slogan leutika prio

Katalog Buku

421. Great Teacher Smart Student (Guru Hebat Siswa Pintar)

Great Teacher Smart Student (Guru Hebat Siswa Pintar)Sehebat apapun dokter, sepandai apapun arsitek, setangguh apapun petinju, dan selihai apapun pemain sepak bola, atau bahkan kehormatan menjadi presiden, semua itu tak lepas dari peran seorang guru. Buku ini coba menyajikan tentang bagaimana proses menjadikan guru yang hebat, guru yang tak miskin, bukan miskin (hanya) materi, melainkan tak miskin ilmu, ide, pengalaman, wawasan, karya, kreativitas, dan pergaulan. Kolaborasi yang tepat dalam meramu hal-hal tersebut dapat memunculkan proses dan hasil pendidikan berkualitas. Guru sejati tidak hanya sekedar menjadi ‘guru’, ia harus dimaknai sebagai sebuah panggilan profesi, profesi yang menyehatkan, paham akan wawasan pendidikan (tak hanya di Indonesia), mampu menanamkan kebahagiaan menjadi guru serta menjadi teladan bagi anak didik. Menjadi guru tidak hanya sekedar mengajar. Melainkan tak berhenti untuk belajar. Karena guru adalah kaum intelektual transformatif sehingga ia harus terus belajar dari para pembelajar. Belajar dari apapun dan dimanapun karena ia memang harus kreatif dan mampu berkreativitas lebih. Buku ini juga menggali pentingnya sebuah buku beserta manfaat dan keajaibannya bagi guru dan anak didik. Menunjukkan bahwa pendidikan dan prosesnya bukan hanya sekedar capaian prestasi & kecerdasan akademik semata, melainkan harus diimbangi dengan kecerdasan lainnya. Karenanya, proses pendidikan bukan hanya sekedar belajar, karena kelas bukanlah penjara dan siswa bukanlah gelas kosong karena mungkin saja yang bermasalah bukanlah siswa melainkan guru, atau mungkin juga karena suatu penyakit yang bernama desteachia pada g

422. Green Snow

Green SnowHilang. Semuanya hilang. Brendan menyesali segalanya. Rasa takut dan ngeri mencekiknya. Ucapannya salah kaprah, semua orang dewasa menghilang. Meninggalkan anak-anak sendirian, terjebak dalam kebingungan. Kini Brendan bersama teman-temannya harus bertahan hidup di lingkungan yang aneh. Tanpa hukum, tanpa peraturan, tanpa harapan. Hanya satu hal yang menandai hilangnya semua orang dewasa. Salju hijau di musim panas. Salju hijau yang hangat, dan seseorang yang bernyanyi.

423. Gulali Cinta

Gulali CintaDalam fase remaja, labilitas merupakan sebuah keniscayaan. Dimana setiap remaja selalu menemukan dirinya di zona yang sama. Dia akan terjatuh, terhanyut atau terseret arus, adalah pilihan masing masing. Namun setidaknya ada satu hal yang menjadikan labilitas sebagai perangai dan sosok yang sedang mencari. Kemudian ia keluar dari goa dan menyentuh secercah cahaya. Penanaman nilai kehidupan dari seorang remaja -yang mencari dirinya, novelis dan jurnalis muda Fifi Al Fiana Rasyidah tidak dapat dip

424. Gunung Kendil: Wisata Alam dan Religi

Gunung Kendil: Wisata Alam dan ReligiMaksud tujuan menulis buku ini adalah untuk mengajak para pembaca mensyukuri karunia Allah yang telah diberikan kepada kita seperi tanah, air, udara, gunung, lembah dan dataran yang luas. Berbagai macam tumbuhan dan hewan yang ada di bumi. Buku ini berisi warna-warni tentang Gunung Kendil. Ada apa, mengapa dan bagaimana potensi yang dapat dikembangkan, antara lain: sumber air bersih, tanaman buah tropis, pusat produksi umbi-umbian, tanaman rempah dan obat, dan pusat produksi madu dunia. Selain itu usaha ekonomi kreatif produktif dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

425. Guru ber-Prestasi Hebat

Guru ber-Prestasi HebatAda satu godaan yang tak bisa ditolak, ketika tengah duduk manis berpuas hati menatap kerumunan jiwa dan semangat yang hebat. Berkali-kali saya menelan ludah seraya berucap tasbih, “Subhanallah, walhamdulillah, walaailahailallah…”. Saya bersyukur berada di tengah kerumunan manusia-manusia hebat. Mereka adalah manusia yang terlahir dengan kekuatan niat, tulus menekuni profesi, dan luar biasa mengukir prestasi dalam catatan sejarah hidupnya. Sebagian dari mereka berpenampilan gagah dengan jas eleg

426. Guru Kancil Murid Botol

Guru Kancil Murid BotolCerita “Guru Kancil Murid Botol”, mengkritisi hubungan ‘timpang’ antara dua kepentingan atas nama pendidikan. Kesederhanaan istilah dan bahasa yang dipilih diharapkan memudahkan pembaca untuk menangkap makna yang tersurat maupun yang tersirat. Buku ini pantas menjadi renungan bagi para guru, calon guru, dan siapa saja yang peduli dengan dunia pendidikan dengan segala dinamikanya.

427. GURU: KUNCI PENDIDIKAN NASIONAL

GURU: KUNCI PENDIDIKAN NASIONALMateri yang disajikan dalam buku ini menjadi referensi penting dan praktis serta aplikabel bagi mahasiswa calon guru, para guru, para tenaga kependidikan, para pemerhati pendidikan, dan stakeholders pendidikan, serta siapa saja yang mempunyai kepedulian terhadap upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia yang muaranya pada peningkatan kualitas pendidikan nasional. Disadari sepenuhnya bahwa dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional, maka kunci utamanya adalah terletak pada guru. Di antara komponen pendidikan yang terangkum dalam delapan standar nasional pendidikan—yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan—guru menempati posisi sentral dan strategis. Upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional termasuk pendidikan karakter, dapat dimulai dari peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas yang sangat ditentukan oleh gurunya. Dengan meningkatnya kualitas pembelajaran di setiap kelas, maka kualitas pendidikan dalam suatu sekolah dapat ditingkatkan, sedangkan apabila kualitas pendidikan setiap sekolah meningkat, maka upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional di Indonesia akan terwujud.

428. Hadiah Agung di Kordoba

Hadiah Agung di KordobaKordoba, Tahun 835 Masehi “Ambil pedangmu, mari kita beradu pedang! Bagiku tidak masalah, aku akan mengalahkanmu. Ini pedangku, pendek saja. Kemenangan tidak dilihat dari senjata yang bagus Leo,” tantang Umar. “Kamu pasti kalah, Mar!” Leonel sinis. “Belum tentu, mari kita coba!” Kedua bocah Kordoba ini saling membenturkan pedang mereka. Hampir setiap dua sampai tiga kali adu bentur, Umar melesatkan pedangnya ke pinggang kiri dan kanan Leo. Dominasi serangan dilakukan Umar, sementara Leonel terus melesat cepat melompat mundur sambil membungkukkan badannya. Namun akhirnya pedang panjang pun jadi tak guna. “Ahaaaa ... kamu kalah, Leo,” sorak Umar gembira. Umar tersenyum kecut. Ia menang. Tapi pada akhirnya keduanya merasa bergembira bisa bermain dengan pedang kayu mereka. Langit telah saga. Burung-burung kenari sudah kembali ke sarang-sarang mereka. Savana meredupkan hijaunya, menggelap di cela-celanya. Angin pun seakan lelah meniup, mengitari kota dengan hembusan yang seadanya. Di tengah savana itu, kedua anak 10 tahunan ini berjalan pulang dengan riang. Mereka berkarib meskipun berbeda keyakinan, antara Muslim dan Nasrani. Keduanya saling berangkulan. Dan berjanji esok akan bertemu lagi dalam sebuah persahabatan yang panjang.

429. Hadiah kecil Untuk Orangtua

Hadiah kecil Untuk OrangtuaOrang tua. Inilah alasan buku ini hadir, sebagai bentuk apresiasi kita terhadap kasih sayang dan perjuangan mereka.

430. HADIAH UNTUK KEKASIHKU

HADIAH UNTUK KEKASIHKURasanya tidak adil hidupku bila sakitku mengalahkan semua titik yang seharusnya lebih berarti untuk kulangkahi... banyak hal yang membuatku sakit, namun akan membuat banyak hal di hidupku menjadi kuat.

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni