slogan leutika prio

Katalog Buku

1471. Titik Terakhir

Titik Terakhir“Ketika hidup memang harus memilih, bahkan dalam hal keyakinan sekalipun.” Saat berhadapan dengan Tuhan sekalipun, Tuhan meminta kita untuk memilih saat kita sedang bersama-Nya. Merasakan ketenangan bak dininabobokkan bidadari-Nya, atau merasa disekap problema yang nyatanya untuk menguji kesetiaan seorang hamba? Manusia tidak dapat terpisahkan oleh sikap egoisnya sebagai hamba. Menuntut banyak hak dari Tuhan ketika baru saja menunaikan kewajibannya. Dan urusan kita dengan Tuhan, memang tak selaras matematika yang satu ditambah satu sama dengan dua. Inilah kumpulan cerpen yang menghadirkan berbagai warna kehidupan dalam berbagai keyakinan. Ditulis berdasarkan kesadaran penulis akan ragam agama yang seharusnya menjadikan kita saling menghormati dan menyayangi atas nama Tuhan kita masing-masing. Kumpulan cerpen Titik Terakhir ini ditorehkan oleh Yudistira Kusuma bersama teman-teman dari FLP Cabang Ciputat lainnya yang ingin menghadirkan makna Tuhan dalam setiap kepala hamba-Nya.

1472. Tjerita Hari Raya

Tjerita Hari RayaHari Raya Idul Fitri atau yang sering kita sebut Hari Lebaran adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Bukan hanya sebagai perayaan setelah sukses menjalankan puasa selama sebulan, namun juga sebagai hari berkumpul bersama sanak saudara. Banyak kisah yang bisa diceritakan mengenai Lebaran. Cerita mudik yang seru atau justru bikin bete, cerita saat berkumpul dengan keluarga besar, berbagi angpau, persiapan baju lebaran, serunya masak bersama keluarga, asyiknya menyiapkan kue lebaran, dan masih banyak lagi. Cerita monoton tentang hari raya saat membaca buku ini ternyata tidak terbukti. Di dalam buku ini terdapat berbagai macam cerita seru yang berkaitan dengan Lebaran. Tidak hanya tentang berbagi angpau, mudik, atau berkunjung ke rumah saudara, tetapi ada juga cerita tentang pertunangan, susahnya Lebaran di negeri tetangga, dan masih banyak lagi. Penasaran? Segera baca buku ini.

1473. Tjerito Boedak TEMPINO

Tjerito Boedak TEMPINOCita cita boedak boedak Tempino ketika itu sangat beragam, Sesuai dengan wawasan terkebelakangan di era 1958-1964 kalau tidak menjadi pegawai negeri, pegawai pertamina, guru ya jadi pedagang atau petani. Tidak ada satupun menyebut menjadi polisi ataupun tentara apalagi dokter. Artinya cita cita tidak terlalu jauh angan angan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orang desa. Begitulah takdir anak manusia. Ketika lulus SMA dalam keterbatasan Ayahanda Pensiun dari Pertamina awak diberangkatkan ke Palembang melanjutkan kuliah. Maunya jadi dokter kenyataan menjadi perawat. Akhirnya menjadi Polisi juga seperti Isteri Enida Busri yang ayahnya Anggota Polri Kepala Pos Tempino. Alhamdulillah masa tugas di Polri berakhir tahun 2010 Istri 2017. Kini kami tetap aktif berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman sebagai Dosen. Satu lagi nikmat Allah SWT diberi kemampuan menulis dari bakat keturunan Almarhumah Ibunda Hj. Kamsiah Binti Sutan Machmud. Kesibukan kini di hari tua dalam pekerjaan kebermanfaatan dan berbagi InshaAllah memberikan suasana menyejukkan dan kebahagiaan bersama keluarga besar Petokayo.

1474. To Larasita, Long Distance Love Poems Collection

To Larasita, Long Distance Love Poems CollectionSore dalam alunan Ketika sore yang melantun Aku mendengar tulisanmu yang berkata kamu rindu aku Teluk didepanku bersorak Soreku berubah Air laut bergulung tenang Menari dengan pasir yang selalu menyambutnya Burung camar bermain dengan Matahari Yang dalam kantuknya mencoba terjaga Dan angin, Angin bernyanyi mengikuti elokmu Tidakkah kau rasakan sayang bahwa mereka menggodaku Mereka mungkin mencibir kegundahanku Kota ini hanya melantun manja ketika aku ingin bertemu denganmu Namun jika aku pulang, entah kapanpun itu Atas nama rindu Sore in akan kuberikan untuk kamu Akan kusenandungkan, aku berjanji Ketapang, 6 Desember 2014

1475. TOemBak I, Suluh di Nusa Nipa

TOemBak I, Suluh di Nusa NipaKisah tujuh puluh pelakon pada Bakti Oemar Bakri (TOemBak) I di perut Nusa Nipa menggambarkan semangat anak muda turut andil pada pembangunan karakter manusia Indonesia_ Bukan hanya lontaran atau teriakan di jalan yang diperlukan manusia Indonesia tetapi real action yang mengantarkan manusia Indonesia pada harapan Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 alinea IV...Mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia... Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) bukan hanya sekadar mendedikasikan diri pada pendidikan anak-anak negeri di seluruh pelosok nusantara melainkan menciptakan guru masa depan berkarakter yang berwawasan nusantara. SM-3T Jilid I melahirkan kisah-kisah tak berjudul yang menjadi tak bermakna ketika tak mampu mewariskan pengalaman tak langsung pada generasi berikutnya. “TOemBak I, Suluh di Nusa Nipa” dihadirkan sebagai upaya kisah-kisah peserta/calon guru masa depan dapat menjadi inspirasi bagi anak negeri.

1476. Toh Andy!

Toh Andy!Berdirinya sebuah provinsi baru menimbulkan benturan sosial budaya. Terbukanya sektor ekonomi dan pemerintahan mengakibatkan arus penduduk mendatangi daerah pemekaran tidak terbendung. Pemuda lokal seperti Andy mulai memperhatikan hal tersebut. Tergeser oleh kompetisi pendatang mengakibatkan anak nelayan yang tinggal di pulau kecil ini resah dan gundah. Awalnya ia menolak pendatang, tetapi setelah lebih lama membaca ia sadar bahwa tidak ada gunanya sektarian, tetapi kompetensi mereka-lah yang wa

1477. Toleransi Keruangan dalam Permukiman Padat

Toleransi Keruangan dalam Permukiman PadatPermukiman padat di kampung kota dengan berbagai karakteristik permasalahannya merupakan fenomena urban yang selalu terlihat pada kota-kota besar terutama di negara-negara berkembang. Hal ini terkait dengan adanya daya tarik pusat kota dengan pesatnya perputaran roda ekonomi yang berdampak pada derasnya arus pendatang memadati kota. Permasalahan ini belum diimbangi dengan penyediaan permukiman yang layak oleh pemerintah kota, sehingga masyarakat miskin kota mencari solusi dalam melakukan penyedi

1478. Tompa & Jeany Sahabat Istimewa

Tompa & Jeany Sahabat IstimewaTompa harus menjalani operasi enterotomy dan keluar masuk Rumah Sakit Hewan, kemudian menjalani hari hari yang berat: makan makanan blender-an, minum obat dalam jangka panjang, dan berada dalam pengawasan ketat seumur hidupnya. Setelah lebih dari setahun berjuang melewati masa masa sulit, Dokter Hewan lain yang kemudian menanganinya, menemukan sebuah penyebab yang berbeda. Lalu Tompa menjalani operasi enterectomy.** Kisah yang sangat menyentuh, menginspirasi, dan memperkaya pembacanya dengan pengetahuan tentang kucing sebagai hewan yang sangat patut untuk disayangi. Lebih dari itu, juga memberikan perenungan tentang makna sebuah pelajaran hidup yang diberikan Sang Pencipta kepada seorang manusia melalui seekor kucing yang tak berdaya. -Heddy Lugito, Jakarta, Direktur Pemberitaan Majalah Gatra, yang juga penyayang hewan- Buku ini wajib dibaca oleh orang-orang yang memutuskan akan mulai mengadopsi hewan kesayangan. Karena mengadopsi mereka berarti cinta dan komitmen seumur hidup mereka. -Drh Elievia Winarno, Jakarta, Dokter Hewan yang suka menulis dan membaca buku- Buku ini membuat saya malu….Terima kasih, buku ini telah membuat saya

1479. Too Hate To Be Love

Too Hate To Be LoveMenjadi seorang idola tentu saja memiliki fans. Tapi, sebanyak apa pun fans yang mengagumi seorang idola, tetap saja ada anti fans. Dan inilah yang terjadi pada Galang Alehandro. Betapa terkejutnya ia ketika bertemu seorang gadis yang entah apa alasannya mengaku sangat membencinya. Kemudian gadis itu mengucapkan satu makian yang sangat menyulut emosi Galang yang sebelumnya tenang. Kemudian terjadilah kesalahan, dan Galang menyikapinya dengan penuh tanggung jawab. Rena datang dalam hidup Galang dengan satu kesalahan kecil yang ia buat, tapi ternyata akibatnya fatal. Tanpa Rena sadari ia telah memancarkan kecantikan yang berbeda dengan kesederhanaan dan kepolosan yang ia punya. Kemudian Galang dengan cepat menerima mentah-mentah semua pesona yang Rena pancarkan. Akhirnya, kesalahan itu berubah menjadi kisah cinta yang romantis. Meski tak luput dari cobaan yang menimpa. Selalu ada orang ketiga dalam suatu hubungan. Kekacauan, badai, atau apa pun istilahnya datang menghampiri perjalanan awal Galang dan Rena mengarungi hidup berumah tangga. Kemudian mereka mengikhlaskan semua itu sebagai cobaan. Lalu mengambil hikmah untuk semakin menguatkan cinta mereka satu sama lain. Seperti tulang rusuk yang patah kemudian saling menguatkan ketika bersatu, dan tak ingin terpisah lagi.

1480. Topeng Manusia

Topeng ManusiaIni adalah negeri kebalikan, dimana manusia berotak kecil sedangkan monyet sangat cerdas. Ini adalah negeri kebalikan, dimana monyet memakan nasi dan pisang dijadikannya camilan. Ini adalah negeri kebalikan, dimana monyet bisa berbahasa Indonesia dan manusia hanya ber-ukuk-akak. Di negeri ini, bisa kau lihat para monyet menguasai jalanan. Bisa dibilang mereka memang menguasai setiap inci tanah di negeri ini. Monyet-monyet itu berlalu lalang menggunakan mobil dan sepeda motor. Ah, betapa hebatnya! Monyet-monyet di negeri kebalikan, mereka menganggap diri mereka paling istimewa. Mereka bilang manusia tak berotak sehingga seringkali mengolok-olok dengan menggunakan kata “manusia”. Di jalan contohnya, apabila ada yang menyalip kendaraan mereka secara tidak sopan mereka akan berteriak “MANUSIA!” Tidak hanya kata manusia sebenarnya, mereka juga meneriakkan spesies lain yang mereka anggap rendah, seperti asu, jangkrik, atau wedhus, dan masih banyak lagi. “…niat yang baik, proses yang baik, akan menghasilkan karya yang baik. Akhirnya, saya mengucapkan selamat berkarya, selamat menyalurkan dan menebarkan energi positif.” Prof. Dr. Wahyudi Siswanto – Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. “Saya menyambut gembira atas hadirnya buku Antologi Cerpen “Topeng Manusia” kelahiran pena anggota Komunitas Penulis Anak Kampus (Kompak)-Malang. Semoga saja proses kelahiran ini menjadikan karya-karya para penulis tumbuh sehat dan mampu bersaing di kancah kepenulisan, mampu menjadi karya yang bermanfaat bagi orang lain, mampu dewasa dan menghasilkan karya-karya terbaik setelahnya.

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni