slogan leutika prio

Katalog Buku

1141. Rumah Di Atas Bukit

Rumah Di Atas BukitAda banyak kisah fiksi dalam berbagai tema yang disugukan oleh kumpulan cerpen ini, mulai dari percintaan, kekeluargaan, persahabatan, hingga remaja. Buka lembaran pertama dan bersiaplah untuk tenggelam bersama kisahnya hingga lembaran terakhir.

1142. Rumah Ibu

Rumah IbuKatakan, dimana tempat paling nyaman selain berada dalam rumah ibu?! Itu pertanyaan yang kerap kita acungkan ketika hidup sudah tidak lagi bersahabat. Disaat kita butuh tempat, kita butuh perlindungan bahkan kita butuh dekapan. Semua itu hanya ada pada ibu. Keagungan ibu menjelma malaikat, serupa mendung yang dingin, kadang pun lembut ibarat embun yang hening. Semua itu semata-mata, karena ibu amat mahir mendamaikan, ibu tak pernah alpha berkata rindu, ibu juga yang kerap terlatih untuk sabar. Rumah tanpa ibu selalu membikin hati tak menentu. Walau di dalamnya begitu bergelimang macam kekayaan, bertabur riuh tepuk-tangan, tapi cukuplah senyum ibu yang mewakili semuanya. Mampukah ibu hidup selamanya? Menemani dan mendatangkan rasa cinta? Sekumpulan cerpen dalam buku Rumah Ibu ini menyuguhkan aroma keibuan yang gigil. Di dalamnya bertabur wajah ibu yang beraneka rupa tapi tetap menentramkan. Sungguh, dengan membaca buku ini, seolah kita dikenalkan kembali bahwa ibu, tetaplah perempuan agung yang dititipkan tuhan untuk kita.

1143. Rumah Untuk Pulang

Rumah Untuk PulangAlma Hakeem, 25 tahun, cantik dan cerdas, namun labil secara emosi. Masa kecil yang menyakitkan membuat Alma selalu menyandarkan kebahagiaannya dari keberadaan orang lain. Membuatnya semakin invalid dengan “ketiadaan” Bama, kekasihnya. Dan, angin pun bertiup. Seorang Rado Alvelino datang dalam kehidupan Alma. Rado mempunyai ayah dan ibu yang saling bertegur sapa, namun tidak peduli. Ketika Alma dan Rado saling menatap untuk pertama kali, keduanya mengenali rasa “lapar” di mata masing-masing. Lapar akan cinta, sentuhan, dan perhatian. Rado mencintai Alma dengan cara yang ternyata benar-benar diinginkan Alma dari Bama. Alma yang merasa bersalah berusaha menghentikan semuanya dan ingin memperbaiki hubungannya dengan Bama, namun berartikah semua itu bila Bama bahkan tidak terlalu peduli untuk mempertahankannya? Sedangkan Rado jelas-jelas menegaskan: “Aku tidak akan pernah menyerah, karena aku berhak memperjuangkan cinta kamu, Al.” Alma berada pada saat-saat yang tidak mudah dijalani.

1144. Saat Warna-Warni Berbicara

Saat Warna-Warni BerbicaraWarna-warni selalu berbicara, ia selalu mewarni hidup ini bagai sinar pelangi. Antara nilai kehidupan, harapan hidup, kasih sayang selalu bersama dengan warna-warni ini selalu terukir. Ada warna makna kehidupan, makna harapan, makna arti cinta. Ya, warna-warni ini tak pernah memilah-milih diri. Ia mendengar, ia melihat, dan ia tafsiri semua itu. Di jalan bumi ini. Di hidup insani.

1145. Saatnya Kita Terbang Murah

Saatnya Kita Terbang Murahbuku mengenai seluk beluk penerbangan Indonesia

1146. Sabda Hati Untuk Negeri

Sabda Hati Untuk NegeriKumpulan cerpen yang sengaja dipersembahkan untuk negeri tercinta, betapa kemiskinan masih merajai pelosok tanah air.

1147. Sajadah di Laut China

Sajadah di Laut ChinaPelaut, anak kapal, sering dipandang sebagai makhluk kasar yang akrab dengan miras dan kehidupan remang-remang, jauh dari kecerdasan intelektual apalagi spiritual. Mengeneralisasi suatu keadaan tentu saja tidaklah tepat. Pada kenyataannya masih ada pelaut yang mampu menjaga kesehatan akal dan hatinya sehingga dapat memandang sisi-sisi kehidupan dengan lebih jernih. Kehadiran buku ini setidaknya meluruskan, bahwa kerja kreatif olah rasa dan fikiran yang mengandung nilai-nilai keluhuran sesungguhnya bisa muncul dimana saja oleh siapa saja, tanpa memandang apa kesehariannya. apa yang kita miliki tak membuat kita berbeda apa yang kita berikan itulah soalnya berbedalah tapi jangan berhenti belajar kegaduhan terjadi dimana-mana sebab orang sudah merasa pintar --Refleksi ketika amanat diabaikan harta benda menjadi murah kedudukan menjadi rendah --Tahanan Hati nurani, persaudaraan dimana-mana sama Nafsu kekuasaan membuatnya berbeda --Empat Tentara Pulang Patroli rumahku ladangku danau yang jernih dan tenang mengundang angsa-angsa berenang, menghirup kesegaran cahaya keheningan --Rumahku Ladangku

1148. Sajak Air Mata Bunda

Sajak Air Mata BundaSajakku mewujud dari mata air Air matamu yang berharap Sajakku merangkak dari peluh keringatmu yang bermunajat Berdiri dari nasihat betuah yang berkelebat Sajakku adalah motivasi yang berpendar ke segala penjuru Nadi dan sendi perjuangan cita dan cintaku Kutiriskan semua duka agar kumampu bercerita suka Kusaring semua beban Agar kumampu berkisah masa depan … (Air Mata Bunda)

1149. Sajak Langit Sepi+Maut Sedikit Cinta dan Perempuan

Sajak Langit Sepi+Maut Sedikit Cinta dan PerempuanFuturistik laiknya perjalanan sempurna dan kembali --memesan tiket tamasya gairah si bodoh yang kepala sibuk menerka Adam dan Hawa turun dari langit utara! mimpi mengalah tahu si tuan terlena

1150. Sajak Talibun Bertirai Nusantara

Sajak Talibun Bertirai Nusantara“Dengan antologi puisi Sajak Talibun Bertirai Nusantara ini, mahasiswa membuktikan masih memiliki jiwa nasionalisme dengan cara yang berbeda. Indahnya kata dalam sajak talibun ini memiliki pesona akan harapan masa depan bangsa.” ( Farahdina Intan Dosen PKn ) “Menyindir dengan tulisan terukir, mengkritik dengan kata yang mengelitik. Sebuah bacaan tentang harapan masa depan, membuat siapa saja manggut-manggut saat mebaca tiap bait sajak.” ( Eko Yulianto Dosen Bahasa ) “Kata-katanya berbaris rapi, makna yang terkandungpun tertata sehingga mudah dicerna, bahkan oleh saya yang tidak mengerti sastra. Hidup Nusantara.” ( Liza Antika Dewi Anggota Paskibra )

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni