slogan leutika prio

Katalog Buku

1341. Sembilu Berwarna Biru

Sembilu Berwarna BiruAda begitu banyak sembilu yang menikam kalbu, menelikung pilu, menggelepak sesak. Sembiluku sempurna berwarna biru, menghantam hati bertubi-tubi, mengoyak asa hingga binasa. Bagaimana dengan sembilumu kawan? Masihkah terasa begitu menyakitkan? Hmph.. Mereka yg berbahagia di taman-taman bunga sana, tentu tak akan paham pada jubah kesetiaan yg mati-matian kita kenakan. Mereka yg tertawa-tawa di belahan dunia sana, tentu tak akan mengerti pada jeri yang berpayah-payah kita rasai. Tapi buku ini peduli, terlahir dan hadir tuk menemani. Kisah2 menyedihkan didalamnya seolah berperi,

1342. Semburat Jingga Hijau

Semburat Jingga HijauSementara itu, masih mengenai kata cinta; hatiku yang berbunga-bunga dengan kelopak-kelopak aneka warna dan serbuk sari yang terpadu apik dengan putik, nampaknya memiliki relung yang demikian panjang seperti tak berpenghujung. Seperti lengkungan-lengkungan labirin yang membutuhkan waktu dalam mencapai tujuan ujungnya. Waktu dan ketekunan, ilusi dan realita, nyatanya memang membentuk labirin mutiara. Mutiara putih suci dari kediamannya di dasar laut yang tersembunyi di dalam kerang yang bersahaja

1343. Semua Akan Pindah Pada Waktunya - Pindah Menuju Indah

Semua Akan Pindah Pada Waktunya - Pindah Menuju IndahKetika Adam dipindahkan dari surga ke bumi ia tidak menyalahkan setan yang menipunya, juga tidak berdoa meminta dikembalikan ke surga. Ia hanya memohon ampunan atas kesalahannya itu. Ia ikhlas menjalani takdirnya. Sejak saat itulah pindah atau dipindahkan terus berlangsung dalam kehidupan kita. Sebagian harus diterima dengan ikhlas, sebagian lainnya adalah pilihan. Buku ini memberi inspirasi dan panduan bagimana caranya pindah menuju kehidupan yang Anda inginkan. Baca dan renungkan buku ini, jangan-jangan yang terbaik untuk Anda sekarang adalah, pindah! * * * * * Hidup itu singkat. Karena itu buatlah hidup Anda bermakna. Di acara Kick Andy saya banyak bertemu orang-orang biasa yang berhasil “pindah” menjadi pribadi yang luar biasa dan memberi manfaat bagi masyarakat di sekitar mereka. Dengan membaca buku yang ditulis oleh Kang Risat ini, kesadaran kita digugah dan ditantang untuk segera pindah dari kehidupan saat ini ke kehidupan yang lebih baik. | Andy F. Noya - Host Kick Andy Yang pasti dalam kehidupan adalah perubahan. Apapun yang terjadi harusnya berujung pada bagaimana perubahan membawa perbaikan. Dan untuk itulah diperlukan perpindahan karena kalau tidak maka akan berdampak pada ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan. Buku yang ditulis sahabat saya Kang Risat ini memberi panduan untuk Anda pindah pada kehidupan yang diharapkan. | Dr. Ir. Wahyu, MM - Direktur Utama PTPN VIII Di dalam kehidupan ini hanya perubahan yang abadi. Buku Kang Risat memberikan inspirasi kepada kita untuk melakukan perubahan menjadi lebih baik. Perubahan yang dimaksud bukan saja secara fisik tetapi lebih dalam lagi, secara spiritual. “Semua Akan Pindah Pada Waktunya” ditulis dengan sangat baik dan mudah dimengerti. | Hendro Martowardojo - Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Pindah atau dipindahkan adalah kenyataan hidup yang harus diterima dengan ikhlas dan diperjuangkan dengan tuntas. Jika Anda serius ingin pindah ke kehidupan yang didambakan, bacalah buku ini. Dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti, Kang Risat akan menginspirasi Anda pindah menuju indah. | Erbe Sentanu - Penulis buku laris Quantum Ikhlas, Zona Ikhlas, dan Karakter 360

1344. Senandung Alam

Senandung AlamMungkin akan sampai padamu suatu waktu dalam pelayaran hidupmu negeri yang dibelah sungai Melayu o Melayu

1345. Senandung Cinta Untuk Bunda

Senandung Cinta Untuk BundaAyo…. Saatnya kita mulai menjelajah taman surga kehidupan yang punya banyak hal menarik dengan gelayut manjanya untuk diterjemahkan. Ingin ikut menerjemahkan rasa? Baca buku ini, semoga kemudian anda terinspirasi.

1346. Senandung Harapan Kunang-Kunang

Senandung Harapan Kunang-Kunang “Malam senantiasa memberiku makna akan artinya hidup. Malamku teruntuk malam-Mu, malamku untuk merenungi kisahku”. (Hilda Hilaliyah, M.Pd., Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia)   “Cerpen ini membuat saya sadar akan keajaiban-keajaiban di kala malam, malam senang, sedih, dan sendu kumpul meluap melontarkan kata-kata indah, sungguh malam-malammu menjadi saksi dan penuh arti”. (Azhari Ikhwati, S.Si., Aktivis dan Pengajar)     “Cerita yang dituangkan menjadikan malam tidak hitam tetapi penuh dengan perhiasan sesuai dengan judul cerpen ini Senandung Harapan Kunang-Kunang, dahsyat sekali jadi tidak sabar menunggu datangnya malam ini.” (Siti Muharomah, S.Pd., Pemerhati Sastra dan Guru Seni)      

1347. Senandung Hati Tarian Jiwa

Senandung Hati Tarian JiwaPuisi adalah ziarah batin. Itu sangat terasa dalam buku ini. Membaca puisi-puisinya yang terangkum dalam “Senandung Hati Tarian Jiwa”, serasa menatap mozaik-mozaik pribadi penulis yang religius, cinta tanah leluhur, tulus hormat pada orangtua, suami dan ayah yang penuh sayang pada keluarga, dan santun. Seperti pribadinya, puisi-puisinya tidak bergelora, kadang sederhana, tapi terasa jujur adanya. Dan karena itu, mudah menikmati panorama imajinasi puitisnya. (Nestor Rico Tambunan, Jurnalis, Pengarang ratusan cerpen dan belasan novel, Penulis scenario Sinetron dan Film) Selalu mengesankan membaca sajak-sajak goresan dalam buku ini. Terutama karena makna yang disisipkan mengajak pembaca turut memikirkan dan menelisik pikiran-pikiran dan perenungan yang mengkristal menjadi larik-larik kata yang memikat. Dididik di lingkungan seminari dan ajaran Katolik yang kental, dan sbg staf lembaga humanitarian sekian lama, telah berperan banyak membentuk pola pikir, sikap, dan pemaknaan hidup, esensi kehidupan. Menulis dengan jujur, sublim, itulah unsur penambah kekuatan sajak-sajaknya. Menyenangkan membaca sajak-sajaknya, sebab di tengah minimnya minat menuliskan permenungan kehidupan dan pemaknaan atas pengalaman keseharian, Portunatas sedia melakukan dan membagikannya. Jangan berhenti dan terus menghidupkan kreativitasnya yang merupakan karunia tak ternilai dari ilahi, meskipun sama-sama kita tahu, dia melangkah di jalan yang sepi. (Suhunan Situmorang, penikmat sastra-budaya, praktisi hukum korporasi, penulis novel Sordam, cerpen dan esai-esai bertema sosio-kultural etnis Batak).-

1348. Senandung Rindu Bukit Krisan

Senandung Rindu Bukit KrisanKedua mata kami saling menatap. Bibir ini terasa kaku tak bergerak. Kuberanikan untuk melangkah semakin mendekatinya. Aku mendesah pelan dengan segunung keraguan di hatiku yang membungkamku untuk berbicara.

1349. Senandung Rindu yang Karatan

Senandung Rindu yang KaratanAnda akan dibawa hanyut ke telaga rindu dalam cerpen karya Xanjeng Nura ini, Senandung Rindu yang Karatan. Tak pelak, Anda juga akan terbang membumbung dengan karya-karya penulis lainnya yang tergabung dalam buku kumpulan cerpen ini. Nikmati racikan cerita khas masing-masing penulisnya: Rindu Terkikis Bayu (Suden Basayev), Membingkai Miniatur Cinta (Sambya Adzkiya), Sang Pesulap dan Ayahnya (Ummu Fatimah Ria Lestari), Cinta Cahaya Mata (Murti Yuliastuti), Desember (Zein el-Arham), Janji (Arieshava Masduki), Sejatinya Cinta Mengantarmu ke Surga (Ayicha Sheila), Surga untuk Ibu (Salma Madani), Seperti Edelweiss (Ari Kurnia), Gerimis Malam (Na’imah Awan Nur), Tawa Kematian (Sisilia Wisye), Takdir Cinta (lyn'), Tiga Perempuan (Ike), Rencananya dengan Rencana-Nya (Fatihah Kamil), Aku Bangga Menghamilimu (Om Dompet), dan Senandung Rindu yang Karatan (Xanjeng Nura) Selamat menikmati!

1350. Senandung Sahabat

Senandung SahabatSenandung Sahabat ini bercerita tentang ungkapan hati para sahabat dalam kehidupan cinta dan persahabatan mereka. Ditulis oleh para sahabat dari berbagai penjuru nusantara.

Leutika Leutika