slogan leutika prio

Katalog Buku

331. Dear Nottes

Dear NottesNovel ini memiliki format seperti buku harian, disertai dengan tanggal-tanggal dan peristiwa –peristiwa penting yang berlatar di tahun 1965. Buku harian ini bercerita mengenai kehidupan Albert Schmidt, seorang pemuda yang tinggal di sebuah apartemen di dekat Universitas Yale. Albert ditinggalkan oleh ayah dan ibunya yang tiba-tiba menghilang, kemudian ditolak oleh universitas impiannya berkali-kali, sementara adiknya yang merupakan salah satu mahasiswa Yale juga tersandung kasus narkotika. Albert mengurung dirinya di kamar, seperti hikkikomori. Namun bedanya, ia hanya fokus dengan buku-buku biologi. Selama tiga tahun lamanya ia tak pernah keluar apartemen kecuali untuk hal yang mendesak, bahkan ia menutupi jendela kamarnya dengan plester hitam. Hingga akhirnya, Iris, seorang tetangga baru, datang dan secara perlahan mengubah hidup Albert.

332. Dear Twitter: Here are Our Tweethearts

Dear Twitter: Here are Our TweetheartsLinikala (timeline) di Twitter menjadi saksi. Tiap hari ada beragam kisah tersaji. Kisah cinta, canda, galau dan gombal terekam tanpa sembunyi-sembunyi. Tepatlah simbol burung berkicau sebagai perlambang Twitter. Dalam penelitian satwa burung didapati hasil bahwa semakin seekor burung berkicau, semakin ia teridentifikasi sedang stress. Begitupun yang terjadi pada para pemilik akun Twitter. Mereka akan mudah diidentifikasi dengan kicauan (tweet) yang ditampilkan di linikala. Semakin stress atau sedang dilanda masalah, maka pemilik akun semakin lancar berkicau. Kicauan yang berupa kegalauan, keputusasaan dan kecerewatan makin menampilkan karakter pemilik akun. Kreativitas menjadi kunci untuk berkicau di Twitter. 140 karakter mengkondisikan pemilik akun untuk efektif dalam memproduksi kata. Keterbatasan karakter tersebut bukan lagi menjadi halangan, namun jadi ajang untuk melatih memproduksi kata yang artisitik dan mengandung kadar estetik. Kesederhanaan tampilan di Twitter tak menyurutkan pemilik akun untuk mengeksplorasi beragam peristiwa menjadi kicauan yang terkadang mampu meramaikan jagat maya. Keramaian kicauan tersebut terekam melalui penggunaan tagar (hashtag) yang mampu memancing keriuhan perbincangan. Kicau-kicauan dalam buku merupakan rekaman dari beragam tema. Tema-tema yang dibungkus dalam beberapa tagar seperti #MuridGokil, #PuisiSenja, #Bait2Malam, #TweetBebas, #PuisiSingkat, #TimelineGue, #3Serangkai, #PercumaPacaran, #AsyiknyaPacaran, #BuatApaBelajar, #BuatApaPutus, #KamuBerubah, #MasihZaman dan #TweetValentine. Tagar-tagar tersebut memancing keriuhan di linikala. Ada yang mulai berkicau dengan panduan tagar-tagar tersebut. Keasyikan berkicau di twitter bagai menghisap candu. Pemilik akun menjadikan linikala ibarat buku harian yang dapat menampung segala keluh kesah kehidupan, namun berhati-hatilah karena your tweet is your tiger.

333. Dejavu Rindu

Dejavu Rindusudah ada

334. DEMIT

DEMITSemua cerpen dalam naskah ini berlatar sosial dan budaya kehidupan Jawa. Cerita pada naskah ini dimaksudkan untuk membalikkan tahayul dengan logika dan nalar sehat.

335. Dengan Cinta-Mu Aku Memberi

Dengan Cinta-Mu Aku MemberiDengan cinta seseorang mampu tegak berdiri menjalani hidup penuh dengan keterkejutan. Dengan cinta pun seseorang mampu terperosok hingga tak bermuara dan tak berujung. Namun, hal ini tak kan pernah berlaku bila Tuhan Bicara Cinta. Kekerasan, kebakhilan akan luluh bila cinta yang bicara hingga muncul keikhlasan, kedermawanan, keharmonisan, dan kesetiaan. Kisah bertabur makna dan berhias inspirasi yang membuat Anda penasaran??? Selami kisahnya di buku sederhana ini.

336. DESAIN & PEMROGRAMAN WEB

DESAIN & PEMROGRAMAN WEBPemrograman web merupakan kajian yang sangat kompleks. Buku ini secara umum menceritakan dan menyajikan desain perancangan dan pemrograman web secara ringan dan menarik. Semoga bisa membantu siapa saja yang ingin mempelajarinya. ~Lucky Agus Saputra~

337. Detak Takut

Detak TakutAhh..., ternyata Hirish Prako yang saya kenal mampu untuk menulis puisi. Melankolis, jenaka, marah, cinta, semua menggambarkan ekspresi sang penulis. Gender itu memang konstruksi sosial mas! Bukan karena hanya ada yang menggantung di dalam celana (hal 27) hahaha...Sesungguhnya puisi-puisi dalam buku ini, memperlihatkan sisi feminitas penulisnya. Selamat menikmati. (Nurul Arifin, perempuan aktivis dan politisi) Kata-kata sering jadi kehilangan makna justru ketika ia diuntai, ditata secara berlebihan, dan dipolitisasi. Hirish Prako tidak termasuk dalam golongan penyair yang suka berlebih-lebihan. Kata-katanya sederhana, efisien, seperti hujan lewat. Imajinatif. Mengingatkan kita pada Haiku, puisi klasik Jepang. Banyak peristiwa melintas. Seperti dalam siaran berita di televisi. (Adhie M Massardi, mantan juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid. Kini Koordinator Gerakan Indonesia Bersih) Buku puisi “Detak Takut” karya Hirish Prako adalah refleksi kehidupan sehari-hari penyairnya yang penuh warna. Salah satu warna itu adalah takut. Ketakutan sebenarnya penting untuk menghargai hidup yang penuh tantangan. Ada kebimbangan, kesepian, ketakpastian, cinta, tragedi, dilema, pilihan, pertemuan, pengkhianatan, kegelisahan, dan beragam situasi yang dihadapi. Hidup tanpa ketakutan seperti sayur tanpa garam. Namun hidup yang disandera ketakutan, seperti tersesat di ruang waktu, berujung sia-sia. Selamat pada Hirish Prako yang telah menghadirkan dialog jujur dalam puisi-puisinya. (Fadli Zon, politisi dan budayawan)

338. Deteksi Dini Kanker Rongga Mulut

Deteksi Dini Kanker Rongga MulutBeragam jenis kanker yang bermanifestasi di dalam rongga mulut dapat dikenali dan dideteksi secara dini sehingga penderita mendapatkan terapi sedini mungkin. Buku ini menguraikan secara ringkas mengenai deteksi dini kanker pada rongga mulut dan upaya pencegahannya.

339. Dhemit Nguntal Dhuwit

Dhemit Nguntal DhuwitKenapa irah-irahan antologi geguritam iki “Dhemit Nguntal Dhuwit”? Dhemit iku aran liya saka setan utawa lelembut. Luwih saka iku, laku dedhemitan asring digunakake marang tindakan sesidheman yaiku meneng-menengan ora ana siji wong kang weruh. Korupsi itu umume dilakoni kanthi sesidheman alias nglimpekke. Yen bisa aja nganti ana sing weruh lan oleh-olehane rupa dhuwit kang panas utawa haram. Geguritan kang kapacak ana ing buku iki ditulis dening penyair asal sakdengah daerah, kayata Jakarta, Bekasi, Ngawi, Sragen, Banyumas, Mojokerto , Semarang lan liya-liyane. Antologi geguritan iki mbokmewa nembe siji-sijine buku kang isine geguritan ngemu tema nolak korupsi kang diterbitake ana ing sastra Jawi.

340. Di Balik Celana Dalam (DCD)

Di Balik Celana Dalam (DCD)Bagaimana, Anda percaya? Kumpulan cerpen karya penulis tinggal di Taiwan; Okti Li, Tina Yanesh dan Siti Allie menceritakan bagaimana kisah anak manusia memperjuangkan ketekunan mencapai cita.

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni