slogan leutika prio

Katalog Buku

71. Aktivis Pejuang Cita (Sebuah Orasi Motivasi)

Aktivis Pejuang Cita (Sebuah Orasi Motivasi)Buku dengan judul “AKTIVIS PEJUANG CITA (Sebuah Orasi Motivasi)” ini ditujukan bagi Anda yang ingin bertransformasi memperbaiki diri dalam memperjuangkan cita-cita. Kata aktivis pada judul memiliki 2 pendekatan yaitu aktif sebagai sebuah kata yang harus dimiliki oleh setiap pribadi yang ingin mewujudkan cita-cita dan kata aktivis yang merupakan identitas penulis yang berlatar belakang seorang aktivis kampus pada masa perkuliahannya. Meskipun latar belakang penulis adalah seorang aktivis kampus,

72. Aku Anak Nelayan: Kisah Inspiratif Seorang Guru Penulis

Aku Anak Nelayan: Kisah Inspiratif Seorang Guru PenulisBuku memoar ini dapat memberikan inspirasi bagi para pembaca yang mempunyai kesamaan pengalaman hidup maupun lintas pengalaman. Saya yakin bahwa setiap manusia pasti mempunyai banyak pengalaman yang dapat ditularkan kepada manusia lainnya, termasuk juga dalam pengembaraan saya di dunia fana ini. Memoar ini saya kemas dengan menarik, mengingat memoar ini saya tulis secara runtut semenjak perjalanan saya sebagai seorang anak nelayan di pinggiran Pantai Utara (Pantura) Jawa yang biasanya tidak meng

73. Aku Benar-Benar Bertemu Setan

Aku Benar-Benar Bertemu SetanSebenarnya mereka mengawasi kita, saat kauarahkan pandangan mereka berbalik di belakangmu. Jika kau berlari ia pasti mengikuti dalam pikiranmu. Astaga..!! Bangunlah dari misteri ini, sesungguhnya pandaganmu lebih menakutkan. Sebuah pengalaman ghaib terkadang membuat kita takut, tapi sering kali banyak mengundang rasa penasaran. “Aku Benar-Benar Bertemu Setan” memberi sebuah pengakuan mistis. Mereka yang berhasil mereda rasa takut kini berusaha berbagi pengalaman mistis. Berbagai penampakan yang mereka lihat merupakan bukti bahwa makhluk itu benar-benar ada.

74. Aku Bukan Anjing Piaraan

Aku Bukan Anjing PiaraanMelalui buku antologi puisi ini, Anda dapat menikmati keindahan berbagai ragam suasana hati, pikiran, dan perasaan dalam berbagai peristiwa. Setiap puisi disajikan dalam diksi yang pas dan indah. Meresap di sanubari setiap pembaca. Bayangkan! Melalui 70 judul puisi, Anda akan mencicipi berbagai ’citarasa’ pikiran, perasaan, dan emosi di dalam perjalanan hidup anak manusia. Mulai dari rasa gusar hingga cinta asmara. Dari dukacita hingga sukacita. Dari kesuksesan hingga kegagalan. Dari kekecewaan hingga doa dan harapan. Dari yang jenaka hingga yang sinis. Dari bencana hingga keindahan alam. Dan masih banyak lagi. Pendek kata, melalui buku ini Anda bebas berpetualang dari satu peristwa ke peristiwa yang lain. Meniti keindahan demi keindahan. Melanglang dari satu suasana hati ke suasana hati yang lain. Anda bisa ikut larut dalam duka, tersenyum simpul, mengangguk, mengelengkan kepala, merasa tergelitik, bahkan tergelak dalam bahak. Dituturkan dalam bahasa yang apik, alur ceritera yang jelas dan mudah dipahami. Cocok dibaca oleh para pelajar, karyawan, kaum awam, atau siapa pun yang ingin membuka wawasan dan memberikan apresiasi terhadap sastra Indonesia, khususnya puisi. Nah, tunggu apa lagi? Jangan pernah bilang ’Nanti’. Bacalah antologi puisi Aku Bukan Anjing Piaraan ini sekarang juga!

75. Aku Bukan Tubuhku

Aku Bukan TubuhkuKisah nyata ini menceritakan bagaimana seorang wanita sederhana yang empat puluh tiga tahun menderita sakit syaraf dan akhirnya lumpuh, tetapi harus merawat suami yang juga lumpuh, tidak hanya fisiknya tapi juga pikiran dan perasaannya sampai pada akhir kehidupannya. Namun dalam ketidakberdayaannya itu ia tetap tegar dan berpikir besar untuk membesarkan hidup dan menghidupi kehidupan. Anda akan dibawa tamasya ke setiap sisi kehidupan dan menelusuri sebuah ruang batin yang menyajikan banyak santa

76. Aku dan Ayah

Aku dan AyahRangkaian cerita unik, menarik dan bersahaja tentang seorang anak lelaki yang tumbuh besar di Tapanuli Selatan, dalam rentang waktu setelah Indonesia merdeka. Memiliki ayah yang keras bukan kepalang, tak berarti menjadikannya anak pembangkang. Cita-cita ayahnya agar ia bersekolah tinggi, diwujudkannya dengan merantau ke Pulau Jawa. Berhasilkah ia menggapai gelar sarjana meski mengaku telah salah jurusan? Berbalut bahasa yang mudah dicerna, kisah-kisah di dalam buku ini hadir sebagai teman yang diharapkan dapat menghibur dan menginspirasi siapa saja. Sebutlah ini sebuah memoar, novel biografi -atau apapun itu namanya- tentang sosok ayah yang dicintai, disayangi, dihormati, sekaligus dirindukan, yang dalam kebersahajaan sikap dan perilakunya senantiasa memberi teladan tentang warna-warni kehidupan.

77. Aku dan Dia Takdir di ujung jalan-Mu

Aku dan Dia Takdir di ujung jalan-MuALLAH mempertemukan dua insan manusia, dengan cara yang tidak pernah terduga oleh logika manusia. Itulah takdir-Nya hanya ALLAH yang menggenggam jodoh pertemuan, perpisahan, pekerjaan, persahabatan, pertemanan atau bahkan akan menjadi musuh.

78. Aku dan Duniaku (Antologi Puisi: Tentang Rasa)

Aku dan Duniaku (Antologi Puisi: Tentang Rasa)Buku ini lahir karena pertemuan dua anak manusia, yang terjadi bukan karena kebetulan, bertemu saat kopi darat karena senang mendengar program radio, mereka menderita insomnia, dari pertemuan itu, dan komunikasi maka cerita sayair ini terkumpul menjadi elegi cinta, 50 puisi tersaji di buku ini, tentang cinta, arti persahabatan, hubungan dengan alam, dan meditasi pribadi dengan sang Pencipta. Tentang Rasa Kendati perpisahan bukan akhir segalanya Kendati pertemuan awal segalanya Jangan tangisi perpisahan tapi tangisilah pertemuan… Perpisahan kalah membuat kita rindu Pertemuan kalah membuat bahagia Selama di atas bumi masih ada langit Disinilah manusia dipertemukan

79. Aku Melahirkan Suamiku

Aku Melahirkan Suamikusebuah surat tergeletak di depan meja Nayala ditinggalkan suaminya setelah menghamili dia. Penta meninggalkan surat itu dan bayi mereka Adim. Semua rahasia itu ada surat itu, misteri terungkap jika Nayala membuka surat itu. Tapi Nayala ragu antara membukanya atau tidak.

80. Aku Melihat Neraka Bersarang di Matanya

Aku Melihat Neraka Bersarang di Matanya“Benar kau mencintainya?” interogasi berlanjut pada pertanyaan berikutnya. “Kurasa,” kata itu meluncur begitu saja dari bibirku meski sebelumnya telah kuputuskan untuk tak menjawab apa pun. “Jauhi dia!” “Kenapa?” tanyaku memprotes. “Kalau hanya karena laki-laki itu membawaku pergi diam-diam lalu mengantarku pulang terlalu malam, rasanya hukuman itu terlalu mengada-ada. Lebih-lebih Ibu belum mengenal laki-lakiku kecuali dari kaca jendela,” timpalku, meminta penjelasan. “Aku melihat neraka bersarang di matanya!” katanya bagai roket. Cepat dan membuatku terenyak. “Ha? Hahaha,” tawaku terbelah-belah teriris pisau yang menggelitik. Antara geli, lucu, dan bingung. “Neraka yang bersarang di matanya akan menjebakmu sedemikian rupa, berhati-hatilah karenanya,” pungkas Ibu seraya berlalu meninggalkanku. Aku bergeming dalam ketermenunganku, dalam remang yang seolah telah mengurungku dalam pekatnya. *** Kutipan di atas diambil dari salah satu cerpen yang menjadi judul buku ini. Dengan bahasa yang lugas dan sederhana, cerita-ceritanya meluncur dengan indah dan bermakna. Kisah-kisah di sekitar kita yang dikemas dengan apik menyuguhkan nilai-nilai lain dari kehidupan manusia. (Mash, Penikmat Sastra)

Leutika Leutika