slogan leutika prio

Katalog Buku

251. Cerita Cinta Dunia Maya

Cerita Cinta Dunia MayaLelaki yang dikenal Nila lewat dunia mayanya itu, benar-benar bisa mengubah kehidupannya saat ini. Mengubah hari-harinya yang sebelumnya terasa begitu hampa menjadi sangat berwarna. Mengobati luka hati akan kisah cintanya yang selalu berakhir tragis.

252. Cerita dari Bekasi

Cerita dari Bekasi"Masih meneteskan air mata saat mengingat buruh-buruh perempuan yang mayoritas ibu-ibu itu jatuh pingsan terkena pukulan dan tembakan gas air mata. Dan meskipun pukulan dan tembakan gas air mata yang kami terima, tetapi semangat kami tak akan pernah surut. Bahkan sebaliknya, kejadian itu justru membuat semangat juang dan kekompakan kami semakin bertambah besar. Kami siap melawan ketidakadilan dengan segala risiko. Karena kami percaya, diam tak akan mengubah apa-apa."

253. CERITA DARI BUKIT CINTA

CERITA DARI BUKIT CINTAKesederhanaan, keindahan alam, nuansa romantis, tradisi yang unik dan menarik digambarkan dengan bahasa yang ringan pada novelet Cerita dari Bukit Cinta di dalamnya.

254. Cerita Kita

Cerita Kitantologi cerpen “Cerita Kita” ini, tidak hanya meminta Anda untuk menyelami dunia imajinasi yang para penulis buat. Tetapi juga mengajak Anda masuk ke berbagai kolase romansa yang disajikan.

255. Cerita Kita dalam Sosiologi Sastra

Cerita Kita dalam Sosiologi Sastra“Setiap orang berhak untuk bereksplorasi. Nah, setiap penulis di dalam buku ini berhasil mengeksplorasikan ide masing-masing dengan cara tersendiri pula. Oleh karena itu, tak ada yang patut saya berikan kepada mereka, kecuali mengapresiasi karya nyatanya. Inilah sebuah prestasi.” (Mahidin Syahidu, M.Pd. - Kepsek SMP Al-Qalam Jakarta) “Bagaimana kenyataan yang dialami oleh mahasiswa di Unindra? Bagaimana perjuangan yang harus dilalui oleh mereka. Jika Anda belum tahu, Anda wajib membaca buku ini.” (Abdussafi, Ketua Komunitas BUMI Unindra) “Celitana bagus, aku ga bisa baca tapi mamah bacain celitana pas aku ga mau belangkat cekolah, cedih deh tapi aku jadi cemangat cekolah.” (Thalitha Raihanah Salsabila, Siswa PAUD umur 3 tahun, anak dari Ryna Mahasiswa Unindra Reguler sore)

256. Cerita Rakyat Musi Banyuasin

Cerita Rakyat Musi BanyuasinCerita rakyat Musi Banyuasin ini adalah project bersama penulis dan siswa-siswa SMA NEGERI 2 Sekayu. Dengan semangat global dan berfikir lokal, buku ini mengajak masyarakat Musi Banyuasin untuk mengenal budayanya melalui cerita rakyat yang dirangkum pada buku ini. Ada banyak cerita rakyat yang hidup di masyarakat Musi Banyuasin. Buku ini hanya mengambil enam diantaranya dengan harapan akan dilanjutkan pada buku-buku berikutnya.Juga, buku ini dibuat bergambar karena ditujukan kepada anak-anak. Anak-anak adalah aset masa depan, sehingga dengan mengenal budayanya, maka diharapkan semakin besar rasa cintanya pada tanah kelahirannya. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan wawasan kepada semua pembaca buku ini.

257. Cerita Romantis Paris

Cerita Romantis ParisSiapa bilang Kota Paris adalah kota romantis? Siapa bilang Paris adalah kota yang cantik dan super mewah? Mungkin sebagian besar orang akan berkata demikian, tetapi tidak untuk salah satu anakku, yang menemaniku untuk berwisata ke tujuh negara Eropa Barat, dan Kota Paris adalah kota di negara keempat yang kami datangi. Walaupun menurutku, yang memang beberapa kali ke Paris, memang kota ini sangatlah romantis, apalagi jika bergandengan tangan di bawah remang kehidupan kaum jetset serta keklasikan

258. Cerita Senja

Cerita SenjaBuku kumpulan cerita pendek ini berisi sepuluh cerita pendek dari lima penulis anggota FLP Blora. Setiap penulis membawa tema yang beragam dengan nuansa Islami dan bahasanya dikemas dengan santai.

259. Cerita Si Piwi, Kucing Kecil Berbulu Putih

Cerita Si Piwi, Kucing Kecil Berbulu PutihPiwi adalah kucing kecil berbulu putih. Ia tinggal pada sebuah rumah mungil di halaman rumah si kembar Lala dan Lili. Di sana ada ayah dan ibu Piwi serta adiknya. Bu Chita, Pak Chito dan Unyit. Bu Chita selalu memberi aturan ini dan itu. Tidak boleh begini dan begitu. Piwi juga tidak boleh melompat keluar tembok pagar halaman rumah Lala dan Lili. Piwi jadi bosan. Apalagi selalu mendapat makanan yang itu-itu saja. Suatu hari, Piwi bertengkar dengan Unyit. Piwi sangat kesal. Piwi merasa ayah dan ibunya lebih menyayangi Unyit. Piwi ingin pergi. Akhirnya Piwi melompat keluar pagar. Piwi ingin kehidupan yang lain. Ternyata kehidupan di luar pagar tidak seindah yang Piwi kira. Piwi ingin pulang, tapi sudah terlambat. Ternyata Piwi tidak tahu jalan pulang. Sampai akhirnya Piwi bertemu dengan teman baru. Seekor anak kucing yang kupingnya miring. Namanya Kupit. Piwi pun berteman dengan Kupit. Sampai suatu ketika Piwi harus kembali pulang tanpa pamit pada Kupit.

260. Cermin, Nama, dan Pelita

Cermin, Nama, dan PelitaOrang-orang terkekeh setelah melihat dirinya di cermin. Mereka tersenyum, memerhatikan dirinya, tersenyum lagi, lalu, mencatat sesuatu di buku. Semua orang berlaku demikian. Akan tetapi, tidak denganku. Aku tidak bercermin. Di kamarku tidak ada cermin. Ibu tak pernah mengizinkanku bercermin. (Cermin, karya Luklukul Maknun) * Sudah dua hari aku perang dingin sama Bunda menuntut pergantian nama. Aku dan Bunda sama-sama tidak mau mengalah. “Katanya ada yang mau ganti nama, ya?” tiba-tiba Ayah sudah duduk di sampingku. “Ayah tidak tahu, sih, bagaimana rasanya punya nama kampungan.” “Dulu-dulu kamu tidak pernah protes.” “Dulu-dulu enggak sadar. Sekarang sadar.” “Hahaha…. Kamu tahu kenapa kamu diberi nama itu?” Aku menggeleng. (Nama, karya Nachita) * Waktu selalu menghantar seseorang kepada orang lain. Waktu pula yang memperkenalkan Pelita dengan Mike, pemuda Australia yang datang ke Sumatra Barat untuk berlibur. Mereka terlibat percakapan yang seru tentang adat dan budaya Minangkabau. Alunan musik tradisional dan rentak penari yang sedang berlatih menjadikan sore itu terasa indah. Indah bagi seorang Pelita tatkala menyadari ada kharisma dari Mike yang membuat dirinya terpesona. (Pelita Nambun Suri, karya Ripo Mht) * Cermin, Nama, dan Pelita adalah 3 dari 25 cerpen yang terdapat dalam antologi pemenang Lomba Menulis Cerpen Bersama Uda Agus (#3). Beragam tema diangkat oleh penulisnya yang juga berasal dari latar belakang berbeda. Yang membuat antologi ini semakin menarik, 10 cerpen di dalamnya merupakan cerpen komedi yang siap mengocok perut setelah hanyut dibuai 15 naskah lainnya

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni