slogan leutika prio

Katalog Buku

331. Di Ujung Langit Masih Ada Mimpi

Di Ujung Langit Masih Ada MimpiTiga belas cerita yang ditulis oleh 13 penulis cilik siswa Sekolah Alam Bogor. Cerita yang diangkat bercerita tentang kehidupan, persahabatan, lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Di Ujung Langit Masih Ada Mimpi adalah cerita pendek karya Nesya (siswa kelas 4 SD Sekolah Alam Bogor), bercerita tentang perjuangan anak-anak kampung dalam meraih mimpi di tengah keterbatasan. Ada juga cerita berjudul Gara-gara Slime yang ditulis oleh Theta (Kels 3 SD Sekolah Alam Bogor) bercerita tentang seorang anak yang terpaksa berbohong demi membeli bahan-bahan slime. Cerita berjudul Tetangga Baru yang ditulis Sheila (Siswa kelas 5 SD), bercerita tentang sahabat sejati yang sempat terlupakan karena tabrak lari. Selain tiga cerita di atas, masih ada 10 cerita lainnya yang tak kalah seru. Cerita dalam kumcer ini ditulis oleh siswa kelas 2, 3, 4, dan 5 SD Sekolah Alam Bogor.

332. Diagnosis dan Perawatan Gangguan Sendi Temporomandibula

Diagnosis dan Perawatan Gangguan Sendi TemporomandibulaSendi temporomandibula dikenal dengan sendi yang kompleks, baik secara anatomi, diagnosis, ataupun di dalam penanganan gangguannya. Teori-teori tentang sendi temporomandibula ini cukup rumit dan banyak sehingga cukup sulit dalam mempelajarinya. Buku ini merangkum teori-teori tentang sendi temporomandibula, baik anatomi, gejala-gejala, diagnosis, dan perawatan gangguan sendi temporomandibula sehingga dapat dipelajari dengan lebih mudah dan praktis. Selain itu dilengkapi dengan gambar-gambar sehin

333. Diagnosis Nyeri Orofasial Kronis

Diagnosis Nyeri Orofasial KronisSelain dampak yang cukup signifikan pada penderita, nyeri orofasial kronis merupakan jenis nyeri yang memberikan tantangan tersendiri bagi dokter gigi untuk dapat menetapkan diagnosis, mengingat bahwa penyebab jenis nyeri ini bersifat multifaktorial. Faktor-faktor yang dianggap berperan di dalam perjalanan nyeri orofasial kronis antara lain adalah faktor psikologis serta faktor sosial, yang pada akhirnya memberikan konsekuensi klinis berupa keterlibatan dari disiplin ilmu lain di luar ilmu kedok

334. Diandra

DiandraDI …, Tersenyum dan Jatuh Cintalah Aku berpikir semua laki-laki sama saja. Aku tidak pernah memercayai makhluk itu, mengingat namanya saat berkenalan, bahkan jatuh cinta dan menjadi teman spesial untuk merajut masa depan. Padahal simpel saja, hanya dengan tersenyum dan jatuh cintalah. Sampai akhirnya aku terbangun dari mimpiku…. “Ra, mau jadi pacarku?”

335. Diary Anggota FSPMI

Diary Anggota FSPMIKisah ke-59 orang pekerja/buruh yang pernah berjuang dan menjadi bagian penting dari FSPMI ini barangkali tinggal cerita. Akan tetapi, ibarat sebuah lentera, ia tetap menyala. Semangatnya tetap hidup dalam setiap hati yang cinta akan keadilan. Kebersamaan yang indah. Cita dan asa yang tak pernah pupus, meski berulangkali dihampiri prahara. Kita memang tidak pernah bisa memprediksi hasil akhir, sebab itu diluar kewenangan kita. Yang bisa kita lakukan adalah memastikan bahwa proses ini berjalan dengan sepenuh kemampuan kita, semaksimal yang kita bisa. Disini bukan tempat buruh malas Atau mereka yang biasa tidur pulas Disini tempatnya para pejuang Yang berjuang, demi keadilan

336. Diary Hati

Diary HatiDiary hati merupakan ungkapan dari hati terdalam berupa perasaan dan kejadian yang biasa dialami oleh seseorang. Setiap detik manusia bertarung dalam gejolak hatinya, entah itu berupa kesedihan ataupun kebahagiaan. Ungkapan demi ungkapan yang terpatri dalam hati, semuanya itu akan terangkum dalam sebuah pembelajaran dan hikmah luar biasa yang kadang sulit untuk dirangkai. Tapi yakinlah bahwa perjalanan hati yang dirasakan dan liku-liku kehidupan yang sedang dijalankan itu adalah YANG TERBAIK yang telah digariskan oleh sang pencipta. Ada 15 diary hati yang akan menggugah dan mengguncang hati. Mulai dari ujian atau masalah kehidupan yang datang bertubi-tubi, dosa dan kesalahan yang sering diperbuat, masalah rezeki yang kadang menyesakkan dada dan meruntuhkan keyakinan dan masih banyak lagi. Episode demi episode dalam setiap catatan diary dilengkapi catatan renungan yang akan menyejukkan jiwa dan memberikan sejuta semangat untuk menatapi kehidupan menjadi lebih indah dan bermakna.

337. Digembleng Umrah

Digembleng UmrahUmrah telah menggembleng penulis buku ini. Mulai sebelum berangkat, waktu di perjalanan, selama di Madinah dan Makkah, sampai ketika pulang dari umrah. Gemblengan-gemblengan itu lalu dicatat di buku harian. Kemudian, catatan-catatan harian yang berisi gemblengan-gemblengan umrah tadi dikembangkan menjadi tulisan-tulisan pendek seperti halnya kisah perjalanan. Maka, jadilah sebuah buku berjudul Digembleng Umrah. Buku Digembleng Umrah ini adalah sebagai upaya menuliskan cerita-cerita sepulang umrah yang biasanya sering disampaikan secara lisan oleh orang yang baru pulang dari ibadah umrah atau haji ketika dikunjungi para tetangga. Nah, penyampaian cerita sepulang umrah dalam bentuk buku dimaksudkan supaya “masa berlaku” cerita umrah tersebut lebih tahan lama dan wilayah jangkauannya juga supaya lebih luas. *** “Saat saya membimbing jemaah umrah Hikmah Jaya Wisata dan Mitra Mandiri, Maret 2013, ternyata lahir sebuah buku. Ya, buku ini yang merupakan kisah perjalanan seorang Achmad Sjamsudin digembleng spiritual saat umrah. Semoga isi buku ini bermanfaat dan barakah. Amin.” Drs H Djunaidi Syakur, Rais Syuriyah MWCNU Sawahan, Surabaya “Saya belum pernah umrah atau haji, tapi setelah baca buku ini seolah-olah saya sedang berjalan-jalan di sana. Gaya bertutur dilengkapi foto-foto, membuat saya semakin terhanyut...” Alik Al Adhim, Program Director SAS FM “Bagus dan lengkap, bener-bener bisa memberikan gambaran tentang ngapain aja sih selama 10 hari umrah. Cocok dibaca oleh yang mau umrah, terutama umrah pertama kali. Kereeeen...” dr. Erni Indriati, Dokter Praktek Swasta dan D

338. Dinamika Politik Luar Negeri Pada Era Modern

Dinamika Politik Luar Negeri Pada Era ModernMunculnya paradigma baru tentang pendekatan yang tepat dalam memandang Hubungan Internasional (HI), beragam perspektif lazimnya diklasifikasikan berdasarkan fokus masalah yang saat itu bergejolak di masyarakat internasional.

339. Dinamika Politik Pasca Reformasi

Dinamika Politik Pasca ReformasiSejak dibukanya kran reformasi, masyarakat Indonesia memiliki kebebasan dalam mengeluarkan berpendapat dengan bebas tanpa dihantui rasa ketakutan akan ditangkap oleh Laksusda (Pelaksana Khusus Daerah) atau semacamnya, yang pada saat rezim Soeharto berkuasa, institusi ini di bawah garis komando langsung Pangkopkamtib, atau ditangkap lalu dipenjarakan tanpa di proses ke Pengadilan. Hal itu membuat inspirasi tersendiri bagi sosok Zamzami A Karim dalam menorehkan tinta penanya dalam tulisan-tulisan yang produktif, dalam bentuk kajian dan pengamatan di bidang sosial politik khususnya di Kepulauan Riau, yang waktu itu sedang bersiap diri untuk memproklamirkan dirinya menjadi Propinsi yang Ke- 33, dari propinsi-propinsi lain di Indonesia, dan secara resmi berpisah dari Propinsi induk yakni Propinsi Riau, yang beribukota-kan Pekanbaru. Reformasi yang sudah dibuka tersebut berimbas pada muatan politik lokal di Propinsi Kepulauan Riau, oleh penulis yang produktif ini satu demi satu ditulis dengan cermat dan dimuat pada media cetak yang terbit ke Propinsi Kepri, bertitik tolak dari hasil pengamatan seorang Zamzami A Karim itu, lalu buku ini disusun berdasarkan peristiwa yang terekam dalam tulisan-tulisan, dari permasalahan Otonomi daerah, Pemerintahan Propinsi yang baru itu, hingga masalah pertikaian perbatasan dan kawasan perbatasan dan pesisir di sekitar wilayah propinsi yang lebih luasan lautannya dari pada daratannya itu. Hingga menjejas pada persoalan legislatif yang berada di wilayah kota Tanjungpinang yang merupakan kota dimana ibukota Propinsi Kepulauan Riau berada.

340. Dinding Terakhir

Dinding TerakhirSetelah menyelesaikan kuliahnya, Aga dan Nunu berjibaku mencari pekerjaan yang diimpikannya, yaitu menjadi seorang pegawai bank. Namun ternyata mendapatkan pekerjaan itu bukanlah perkara yang mudah, walaupun mereka menyandang gelar sarjana. Persaingan ketat di kota Medan membuat mereka tertatih-tatih. Berlari di panas terik, tanpa alas kaki, dengan peluh membasahi tubuh tidak menjadikan alasan asal mereka berhasil. Bahkan, ketika mereka memutuskan untuk mencoba peruntungan di luar kota, dipedalaman, yang mengancam nyawa dengan racun dan mistik yang luar biasa

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni