slogan leutika prio

Katalog Buku

1331. Senja di Chao Phraya

Senja di Chao PhrayaSenja di Chao Phraya mengisahkan perjalanan cinta antara Laras, janda beranak dua yang bermukim di Jogja, dengan Osken, lelaki lajang berdarah campuran Kazakhstan dan Irlandia yang lahir di Amerika. Meskipun keduanya sudah memasuki usia tengah baya namun jalinan kisah cinta mereka penuh kelok dan liku, tidak jauh berbeda dengan yang dialami para remaja. Sebagai janda beranak dua pada awalnya Laras tidak menginginkan bersuami lagi. Namun dalam perjalanan kerjanya ke Bangkok, Thailand, perempuan Jawa ini bertemu dengan lelaki lajang bermata hijau dengan senyum sedikit menyeringai yang memesonanya. Lelaki itu, Osken, hidup berpindah-pindah dari satu negara ke negara lainnya. Ketika bertemu Laras, ia merasa menemukan oase di tengah kegersangan hidupnya. Namun Laras terlalu takut untuk menerima Osken ke dalam hidupnya meskipun ia sangat mencintainya. Kisah mereka berawal di Bangkok, Thailand dan Berakhir di Washington, D.C., Amerika.

1332. Senja di Pekuburan Rindu

Senja di Pekuburan RinduSenja: Senja adalah saat dunia menjadi gelap karena cahaya telah meninggalkannya, Senja adalah saat dunia merajut keindahan dalam pelukan siang dan belaian malam.

1333. Senja Pukul Lima

Senja Pukul LimaSenja Pukul Lima adalah sebuah antologi perjalanan selama sehari lebih untuk mendalami rasa. Mulai dari pagi hingga hari berakhir dan subuh menjelang. "Setiap orang mempunyai cara sendiri untuk berkontempelasi, puisi bisa menjadi pilihan untuk mengguratkan isi hati menjadi gerakan pena. Dendy melakukan hal ini demi kepuasan diri, kepuasan menceritakan suasana hati di atas kertas. Kepuasan itu tak bisa dibayar dengan apa pun. Puisi yang menarik dari remaja yang beranjak dewasa." (Nurwahyu Alamsy

1334. Senyum Bulan Desember

Senyum Bulan DesemberSenyum Bulan Desember adalah mutiara kata tentang berbagai romantika kehidupan. Selalu, senyum memberi semangat baru!

1335. Senyum di Gerbang Sekolah

Senyum di Gerbang SekolahBontang, Kalimantan Timur. Tak banyak yang tahu kota ini. Kota kecil di Kalimantan Timur yang sarat cerita dan nilai. Cerita tentang budaya sebagai sebuah kearifan lokal yang patut dijaga. Nilai moral, budaya, sosial, dan pendidikan. Cerita dan nilai tersebut dikemas dalam rangkaian kisah yang terinspirasi dari pengalaman sendiri maupun orang lain. Latar sekolah sengaja dipilih penulis untuk mendominasi cerita karena sesuai dengan latar belakang penulis sebagai guru. Karena itulah, buku kumpulan cerita ini sesuai untuk dibaca para guru dan siswa. Dunia pendidikan menjadi setting yang selalu menawan bagi penulis karena di dunia inilah warna cerita anak negeri selalu beragam. Tak ada ambisi apapun yang penulis inginkan dari buku ini. Seluruh cerita dikemas dari ketulusan yang semoga mampu menginspirasi pembaca. Tak ada yang lebih menyenangkan selain selalu membuat orang lain bahagia. Dan, semoga yang membaca buku cerita ini akan selalu berbahagia.

1336. Senyum Terakhir Gadis Palestina

Senyum Terakhir Gadis Palestina“Insya Allah saya pasti kembali, jika Allah menghendaki,” jawabku pelan. Aleeya menunduk, mukanya sangat murung. Kedua bola matanya berkaca-kaca. Seolah dia akan kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya. Aku terharu melihat dia menitikkan air mata. Dengan manja dia memeluk ibunya. Nyonya Fatema menyambutnya dengan senyuman menghibur. Aleeya menangis. “Tenanglah Aleeya, saya pasti suatu saat nanti akan kembali lagi ke sini. Ah, jangan menangis begitu. Gadis Palestina haram hukumny

1337. Senyuman Bidadari

Senyuman BidadariBuku ini adalah kumpulan cerita pendek bernuansa Islami, cerita-cerita kehidupan yang terjadi di sekitar kita. Semua dikemas dalam bahasa yang santai. Insya Allah ada manfaat yang diambil dari kumpulan cerpen ini. Tema yang diangkat, dari tema cinta remaja, bagaimana seharusnya memahami cinta, sampai pernikahan dengan segala permasalahannya, semua dikemas sedemikian rupa.

1338. Sepasang Kekasih Bisu

Sepasang Kekasih BisuKumpulan cerpen ini terdiri dari 15 buah cerpen yang kesemua tokoh utamanya adalah perempuan dengan beragam masalah hidup yang dihadapinya. Kumpulan cerpen ini cocok dibaca oleh remaja hingga dewasa. Cerpen-cerpen yang ditulis dalam rentang waktu 2007 hingga 2015 ini mengangkat tema sentral tentang kesabaran dengan segala perwujudannya dalam kehidupan.

1339. Sepasang Mata di Panasera

Sepasang Mata di PanaseraSepasang Mata di Panasera adalah kumpulan tulisan anggota FSPMI yang bekerja di Batam. Tidak hanya cerita, di dalamnya terangkum cita-cita, dan jejak langkah perjuangan. Sebuah buku yang merekam kenangan pada sebuah kota yang menjadi beranda depan Indonesia, Batam.

1340. Sepasang Sayap yang Menerbangkan Ingatan

Sepasang Sayap yang Menerbangkan IngatanMengapa perlu puisi? Bukankah hidup tak melulu serangkaian kata? Bukankah hidup ini nyata, seperti air yang bisa kau sentuh? Apa artinya kata-kata, jika kau masih punya penghapus untuk membuatnya hilang jadi cerita Mengapa perlu puisi? Bukankah tak semua kegundahan harus dilantunkan dengan indah? Bagaimana dengan marah-marahku? Bagaimana dengan resah-resahku? Sesekali aku ingin memaki; kepadamu juga kepada hidup yang berputar-putar--membuatku jengah dan kau masih meminta sebuah puisi? Sesekali aku ingin teriak; dengan sekotor-kotornya kalimat dan akan membuatmu berhenti meminta Masihkah perlu puisi?

Leutika Leutika