slogan leutika prio

Katalog Buku

811. Merangkai Mimpi Mengejar Cita

Merangkai Mimpi Mengejar CitaPendidikan dengan sistem Boarding School atau yang lebih dikenal dengan istilah Pondok Pesantren saat ini sudah mulai banyak dikenal di masyarakat, berbagai kisah menarik yang ada didalam buku ini adalah bagian dari gambaran kehidupan anak-anak yang menjalani pendidikan di Pesantren Modern. Melalui buku Merangkai Mimpi Mengejar Cita, anak-anak hebat ini bercerita dengan bahasa khas mereka, seolah ingin berbagi kisah dengan dunia diluar pesantren tentang nikmatnya madu ilmu yang mereka dapatkan selama berada di dalam Pesantren. Kisah-kisah mereka menggambarkan semangat dan ketekunan yang harus dijalani untuk menggapai mimpi dan cita-cita mereka. Meski masih sederhana, karya mereka patut kiranya mendapat apresiasi, ini sebagai bukti bahwa setiap anak memiliki potensi yang beragam, dan Pondok Pesantren adalah salah satunya tempat yang tidak membatasi potensi mereka untuk merangkai mimpi mengejar cita.

812. Merangkai Tiram

Merangkai TiramSebuah kumpulan puisi sarat makna yang sayang jika dilewatkan. . .

813. MERAPIKU, PUISIKU, DAN ORANG-ORANG DI SEKELILINGKU

MERAPIKU, PUISIKU, DAN ORANG-ORANG DI SEKELILINGKUMERAPIKU berisi tentang bencana meletusnya Gunung Merapi beberapa waktu yang lalu hingga kejadian-kejadian pasca-letusan. Tentu saja sebagai puisi, bukan cerita fakta secara fisik yang ada dalam puisi, melainkan sesuatu yang dekat dengan hati.

814. Meretas Bianglala

Meretas BianglalaKujejak tanah lapang dengan kaki telanjang. Tanah tempat anak-anak sebayaku bermain, berlarian dan menarik ulur benang lelayang. Mencoba berpijak pada rerumput hijau yang teramat geli tersentuh telapak kaki. Aku seperti bayi yang belajar berjalan. Lututku gemetar. Kupejamkan mata agar lebih siaga saat jatuh nanti. Pelan, Nadia, menopang pundakku dengan kedua tangannya. Ini percoban paling mustahil nan konyol. Aku si lumpuh yang bertahun-tahun berkawan akrab dengan kursi roda. Bagaimana bisa? Aku akan terbang memetik bintang. Aku mau melaju bersama kupu-kupu. Aku ingin menyanyi bersama gemuwang kumbang. Berputar, menari, dan tertawa. Dalam segala keterbatasan. Dalam lekap kepedihan, Tuhan selalu memelukku. Merenjiskan cinta untukku, Nadia, serta anak-anak kurang beruntung di dunia ini untuk meretas bianglala di hati masing-masing.

815. Meretas Hidup, Akankah Terwujud?

Meretas Hidup, Akankah Terwujud?Bila masa depan adalah kenyataan, apakah masa depan akan dialami oleh setiap orang? Jawabannya bisa iya bisa tidak. Tetapi yang terpenting adalah masa depan itu pasti terjadi, dan sejauh mana kesiapan seseorang dalam menapak masa depan tersebut. Sebab masa depan penuh dengan tantangan, kompetisi, peluang, dan hambatan untuk mencapai kehidupan yang lebih memadai secara sosial ekonomi. Sebahagian orang mungkin tidak atau bahkan belum merencanakan masa depan, sebagian orang bahkan telah menyusun ke

816. Merhaba Turkce: Cerdas Menguasai Tata Bahasa Turki

Merhaba Turkce: Cerdas Menguasai Tata Bahasa Turki“Bahasa Turki adalah salah satu bahasa yang paling banyak digunakan di dunia, juga termasuk di antara bahasa terkaya dengan perbendaharaan kosakatanya. Bahasa Turki secara ringkasnya adalah sebagai berikut: berimbuhan di belakang, memiliki kepaduan intonasi, logis, dan teratur. Karena bahasa Turki dibaca sebagaimana yang dituliskan, hal ini akan memberikan sebuah kemudahan tersendiri untuk orang-orang Indonesia. Dalam buku ini, penulis telah menyuguhkan sebuah struktur dan tata bahasa Turki deng

817. Merindukan Mati

Merindukan MatiPernahkah Anda merasa takut mati? Saat-saat ketika nyawa telah berada di ujung tanduk? Atau masa ketika hidup seolah tak berpihak pada Anda?

818. Merombak Senja

Merombak Senja“Kakak kuliah di sini?” tanyanya kemudian. “He’em” kuanggukkan kepalaku. “Jadi orang kuliah enak gak Kak?” sesaat aku terpana mendengar pertanyaan Bayu. Bagiku kuliah itu pusing. Tugas yang terus menumpuk. Tetapi, tidak mungkin aku menjawab pertanyaan Bayu sejujur itu. Aku memutar otak mencari jawaban sekiranya Bayu mengerti. “Kuliah ya ada enaknya, ada juga tidak enaknya.” “Gak enaknya apa Kak?” tanyanya penuh rasa ingin tahu. “Ga enaknya ya kalau tugas lagi numpuk.” jawabku sekenanya. Bayu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. “Kalau kuliah mahal gak Kak bayarnya?” “Ya sedikit mahal.” “Kalau udah gede Bayu juga pengen kuliah. Tapi Emak gak punya uang. Kata Emak, kalau Bayu pengen kuliah, Bayu harus jadi anak pinter dulu. Kalau Bayu pinter kan Pak Presiden pasti mau bayarin kuliah Bayu. Kalau udah kuliah kan Bayu bisa jadi pilot. Bener gak Kak?” Rasanya aku seperti tersengat listrik dengan daya berjuta-juta watt mendengar celotehan Bayu. Aku bingung harus menjawab apa. “Iya… Emak Bayu benar. Kalau Bayu mau kuliah dan jadi pilot, Bayu harus pinter dulu.” “Tapi gimana mau pinter, tiap pulang sekolah Bayu harus cari rongsok. Habis magrib baru pulang. Kalau abis nyari rongsok Bayu capek. Bayu kan gak ada waktu belajar.” Ada rasa putus asa menyelimuti wajahnya.

819. Merpati Putih

Merpati PutihRaka tidak tahu, siapa lelaki misterius yang tiba-tiba mencegat dan menyerangnya itu. Rhey el Fariqhy pun menggulirkannya pada kisah seru penuh aksi dalam cerpen berjudul ‘Merpati Putih’. Tak kalah seru, cerpen penulis yang lain, yang tergabung dalam buku ini: Iri Ira - Syifa Enwa (Bandung), Satu Bintang Untuk Cinta - Nyna Liana (Banten), Mas Zyan, My Crazy Love - Luluk Kristya (Blitar), When the Summer Comes - Dian 'Didi' Budiarti (Bandung), Evelin - Nenny Makmun (Bogor), Ketika Kau Memilih Dia - Nurika (Bogor), Sakaratul Maut - PissVirus (Pati), Merpati Putih - Rhey el Fariqhy (Pati), Senja di Bukit Senyum - Reni Soengkunie (Batam), Maybe Yes Maybe No - Prima Aqeela (Pati), Tangan Wasiat - Chipz Mirza Sastro Atmodjo (Pati), Manusia Berkepala Binatang - Sunu RH (Depok), Jadilah Siti Nurbaya - Mang Gugun (Pati), Terbaik Bagimu - HW Prakoso (Subang), Barisan Mimpi - Mega Puspita (Ponorogo), Banggali - Amir Syarifkhan Syah Jaya (Pati). Selamat menikmati!

820. Merpati Tidak Bersayap

Merpati Tidak BersayapSetiap detik menuju hari pernikahan kami, aku selalu menyakinkan diriku kalau aku hanya mencintainya. Perkenalan singkat kami cukup untuk menimbulkan rasa sayangku padanya. Tapi entah mengapa dalam diri ini ada yang hampa. Mungkinkah karena gadis di masa laluku, yang sempat aku berikan ruang di lubuk hati ini untuk dia tempati. Tapi dia memilih terbang dan meninggalkanku. Entah di mana sekarang dia berada. Hampir tiga tahun ini dia benar-benar tenggelam tanpa menyisakan puing-puing untuk aku tem

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni