slogan leutika prio

Katalog Buku

1071. Pendekatan Matematika Realistik

Pendekatan Matematika RealistikMatematika perlu diberikan mulai dari SD sampai sekolah menengah untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama (Depdiknas, 2006: 416). Di samping itu, siswa diharapkan dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematis dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan serta pembentukan sikap, keterampilan siswa dalam penerapan matematika. Namun, sampai saat ini masih banyak keluha

1072. Penderitaan Jasmani Tuhan Yesus Ditinjau dari Segi Medis

Penderitaan Jasmani Tuhan Yesus Ditinjau dari Segi MedisPenyiksaan, penyaliban, kematian, dan kebangkitan Tuhan Yesus adalah kisah yang masih diperdebatkan hingga saat ini, namun fakta-fakta menunjukkan bahwa kisah tersebut autentik dan riil, dan setiap upaya pembelokan fakta sejarah penderitaan Kristus harus terhenti oleh banyaknya bukti dan saksi yang tak terbantahkan. Buku penderitaan jasmani Tuhan Yesus ditinjau dari segi medis ini merupakan rekonstruksi dari bukti-bukti yang ditemukan dan deskripsi dari para saksi mata yang melihat langsung keja

1073. Pendidikan & Wajah Bangsa: Menawan atau Tertawan

Pendidikan & Wajah Bangsa: Menawan atau TertawanTahun ini, tepatnya pada 17 Agustus 2015, Indonesia merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-70. Ini artinya 70 tahun sudah kemerdekaan tercatat dalam file sejarah yang bukan hanya di negeri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat dunia. Karena sejak diproklamirkan oleh founding father bangsa, Soekarno-Hatta, praktis pada detik itu pula, legalitas Indonesia sebagai salah satu bangsa besar yang ada di dunia, semakin diakui. Bangsa yang merdeka. Lantas mengapa kemudian sering muncul pertanyaan: ‘Apa

1074. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama IslamPeran penting agama atau nilai-nilai agama dalam hal ini Agama Islam berfokus pada lingkungan lembaga pendidikan, khususnya perguruan tinggi. Salah satu mata kuliah dalam lembaga pendidikan di perguruan tinggi, yang sangat berkaitan dengan perkembangan moral dan perilaku adalah Pendidikan Agama. Mata kuliah Pendidikan Agama pada perguruan tinggi termasuk ke dalam kelompok MKU (Mata Kuliah Umum) yaitu kelompok mata kuliah yang menunjang pembentukan kepribadian dan sikap sebagai bekal mahasiswa memasuki kehidupan bermasyarakat. Buku ini merupakan bahan bacaan yang dapat ddijadikan referensi dalam menunjang penyelenggaraan proses belajar mengajar Mata kuliah Pendidikan Agama Islam dengan harapan bahwa mahasiswa sebagai pilar utama pembaharuan masyarakat dapat tumbuh dan kokoh dalam moral dan karakter agamaisnya sehingga ia dapat berkembang menjadi cendekiawan yang tinggi moralnya dalam mewujudkan keberadaannya di tengah masyarakat. Tujuan mata kuliah Pendidikan Agama pada Perguruan Tinggi ini amat sesuai dengan dasar dan tujuan pendidikan nasional dan pembangunan nasional. GBHN 1988 menggariskan bahwa pendidikan nasional yang berdasarkan Pancasila “bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, berdisiplin, bekerja keras, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, terampil serta sehat jasmani dan rohani… dengan demikian pendidikan nasional akan membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa”.

1075. Pendidikan Agama Islam Era Modern

Pendidikan Agama Islam Era ModernPendidikan Agama Islam yang merupakan bagian dari materi pendidikan yang diajarkan di dalam suatu lembaga pendidikan, memberikan suatu harapan kepada peserta didik untuk dapat “beragama yang baik” dan mampu mengamalkan segala sesuatu yang telah diajarkan dalam mata pelajaran tersebut. Namun pada kenyataannya, Pendidikan Agama Islam yang diajarkan di berbagai lembaga pendidikan, dewasa ini mengalami berbagai macam tantangan dan kritik dari berbagai pihak. Selama ini telah banyak pemikiran dan kebijakan yang diambil dalam rangka peningkatan kualitas Pendidikan Agama Islam yang diharapkan mampu memberikan nuansa baru bagi pengembangan sistem pendidikan di Indonesia dan sekaligus hendak memberikan kontribusi dalam menjabarkan makna Pendidikan Nasional yang berfungsi sebagai kemampuan dan membangun watak serta peradaban bangsa yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

1076. PENDIDIKAN AGAMA KONTEKSTUAL : Studi Atas Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar

PENDIDIKAN AGAMA KONTEKSTUAL : Studi Atas Pembelajaran PAI di Sekolah DasarBuku ini merupakan gambaran implementasi pendidikan agama dengan pendekatan kontekstual di sekolah dasar. Dengan pendekatan kontekstual menjadikan pembelajaran pendidikan agama di sekolah lebih menarik dan bermakna dalam proses internalisasi nilai-nilai keagamaan. Pendidikan agama dengan pendekatan kontekstual dalam buku ini merujuk kepada teori Contextual Teaching and Learning (CTL) yang dicetuskan oleh Eline B. Johnson. Dengan CTL pendidikan agama dapat tersampaikan dengan beberapa model pembelajaran seperti Cooperative Learning, Problem Based Learning, dan Direct Instructions. Dengan model pembelajaran tersebut menjadikan pembelajaran pendidikan agama lebih variatif dan dapat mendorong peserta didik lebih aktif dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran tersebut juga membuat pembelajaran pendidikan agama lebih berpusat pada peserta didik sehingga peserta didik dapat mengeksploitasi potensi yang ada pada dirinya.

1077. PENDIDIKAN AKHLAK MULIA MENGEMBANGKAN FITRAH DENGAN BIMBINGAN QUR'AN DAN SUNNAH

PENDIDIKAN AKHLAK MULIA MENGEMBANGKAN FITRAH DENGAN BIMBINGAN QUR'AN DAN SUNNAHMenjadikan Alquran dan sunnah sebagai dasar pendidikan Islam bukan hanya dipandang sebagai kebenaran yang didasarkan pada dogma keimanan semata, melainkan justru dengan kebenaran yang didapat dalam kedua sumber tersebut yang juga dibenarkan dan disetujui oleh logika manusia secara teoretis dan empiris akan mampu mengantarkan seorang meraih kebahagiaan lahir, batin, dunia, dan akhirat. Nash Alquran dan sunnah Nabi Saw. banyak sekali menyebutkan keharusan seorang mukmin merujuk kepada Allah Swt.

1078. Pendidikan di Kota Daeng: Catatan Refleksi dan Riset Agupena Kota Makassar

Pendidikan di Kota Daeng: Catatan Refleksi dan Riset Agupena Kota MakassarBuku kumpulan tulisan dari guru, mahasiswa, dan siswa dalam wadah Agupena Makassar ini menjelaskan tentang berbagai hal terkait pendidikan di kota Makassar, seperti pendidikan gratis, suara hati para pelajar, dan riset terkait dengan proses belajar-mengajar. Sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut.

1079. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi

Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan TinggiPendidikan Kewarganegaraan sebagai salah satu langkah strategis dalam menghadapi perkembangan globalisasi yang akan berdampak pada keseluruhan aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Konflik nilai, benturan nilai, kekaburan nilai sebagai salah satu hal yang tidak bisa kita hindarkan. Semangat kebangsaan, nasionalisme, bela negara bagi generasi muda dalam kerangka negara kesatuan republik Indonesia harus tetap tegak kuat di tengah arus global yang dasyat ini. Buku ini diharapkan dapat menjadi langkah penting untuk mengantisipasi perkembangan pesat globalisasi. Buku ini memuat materi: Pancasila sebagai sistem filsafat, identitas nasional, politik dan strategi nasional, demokrasi Indonesia, hak asasi manusia dan the rule of law, hak dan kewajiban warganegara, geopolitik Indonesia dan geostrategi Indonesia.

1080. PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN: Membangun Moralitas Warga Negara dengan Pancasila

PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN: Membangun Moralitas Warga Negara dengan PancasilaPenegakan hukum yang bertanggungjawab (akuntabel) dapat diartikan sebagai suatu upaya pelaksanaan penegakan hukum yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik, bangsa dan negara yang berkaitan terhadap adanya kepastian hukum dalam sistem hukum yang berlaku, juga berkaitan dengan kemanfaatan hukum dan keadilan bagi masyarakat. Proses penegakan hukum memang tidak dapat dipisahkan dengan sistem hukum itu sendiri. Sedang sistem hukum dapat diartikan merupakan bagian-bagian proses / tahapan yang saling bergantung yang harus dijalankan serta dipatuhi oleh Penegak Hukum dan Masyarakat yang menuju pada tegaknya kepastian hukum. Sudah menjadi rahasia umum bahwa penegakan hukum di Indonesia sangat memprihatinkan, di samping itu anehnya masyarakatpun tidak pernah jera untuk terus melanggar hukum, sehingga masyarakat sudah sangat terlatih bagaimana mengatasinya jika terjadi pelanggaran-pelanggaran hukum yang dilakukannya. Sebagian besar masyarakat kita telah terlatih benar bagaimana mempengaruhi proses hukum yang berjalan agar ia dapat terlepas dari jerat hukumannya, kenyataan ini merupakan salah satu indikator buruknya law enforcement di negeri ini. Sekalipun tidak komprehensif perlu ada angkah-langkah untuk membangun sistem penegakan hukum yang akuntabel.

Leutika Leutika