slogan leutika prio

Katalog Buku

1361. Toh Andy!

Toh Andy!Berdirinya sebuah provinsi baru menimbulkan benturan sosial budaya. Terbukanya sektor ekonomi dan pemerintahan mengakibatkan arus penduduk mendatangi daerah pemekaran tidak terbendung. Pemuda lokal seperti Andy mulai memperhatikan hal tersebut. Tergeser oleh kompetisi pendatang mengakibatkan anak nelayan yang tinggal di pulau kecil ini resah dan gundah. Awalnya ia menolak pendatang, tetapi setelah lebih lama membaca ia sadar bahwa tidak ada gunanya sektarian, tetapi kompetensi mereka-lah yang wa

1362. Toleransi Keruangan dalam Permukiman Padat

Toleransi Keruangan dalam Permukiman PadatPermukiman padat di kampung kota dengan berbagai karakteristik permasalahannya merupakan fenomena urban yang selalu terlihat pada kota-kota besar terutama di negara-negara berkembang. Hal ini terkait dengan adanya daya tarik pusat kota dengan pesatnya perputaran roda ekonomi yang berdampak pada derasnya arus pendatang memadati kota. Permasalahan ini belum diimbangi dengan penyediaan permukiman yang layak oleh pemerintah kota, sehingga masyarakat miskin kota mencari solusi dalam melakukan penyedi

1363. Tompa & Jeany Sahabat Istimewa

Tompa & Jeany Sahabat IstimewaTompa harus menjalani operasi enterotomy dan keluar masuk Rumah Sakit Hewan, kemudian menjalani hari hari yang berat: makan makanan blender-an, minum obat dalam jangka panjang, dan berada dalam pengawasan ketat seumur hidupnya. Setelah lebih dari setahun berjuang melewati masa masa sulit, Dokter Hewan lain yang kemudian menanganinya, menemukan sebuah penyebab yang berbeda. Lalu Tompa menjalani operasi enterectomy.** Kisah yang sangat menyentuh, menginspirasi, dan memperkaya pembacanya dengan pengetahuan tentang kucing sebagai hewan yang sangat patut untuk disayangi. Lebih dari itu, juga memberikan perenungan tentang makna sebuah pelajaran hidup yang diberikan Sang Pencipta kepada seorang manusia melalui seekor kucing yang tak berdaya. -Heddy Lugito, Jakarta, Direktur Pemberitaan Majalah Gatra, yang juga penyayang hewan- Buku ini wajib dibaca oleh orang-orang yang memutuskan akan mulai mengadopsi hewan kesayangan. Karena mengadopsi mereka berarti cinta dan komitmen seumur hidup mereka. -Drh Elievia Winarno, Jakarta, Dokter Hewan yang suka menulis dan membaca buku- Buku ini membuat saya malu….Terima kasih, buku ini telah membuat saya

1364. Too Hate To Be Love

Too Hate To Be LoveMenjadi seorang idola tentu saja memiliki fans. Tapi, sebanyak apa pun fans yang mengagumi seorang idola, tetap saja ada anti fans. Dan inilah yang terjadi pada Galang Alehandro. Betapa terkejutnya ia ketika bertemu seorang gadis yang entah apa alasannya mengaku sangat membencinya. Kemudian gadis itu mengucapkan satu makian yang sangat menyulut emosi Galang yang sebelumnya tenang. Kemudian terjadilah kesalahan, dan Galang menyikapinya dengan penuh tanggung jawab. Rena datang dalam hidup Galang dengan satu kesalahan kecil yang ia buat, tapi ternyata akibatnya fatal. Tanpa Rena sadari ia telah memancarkan kecantikan yang berbeda dengan kesederhanaan dan kepolosan yang ia punya. Kemudian Galang dengan cepat menerima mentah-mentah semua pesona yang Rena pancarkan. Akhirnya, kesalahan itu berubah menjadi kisah cinta yang romantis. Meski tak luput dari cobaan yang menimpa. Selalu ada orang ketiga dalam suatu hubungan. Kekacauan, badai, atau apa pun istilahnya datang menghampiri perjalanan awal Galang dan Rena mengarungi hidup berumah tangga. Kemudian mereka mengikhlaskan semua itu sebagai cobaan. Lalu mengambil hikmah untuk semakin menguatkan cinta mereka satu sama lain. Seperti tulang rusuk yang patah kemudian saling menguatkan ketika bersatu, dan tak ingin terpisah lagi.

1365. Topeng Manusia

Topeng ManusiaIni adalah negeri kebalikan, dimana manusia berotak kecil sedangkan monyet sangat cerdas. Ini adalah negeri kebalikan, dimana monyet memakan nasi dan pisang dijadikannya camilan. Ini adalah negeri kebalikan, dimana monyet bisa berbahasa Indonesia dan manusia hanya ber-ukuk-akak. Di negeri ini, bisa kau lihat para monyet menguasai jalanan. Bisa dibilang mereka memang menguasai setiap inci tanah di negeri ini. Monyet-monyet itu berlalu lalang menggunakan mobil dan sepeda motor. Ah, betapa hebatnya! Monyet-monyet di negeri kebalikan, mereka menganggap diri mereka paling istimewa. Mereka bilang manusia tak berotak sehingga seringkali mengolok-olok dengan menggunakan kata “manusia”. Di jalan contohnya, apabila ada yang menyalip kendaraan mereka secara tidak sopan mereka akan berteriak “MANUSIA!” Tidak hanya kata manusia sebenarnya, mereka juga meneriakkan spesies lain yang mereka anggap rendah, seperti asu, jangkrik, atau wedhus, dan masih banyak lagi. “…niat yang baik, proses yang baik, akan menghasilkan karya yang baik. Akhirnya, saya mengucapkan selamat berkarya, selamat menyalurkan dan menebarkan energi positif.” Prof. Dr. Wahyudi Siswanto – Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. “Saya menyambut gembira atas hadirnya buku Antologi Cerpen “Topeng Manusia” kelahiran pena anggota Komunitas Penulis Anak Kampus (Kompak)-Malang. Semoga saja proses kelahiran ini menjadikan karya-karya para penulis tumbuh sehat dan mampu bersaing di kancah kepenulisan, mampu menjadi karya yang bermanfaat bagi orang lain, mampu dewasa dan menghasilkan karya-karya terbaik setelahnya.

1366. Topi Hitam

Topi HitamTopi hitam ini sudah cukup lama tersimpan di sebuah toko yang menjual berbagai aksesoris dan pernak-pernik. Tidak ada yang berminat memilikinya, entah kenapa dan apa alsannya tidak ada yang tahu pasti. Sampai suatu saat, ada seorang kakek yang tertarik dengan topi hitam itu. Sang topi hitampun kini berpindah tangan menjadi milik si kakek. Ternyata semuanya tidak seindah keinginan dari

1367. Totem(isme) Papua: Sebuah Penelusuran Karya Sastra Lisan

Totem(isme) Papua: Sebuah Penelusuran Karya Sastra LisanSekilas judul buku ini menggambarkan kepada pembaca tentang totem atau totemisme. Namun, jauh ke dalam terungkap bahwa buku ini adalah hasil penelitian karya sastra lisan di Papua. Mengapa unsur totem dan totemisme ini sengaja difokuskan penulis mengikuti metode dan teori penelitian sastra lisan? Karena penelitian sastra itu sendiri adalah usaha pencarian pengetahuan pemberimaknaan dengan hari-hati dan kritis secara terus-menerus terhadap masalah sastra.

1368. Totis

TotisAlde Nandra, seorang gigolo kelas atas yang sudah mulai kehilangan ketenarannya. Ali Hasby, seorang pria yang mengalami kehancuran rumah tangga, menyaksikan istrinya tidur dengan atasannya sendiri. Dan Ervian, pemuda berwajah tampan, namun ternyata seorang gay yang menjalin hubungan dengan pamannya sendiri. Ketiganya secara tidak sengaja bertemu di sebuah ferry yang akan membawa mereka ke pulau paling eksotik di Sumatera, yaitu Nias. Di tengah perjalanan, di lautan yang maha luas, ferry mereka diterjang badai sehingga mereka bertiga terseret ke sebuah pulau bernama Totis yang berada di dimensi lain. Di sanalah petualangan mereka dimulai. Terperangkap pasukan kerajaan Tandra, yang berwajah setengah manusia dan setengah monster. Melawan buaya buas sungai Ing-Ing, hingga ke kerajaan Tura, yang terkenal sebagai kerajaan terindah di pulau itu. Dan tanpa terduga, mereka malah terseret ke dalam konflik yang melanda tiga kerajaan di pulau itu. Hanya ada satu cara agar mereka bisa mengembalikan pelindung kerajaan itu, yaitu Tunggal Panaluan, yang disimpan di atas gunung yang dijaga oleh penyihir paling berbahaya. Dan dengan pusaka itulah mereka bisa kembali ke dunia nyata, tempat mereka sebelumnya berada. Namun untuk mendapatkan pusaka itu bukanlah hal yang mudah. Mereka harus melawan para monster dan mahkluk-makhluk buas yang siap mencabik-cabik tubuh mereka dan menelan mereka hidup-hidup. Juga penghuni pulau itu yang tidak senang keberadaan mereka diketahui orang asing Peperangan segera dimulai, dan jika mereka tidak berhasil menemukannya, bukan hanya Totis yang akan hancur, tetap

1369. Tragedi Buah Rukam

Tragedi Buah RukamPembaca akan terpingkal-pingkal, bahkan merasa mual, karena potongan Pizza kita yang satu ini sungguh unik penyajiannya.

1370. Transformasi Paradigma Pembangunan Ekonomi

Transformasi Paradigma Pembangunan EkonomiMUNCULNYA berbagai paradigma pembangunan ekonomi menjadi bukti bahwa pemikiran pembangunan ekonomi itu selalu berkembang mengikuti perubahan-perubahan dalam aktivitas membangun perekonomian. Terjadinya krisis yang dahsyat seringkali memunculkan paradigma pemikiran baru. Tanpa pemikiran baru, krisis ekonomi mungkin tak akan bisa ditanggulangi, bahkan sebaliknya akan terjadi lebih parah lagi. Krisis ekonomi yang melanda dan membangkrutkan Negara-negara di Eropa dan Amerika misalnya, telah memaksa ekonom dan pemerintah mengubah paradigma pemikiran ekonominya. Demikian juga krisis tahun 1997 yang melanda Negara-negara Asia, termasuk Indonesia, membuat banyak pakar ekonominya untuk mulai memikirkan ulang model pembanguan yang sesuai dengan kondisi negaranya. Mereka mulai merubah paradigma pembangunan yang selama itu mereka anut. Ada yang mulai dengan meninggalkan paradigma pertumbuhan dan lebih berorientasi ke pemerataan kesejahtreaan, kemudian mengarah ke paradigma pembangunan yang memasukan unsur kelangsungan sumberdaya alam yang dimilikinya bahkan ada yang mengarah ke ekonomi hijau. Begitulah, tidak ada paradigma pemikiran ekonomi yang sifatnya stagnan dan memiliki kebenaran mutlak dalam menjelaskan fenomena ekonomi. Paradigma pemikiran ekonomi senantiasa bertransformasi dan mencari bentuk yang

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni