slogan leutika prio

Katalog Buku

1141. Sejarah Sastra Berperspektif Gender

Sejarah Sastra Berperspektif GenderBerdasarkan pembacaan dan kajian terhadap beberapa buku sejarah sastra Indonesia, tampak bahwa buku-buku ter¬sebut masih memiliki kecenderungan bias gender. Buku-buku tersebut tampak mengabaikan karya, krea¬tivitas, keberadaan para pengarang perempuan. Artinya, masih diperlukan penulisan sejarah sastra yang berperspektif gender. Sejarah sastra yang tidak hanya mencatat perkembangan berbagai genre dan fenomena sastra, tetapi juga sejarah sastra yang memberikan porsi yang adil dalam mencatat, menganalisis, dan memberikan tempat, tidak hanya pada kegiatan sastra para sastrawan laki-laki, tetapi juga para sastrawan perempuan, serta memahami bagaimana relasi gender yang terefleksi dalam karya-karya sastra tersebut. Di samping disusun kurang mempertim¬bangkan aspek gender, buku-buku sejarah sastra tersebut, dalam perspektif teori feminis, dapat dikategori sebagai produk ilmu pengetahuan male¬ stream (“arus laki-laki”) dengan epistemologi modern se¬bagai “cara laki-laki me¬ngetahui”. Oleh karena itu, saat¬nyalah sekarang di¬susun sejarah sastra yang berpers¬pektif gender, yaitu sejarah sastra yang menggunakan epistemologi sudut pandang feminis.

1142. Sejengkal Dari Tubir: Menghimpun Serpihan Problematika Hukum

Sejengkal Dari Tubir: Menghimpun Serpihan Problematika Hukum“Tulisan-tulisan yang dibuat oleh Umar ini memiliki analisis luar biasa yang dikemas dalam bahasa yang begitu eloknya. Apakah ada yang bisa membyangkan bahwa ini adalah karya mahasiswa yang baru semester lima saja? Bayangkan apa yang terjadi kelak setelah Umar sudah doktor! Saya berharap ini adalah sebuah teladan bagi mahasiswa lain bukan hanya dalam mengasah knowledge dan skill, melainkan juga untuk menjadikannya bermanfaat bagi masyarakat luas.” Fajri Matahati Muhammadin, S.H., LL.M. (Dosen De

1143. Sejumlah Ingatan dan Cerita-Cerita (Sekadar Kumpulan Cerpen)

Sejumlah Ingatan dan Cerita-Cerita (Sekadar Kumpulan Cerpen)Beberapa cerpen dalam antologi ini sebenarnya sudah lahir di akhir tahun 2003. Kala itu saya tengah mempersiapkan sebentuk suvenir buat teman-teman sekolah berupa rekaman pristiwa yang saya kemas ke dalam bentuk cerita. Hanya saja impian itu tidak tewujud, saya tak punya akomodasi guna mengaktualkannya. Dan file cerita-cerita itu mengendap di sejumlah komputer teman. Kira-kira tahun 2005, saya menghubungi kembali teman yang pernah saya gunakan perangkat komputernya. Sial, komputer itu rusak dan tentu saja kematian bagi nafas cerita-cerita itu. Tahun 2006, berbekal catatan harian, cerita-cerita itu saya coba lahirkan kembali dan akhirnya terkabul. Saya mencetak dan menjilidnya lalu saya beri kepada sejumlah teman yang saya anggap punya kaitan sejarah dengan muatan cerita itu. Tentu beragam respon yang kemudian saya terima, tapi semuanya sepakat kalau kelak cerita-cerita itu ada baiknya diterbitkan. Setidaknya pantas untuk disebut sebagai buku kumpulan cerita. Dan barulah tahun ini, kumpulan cerita ini terbit. Saya menambahkan sejumlah cerita yang saya tulis di kisaran tahun 2008 hingga 2010 guna melengkapi keutuhan sebuah buku (Penambah jumlah halaman). Nah, kira-kira demikianlah, setidaknya sidang pembaca sudah punya dasar penilaian tentang segala hal ikhwal menyangkut kronologis lahirnya antologi cerpen ini (kalau bisa dikatakan demikian) dan sudah saya beberkan dengan sangat cerewet.

1144. Sekarang Saatnya, Belajar Menulis Dengan Menulis

Sekarang Saatnya, Belajar Menulis Dengan MenulisIngin jadi penulis? Menulis diperlukan keberanian. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah rajin berlatih, menulis, menulis, dan terus menulis. Tidak ada istilah malas, dalam kamus orang yang ingin jadi penulis. Malas membaca, malas berbagi, malas menulis. Malas adalah musuh besar bagi yang ingin mewujudkan mimpinya jadi penulis. Buku ini hanya sekadar ajakan kepada kita semua untuk berbagi dengan menulis. Selanjutnya, terserah pada diri kita masing-masing mau atau tidak melakukannya. Kalau mau melakukannya, bunuh rasa malas itu. Bersemangatlah untuk membuktikan bahwa kita memang mampu menulis. Ibarat menanam padi, pasti kita akan menuai padi, begitu pula menanam tulisan, hasilnya pasti tulisan. Dan ujung-unjungnya pasti menuai manfaat. Kelemahan kita yang terbesar terletak pada sikap kita yang mau menyerah pada keadaan. Satu cara yang paling sukses justru terletak pada kesempatan kita mencobanya sekali lagi. Begitu kata Thomas Alva Edison. Penasaran? Silakan baca buku ini! Saya

1145. SEKARANGLAH SAATNYA! Sembilan Episode Hidup Meraih Seribu Mimpi

SEKARANGLAH SAATNYA! Sembilan Episode Hidup Meraih Seribu MimpiTidak ada yang mustahil di dunia ini, semua bisa kita peroleh selama kita memiliki kemauan keras. Berawal dari sebuah mimpi hidup seseorang akan memiliki tujuan. Mimpi bukan sekedar angan-angan, dan tidak ada sesuatu yang berhak membatasi mimpi seseorang. Jangan biarkan mimpi sekedar khayalan bagai sebuah kisah di negeri dongeng. Sekaranglah Saatnya!. Kerahkan segala kamampuan untuk mewujudkan mimpi dan harapan. Sembilan episode ini mengungkapkan strategi seperti apa yang memudahkan seseorang dapat mewujudkan mimpinya, cara yang sederhana namun hasil luar biasa. Buktikan!. Hidup tidaklah kekal, dari ketidakkekalan itu bagaimana cara memanfaatkan hidup dengan mimpi dan strategi meraihnya. Temukan jawabannya sekarang juga!

1146. Sekeping Warna Cinta

Sekeping Warna CintaIni adalah sebuah antologi yang berisi 23 kisah cinta fiktif namun menggugah. Menceritakan kala cinta itu datang dan juga pergi, ketika cinta menimbulkan rindu dan luka yang dalam.

1147. Sekolahku, Sekolah Kampungan tapi Berprestasi

Sekolahku, Sekolah Kampungan tapi BerprestasiBetulkah SMA Negeri 1 Maniangpajo, Sekolah Kampungan? Ya, sekolah ini memang berdiri di sebuah perkampungan. Dikelilingi areal persawahan, tapi berada di depan Pusat Pemerintahan Kecamatan Maniangpajo. Apakah terbelakang? Ya, sekolah ini memang berdiri di belakang rumah rakyat. Tapi, yang terdepan dalam menerapkan sistem pendaftaran peserta didik baru secara online. Apakah ketinggalan? Ya, sekolah ini memang tertinggal dari sarana prasarana yang memadai. Tapi, sarat dengan prestasi. Inilah buku

1148. Sekotak Coklat Untuk Sahabat

Sekotak Coklat Untuk SahabatKata orang bijak, hidup adalah pilihan. Dalam memilih itu dibutuhkan sebuah keberanian agar bisa bertanggung jawab atas apa yang telah menjadi pilihan kita. Karena itu dibutuhkan introspeksi diri agar kita bisa lebih bijak dalam menyikapi sesuatu. Berbagai cara dapat dilakukan seperti dituangkan dalam sebuah puisi. Dalam buku kumpulan puisi yang berjudul Sekotak Cokelat Untuk Sahabat yang ditulis Rika Widya Sukmana ini ingin berbagi atau mengungkapkan perasaan dan pengalaman penulis yang di dalamnya banyak menyangkut tentang hubungan antara Tuhan, manusia dan kehidupan, sehingga buku kumpulan puisi ini banyak memuat nilai-nilai yang bermanfaat untuk pembaca agar bisa dijadikan sebagai cermin. Salah satu puisi berjudul Jangan Pernah Kaucoba Narkoba. Penulis memberikan warning keras untuk tidak sekali-sekali bersentuhan dengan narkoba. Penyalahgunaannya bisa berakibat pada kerugian, baik materi maupun nonmateri, serta penyesalan. Penulis mengilustrasikan narkoba sebagai racun berbisa yang bisa menjalar melalui darah sampai otak. Merusak sistem saraf manusia. Warning lebih keras ia sajikan dalam bait terakhir. Jangan pernah kau coba narkoba Karena ia adalah racun berbisa Menjalar melalui aliran darah ke otak anda Merusak sistem saraf manusia Jika kau mencobanya kau ceburkan dirimu ke dalam lautan dosa Jauhi narkoba Jangan pernah kausentuh dia Jika kau tak ingin menyesal keesokan harinya Buku ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu Puisi Religi, Puisi Cinta, Puisi Biologi, Puisi tentang anak, Puisi tentang wanita, keluarga dan orangtua, dan Puisi campuran.

1149. Sekuntum Padma di Seberang Jendela

Sekuntum Padma di Seberang Jendelasebab saya pernah mendengar cinta, maka saya menikmati alunannya. sebab saya pernah membaca cinta, maka saya kemudian menuliskannya. sebab saya pernah mengalami cinta, maka saya mesti siap bila terluka. sebab cinta yang menjadikan saya sebagai manusia, maka saya tak hendak menghujat manusia lainnya. sebab sekian catatan cinta dalam buku ini bukan catatan cinta biasa, maka nikmati saja sampai halaman akhir tanpa mulut nyinyir atau mencibir.

1150. Selaksa Makna Cinta

Selaksa Makna CintaIni bukan buku biasa, mereka menulisnya dengan hati. -Endang SSN, novelis dan penyair. Buku yang memberikan pencerahan tentang siapa sahabat dan apa itu sejatinya cinta. -Mieny Angel, penulis dan blogger. Buku yang lahir dari rahim Grup Untuk Sahabat ini temanya sungguh luar biasa. Membacanya, bagai menemukan oase di padang sahara, menyejukan hati. -Lucky Andrean Sanusi, pengurus grup menulis online Taman Sastra. Cerita-ceritanya KEREN! Berhubung aku suka kejutan, nah, cerita-cerita dalam buku ini penuh dengan kejutan! Ga hanya itu, aku juga sampe nangis karena jadi kangen sama sahabatku. Dan puisi-puisinya juga ga kalah hebat lho! -Chitra Herdian Putri, penulis antologi cerpen komedi Kepentok Jodoh. SMC adalah buku bertema persahabatan yang paling popular yang pernah ada. -Tridju Pranowo, penulis fiksimini populer dari Semarang. Sebuah buku yang mengagungkan arti sebuah persahabatan sejati, cocok dibaca oleh remaja sekarang yang cenderung bersifat individualis. -Deni Kurniawan, mahasiswa Universitas Sumatra. Sebuah romansa yang indah tentang persahabatan. Membacanya membuat kita tenggelam dalam manisnya cinta yang tulus. -Yazmin Aisyah, novelis. Menggetarkan hati, menyiram sisi-sisi gersang jiwa pembacanya yang mungkin selama ini “kurang” menghargai sebuah persahabatan. -Jazim Naira Chand, penulis kisah inspiratif Ibuku Adalah...

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni