slogan leutika prio

Katalog Buku

591. Kerja Keras, Cerdas dan Ikhlas

Kerja Keras, Cerdas dan IkhlasSemua orang ingin baik. Itu pasti. Tapi, realitas sering bicara lain. Banyak orang yang –sudah hati-hati mengisi lembarana hidup— ternyata langkahnya masih saja terperosok ke dalam jurang kehidupan yang dalam, gelap, dan berliku. Menghadapi kenyataan ini hati terasa sakit, harga diri jatuh, dan masa depannya tak jelas: kacau. Akhirnya ada yang tidak sabar, mengambil jalan pintas: mengakhiri hidup secara tragis: bunuh diri. Na’udzu billahi mindzalik. Orang yang demikian ini lazimnya hatinya jauh dari Allah. Hatinya gelap, tak ada penyuluh. Begitu ada masalah, langkahnya gontai, ingin cepat mengkahiri hidup. Ini fenomena dunia. Setiap negara angka bunuh diri cenderung naik. Padahal bunuh diri bukan menyelesaikan masalah. Justru ini awal dari masalah besar yang dihadapi hamba untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Tuhan. Berbeda dengan orang yang dekat pada agama. Setiap ada persoalan, direnungkan dalam-dalam. Di sana ada jawaban. Dia sadar orang yang punya masalah bukan hanya dirinya. Orang lain juga diterpa masalah juga. Bahkan ada yang lebih berat lagi. Tetapi, orang lain itu berupaya tetap tenang, mengadukan persoalan kepada Allah Swt sebagai “ujung” pencarian solusi dan jawaban. Orang beriman yakin, disaat suasana genting maka pertolongan Allah pasti datang.

592. Kesesuaian Tanah dan Iklim bagi Tanaman Pertanian di Indonesia

Kesesuaian Tanah dan Iklim bagi Tanaman Pertanian di IndonesiaSecara khusus tanaman untuk dapat hidup memerlukan syarat : udara, air, unsur hara dan sinar matahari. Udara dapat dipenuhi melalui udara dari atmosfer dan udara dari dalam tanah. Air dicukupkan dari air hujan dan air tanah yang asalnya dari curah hujan serta pengairan. Unsur hara dicukupkan dari tanah, udara dan air. Sinar matahari adalah sumber utama energi bagi permukaan bumi. Dengan demikian maka keadaan udara, air, unsur hara dan sinar matahari yang selalu berubah akan menentukan keberhasilan tumbuh dan berkembangnya tanaman secara optimal, sehingga penulis terdorong untuk membuat buku dengan judul Kesesuaian Tanah dan Iklim Bagi Tanaman Pertanian di Indonesia, mencakup persyaratan yang diperlukan untuk tanaman dapat tumbuh dengan baik tanpa mengabaikan adanya ilmu tentang Kesesuaian Lahan Bagi Tanaman Pertanian. Karena untuk aplikasi ilmu ini masih memerlukan analisis tanah yang memerlukan pembiayaan, dan pemahaman serta petani Indonesia pada umumnya belum terbiasa melakukan analisis tanah. Menurut Subroto Ps dari hasil kajian perbandingan Sistem Evaluasi Kesesuaian Lahan bagi Tanaman Coklat dan Tanaman Kedelai hasilnya belum sesuai dengan keadaan lapangan, walaupun ada sistem yang mendekati hasil penilaian dengan keadaan lapangan, sehingga Sistem Penilaian Evaluasi Kesesuaian Lahan inipun perlu ada kajian untuk disesuaikan. Untuk itu ada pemikiran bagi penulis untuk dapat menulis buku ini guna untuk membantu bagi pengguna seperti mahasiswa pertanian, para hobiis tanaman, para praktisi atau bagi petani untuk melakukan budidaya Tanaman Pertanian dengan cara lebih m

593. Ketika Aku Berjalan

Ketika Aku BerjalanAntologi Puisi “Ketika Aku Berjalan” hanya ingin membuktikan bahwa kami “kunang-kunang” masih akan terus berproses, tumbuh dan berkarya lewat kata sebagai pemanis perasaan yang peka. Tabik !

594. Ketika Cinta dan Seks Menjadi Problematika Remaja

Ketika Cinta dan Seks Menjadi Problematika RemajaCinta dan seks sesungguhnya dua hal yang terpisah, tetapi di era ini nyaris tidak ada bedanya. Istilah “bercinta” diidentikkan dengan hubungan badan. Begitu pula pacaran yang sesungguhnya untuk saling kenal, berubah menjadi praktik seks pranikah. Penyimpangan-penyimpangan ini telah merusak citra cinta sendiri sebagai istilah yang menggambarkan kasih sayang, saling setia, dan saling melindungi. Namun, kenyataannya telah tercemar oleh perilaku yang diadopsi dari binatang. Cinta telah ternoda dan s

595. Ketika Cinta Membiru

Ketika Cinta Membirucinta tak selamanya indah dan dipenuhi kebahagiaan,satu waktu,cinta itu akan memberikan guratan pahit yang tak terlupakan.

596. KETIKA CINTA SALING TERTUKAR

KETIKA CINTA SALING TERTUKARBuku ini adalah karya anak-anak PROKUMA Disc 2. Mengisahkan beraneka ragam cerita pendek dengan kapasitas dan kekhasan masing-masing penulis dalam menyampaikannya. Cinta… Ya kebanyakan tentang cinta. Bagaimana seharusnya cinta itu agar tidak tertukar dengan yang lain. Cinta nomor satu yang seharusnya kita berikan hanya untuk Allah, tidak untuk yang lain. Tidak boleh tertukar dengan makhluk-Nya yang belum pantas untuk dicintai. 21 penulis berkolaborasi memahat kata cinta di buku ini. Spesial diberikan untuk para pembaca sekalian yang ingin mengetahui cara bertukaran cinta yang asyik dan menyenangkan. Seru, lucu, dan unyu-unyu!!! Ada beberapa cerita yang akan membuat Anda terpaku sesaat, menangis sesaat, tertawa sesaat, kejang-kejang sesaat, dan kesurupan sesaat. Ya, hanya ada di buku ini. Segera dapatkan!!! Mumpung para penulisnya masih ada, kali aja entar pengin minta tanda tangan dan foto bareng, hehe… Oke, jangan pernah membaca buku ini saat khatib berada di atas mimbar ya, entar elu ditimpuk rame-rame sama jamaah mesjid. Mudah-mudahan buku ini menambah catatan amal penulis di akhirat dan tentu berkah. Semoga pula buku ini bisa sakinah, mawaddah dan warrahmah tentunya (eh ini emang siapa yang nikahan?)

597. KETIKA HATI BERKATA

KETIKA HATI BERKATADari kisah-kisah asmara penulis sendiri dan juga kisah asmara teman-teman penulis, yang kemudian penulis tuangkan dalam sebuah puisi.

598. Ketika Kami di TeBeKa

Ketika Kami di TeBeKaSebuah pengabdian yang tentu mesti ditulis agar kelak dapat menjadi catatan perjalanan akan suka maupun duka ketika menetap dan menjalani kehidupan saat bertugas di Tanjung Balai, Karimun. Penulisan pengalaman, sudut pandang, dan kisah awal perjalanan berkarier di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai ini patut diapresiasi oleh berbagai pihak sebab kita percaya dengan menulis, setiap kegiatan, setiap pengalaman, dan setiap cerita akan tersimpan rapi hingga akhir hayat. Bahkan, setelah sang penulis t

599. Ketika Pena BMI Menari

Ketika Pena BMI MenariKetika persepsi orang menjatuhkan nama. Ketika sebagian mereka memandang rendah. Ketika itulah gerakan hati mengajak berbicara. Dengan taring pena yang lembut. Menyulam pahatan-pahatan aksara untuk, kausentuh ... dan kaurasa. BMI Singapura bukan hanya pejuang Devisa Negara saja, tapi sebuah inspirasi gerakan perjuangan keluarga. Berkarya sambil bekerja. Di atas keringat dan runtuhan air mata. Mereka berhasil menjadikan warisan leluhur yang patut untuk dibanggakan. Salam Gemilang BMI Singapura.

600. Ketika Takdir Menyapa

Ketika Takdir MenyapaIbuku….!! Kini sebagian asaku telah terwujud, langkah yang dulu pernah terhenti kini kembali kutapaki walau tertatih, do’amu yang tulus keringatmu yang bercucuran mengantarkanku pada arti hidup ini. tak pernah ada kata lelah yang terucap dari mulutmu walau sikapku selalu menyisakan lara dadamu. Maaf, Sepertinya tidak cukup mengobati lukamu karenaku, terimakasih tidak sebanding dengan semua pengorbananmu. Ibuku…!! Sungguh tiada yang kau harapkan saat menghadirkanku kedunia, mendengar aku sehat itu saja telah mampu menghilangkan seluruh deritamu. ingin kupersembahkan semua ini padamu walau kutau ini tidak pantas disanding dengan pengorbananmu. Cintamu padaku hanya ALLAH yang tau, sepanjang jalan pengorbananmu mengantarkanku pada penghujung pendakian ini, kuyakin keajaiban do’amu lah yang membuatku mudah menjalani semua ini. kuyakin kekuatan harapanmu yang mampu memecah tembok kebekuan hatiku. Ibuku….!! Kini diatas hamparan sajadah panjang pemberian ibu, do’a suci kupanjatkan untukmu ibu. kuyakinkan diri inilah yang terbaik yang ALLAH tetapkan buat kita, Ibuku…!!Aku mencintaimu sepanjang hayatku…….!!

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni