slogan leutika prio

Katalog Buku

961. Obama Bicara

Obama BicaraBuku ini dianjurkan untuk dibaca oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi terutama yang sedang mengikuti mata kuliah Komunikasi Politik dan Public Speaking. Buku ini sangat menginspirasi dan layak menjadi bahan kajian di kelas.

962. Obituari Oma

Obituari OmaMarina Wijaya, seorang artis senior yang telah malang-melintang selama setengah abad di dunia perfilman Indonesia. Kematiannya yang tiba-tiba meninggalkan kesedihan yang mendalam di hati keluarga dan penggemarnya. Tapi tak semua orang merasa kehilangan. Tak semua orang mencintai si cantik Marina. 10 orang blogger, dalam 17 flashfiction, mengisahkan sosok Marina Wijaya dari berbagai sudut pandang, berusaha mengungkap sisi lain sang bintang.

963. Obrolan di Kedai Plato

Obrolan di Kedai PlatoHidup ini sederhana, jika tak melibat kemelekatan di dalamnya. Seperti kelahiran saat kita datang ke dunia, dan kepulangan nanti yang tak membawa apa-apa, dan menjadi bukan siapa-siapa. Namun, keinginan mengubah segalanya. Keinginanlah yang membuat hidup menjadi indah dan berwarna. Sayangnya, dalam keinginan ada penumpang lain di dalamnya yaitu ego. Seandainya kita banyak menanggalkan ego, yang teringgal kelak adalah saling berendah-hati, meneguhkan dan memaklumi. Kita membiarkan orang lain menjadi dirinya sendiri. Kita tak akan lagi banyak berharap pada kebaikan dan perhatian orang, kecuali semangat menanam kebaikan, Berbalas atau pun tidak. Mengasihi, bukan untuk menguasai atau pun menaklukan. Tatkala hati penuh dengan kelapangan, mungkin dunia ini akan menjadi taman ‘bermain’ seluruh manusia yang nyaman. Tetapi harus diterima, memang dunia ini ruangnya kegelisahan. Buku ini mengajak melihat hidup dengan cara yang sahaja, memandang positif segala yang terjadi sebagai aliran semesta. Melihat keragaman kehidupan bagai nyanyian suara hati. Barangkali saja melalui ketulusan, jiwa yang hening dan sederhana, akan menemukan Tuhan di atas sana.

964. Ode untuk Dua Pendekar

Ode untuk Dua PendekarPada kesempatan ini, penulis menyajikan 30 puisi dan 7 esai yang dikompilasi secara apik dalam Antologi Puisi dan Esai yang bertajuk Ode untuk Dua Pendekar. Berbagai macam hal dan peristiwa kehidupan disajikan secara menarik dalam buku ini. Dirangkum dalam bahasa yang mudah dicerna oleh orang awam sekalipun. Anda dapat menikmati puisi yang terkait dengan tokoh masyarakat yang patut dijadikan suri teladan dalam etos kerja dan kejujuran, aspirasi tentang sosok pemimpin yang menjadi dambaan masyarakat, tentang jasa dan Sementara, esainya menyajikan masalah pendidikan di pengorbanan ibu, tentang cinta, penderitaan, bencana alam, dan lain sebagainya.Indonesia yang sangat kompleks, ide kreatif memajukan bangsa, presiden idaman, dan politik uang yang sudah berlangsung sejak dahulu sampai sekarang. Semuanya dituturkan dalam bahasa yang mengalir dengan lancar dan enak untuk dikunyah oleh para pelajar, mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, dan kaum awam. Nah, tunggu apa lagi? Dapatkan buku Ode untuk Dua Pendekar sekarang juga!

965. Oh Pondokku Ibuku

Oh Pondokku IbukuOh pondokku, tempat naung kita, dari kecil sehingga dewasa, rasa batin damai dan sentosa dilindungi Allah Ta'ala. Oh pondokku, engkau berjasa, pada ibuku Indonesia. Tiap pagi dan petang, kita beramai sembahyang, mengabdi pada Allah Ta'ala di dalam kalbu kita. Wahai pondok tempatku, laksana ibu kandungku, nan kasih serta sayang padaku. Oh pondokku, ibuku. Kata-kata tersebut merupakan Himne Oh Pondoku yang tidak asing bagi orang yang pernah belajar di pondok-pondok modern, “Daar El-Kutub”

966. Oleh-Oleh Terindah

Oleh-Oleh TerindahAini menghapus air matanya, sembari memeluk ibunya yang sedari tadi berada di sampingnya. Ibunya kemudian meninggalkannya untuk memasak karena waktu sudah menuju malam hari, senja sudah hampir menampakkan dirinya di ufuk barat. Dia pun bergegas untuk mandi agar terasa segar apalagi baru saja Aini menghujani bantal dan pipinya. Kekecewaan yang dia alami tidak menyurutkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan karena bukan seberapa besar dan terkenalnya perguruan tinggi, tetapi bagaimana kita mampu

967. Ombak Bulan Desember: Binar di Chamber of Blessing

Ombak Bulan Desember: Binar di Chamber of BlessingGlasgow Airport, 23 Desember 2011 “Promise me to return to us, once you feel you have to. Okay?” Christina menatap perempuan Aceh itu sambil memegangi kedua lengannya, beberapa hari yang lalu. Chris telah membuat Tari berjanji. Setelah sekali lagi berpelukan erat dan saling berjanji untuk terus berhubungan, Tari membalikkan badan bergegas memasuki ruang tunggu dan mengeluarkan tisu dari tasnya. Di dalam pesawat, Tari duduk di pinggir jendela. Ia ingin menangkap semua pemandangan yang sudah akra

968. One Colour of Love

One Colour of LoveMungkin kau lupa ada rasa yang tidak bisa dijadikan bahan gurauan. Kau menghilang. Hilang. Apa kau kira di permainkan rindu itu menyenangkan? -Dhefi Fazinur

969. One Day in A Library

One Day in A LibraryApa kenanganmu tentang Perpustakaan? Hanya sebuah gudang buku yang tak menarik atau merupakan tempat yang nyaman dan bermanfaat? Pasti kita semua memiliki memori berkesan tentang Perpustakaan.

970. Opini Publik dan Pemberdayaan Civil Society

Opini Publik  dan Pemberdayaan  Civil SocietyTidak banyak orang mendiskusikan kaitan antara opini publik dengan civil society. Sebabnya tak lain, opini publik sekadar dianggap wacana yang tidak punya daya paksa bagi penguatan civil society. Banyak orang mengaitkan civil society dengan demokrasi, Hak Asasi Manusia (HAM), media massa, kelompok masyarakat, peran agama dan sebagainya. Disamping itu kaitan civil society dengan opini publik juga dianggap absurb. Buku yang berasal dari materi-materi tugas kuliah “Komunikasi dan Opini Publik” Sosiologi Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini layak diapresiasi. Sudah saatnya, tugas-tugas kuliah tidak sekadar berhenti pada nilai akhir, tetapi produk tulisan yang bisa dibaca banyak orang.

Leutika Leutika 

Wayang  Scanie  mahoni