slogan leutika prio

Katalog Buku

1141. Selayang Pandang Kebudayaan Maluku Utara

Selayang Pandang Kebudayaan Maluku UtaraMaluku Utara merupakan daerah yang kaya akan sejarah dan kebudayaan, kawasan ini pernah menjadi rebutan para petualang Eropa. Daya tarik Rempah-rempah (Cengkeh,pala dan bunga pala) menjadi dorongan utama perkembangan perdagangan antar bangsa, di Asia Tenggara. Kedatangan Bangsa Eropa dari jauh telah Mengubah, sejarah kepulauan Nusantara, olehnya itu berbicara tentang Kebudayaan Tak benda dan kebudayaan Berbentuk benda (Intangible Cultural Aspect and Tangible Cultural Aspect) serta Nilai budaya d

1142. Selendang Itu Berkalung pada Nisan Tak Bernama

Selendang Itu Berkalung pada Nisan Tak BernamaMembaca Sekar Rampai karya peserta didik Sanggar Aksara seperti tidak pernah menyangka bahwa karya-karya tersebut adalah hasil dari pemikiran anak-anak remaja. Ambillah misal karya Selendang Itu Berkalung pada Nisan Tak Bernama karya Dian Mustika yang berhasil menyajikan estetika melampaui usianya. Penulis yang juga menulis Obituari Tanpa Harus Menunggu Mati dan Kesempatan Terakhir Penuh Kenangan memiliki kharakter yang sangat kuat. Ketiga cerpen tersebut tidak hanya menyajikan estetika bahasa, judul,gaya bahasa, tetapi juga pemikiran yang luar biasa dari seorang anak muda Terakhir, buku ini kami harapkan dapat menjadi tongkat estafet untuk kesusastraan Indonesia. Dan, para pejuang gerilyawan itu, percayalah, masih banyak yang akan memberikan kejutan-kejutan berikutnya!

1143. Selingkuholic

SelingkuholicSebutan apa yang paling cocok buat tukang selingkuh? Selingkuholic? Tapi bener nggak sih cowok Dina suka selingkuh? Dan kenapa Dina harus membalas perilaku cowoknya juga dengan selingkuh? Kayaknya ini menjadi tips Dina yang tetap enjoy aja meski seisi dunia mengadu bahwa cowoknya memang raja selingkuh. Penasaran? Simak kisah Dina dan cowoknya yang suka selingkuh di buku ini. Nggak hanya tentang Dina, tapi juga tentang Teguh yang berandai-andai menjadi dukun hanya karena nggak dapet-dapet cewek. Simak kisahnya di “Andai Aja Gue Dukun”. Simak juga kisah tentang cowok yang nggak nyangka kalau ceweknya yang bernama Angeline ternyata tukang pelet. Duh serem banget sih kalau mesti pacaran tapi bukan karena suka sama suka, tapi dipaksa suka. Buku Selingkuholic ini menawarkan banyak banget cerita berisi trik dan intrik kisah remaja. Susah, senang, putus cinta, fall in love, persahabatan, bahkan kegalauan juga persaudaraan tumplek blek jadi satu. Kamu-kamu bakal dipuaskan dengan 28 cerpen dan 3 fiksimini yang ditulis dengan berbagai gaya di buku ini. Nggak usah kebanyakan penasaran, cekidot, dan pahami lika-liku remaja di buku ini. (*)

1144. Sembilu Berwarna Biru

Sembilu Berwarna BiruAda begitu banyak sembilu yang menikam kalbu, menelikung pilu, menggelepak sesak. Sembiluku sempurna berwarna biru, menghantam hati bertubi-tubi, mengoyak asa hingga binasa. Bagaimana dengan sembilumu kawan? Masihkah terasa begitu menyakitkan? Hmph.. Mereka yg berbahagia di taman-taman bunga sana, tentu tak akan paham pada jubah kesetiaan yg mati-matian kita kenakan. Mereka yg tertawa-tawa di belahan dunia sana, tentu tak akan mengerti pada jeri yang berpayah-payah kita rasai. Tapi buku ini peduli, terlahir dan hadir tuk menemani. Kisah2 menyedihkan didalamnya seolah berperi,

1145. Semburat Jingga Hijau

Semburat Jingga HijauSementara itu, masih mengenai kata cinta; hatiku yang berbunga-bunga dengan kelopak-kelopak aneka warna dan serbuk sari yang terpadu apik dengan putik, nampaknya memiliki relung yang demikian panjang seperti tak berpenghujung. Seperti lengkungan-lengkungan labirin yang membutuhkan waktu dalam mencapai tujuan ujungnya. Waktu dan ketekunan, ilusi dan realita, nyatanya memang membentuk labirin mutiara. Mutiara putih suci dari kediamannya di dasar laut yang tersembunyi di dalam kerang yang bersahaja

1146. Senandung Alam

Senandung AlamMungkin akan sampai padamu suatu waktu dalam pelayaran hidupmu negeri yang dibelah sungai Melayu o Melayu

1147. Senandung Cinta Untuk Bunda

Senandung Cinta Untuk BundaAyo…. Saatnya kita mulai menjelajah taman surga kehidupan yang punya banyak hal menarik dengan gelayut manjanya untuk diterjemahkan. Ingin ikut menerjemahkan rasa? Baca buku ini, semoga kemudian anda terinspirasi.

1148. Senandung Harapan Kunang-Kunang

Senandung Harapan Kunang-Kunang “Malam senantiasa memberiku makna akan artinya hidup. Malamku teruntuk malam-Mu, malamku untuk merenungi kisahku”. (Hilda Hilaliyah, M.Pd., Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia)   “Cerpen ini membuat saya sadar akan keajaiban-keajaiban di kala malam, malam senang, sedih, dan sendu kumpul meluap melontarkan kata-kata indah, sungguh malam-malammu menjadi saksi dan penuh arti”. (Azhari Ikhwati, S.Si., Aktivis dan Pengajar)     “Cerita yang dituangkan menjadikan malam tidak hitam tetapi penuh dengan perhiasan sesuai dengan judul cerpen ini Senandung Harapan Kunang-Kunang, dahsyat sekali jadi tidak sabar menunggu datangnya malam ini.” (Siti Muharomah, S.Pd., Pemerhati Sastra dan Guru Seni)      

1149. Senandung Hati Tarian Jiwa

Senandung Hati Tarian JiwaPuisi adalah ziarah batin. Itu sangat terasa dalam buku ini. Membaca puisi-puisinya yang terangkum dalam “Senandung Hati Tarian Jiwa”, serasa menatap mozaik-mozaik pribadi penulis yang religius, cinta tanah leluhur, tulus hormat pada orangtua, suami dan ayah yang penuh sayang pada keluarga, dan santun. Seperti pribadinya, puisi-puisinya tidak bergelora, kadang sederhana, tapi terasa jujur adanya. Dan karena itu, mudah menikmati panorama imajinasi puitisnya. (Nestor Rico Tambunan, Jurnalis, Pengarang ratusan cerpen dan belasan novel, Penulis scenario Sinetron dan Film) Selalu mengesankan membaca sajak-sajak goresan dalam buku ini. Terutama karena makna yang disisipkan mengajak pembaca turut memikirkan dan menelisik pikiran-pikiran dan perenungan yang mengkristal menjadi larik-larik kata yang memikat. Dididik di lingkungan seminari dan ajaran Katolik yang kental, dan sbg staf lembaga humanitarian sekian lama, telah berperan banyak membentuk pola pikir, sikap, dan pemaknaan hidup, esensi kehidupan. Menulis dengan jujur, sublim, itulah unsur penambah kekuatan sajak-sajaknya. Menyenangkan membaca sajak-sajaknya, sebab di tengah minimnya minat menuliskan permenungan kehidupan dan pemaknaan atas pengalaman keseharian, Portunatas sedia melakukan dan membagikannya. Jangan berhenti dan terus menghidupkan kreativitasnya yang merupakan karunia tak ternilai dari ilahi, meskipun sama-sama kita tahu, dia melangkah di jalan yang sepi. (Suhunan Situmorang, penikmat sastra-budaya, praktisi hukum korporasi, penulis novel Sordam, cerpen dan esai-esai bertema sosio-kultural etnis Batak).-

1150. Senandung Rindu Bukit Krisan

Senandung Rindu Bukit KrisanKedua mata kami saling menatap. Bibir ini terasa kaku tak bergerak. Kuberanikan untuk melangkah semakin mendekatinya. Aku mendesah pelan dengan segunung keraguan di hatiku yang membungkamku untuk berbicara.

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni