slogan leutika prio

Katalog Buku

131. Bahasa Inggris untuk Pelaut

Bahasa Inggris untuk Pelaut“Bahasa Inggris untuk Pelaut” ini adalah sebuah buku pelajaran Bahasa Inggris untuk pelaut yang ditulis secara lugas dengan cara kreatif sehingga enak untuk dibaca dan dipelajari. Belajar Bahasa Inggris bukanlah untuk mengejar kesempurnaan, melainkan untuk bagaimana kita dapat berkomunikasi dengan baik. Ingat, you cannot master English language, but English will master you if you use it long enough. Kita harus menjadi tergila-gila dulu dengan English, maka Anda dapat melihat keajaiban di balikny

132. Bahasa Italia,Belajar Praktis Untuk Pariwisata dan Bisnis

Bahasa Italia,Belajar Praktis Untuk Pariwisata dan Bisnisuuran buaku 15X21

133. Bait-Bait Hati

Bait-Bait HatiTelah kulewati 100 mimpi denganmu Dipenuhi sajak bintang, terang indah dan damai Tapi kau tak menyapaku Ada apa gerangan? Wajahmu ditekuk terbuai lamunan Ah… seberapa menganga lukamu Hingga tawa pun sirna Tahukah kamu kawan, Betapa hati ini sunyi tanpa kalian Masa indah saat bersama kalian Saat suka duka melebur dalam kehangatan Kehangatan cinta kasih bersama kalian Akankah hal itu kan terulang? Ah, aku terbuai Terjatuh pada empuk rerumputan yang melambai tanpa lunglai Dihiasi aneka warna dan ragam bunga yang menawarkan semerbaknya Mewangi cinta menyeruak merasuk sukma Indah… Nikmat-Nya yang mana lagi yang pantas kudustakan?

134. Balada Roker (ROmbongan KEReta)

Balada Roker (ROmbongan KEReta)Sebaik-baiknya transportasi bagi orang kaya raya yang nggak habis tujuh turunan di Jakarta adalah sebuah helikopter. Dan sebaik-baiknya transportasi buat kalangan pas-pasan seperti saya adalah sebuah KRL. Sayangnya, KRL di Jakarta tidak senyaman MRT di negara sebelah. KRL di Jakarta ini bagaikan mesin waktu. Yang mana jika kita naik KRL selama satu tahun, umur kita akan lebih cepat tua tiga tahun. Daripada menyesali penuaan dini, saya mencoba menghibur diri dengan membuat catatan-catatan lucu d

135. BALADA SEORANG LENGGER

BALADA SEORANG LENGGERAntologi yang berisi 19 cerpen ini semuanya mewakili latar belakang Banyumas Raya, baik dalam arti wilayah maupun budayanya. Dan cukup berhasil.

136. Bang

BangBang, ini adalah rangkaian cerita kesunyian, kesepian, kehampaan, dan keraguan seorang wanita yang telah membiru menjadi kerajaan pelangi, bersinar Ilahi....ketika kita terpisah dengan tibatiba

137. Bang Namun & Mpok Geboy

Bang Namun & Mpok GeboyInilah salah satu buku yang memotret kehidupan “Orang Betawi” yang katanya makin hari makin terpinggirkan oleh sesaknya urusan politik dan bisnis di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

138. Bangkit dari Belenggu Stroke

Bangkit dari Belenggu StrokeMemang tidak gampang untuk membuat diri kita yang sedang terpuruk, untuk melaju dalam pemulihan. Minimal kita membutuhkan motivasi diri, selain dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan kita. Bahwa untuk bisa bangkit lagi, yang berperan penuh tidak lain adalah diri sendiri karena jika orang lain membantu tetapi diri sendiri tetap bergeming, hasilnya akan sama saja. Sebagai insan pasca stroke selama sekitar 6,5 tahun ini, aku berjuang untuk tetap hidup dan berkarya. Selain untuk memberikan yang

139. Bangsawan Kampung Series

Bangsawan Kampung Seriessebuah buku yang berisi tentang cerita kehidupan pelajar SMA yang otaknya belum sempat berkembang sejak kelas 3 SD.

140. Banjir Jakarta, Solusi Bukan Adaptasi

Banjir Jakarta, Solusi Bukan AdaptasiBanjir di Jakarta selalu menjadi masalah sejak dahulu. Siklus banjir di Jakarta juga semakin lama semakin kecil, dari semula R50 (setiap 50 tahun terjadi banjir besar di Jakarta di zaman Belanda), menjadi R20, R10, dan R5. Bukan tidak mungkin kedepannya siklus banjir akan menjadi setiap tahun apabila tidak dilakukan penanganan terpadu. Masalah semakin bertambah mengingat Ruang terbuka hijau di Jakarta kurang dari 10%, hanya 35% dari 48 situ di Jakarta yang berfungsi optimal, 1,4 milyar m3 air limpasan tidak meresap ke tanah sehingga menyebabkan banjir. Tiga belas sungai utama di Jakarta mengalami penyempitan sehingga kemampuannya mengalirkan air minim. Penurunan permukaan tanah karena pengambilan air tanah. Hutan yang ada di Jakarta hanya sekitar 0,72 persen dari luas wilayah. Berbagai permasalahan diatas dijawab pemerintah DKI Jakarta dengan mengajukan proyek-proyek raksasa seperti Deep Tunnel (Terowongan Multifungsi = TM) dan Giant Sea Wall (GSW). Pembangunan TM direncanakan menelan dana berkisar Rp 16 triliun dan selesai sekitar empat tahun. Sedangkan GSW menelan biaya sekitar Rp 100 Triliun dan memakan waktu 10 tahun. Proyek-proyek raksasa tersebut menjadi harapan masyarakat, untuk jangka waktu beberapa tahun kedepan. Sungguh hal yang ironis, apabila masyarakat diminta beradaptasi dengan banjir bukan diberikan solusi untuk mengatasi banjir. Jakarta baru, dibawah kepemimpinan Bapak Joko Widodo diharapkan dapat memberikan solusi yang taktis terhadap fenomena banjir yang selalu menghantui warga DKI ketika musim hujan.

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni