slogan leutika prio

Katalog Buku

831. Mozaik Kinanthi

Mozaik KinanthiMembaca Mozaik Kinanthi tak ubahnya seperti berada di sebuah taman yang ditumbuhi aneka bunga sekaligus buah-buahan dan di tepinya terdapat sungai kecil dengan air yang mengalir jernih. Membaca puisi yang ditulis dengan bahasa apik akan memperhalus rasa kita, sementara cerita pendek memperkaya batin kita akan makna dan pelajaran daripadanya. Ketika penulis kemudian menyajikan artikel-artikel bernuansa motivasi kian melengkapi khazanah pikiran kita untuk meyakini bahwa hidup itu sedemikian indah

832. Mozaik Sekeping Hati

Mozaik Sekeping HatiAku berada dalam dilema. Antara Makhluk Mars-ku si Raja Tega atau Lelaki Bermata Teduh yang Sederhana. Dilema yang membuatku seperti kehilangan kendali hingga harus menyakiti beberapa keping hati yang lain. Aku hampir terjerembap dan terjebak. Aku hampir terluka untuk kedua kalinya. Apalagi ketika Lelaki Bermata Teduh yang Sederhana itu melepaskanku. Aku runtuh.

833. MUDAH MENULIS CERPEN

MUDAH MENULIS CERPENTema yang diangkat dalam kumpulan cerpen yang ada pada buku ini adalah tentang ketuhanan atau ilmu tasawuf, korupsi dan ketidakadilan, ada juga tema tentang cinta

834. Mukadimah Jalan Lain, Refleksi Diri Petani Kecil

Mukadimah Jalan Lain, Refleksi Diri Petani KecilSebuah buku yang meremas-remas jemala kita. Menarik siapa pun untuk berpikir dan lebih dalam lagi berpikirnya. Jangan harap nyaman ketika membacanya karena bukan itu tujuannya, lebih pada esensinya, yaitu ke-MERDEKA-an. Sebagai sebuah mukadimah, buku ini sudah cukup membangun arah berpikir dan tentu saja kepenasaran akan sebuah tawaran “jalan lain”.

835. Multikultural: Kado Untuk Indonesia

Multikultural: Kado Untuk IndonesiaNegeri kita telah haus dengan kedamaian. Ragam konflik dan penyakit budaya masih mewarnai kehidupan berbangsa di negeri ini. Buku ini diharapkan menjadi kado terindah untuk Indonesia memecahkan benih-benih pemecah kesatuan bangsa. Pendidikan seharusnya menjadi solusi atas benih-benih permasalahan tersebut. Namun ternyata belum seutuhnya memberikan solusi untuk merekatkan ragam-ragam perbedaan sosial. Buku ini memberikan langkah-langkah pembelajaran yang dapat membekali guru mengajarkan pada siswa belajar menerima perbedaan sebelum terjun ke masyarakat. Membangun generasi-generasi “guyub” dalam menerima perbedaan tidaklah mudah. Perlu kerja keras dari berbagai pihak agar suasana berinteraksi dalam masyarakat tidak selalu diwarnai dengan konflik dan prasangka. Pembelajaran multikultural perlu dengan konsisten diperlakukan di dalam kelas agar siswa lambat laun terbiasa santun dan mau menerima perbedaan. Bila semua pihak serius menjalankan nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran di kelas maka penulis berkeyakinan karakter masa depan bangsa akan lebih terbentuk dengan santun.

836. MULUT TAK BERTUAN

MULUT TAK BERTUANBuku Mulut Tak Bertuan ini merupakan inti sari dari upaya kita untuk menemukan arti kehidupan yang lebih luas lagi. Menjaga setiap perkataan kita agar terkendali dan bisa diterima orang lain dengan sukacita. Sang Khalik menciptakan dua telinga dan satu mulut dengan maksud supaya manusia bisa dua kali lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.

837. Munajat Sesayat Doa

Munajat Sesayat DoaBagi Anda para pecinta puisi, membaca sebuah antologi puisi mungkin sudah berkali-kali Anda lakukan. Namun sudahkah antologi puisi yang Anda baca tersebut memiliki keunikan seperti yang ada pada antologi “Munajat Sesayat Doa”??? Munajat Sesayat Doa merupakan kumpulan puisi penggugah jiwa. Sastra tak selamanya berkecimpung dalam dunia abu-abu, namun sastra juga mampu memberi setetes pencerahan bagi jiwa-jiwa para penikmatnya. Munajat Sesayat Doa merupakan antologi puisi berisi karya pemenang lomba puisi Forum Tinta Dakwah FLP Riau yang dilaksanakan secara online dengan memanfaatkan fasilitas facebook. Ditulis dalam bentuk puisi-puisi yang ringkas dan padat, namun bukan berarti mengenyampingkan kekohan dan kekuatan makna bahasa para penyair. Puisi-puisi di dalam Munajat Sesayat Doa merupakan bahasa-bahasa kejujuran dari seorang penyair selaku hamba Tuhan kepada Sang Pencipta. Kejujuran kondisi diri sekaligus ungkapan cinta patah-patah yang terlahir dari jiwa penyair.

838. Mungkinkah Cinta?

Mungkinkah Cinta?Tak seorang pun tahu Davy itu gay dan jatuh hati pada Erwanda, lelaki straight yang playboy, punya kekasih pula. Mereka adalah dua pribadi yang bertolak belakang. Davy pemalu dan kuper, sedangkan Erwanda penganut kehidupan bebas dan menyukai dunia malam. Satu-satunya persamaan, keduanya sama-sama laki-laki dan bersahabat. DAVY: Belum pernah seorang lelaki memperlakukannya sehangat itu. Benarkah Erwanda hanya menganggapnya pengganti adiknya? Di saat ia mulai merasa perhatian Erwanda lebih dari i

839. Museum Cinta Sang Petualang

Museum Cinta Sang PetualangElang adalah seorang pendaki gunung. Kegiatan alam ini dilakukannya setelah ia putus dari pacarnya Luna. Pada saat mendaki gunung, ia bertemu dengan Cantik, seorang penulis yang juga seorang pemandu wisata di museum.

840. Musim Mengenang Ibu

Musim Mengenang IbuBuku Kumpulan Puisi 'Musim Mengenang Ibu' ini berisi ratusan puisi Dodi Prananda yang ditulis sepanjang tahun 2008 hingga tahun 2011. Beberapa puisi yang terhimpun dalam buku ini telah dimuat di media cetak. Puisi-puisi dalam buku ini banyak bercerita tentang kecintaan seorang anak pada Ibu dan Ayah; sebab sosok Ibu dan Ayah kerap menjadi inspirasi bagi Dodi dalam menulis. Hal lainnya yang juga diangkat dalam puisi-puisi di buku ini adalah tentang kehidupan Kota Jakarta dan sebagian lagi tentang lingkungan, memoar sahabat dan kerabat, serta cinta. Selain juga pernah dimuat di media, beberapa puisi lain juga pernah meraih sejumlah penghargaan dalam kompetisi puisi baik di level provinsi dan nasional.

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni