slogan leutika prio

Katalog Buku

441. GARA-GARA DIARY

GARA-GARA DIARYApa jadinya jika diary kita sampai di tangan orang lain dan apa yang ditulis di dalamnya disebar luaskan oleh orang lain. Hari-hari akan terasa bencana yang tidak akan pernah berhenti. Itulah yang dialami Indah, gadis yang duduk di kelas II SMA.

442. Gema Melantun

Gema MelantunAdakah kehidupan itu bak benang yang saling bertautan meski tak menentu bentuknya? Apa yang membuat setiap manusia berbeda pemikiran merasakan kesejukan embun pagi menjelang terbit sang surya? Perjalanan rasa ini mengenai keyakinan. Suatu keyakinan yang telah ada meski benih belum jua tertanam namun semerbak wangi pesonanya telah menaburkan benih-benih keindahan yang menari, mengalun merdu dengan irama angin fajar. Kamu hanya perlu pejamkan matamu untuk merasakan gemerlap cahaya bertaburan di

443. Gemma

GemmaBuku ini merupakan hasil dari pelatihan menulis yang dilakukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Kolaboratif di Fakultas Psikologi UIN Maliki, Malang. Di mana buku ini memuat tulisan enam anak yang terpilih untuk dibukukan dan diterbitkan. Enam anak tersebut masing-masing menulis satu cerita antara lain berjudul: “Masa Sekolah”, “Bagiku UIN Maliki”, “Bersyukurlah”, “Dear Rachel, Cinderella without Shoes”, dan “Mimpi Jadi Nyata”. Tiap tulisannya memiliki kelebihan di masing-masing isi cerita. Buk

444. Gempa

GempaBanyak kata-kata bermakna yang indah untuk dinikmati dalam buku kumpulan puisi dan cerpen “Gempa” ini. “Tak dapat dihindari”, menjadi ungkapan rasa bagi setiap insan yang menginginkan cinta sejati.

445. Generasi Media Demokrasi

Generasi Media DemokrasiPerkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini, memang terbilang cukup pesat. Bagaimana tidak? Di era modern ini kita telah dimanjakan dengan berbagai macam teknologi yang semakin canggih. Dengan teknologi tersebut dapat memberikan berbagai macam manfaat. Salah satunya, yaitu dalam mencari sebuah informasi atau mencari hiburan. Media kali ini sangat berperan penting di berbagai aspek, baik dalam hal sosial, politik, ekonomi, dan media memiliki andil yang besar. Masyarakat sendi

446. GERAKAN TANAH DAN PEDOMAN CARA PEMANTAUAN

GERAKAN TANAH  DAN  PEDOMAN CARA PEMANTAUANBeerlatar belakang peristiwa bencana tanah longsor yang terjadi memang membuat kita menjadi prihatin, tidak hanya karena kerugian harta benda, apalagi kalau sampai menimbulkan korban jiwa. Pada dasarnya setiap bencana alam tanah longsor dan gerakan tanah berbeda penyebab dan perilakunya. Karena itu pula kita akan memberikan perlakukan penanganan yang berbeda pula sesuai dengan macam bencana yang terjadi termasuk pemilihan alat pantau sesuai kebutuhan. Buku ini disusun dengan tujuan untuk dapat dipergunakan oleh mahasiswa, praktisi, pengguna secara professional sesuai dengan kemampuan akan tuntutan kebutuhan di lapangan tentang gerakan tanah dan cara pemantauan dengan alat pantau yang terpasang dilapangan. Dengan memanfaatkan sarana dan prasarna yang ada dalam penerapannya , dapat menambah pengetahuan dan teknologi yang tepat di bidang longsor dan gerakan tanah.

447. Girl and The Magic Tree

Girl and The Magic TreeOnce upon a time, there was a lonely girls who was always sad. She did not have any friends and was always by herself. Her house was surrounded by woods, and this is where she would hang out and play. Her name is Paiven. One day, when she was outside exploring the woods, she found the most amazing tree! It was so different looking, but really beautiful. Every day, she would sit by the tree and talk to it like a friend. One day, when she was sitting by her tree, she noticed something. It looked like a tiny doorknob. She reached up and turned the knob. A little door opened! Inside the three were a chairs, a table a sign that read, “Make a wish.” She wished for friends. But, nothing happened. Girl and The Magic Tree adalah kumpulan cerita-cerita pendek yang jujur dan menyegarkan. Karya tangan mungil Shafira Salma Azzahra ini akan membawa kita kembali ke ruang imajinasi khas anak-anak, yang ternyata demikian kita rindukan, berapapun usia kita sekarang ini.

448. Give Me a Reason

Give Me a ReasonCewek tomboy yang kerap dipanggil Gy. Ia bekerja sebagai editor di perusahaan penerbit di Kota Malang. Pagi itu, di tempatnya bekerja kedatangan karyawan baru, temannya mengenalkan namanya Yuda Prasetya, Yuda Prasetya, nama itu terlalu mirip dengan orang yang dulu ia kenal di masa lalu. Mungkinkah itu Yuda yang selama ini masih dipikirkannya? Yuda yang sudah sampai di meja kerjanya. Mengambil beberapa obat di laci mejanya dan segera meminumnya. Ia tidak bisa terus-terusan membuang waktunya seperti ini. Ia harus segera mengajak Audy berbicara dan menjelaskan kesalahpahaman yang selama ini terjadi. Apakah seseorang yang dimaksud Audy adalah orang yang sama dengan seseorang yang pernah dikenalnya dimasa lalu? Masih ada kesempatan atau penyesalan bagi cerita masa lalu Audy.

449. GOLDEN STORIES

GOLDEN STORIESHal yang paling disukai oleh para pendengar saat Tuhan Yesus berkhotbah adalah ketika pesan firman Tuhan itu disampaikan melalui ilustrasi dan perumpamaan yang sesuai dengan kondisi masyarakat, budaya, dan tingkat pemahaman masyarakat kala itu. Sehingga pesan-pesan yang memiliki makna rohani yang dalam menjadi mudah untuk dipahami. Bahkan istilah-istilah theologia yang sukar menjadi mudah dimengerti, bahkan oleh kanak-kanak sekalipun. Khotbah yang baik tidak hanya disampaikan dengan sistematika

450. Great Teacher Smart Student (Guru Hebat Siswa Pintar)

Great Teacher Smart Student (Guru Hebat Siswa Pintar)Sehebat apapun dokter, sepandai apapun arsitek, setangguh apapun petinju, dan selihai apapun pemain sepak bola, atau bahkan kehormatan menjadi presiden, semua itu tak lepas dari peran seorang guru. Buku ini coba menyajikan tentang bagaimana proses menjadikan guru yang hebat, guru yang tak miskin, bukan miskin (hanya) materi, melainkan tak miskin ilmu, ide, pengalaman, wawasan, karya, kreativitas, dan pergaulan. Kolaborasi yang tepat dalam meramu hal-hal tersebut dapat memunculkan proses dan hasil pendidikan berkualitas. Guru sejati tidak hanya sekedar menjadi ‘guru’, ia harus dimaknai sebagai sebuah panggilan profesi, profesi yang menyehatkan, paham akan wawasan pendidikan (tak hanya di Indonesia), mampu menanamkan kebahagiaan menjadi guru serta menjadi teladan bagi anak didik. Menjadi guru tidak hanya sekedar mengajar. Melainkan tak berhenti untuk belajar. Karena guru adalah kaum intelektual transformatif sehingga ia harus terus belajar dari para pembelajar. Belajar dari apapun dan dimanapun karena ia memang harus kreatif dan mampu berkreativitas lebih. Buku ini juga menggali pentingnya sebuah buku beserta manfaat dan keajaibannya bagi guru dan anak didik. Menunjukkan bahwa pendidikan dan prosesnya bukan hanya sekedar capaian prestasi & kecerdasan akademik semata, melainkan harus diimbangi dengan kecerdasan lainnya. Karenanya, proses pendidikan bukan hanya sekedar belajar, karena kelas bukanlah penjara dan siswa bukanlah gelas kosong karena mungkin saja yang bermasalah bukanlah siswa melainkan guru, atau mungkin juga karena suatu penyakit yang bernama desteachia pada g

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni