slogan leutika prio

Katalog Buku

271. Cerita Romantis Paris

Cerita Romantis ParisSiapa bilang Kota Paris adalah kota romantis? Siapa bilang Paris adalah kota yang cantik dan super mewah? Mungkin sebagian besar orang akan berkata demikian, tetapi tidak untuk salah satu anakku, yang menemaniku untuk berwisata ke tujuh negara Eropa Barat, dan Kota Paris adalah kota di negara keempat yang kami datangi. Walaupun menurutku, yang memang beberapa kali ke Paris, memang kota ini sangatlah romantis, apalagi jika bergandengan tangan di bawah remang kehidupan kaum jetset serta keklasikan

272. Cerita Senja

Cerita SenjaBuku kumpulan cerita pendek ini berisi sepuluh cerita pendek dari lima penulis anggota FLP Blora. Setiap penulis membawa tema yang beragam dengan nuansa Islami dan bahasanya dikemas dengan santai.

273. Cerita Si Piwi, Kucing Kecil Berbulu Putih

Cerita Si Piwi, Kucing Kecil Berbulu PutihPiwi adalah kucing kecil berbulu putih. Ia tinggal pada sebuah rumah mungil di halaman rumah si kembar Lala dan Lili. Di sana ada ayah dan ibu Piwi serta adiknya. Bu Chita, Pak Chito dan Unyit. Bu Chita selalu memberi aturan ini dan itu. Tidak boleh begini dan begitu. Piwi juga tidak boleh melompat keluar tembok pagar halaman rumah Lala dan Lili. Piwi jadi bosan. Apalagi selalu mendapat makanan yang itu-itu saja. Suatu hari, Piwi bertengkar dengan Unyit. Piwi sangat kesal. Piwi merasa ayah dan ibunya lebih menyayangi Unyit. Piwi ingin pergi. Akhirnya Piwi melompat keluar pagar. Piwi ingin kehidupan yang lain. Ternyata kehidupan di luar pagar tidak seindah yang Piwi kira. Piwi ingin pulang, tapi sudah terlambat. Ternyata Piwi tidak tahu jalan pulang. Sampai akhirnya Piwi bertemu dengan teman baru. Seekor anak kucing yang kupingnya miring. Namanya Kupit. Piwi pun berteman dengan Kupit. Sampai suatu ketika Piwi harus kembali pulang tanpa pamit pada Kupit.

274. Cermin, Nama, dan Pelita

Cermin, Nama, dan PelitaOrang-orang terkekeh setelah melihat dirinya di cermin. Mereka tersenyum, memerhatikan dirinya, tersenyum lagi, lalu, mencatat sesuatu di buku. Semua orang berlaku demikian. Akan tetapi, tidak denganku. Aku tidak bercermin. Di kamarku tidak ada cermin. Ibu tak pernah mengizinkanku bercermin. (Cermin, karya Luklukul Maknun) * Sudah dua hari aku perang dingin sama Bunda menuntut pergantian nama. Aku dan Bunda sama-sama tidak mau mengalah. “Katanya ada yang mau ganti nama, ya?” tiba-tiba Ayah sudah duduk di sampingku. “Ayah tidak tahu, sih, bagaimana rasanya punya nama kampungan.” “Dulu-dulu kamu tidak pernah protes.” “Dulu-dulu enggak sadar. Sekarang sadar.” “Hahaha…. Kamu tahu kenapa kamu diberi nama itu?” Aku menggeleng. (Nama, karya Nachita) * Waktu selalu menghantar seseorang kepada orang lain. Waktu pula yang memperkenalkan Pelita dengan Mike, pemuda Australia yang datang ke Sumatra Barat untuk berlibur. Mereka terlibat percakapan yang seru tentang adat dan budaya Minangkabau. Alunan musik tradisional dan rentak penari yang sedang berlatih menjadikan sore itu terasa indah. Indah bagi seorang Pelita tatkala menyadari ada kharisma dari Mike yang membuat dirinya terpesona. (Pelita Nambun Suri, karya Ripo Mht) * Cermin, Nama, dan Pelita adalah 3 dari 25 cerpen yang terdapat dalam antologi pemenang Lomba Menulis Cerpen Bersama Uda Agus (#3). Beragam tema diangkat oleh penulisnya yang juga berasal dari latar belakang berbeda. Yang membuat antologi ini semakin menarik, 10 cerpen di dalamnya merupakan cerpen komedi yang siap mengocok perut setelah hanyut dibuai 15 naskah lainnya

275. CERPENIS IDOLA

CERPENIS IDOLAThyzia Syailendra sangat menyukai cerpen-cerpen karya Wulandari, seorang cerpenis yang karyanya banyak tersebar di majalah-majalah remaja. Tetapi, anehnya…karya-karya Wulandari sering berisi cerita yang mirip dengan masalah yang sedang dihadapi Thyzia. Tentu saja Thyzia menjadi bingung. Mengapa Wulandari seolah-olah tahu masalah yang sedang dihadapinya? Thyzia dan Wulandari kan tidak saling mengenal walaupun Thyzia adalah fans Wulandari. Jadi, dari mana Wulandari mengetahui masalah yang sedang dihadapi Thyzia? Mengapa masalah yang dihadapi Thyzia sering dijadikan ide cerpennya? Apakah Wulandari punya indera ke 6? Siapa Wulandari sebenarnya?

276. Cetak Biru bagi Pengembangan Wisata Kampung Korea Suku Cia-Cia

Cetak Biru bagi Pengembangan Wisata Kampung Korea Suku Cia-CiaCia-Cia merupakan salah satu suku yang bermukin di Kelurahan Bugi dan Karya Baru, Kecamatan Sorawolio, Kota Baubau. Suku ini memiliki suatu keunikan yang dapat menjadi potensi pengembangan wisata, yaitu adanya penggunaan aksara Hangeul Korea Selatan dalam penulisan bahasa daerahnya. Jika pengunjung berkeliling di sekitar Kampung Suku Cia-Cia, akan ditemukan papan nama jalan, nama sekolah, hingga nama kantor pemerintah tertulis dengan aksara Hangeul. Lebih dari itu, berbagai sekolah telah menetap

277. Cetak Biru Pengembangan Desa Wisata Bebas Asap Rokok Di Desa Bone-Bone Kabupaten Enrekang

Cetak Biru Pengembangan Desa Wisata Bebas Asap Rokok Di Desa Bone-Bone Kabupaten EnrekangBone-Bone merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan memiliki keunikan tersendiri dan sangat berbeda dengan desa lainnya yaitu kawasan desa bebas asap rokok pertama di dunia dan memiliki potensi untuk pengembangan daerah wisata. Ketika kita berkunjung ke Desa Bone-Bone kita akan di sambut dengan pemandangan yang sangat indah dengan barisan bukit dan gunung yang khas daerah pegunungan, di tambah lagi udara yang sangat sejuk akan membuat siapa

278. Character Building for Teens

Character Building for Teensbuku panduan yang tepat bagi para guru dan orangtua dalam menghadapi remaja.

279. CINTA 3 EPISODE

CINTA 3 EPISODEEsok, aku minta sebuah tinta, tinta terakhir yang akan kugores dengan cinta yang akan ku bingkai dengan sejuta pesona, berjuta makna...

280. Cinta : Kemarin, Esok, dan Selamanya

Cinta : Kemarin, Esok, dan SelamanyaCinta adalah sebuah pilihan. Kau bisa menerima atau menolaknya sesuka hati. Saat bimbang merapuh, mungkin kau kan pergi menjauh, hingga cinta takkan pernah berlabuh di pantai hatimu. Saat rindu menggebu, kau buru cinta sejatimu kendati ia berkelana sampai belahan dunia paling semu. Cinta itu milikmu, hendak kaubawa lari, atau bersembunyi, ia kan turuti semua maumu. Cinta bukanlah paksaan, namun jika kau tetap jalani, patutlah kau merana karenanya Kumpulan novelet dalam buku ini memberikan banyak gambaran betapa cinta memerlukan bukan saja sebuah pengorbanan, melainkan juga keikhlasan untuk bisa menerima apapun guratan takdir yang tertulis. Cinta telah memilih warnanya sendiri, yang tersapu dalam kanvas kehidupan sang pelukis, seniman pengangung cinta. Nuansa indah yang tercipta adalah bagian dari kisah cinta masa lalu, masa depan, dan berharap menjadi kisah cinta sepanjang masa.

Leutika Leutika