembiluku sempurna berwarna biru, menghantam hati bertubi-tubi, mengoyak asa hingga binasa. Bagaimana dengan sembilumu kawan? Masihkah terasa begitu menyakitkan? Hmph.. Mereka yg berbahagia di taman-taman bunga sana, tentu tak akan paham pada jubah kesetiaan yg mati-matian kita kenakan. Mereka yg tertawa-tawa di belahan dunia sana, tentu tak akan mengerti pada jeri yang berpayah-payah kita rasai. Tapi buku ini peduli, terlahir dan hadir tuk menemani. Kisah2 menyedihkan didalamnya seolah berperi,

1157. Semburat Jingga Hijau

Semburat Jingga HijauSementara itu, masih mengenai kata cinta; hatiku yang berbunga-bunga dengan kelopak-kelopak aneka warna dan serbuk sari yang terpadu apik dengan putik, nampaknya memiliki relung yang demikian panjang seperti tak berpenghujung. Seperti lengkungan-lengkungan labirin yang membutuhkan waktu dalam mencapai tujuan ujungnya. Waktu dan ketekunan, ilusi dan realita, nyatanya memang membentuk labirin mutiara. Mutiara putih suci dari kediamannya di dasar laut yang tersembunyi di dalam kerang yang bersahaja

1158. Senandung Alam

Senandung AlamMungkin akan sampai padamu suatu waktu dalam pelayaran hidupmu negeri yang dibelah sungai Melayu o Melayu

1159. Senandung Cinta Untuk Bunda

Senandung Cinta Untuk BundaAyo…. Saatnya kita mulai menjelajah taman surga kehidupan yang punya banyak hal menarik dengan gelayut manjanya untuk diterjemahkan. Ingin ikut menerjemahkan rasa? Baca buku ini, semoga kemudian anda terinspirasi.

1160. Senandung Harapan Kunang-Kunang

Senandung Harapan Kunang-Kunang “Malam senantiasa memberiku makna akan artinya hidup. Malamku teruntuk malam-Mu, malamku untuk merenungi kisahku”. (Hilda Hilaliyah, M.Pd., Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia)   “Cerpen ini membuat saya sadar akan keajaiban-keajaiban di kala malam, malam senang, sedih, dan sendu kumpul meluap melontarkan kata-kata indah, sungguh malam-malammu menjadi saksi dan penuh arti”. (Azhari Ikhwati, S.Si., Aktivis dan Pengajar)     “Cerita yang dituangkan menjadikan malam tidak hitam tetapi penuh dengan perhiasan sesuai dengan judul cerpen ini Senandung Harapan Kunang-Kunang, dahsyat sekali jadi tidak sabar menunggu datangnya malam ini.” (Siti Muharomah, S.Pd., Pemerhati Sastra dan Guru Seni)      

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni